
Di sebuah tempat rahasia yang tidak terjamah oleh manusia, sebuah gelombang energi kegelapan secara perlahan mulai terbentuk. Energi gelap sebesar kepalan tangan orang dewasa itu terlihat berputar dengan anggun di tengah tengah ruangan, sengatan listrik sesekali terlihat keluar dari energi gelap tersebut.
"Apakah rencana kita berjalan dengan lancar sampai saat ini??" Sebuah suara misterius keluar dari energi gelap tersebut.
"Lancar tuanku, para manusia - manusia bodoh itu tidak menyadari sama sekali.. Kami akan memastikan bahwa kebangkitan anda tidak akan lama lagi.." Jawab sesosok makhluk dengan muka menyeramkan yang tiba - tiba saja muncul dari kegelapan.
"Bagus, terus lanjutkan.. Buat mereka saling membunuh.. Hahahhaa..."
Gema suara tawa memenuhi ruangan tersebut, sosok memyeramkan itupun kembali menghilang dalam kegelapan disertai seringai yang menakutkan.
Di sebuah kamar, tepatnya di kompleks perumahan keluarga Huang. Terdengar suara dua orang manusia yang sedang menggapai puncak.
"Achhh.. Achhh.."
Peluh keringat memenuhi tubuh Huang Litao, pria setengah baya itu menggoyang wanita telanjang yang kini ada dibawahnya dengan sangat agresif. Huang Litao begitu menikmati momen persetubuhannya hingga wanita cantik yang menjadi partnernya kewalahan mengimbangi birahinya.
Huang Litao memejamkan mata menikmati sensasi yang diberikan oleh wanita cantik yang kini sedang bersimpuh di kedua kakinya, dan memainkan si Joni layaknya menyantap es krim.
"Tuan sebenarnya apa yang terjadi, mengapa aku merasa engkau sedang tertekan.." Tanya wanita cantik yang kini sedang bersandar di ranjang sambil menutupi dadanya dengan selimut.
"Tidak ada gunanya juga aku menceritakan masalahku kepada wanita yang mencari makan dengan menjajakan tubuhnya.. Kau tak akan mengerti.." Jawab Huang Litao yang sedang memakai pakaiannya dengan nada sinis.
Mendapatkan jawaban yang menusuk seperti itu membuat wanita cantik tersebut paham akan situasinya dan memilih untuk diam.
"Ini untukmu, pergilah setelah kau bangun dari tidurmu.." Huang Litao meninggalkan wanita itu sendirian setelah menaruh dua keping uang emas di meja.
Huang Litao bergegas keluar dari rumahnya dan memacu kudanya menuju ke sekte tombak ganda guna bertemu dengan ketua sekte karena hari ini agendanya mereka berdua akan bertemu dengan sosok misterius.
Sosok misterius ini konon katanya sanggup membantu untuk meningkatkan kemampuan mereka berdua yang sampai saat ini seakan terhenti di tingkatannya masing - masing.
Namun bukan itu saja, Huang Litao saat ini sedang dalam tekanan untuk mengatasi para pemberontak yang makin hari makin menjadi jadi pasca pelantikan kaisar yang baru.
Tekanan ini jugalah yang membuat Huang Litao stress dan akhirnya melampiaskan semuanya kepada para wanita kupu - kupu malam.
"Huang, kenapa kau terlambat??" Sapa Huo Tu si tombak malaikat yang merupakan ketua dari sekte tombak ganda.
"Maafkan aku ketua, situasi di istana benar - benar kurang kondusif.. Kaisar dalam suasana hati yang buruk akhir - akhir ini.."
"Apakah ini ada hubungannya dengan pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini..??" Tanya Huo Tu ketika keduanya sedang berjalan menyusuri halaman sekte.
"Begitulah guru, para pemberontak ini mereka seperti hama yang sulit sekali untuk dibasmi.."
Huo Tu beserta Huang Litao menyusuri sebuah jalan setapak yang menuntun mereka ke sebuah bangunan tua yang telah lama terbengkalai, bangunan itu dulu merupakan gudang persenjataan dari sekte tombak ganda. Hanya saja karena perkembangan sekte yang semakin besar mereka akhirnya membangun gudang persenjataan yang baru yang jauh lebih besar dan meninggalkan yang lama.
Layaknya ruangan yang lama tidak terpakai, ruangan tersebut gelap, lembab dan kotor. Tempat yang snagat cocok bagi berkembang biaknya bangsa iblis.
Aura kegelapan begitu terasa bahkan sebelum keduanya memasuki tempat tersebut, akibat tekanan aura yang kuat membuat mereka sampai kesulitan bernapas saat mulai memasuki ruangan terbengkalai dimana sudah ada tiga sosok yang menunggu mereka disana.
Karena tidak ada penerangan sama sekali, sulit bagi Huo Tu dan Huang Litao untuk melihat wajah ketiganya. Tapi siapapun mereka bukanlah sebuah masalah asalkan mereka membawa sebuah berita menggembirakan.
"Ahh tuan Huo, atau lebih dikenal sebagai tombak malaikat?? Hahahaha.. Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa memberikanmu julukan seperti itu, tapi itu bukan urusanku.." Sosok misterius yang berada di tengah mulai berbicara, dan meskipun kata - katanya menyakitkan bagi Huo Tu, namun tidak ada yang bisa Huo Tu lakukan.
"Sudahlah, waktuku tidak banyak.. Aku kemari karena ingin membicarakan tentang perjanjian kita.."
"Ini terimalah dua kristal kegelapan.. Dengan itu kalian akan biaa melakukan terobosan hingga semaksimal mungkin, tapi ingat setiP bulannya kalian wajib menyerahkan 100 orang pria dewasa dan juga 50 wanita dewasa.." Ucap sosok misterius sambil menyerahkan dua buah kristal berwarna hitam kepada Huo Tu.
"Baik tuan, kami pasti akan menepati perjanjian jika memang benda ini memenuhi ekspektasi kami.." Jawab Huo Tu.
"Hahahaha.. Manusia dari dulu tidak pernah berubah.." Ketiga utusan iblis menghilang,.membuat hawa di ruangan tersebut kembali normal. Huang Litao yang sedari tadi diam kini mulai angkat bicara.
"Guru, apakah aman mempercayai mereka??"
"Sudahlah, ayo kita pergi dulu dari tempat ini.." Huo Tu melangkah pergi dari tempat tersebut diiringi oleh Huang Litao, dan tak lama setelahnya gudang kosong tersebut dibakar oleh beberapa murid sekte tombak ganda atas perintah Huo Tu.
"Aku memerintahkan kalian semua kemari karena ada sesuatu yang penting.. Dalam waktu dekat, aku dan Huang Litao akan melakukan pelatihan tertutup di suatu tempat rahasia, dan selama kami tidak ada maka tanggung jawab sekte akan diambil alih oleh tetua pertama Ciu Feng Mo..!!!" Huo Tu memberikan titahnya di hadapan puluhan orang guru yang selama ini mengajar di sekte tombak ganda.
Tepuk tangan bergemuruh ketika seseorang di barisan depan berdiri, Ciu Feng Mo sendiri adalah seorang pria tua yang telah berusia sekitar 75 tahunan. Beliau merupakan ahli beladiri yang saat ini telah mencapai ranah atau tingkatan pendekar suci tahap dua.
Huo Tu bersama Huang Litao segera mempersiapkan segala sesuatunya setelah menyerahkan mandat kepada Ciu Feng Mo, mereka berdua memacu kudanya menuju sebuah tempat yang akan mereka gunakan untuk berkultivasi.
Kembali ke tengah - tengah hutan yang lebat
Plakkk..
"Aooowww.." Xiao Chen berteriak karena merasakan sakit di paha belakangnya setelah Wu Yi Feng memukulnya dengan sebuah ranting.
"Kuda - kudamu masih terlalu lemah, perkuat lagi.." Ujar Wu Yi Feng.
"Baik guru..." Xiao Chen kembali memperbaiki kuda - kudanya, tak terasa dua bulan berlalu berkat daging siluman dan juga pil racikan dari Wu Yi Feng, kini tubuh Xiao Chen telah siap untuk ditempa.