
**Beberapa saat sebelumnya....
"Saudara Feng, dari mana saja kau?? Kami sudah mencarimu kemana mana semalaman.." Seru Bai Lang begitu melihat Wu Yi Feng berjalan santai dari arah hutan.
"Maaf, saudara Bai bisakah kau menolongku untuk memanggil semuanya? Ada yang ingin aku bicarakan..." Jawab Wu Yi Feng.
"Baik, tunggulah di ruang tengah.. Aku akan segera memanggil yang lain.."
"Terima kasih.." Wu Yi Feng mengambil air dalam kendi dan meminumnya dalam satu tegukan. Tenggorokannya terasa sangat kering karena semalaman tidak meminum setetes air pun.
Tak lama kemudian rekan - rekan Wu Yi Feng telah berkumpul, mereka semua duduk melingkar di ruang tengah.
"Semuanya, maaf jika membuat kalian khawatir.. Semalam hampir saja ada serangan siluman, untungnya aku berhasil mengetahuinya sebelum mereka bergerak." Jelas Wu Yi Feng.
Setelah itu Wu Yi Feng mulai menceritakan seluruh kisahnya di negeri siluman, ia juga sekaligus membuat rencana bersama dengan kelima rekannya.
"Itu gila saudara Feng, lagipula untuk apa kau peduli?? Mereka adalah siluman dan kita manusia..!! Mereka punya dunianya sendiri, begitu juga dengan kita..." Sanggah Wan Ming ketika Wu Yi Feng menyerukan untuk membantu sang ratu siluman.
"Aku tahu saudara Ming, akan tetapi aku tudak bisa diam saja melihat mereka semua dibantai, lagipula jika kudeta ini berhasil, maka akan makin banyak desa yang dihancurkan oleh para siluman.." Ucap Wu Yi Feng seolah meng-counter kata - kata Wan Ming.
"Aku juga tidak akan mengajak semuanya kesana, karena kita juga harus menjaga desa ini.."
"Aku akan ikut denganmu saudara Feng, yang lainnya tetap di desa untuk berjaga - jaga." Pungkas Shen Liang, membuat Wan Ming yang hendak berucap jadi terdiam.
"Kalian bisa meninggalkan kami apabila sampai besok kami tidak juga kembali." Perintah Wu Yi Feng.
"Kau gila.. Aku tidak akan meninggalkanmu..!!! Kesanalah kalian berdua, kami berempat akan menunggu kalian sampai kembali. Dan ingat, tetaplah hidup..!!" Seru Chau Li.
"Kali ini aku setuju.." Ucap Choi Dal Po yang akhirnya buka suara juga.
"Saudara Feng, kau pernah bercerita jika dirimu sempat bekerja sebagai juru masak di sebuah kedai kan?? Sebelum berangkat, bisakah kau memasakkan kami makanan?? Kebetulan aku sudah siapkan bumbu - bumbunya..." Pinta Bai Lang.
"Baiklah, aku akan memasak untuk kalian.. Mana bumbunya??"
Dengan cekatan Wu Yi Feng mengiris dan mengolah semua bahan yang ada, setengah jam kemudian, aroma harum dari arah dapur membuat perut setiap orang yang ada disana menjadi keroncongan.
"Saudara Feng apa kau belum selesai memasak?? Bau harum masakanmu menyiksaku.." Seru Chau Li dengan gaya lebay.
"Tunggu sebentar, dagingnya akan segera matang.." Jawab Wu Yi Feng enteng.
"Saudara Bai, saudara Ming bantu aku membawa semua makanan ini ke ruang tengah.." Seru Wu Yi Feng beberapa saat kemudian, ketika semua masakannya telah siap.
"Siap Tuan..!!" Balas keduanya sambil tertawa.
Mereka berenam menyantap hidangan yang disajikan dengan penuh antusias, hingga hanya dalam waktu beberapa menit saja semua hidangan tersebut telah habis tak bersisa.
"Semuanya, langit telah gelap.. Aku harus segera kembali ke dunia siluman untuk memperingatkan sang ratu akan adanya kudeta, saudara Liang tolong temani aku, untuk yang lainnya tolong jaga desa selama kami pergi..."
"Siap, serahkan keamana desa pada kami.. Saudara Feng, saudara Liang berhati - hatilah.." Bai Lang dan lainnya berdiri dan mengantar Wu Yi Feng serta Shen Liang sampai batas desa, dimana disana sudah menunggu seorang kakek tua dengan tempurung di belakangnya.
"Perkenalkan beliau adalah penasehat sang ratu, sekaligus penanggung jawab portal yang menghubungkan antara dunia manusia dengan dunia siluman.." Ucap Wu Yi Feng seraya memberikan hormatnya.
"Apakah kalian sudah selesai?? Kita harus bergegas karena aku memiliki firasat yang buruk.." Jawab kakek kura - kura.
"Baiklah mari kita berangkat.." Ucap Shen Liang.
Kakek kura - kura segera membuka portal penghubung, sebuah lingkaran yang dikelilingi oleh semburat api pun muncul. Wu Yi Feng, Shen Liang dan kakek kura - kura melangkah kedalam lingkaran dan tak lama kemudian lingkaran portal pun menutup.
***Kembali ke pertarungan di istana sang ratu
Wu Yi Feng yang dikeroyok oleh dua siluman berusia lebih dari lima ratus tahun terpojok dan menderita luka - luka, serangan dari jurus - jurusnya masih belum mampu menembus pertahanan dan formasi kedua lawannya.
Wu Yi Feng melepaskan segel yang selama ini menahan kekuatannya, ia bisa merasakan seluruh tubuhnya dialiri oleh Qi. Wu Yi Feng menyimpan pedangnya dan berniat melawan kedua siluman yang menjadi lawannya dengan tangan kosong.
"Teknik Naga Langit, Seni Naga Api.."
Wu Yi Feng mengumpulkan Qi di kedua kepalan tangannya dan merubah Qi miliknya menjadi unsur api yang menyala nyala.
"*Teknik Naga Langit, Langkah Petir.."
"Teknik Naga Langit, Serangan Seribu Naga*.."
Wu Yi Feng menghujani kedua lawannya dengab serangan beruntun dengan kecepatan yang luar biasa. Bahkan untuk bernapas saja lawannya tak bisa apalagi menghindar.
BANGGG...
BAANNNGGG..
BLAAAARRRRR....
Kedua tubuh lawan Wu Yi Feng terhempas kebelakang dan menabrak dinding, dan membuat mereka memuntahkan darah hijau kehitaman yang cukup banyak.. Ketika salah satu diantaranya hendak bangkit berdiri, Wu Yi Feng dengan cepat menghampirinya dan memberikan serangan penghabisan.
"Seni Naga, Naga Mengoyak Langit.."
Sebuah pukulan yang mengandung unsur angin kuat menghajar perut lawannya hingga berlubang, bahkan tembok di belakangnya pun hancur.
"Arrrgggghhhhh..."
Raungan kesakitan dari lawannya tak ia hiraukan, dengan cepat Wu Yi Feng menebas batang tenggorokan lawannya dengan telapaknya yang sudah dilapisi Qi, hingga membuatnya menjadi sangat tajam.
Melihat rekannya tewas dalam sekejap mata, membuat siluman satunya hendak kabur, tapi Wu Yi Feng bukanlah seseorang yang pemaaf.
Pemuda itu membuat puluhan pedang Qi dan menghujamkan semuanya kearah lawan, pukuhan pedang Qi tersebut melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Arrrrgggghhhh.."
Tubuh lawannya terdorong hingga beberapa meter sebelum Wu Yi Feng meledakkan pedang Qi tersebut, membuat tubuh lawannya hancur tak berbentuk.
KABOOOOOMMMMMM...
Shen Liang yang walaupun tidak bisa melihat, namun bisa merasakan, hanya bisa menghela napas. Hanya dengan merasakan sejenak saja ia bisa mengerti betapa mengerikannya kemampuan Wu Yi Feng.
"Biadab..!!! Kau membunuh kedua rekanku.." Teriak salah satu siluman yang sedang mengeroyok ratu ular.
"Jangan khawatir, selanjutnya giliranmu..." Ledek Wu Yi Feng.
"Matilah kau bocah..."
Salah satu siluman yang tadinya mengurung ratu ular mulai menerjang dan melawan Wu Yi Feng namun ketika ia sudah mulai mendekat, langkah kakinya terasa berat dan gerakannya menjadi kaku.
"Teknik Naga, Aura Raja Naga Langit..."
"Sihir macam apa yang kau gunakan, pengecut...!!!" Hardiknya dengan wajah yang berubah merah padam.
"Tak perlu sihir untuk menghadapi siluman selemah dirimu.." Wu Yi Feng melesat cepat sambil menghidari serangan, pemuda itu menunduk lalu menebas salah satu lengan lawannya dengan telapak tangan yang telah dilapisi oleh unsur angin.
"Tidakkk... Lenganku..."
BLAAAAMMMMMM..
Wu Yi Feng segera mundur ketika capit kepiting lawannya hendak menebas dirinya yang masih berada di dalam jangkauan serang.