The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Meneruskan Perjalanan



Setelah puas menjarah harta benda Huang Fei, Wu Yi Feng pun membakar semua mayat yang ada di halaman kemudian melesat mencari Bai Lang untuk bersama sama menuju goa tempat para penduduk kota disekap.


Beberapa pendekar yang menjaga penjara sama sekali tidak menyangka jika hari ini tuan mereka akan jatuh dan meregang nyawa, Bai Lang menghabisi mereka semua dengan mudah dan mengeluarkan para penduduk kota dari penjara.


Diantara penduduk kota ada seorang pria yang ternyata adalah walikota, ia sampai bersujud untuk berterima kasih kepada Bai Lang karena telah membebaskan kota dari cengkraman tiran Huang Fei.


"Tuan muda, kota ini selamanya berhutang budi kepada kalian berdua..." Ucapnya sambil menahan haru.


"Sudahlah tuan, sudah menjadit tanggung jawab kami untuk membantu sesama.." Jawab Bai Lang.


Keduanya memilih untuk beristirahat semalam sebelum akhirnya berangkat untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya,


"Ambillah..." Wu Yi Feng melemparkan sebuah cincin ruang dimana di dalamnya berisi sebagian harta dari Huang Fei.


Wu Yi Feng memang membagi harta rampasan dari Huang Fei menjadi tiga bagian, dimana yang 50% ia berikan kepada warga kota, sedangkan dirinya dan juga Bai Lang masing - masing mendapatkan 25%.


"Saudara Feng, ini terlalu banyak.. Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani memikirkan untuk mempunyai harta sebanyak ini.." Seru Bai Lang begitu mengetahui jika di dalam cincin ruang yang diberikan oleh Wu yi Feng terdapat begitu banyak uang emas dan juga batu berharga lain.


"Itu sepadan dengan resiko yang kita hadapi.." Jawab Wu Yi Feng santai.


Penduduk kota memberikan mereka bekal perjalanan yang lebih dari cukup, Wu Yi Feng memasukkan semua daging, dan lainnya kedalam cincin ruang sebelum berpamitan dan melanjutkan kembali perjalanan yang aempat tertunda dua hari.


"Hiyaaa..."


"Hiyaa..."


Wu Yi Feng dan Bai Lang meninggalkan kota di pagi buta, keduanya memacu kudanya dengan cepat. Mereka masih jauh dari tempat dimana misi mereka seharusnya, kini mereka harus mulai mengejar ketertinggalan.


Sedangkan untuk Bai Lang sendiri, pertarungan hidup mati kemarin telah membuka matanya akan kekuatan sesungguhnya dari sahabatnya Wu Yi Feng. Pemuda itu menggenggam tali kekang kudanya erat - erat sambil bersyukur karena ia berada di sisi yang sama dengan Wu Yi Feng, dan berjanji untuk berlatih lebih keras guna mengejar ketertinggalannya.


Keduanya sempat beristirahat di desa dan kota - kota kecil lain selama beberapa hari ini, keadaan di kota atau desa lain juga tidak terlalu berbeda, dimana ada saja orang kaya dan berpengaruh yang dengan semena mena memungut pajak dan menindas rakyat kecil.


Wu Yi Feng dan Bai Lang dipaksa untuk menutup mata akan kejadian tersebut, karena mereka sendiri terikat oleh sebuah misi di daerah terpencil.


Keduanya hanya singgah untuk mengisi perbekalan dan beristirahat semalam sebelum keesokan harinya melanjutkan kembali perjalanan, hawa dingin mulai menyerang ketika mereka sudah mulai mendekati lokasi misi.


Misi mereka kali ini berada di sebuah kota kecil di atas pegunungan bersalju, kota tersebut bernama Yong Heng.


Yong Heng sendiri mempunyai arti atau bermakna Salju Abadi.


Kota tersebut dipimpin oleh seorang walikota yang bernama Lu Hong, kota Yong Heng menjadi begitu istimewa karena di kota tersebut terdapat sebuah tambang berlian terbesar di seluruh daratan bumi tengah. Berlian yang dihasilkan disana merupakan kualitas nomor satu, dengan harga jual yang begitu mahal.


Ironi memang, sebuah daerah atau kota yang seharusnya makmur dan maju karena melimpahnya sumber daya alam yang ada justru menjadi terbelakang dan tertinggal hanya karena keserakahan segelintir oknum.


"Saudara Feng, berhenti sebentar.." Seru Bai Lang seraya mencegat kuda yang ditunggangi oleh Wu Yi Feng.


"Ada apa saudara Bai??"


"Entah kenapa, tapi aku merasakan firasat yang buruk di lokasi misi kita nanti.." Jelas Bai Lang ketika keduanya telah sampai di kaki gunung bersalju, dimana misi mereka sendiri adalah sebuah kota kecil yang ada di puncak gunung tersebut.


"Bagaimana jika mencari tempat yang aman untuk menyimpan cincin ruang yang berisi harta rampasan kita?" Lanjut Bai Lang.


Wu Yi Feng hanya tersenyum mendengar penjelasan dari sahabatnya tersebut, ia bisa memahami ketakutan tersebut dan mengangguk setuju.


Keduanya lalu mencari sebuah pohon lalu memasukkan dua cincin ruang yang berisi seluruh harta keduanya dan menandainya dengan sebuah energi lemah supaya bisa ditemukan dengan mudah.


Dengan begini, mereka hanya membawa cincin yang berisi perlengkapan standart seorang pendekar dan juga uang emas seperlunya saja.


Udara dingin makin menusuk tulang ketika mereka berdua makin mendekati puncak gunung, bahkan kuda mereka juga mulai pelan jalannya.


"Sebaiknya kita berjalan kaki, kuda - kuda ini tidak terbiasa dengan udara dingin karena lahir dan tumbuh di daratan yang hangat.." Seru Wu Yi Feng.


"Kau benar saudara Feng.. Ayo kita berjalan.." Jawab Bai Lang.


Angin yang berhembus kencang membawa hawa dingin yang menusuk, pakaian yang mereka pakai pun sudah berlapis lapis, membuat gerak mereka berdua jadi terhambat dan pelan.


Setelah berjalan hampir semalaman, karena memang siang dan malam di daerah ini sulit dibedakan akibat kabut dan mendung yang hampir tiap hari menyelimuti. Wu Yi Feng dan Bai Lang akhirnya tiba di kota tujuan, hampir sebulan waktu yang mereka buang untuk menuju ke kota Yong Heng ini ketika mereka ditolak masuk oleh para prajurit penjaga gerbang kota.


Sebagai informasi, Kota Yong Heng adalah sebuah kota kecil yang dilindungi oleh sebuah benteng melingkar, kota ini hanya mempunyai satu pintu akses keluar masuk untuk para pengunjung, pedagang dan sebagainya, namun ada sebuah pintu khusus di bagian utara kota dimana pintu tersebut adalah akses menuju tambang berlian, dan hanya para pekerja serta mereka - mereka yang bertanggung jawab saja yang boleh mendekati area tersebut.


Kota Yong Heng merupakan kota yang sangat kecil, luasnya bahkan hanya beberapa puluh Kilo meter saja dan sebagian besar penduduk kota bekerja sebagai penambang berlian, sebagian lain mengelola rumah makan dan penginapan.


"Kami kesini atas undangan dari walikota, tolong sampaikan dulu kepada walikota sebelum mengusir kami.." Ucap Bai Lang yang mencoba menjelaskan kepada prajurit penjaga pintu gerbang kota.


"Walikota saat ini sedang sangat sibuk mengurus para pencuri berlian, kalian tunggu saja disana.." Jawab salah seorang prajurit dengan acuh tak acuh.


"Kau..."


"Sudahlah saudara Bai, kita ikuti dulu kemauan mereka.." Sela Wu Yi Feng ketika melihat Bai Lang hampir kehilangan kesabarannya.