The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Misi Gabungan II ( Yang Terpilih )



Kedatangan pasukan berkuda utusan kekaisaran Song membuat gempar seluruh sekte pedang langit, banyak yang berspekulasi tentang tujuan mereka, meskipun pada akhirnya tak ada satupun prediksi mereka yang benar.


Keesokan harinya, sebuah pengumuman tentang daftar nama - nama yang terpilih untuk ikut serta dalam misi gabungan terpampang dengan jelas di halaman utama sekte.


Diantara nama - nama itu ada nama Wu Yi Feng, Shen Liang, dan juga ketiga sahabat Wu Yi Feng, serta satu orang lagi adalah pemuda yang dulu sempat menjadi lawan Wu Yi Feng di ujian kenaikan tingkat, seorang pemuda bertampang kurus, dengan jurus andalannya yang bisa memanjangkan tangan dan kaki. Pemuda itu bernama Choi Dal Po.


Sekte pedang langit memang mengutus enam murid terbaiknya, mereka akan bergabung dengan puluhan murid pilihan dari sekte aliran putih dan netral lainnya.


Belakangan muncul dugaan, tujuan utama kaisar meminta bantuan ke sekte putih dan netral karena para perompak laut ini dibantu oleh gabungan sekte sesat, sehingga membuat angkatan laut milik kekaisaran kewalahan dan terpaksa mundur, namun sekali lagi dugaan tersebut belum terbukti kebenarannya.


Wu Yi Feng, Bai Lang, Chau Li, Wan Ming, Shen Liang dan juga Choi Dal Po. Keenam pemuda itu diberi waktu tiga hari untuk bersiap siap, mereka juga dipastikan akan menerima beberapa perlengkapan dari sekte, seperti uang saku, pil dan sumber daya serta seragam yang dirancang khusus untuk misi kali ini.


Seragam sekte pedang langit yang mereka dapatkan kali ini berwarna biru gelap dengan aksen pedang kecil berwarna perak di sekujur tubuh, dan tak lupa tulisan "Sekte Pedang Langit" dalam bentuk melingkar di dada dan punggung.


"Hentikan tingkah konyolmu dan bersyukurlah karena tidak terpilih.." Ucap Bai Lang kepada Wang Fei Lin yang murung setelah mengetahui jika dirinya tidak terpilih.


"Diamlah, kau tak akan tahu perasaanku.." Sergah Wang Fei Lin.


"Aku tahu, tapi pernahkah kau berpikir bahwa selama ini kau hanya menjadi beban dalam setiap misi yang saudara Feng ambil??" Ucap Bai Lang dengan nada agak tinggi.


"Apa katamu?? Beban?? Coba ucapkan sekali lagi..!!!" Wang Fei Lin berteriak, gadis itu nampak menahan air matanya, dikatai beban sungguh membuat hatinya terluka sangat dalam.


"Ya, memang kenyataannya seperti itu, apakah kau sudah lupa beberapa kali rencana kita harus berubah hanya karena kau tertangkap atau terluka? Jika bukan karena kemampuan saudara Feng, aku rasa kita sudah lama terbunuh..!!!" Kali ini Bai Lang mencoba memberikan penjelasan dengan menggunakan fakta - fakta yang ada.


"Misi kali ini jauh lebih berbahaya daripada misi - misi kita selama ini, kuharap kau mengerti.." Bai Lang pergi meninggalkan Wang Fei Lin yang sudah tak kuasa menahan tangisnya, gadis itu jatuh terduduk sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.


Di sebuah kamar, terlihat seorang pemuda sedang mensortir baju. Wu Yi Feng nampaknya memilah milah pakaian mana saja yang akan ia bawa dalam misi kali ini. Setelah mendapatkan pilihannya, ia segera memasukkan tiga potong baju kedalam cincin ruangnya.


Tak pernah berhenti mengambil misi - misi berbahaya selama dua tahun belakangan, telah membuat Wu Yi Feng tumbuh menjadi seorang pemuda yang mempunyai pengalaman bertarung cukup banyak.


Ditempa sangat keras oleh keadaan, melakukan pertarungan hidup dan mati berkali kali, bahkan tak jarang hampir terbunuh. Membuat mentalnya terasah, dan intuisinya menjadi sangat tajam.


Entah sudah berapa lawan dan juga pendekar dari golongan sekte sesat yang telah ia bunuh, tentunya ia hanya membunuh mereka mereka yang memang pantas untuk dibunuh.


Tak terasa, hari keberangkatan itupun tiba, keenam pemuda pilihan tersebut berkumpul di halaman luar sekte pedang langit, disana sudah ada beberapa guru dan tentunya ketua sekte pedang langit, Lin Zhun.


Di samping keenam pemuda tersebut telah nampak enam kuda jantan terbaik yang terlihat sangat terlatih, ketua sekte juga memberikan tiap - tiap dari mereka sebotol pil penyembuh sebagai bekal.


"Baik ketua..!!!" Jawab mereka berenam secara serempak.


Derap langkah kaki kuda mengiringi kepergian keenamnya, mereka akan menuju kota Dang'an. ( Kota ini sempat muncul di cerita Xun JeHa )


Kota Dang'an sendiri merupakan sebuah kota kecil yang damai nan asri, Kota ini lebih terkenal sebagai kota perdagangan dikarenakan letaknya yang cukup dekat dengan pelabuhan.


Jarak kota Dang'an tidaklah terlalu jauh dengan kota Lu Dong tempat sekte pedang langit berada, dengan kuda mereka yang terlatih, hanya butuh waktu 3 - 4 hari untuk sampai kesana.


Kota Dang'an dipilih sebagai tempat berkumpulnya aliansi sekte putih dan netral bersama dengan prajurit kerajaan dikarenakan letaknya yang strategis, dekat dengan pelabuhan atau dermaga, dimana disana juga ada pos angkatan laut kerajaan Song.


"Saudara Feng, sebaiknya kita menaikkan kecepatan supaya bisa sampai di perkampungan terdekat sebelum gelap datang.." Ucap Wan Ming, karena Wu Yi Feng lah yang dipilih sebagai ketua rombongan kali ini.


"Aku setuju saudara Ming.. Yihaaa... Yihaaa..." Wu Yi Feng dan lainnya pun mulai memacu kuda mereka lebih cepat.


Menjelang senja datang, mereka berenam telah sampai di sebuah desa kecil. Desa tersebut berada di tengah - tengah ladang dan diapit oleh sawah, terlihat hanya ada sedikit rumah disana. Wu Yi Feng turun dari kuda dan bertanya pada seseorang yang baru pulang dari ladang.


"Permisi tuan, apakah di desa ini ada penginapan atau semacamnya??"


"Kalian pasti belum pernah kemari ya?" Ucap pria paruh bayah tersebut.


"Kebetulan belum tuan, kami hendak ke kota sebelah, namun karena hari sudah menjelang petang, kami berenam ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalan keesokan pagi." Jelas Wu Yi Feng.


"Dahulu desa ini dihuni oleh banyak sekali penduduk, namun saat ini banyak dari mereka yang meninggalkan desa semenjak kemunculan siluman setahun belakangan, kami yang bertahan hanya bisa berharap suatu hari akan datang bantuan dari pusat."


"Siluman?? Tolong anda ceritakan selengkapnya, siapa tahu kami bisa membantu.."


"Jangan gegabah anak muda, siluman siluman itu sangat kejam. Mereka adalah siluman yang telah berusia ratusan tahun dan sangat ganas."


"Kami bukanlah pemuda biasa tuan, sebisa mungkin kami akan membantu para penduduk desa.." Jelas Wu Yi Feng, membuat sosok pria paruh baya di depannya terdiam seolah tak percaya.


"Baiklah, ikutlah denganku jika kalian memaksa. Tapi ingat, aku tidak bertanggung jawab atas keselamatan kalian." Tegas pria tersebut sambil memandu keenamnya memasuki desa.


"Saudara Feng, misi kita adalah memerangi perompak laut. Bukan membantu seseorang yang tidak mau dibantu..!!" Seru Bai Lang dengan suara lantang, membuat wajah pria paruh baya makin memerah menahan malu.