The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Jenderal Huo Long



Hari masih gelap, namun Wu Yi Feng sudah terbangun. Pemuda itu mencoba melihat kembali isi dari cincin ruangnya dan mengecek semua kebutuhannya, setelah dirasa semua komplit ia segera bangkit dari ranjangnya untuk membersihkan diri.


Sesuai rencana yang telah disepakati, hari ini ia harus membuat keributan lalu tertangkap supaya dikirim masuk ke penjara atau neraka dasar bumi sedangkan Bai Lang dibantu oleh Zhou Mei Lan akan mencoba mencari dukungan dari sekte - sekte aliran putih di sekitar untuk menggulingkan rezim diktator walikota Lu Hong.


Zhou Mei Lan bertemu dengan Wu Yi Feng di halaman belakang secara tak sengaja, gadis cantik yang berusia sekitar 17 tahunan itu jadi salah tingkah hingga wajahnya memerah.


"Feng gege, berhati hatilah.. Aku tahu kamu kuat, tapi di sana banyak pendekar kejam."


"Hmmm.."


"Berjanjilah kau akan kembali dengan selamat.."


Wu Yi Feng menoleh, ia menatap tajam kepada gadis di sampingnya. "Akan aku usahakan, kau juga berhati hatilah.."


****


Wu Yi Feng mengganti pakaiannya dengan pakaian compang camping layaknya seorang pengemis, ia selipkan cincin ruangnya di dalam celana dan untuk sentuhan akhir, mencoreng wajahnya dengan debu kotor.


Sementara itu di pasar, "Ayo dipilih dipilih, buahnya matang dan sangat manis... Ayo tuan dan nyonya dipilih.." Teriak seorang pedagang di pinggir jalan.


Tiba - tiba saja datang seorang pengemis lusuh, secara cepat pengemis tersebut mengambil dua buah apel merah besar, pengemis tersebut baru saja mau kabur ketika pedagang buah berteriak.


"Pencuri.. Pencuri...!!"


Prajurit yang sedang berpatroli keliling segera mengejar pencuri tersebut, dan dengan dibantu oleh penduduk di sekitar, pencuri tersebut berhasil tertangkap juga. Para penduduk yang sudah geram mengeroyok pencuri tersebut sebelum menyerahkannya kepada prajurit.


"Kita bawa kemana pencuri ini?"


"Bagaimana jika kita bawa langsung ke tempat jenderal Huo??"


"Ide bagus, biarkan dia membusuk disana.. Hahahahaha.."


"Ayo jalan..."


Dua orang prajurit membawa pencuri tersebut menuju ke sebuah tempat di ujung kota, tempat tersebut tidak terlihat seperti sebuah pertambangan, hanya ada sebuah pintu masuk kecil dengan beberapa pos penjagaan dan juga banyak prajurit penjaga.


Setelah melaporkan pada pos yang bersangkutan, keduanya meninggalkan pencuri yang tak lain adalah Wu Yi Feng di pos pemeriksaan.


Wu Yi Feng menghela napas panjang, tak mudah baginya untuk menahan kekuatan sampai diambang batas atau titik terendah. Baginya pukulan para penduduk sama sekali tidak terasa, ia bahkan sama sekali tidak mengelak demi kesuksesan misi kali ini.


Tak lama kemudian datang tiga orang prajurit dengan tampang bengis, mereka mendekati Wu Yi Feng kemudian menarik rambutnya dan memukuli Wu Yi Feng dengan buas.


"Hahahaha.. Sudah lama aku tidak memukul seseorang, rasanya begitu lega.. Kalian bawa orang ini ke penjara bawah tanah, biar pendekar bayaran disana yang mengatur selanjutnya."


"Siap pak..!!"


"Ayo berdiri.." Prajurit tersebut menarik paksa tangan Wu Yi Feng, prajurit yang satunya lagi bahkan masih sempat memukul Wu Yi Feng tepat di perutnya ketika pemuda itu berusaha bangkit untuk berdiri.


"Ayo jalan..."


Dengan kedua tangan dan kaki serta leher yang dirantai, Wu Yi Feng mengikuti kedua penjaga menuju penjara bawah tanah. Di sepanjang perjalanan begitu memasuki area tambang berlian terlihat banyak penduduk yang terpaksa menjadi pekerja tambang, tubuh mereka kurus kering dan penuh dengan luka cambuk.


Tua muda tidak ada perbedaan, mereka harus bekerja 20 jam sehari dan hanya mendapatkan makan sekali sehari. Mereka juga harus tidur berdesak desakan, itu belum ditambah mereka harus menahan dingin karena sebagian besar dari mereka hanya memakai baju super tipis, sebagian lagi malah tidak memakai baju sama sekali.


Dengan dalih menghukum para tahanan dan kriminal, walikota bisa melakukan perbuatan semena mena terhadap mereka. Bahkan jika mereka mati, maka jasad mereka hanya akan ditumpuk di bagian belakang tambang lalu dibakar dan dijadikan sebagai penghangat udara bagi tahanan yang lain.


"Tok.. Tok.."


"Jenderal, kami membawa tawanan baru.." Seru salah seorang prajurit yang membawa Wu Yi Feng.


"Masuklah.." Suara jawaban dari dalam ruangan menggema di sekitar hingga membuat semua yang ada disana menoleh.


Salah seorang dari prajurit mendorong tubuh Wu Yi Feng hingga hampir terjatuh, suhu ruangan yang hangat dan bau wangi segera menyerbak, tapi suasana menyeramkan langsung terasa begitu sosok berpakaian serba hitam mendekat.


Aura membunuh yang sangat kental membuat prajurit yang mengantar Wu Yi Feng mematung, bahkan tubuh mereka sampai bergetar hebat. Sedangkan Wu Yi Feng menatap tubuh lelaki tersebut dengan pandangan tajam.


BUGGGGGHHHHHHH...


"Argggghhhhhh...." Tiba - tiba saja jenderal Huo Long memukul perut Wu Yi Feng dengan sangat keras hingga membuat pemuda itu jatuh dan berguling guling di lantai.


"Hehehehe.. Anggap itu sebagai hadiah perkenalan dariku.. Kalian bawa dia ke sel.." Ucap jenderal Huo Long seraya pergi dari sana.


"Ba... Baik Tuan.. Laksanakan..!!!"


"Hei kau, berdiri..!!!"


Wu Yi Feng diseret paksa oleh kedua prajurit penjaga, dengan menahan sakit pemuda itu bangkit berdiri. Kali ini bukanlah sebuah sandiwara, Wu Yi Feng benar - benar merasakan sakit yang luar biasa, bahkan kemampuan penyembuhannya pun seakan menghilang.


Sesampainya di dalam sel dan kedua prajurit yang mengantarnya sudah pergi, Wu Yi Feng membuka bajunya dan melihat bekas yang ditimbulkan oleh pukulan jenderal Huo Long.


Terlihat bekas memar dan lebam tepat di dantian miliknya, luka tersebut bahkan masih terasa sangat menyakitkan ketika Wu Yi Feng menyentuhnya.


Untungnya Wu Yi Feng telah bersiap, pemuda itu mengambil cincin ruangnya lalu mengeluarkan salep pereda sakit kemudian mengoleskannya secara hati - hati.


"Sebenarnya sehebat apa jenderal Huo Long?? Hingga satu pukulannya saja sudah menyebabkan luka yang begitu menyakitkan.." Batin Wu Yi Feng.


BRAAAKKKKKK...


Sebuah balok kayu dilemparkan dan nyaris mengenai kepala Wu Yi Feng ketika pemuda tersebut sedang bermeditasi untuk menyembuhkan luka di perut akibat pukulan jenderal Huo Long.


"Hei, kau dibawa kesini untuk bekerja.. Bukan bermalas malasan.." Teriak penjaga yang melemparkan balok kayu kearah Wu Yi Feng.


Wu Yi Feng membukan matanya, menyudahi meditasinya lalu bangkit berdiri. Pemuda itu keluar dari sel dan mengikuti prajurit menuju ke lokasi penambangan berlian yang terletak jauh di bawah tanah.


Entah berapa anak tangga yang harus dilalui untuk bisa sampai ke lokasi penambangan, hawa dingin yang menyerang menambah penderitaan para tahanan.


Banyak mata yang melihat ketika Wu Yi Feng sampai di lokasi penambangan, pemuda tersebut segera mengambil alat tambang yang berbentuk seperti cangkul dengan ujung lancip.


Dengan arahan dari penjaga Wu Yi Feng mulai menghantamkan alat tambangnya dan menghancurkan batuan karang raksasa di depannya, dimana didalamnya banyak berlian tersimpan.


******


Di suatu malam, ada seorang lelaki, sebut saja A yang mendatangi kantor po****.


A : Malam pak, saya ingin membuat laporan.


PP : Silahkan, mau buat laporan apa??


A : Saya mau melaporkan seseorang pak, dia memukul saya sampai babak belur.


PP : Coba ceritakan kronologinya.


A : Jadi begini pak, tadi saya kan mau mem - BEGAL dia pak, eh dianya ngelawan.. Karena dia jago bertarung, jadinya saya kalah dan babak belur pak, nie bekasnya masih ada.


PP : Wah tidak bisa dibiarkan ini, ini jelas sebuah pelanggaran berat dan bisa dikategorikan kriminalitas tingkat tinggi. Padahal saudara kan hanya ingin memBEGAL ya??


A : Benar pak.


PP : Ya sudah sekarang saya tulis laporannya terlebih dahulu, anda akan kami tetapkan sebagai saksi.


(Lanjutannya kalian pasti sudah pada paham)


Semua adegan diatas hanya terjadi di WAKANDA COUNTRY...


Jika ada nama dan tempat yang sama, merupakan suatu kebetulan yang tidak direkayasa.