The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Tubuh Yang TerSegel



Perempuan misterius tersebut menatap tajam Wu Yi Feng sebelum berbalik dan mulai bercerita, "Ini adalah alam pengasingan, alam buangan..!!!" Perempuan itu tidak menyelesaikan kata - katanya, lalu menatap pasrah ke langit.


"Dahulu kala, dataran bumi tengah adalah tempat yang sangat berbahaya bagi kaum manusia. Bangsa iblis, siluman dan juga Org menguasai tanah kalian. Hingga pasukan dewa memulai pertempuran panjang, kami bangsa Elf tidak mau tinggal diam. Dibawah kepemimpinanku bangsa Elf maju berperang."


"Pertempuran yang terjadi selama puluhan tahun akhirnya dimenangkan oleh kami, para dewa memberikan bangsa elf sebuah kekuasaan yang absolut pada beberapa wilayah. Namun keserakahan membutakan mata sebagian elf, hingga mereka terjebak dalam kegelapan dan menjadi pengikut setia iblis."


"Kekuatanku yang terkuras habis untuk bertempur dan belum pulih 100 persen dimanfaatkan oleh mereka untuk mengkudeta dan mengacak acak bangsa elf hingga banyak diantara kami yang tercerai berai dan memilih untuk bersembunyi dalam kumpulan - kumpulan kecil."


"Mereka membuangku serta menyegel tubuhku di sini, beruntung disini ada telaga keabadian yang bisa aku manfaatkan untuk menjaga supaya keberadaanku tidak menghilang."


"Telaga keabadian? keberadaan tidak menghilang?? Maksudnya?? Apakah ini adalah serpihan jiwamu atau..." Tanya Wu Yi Feng yang masih belum mengerti.


"Kau benar ini adalah serpihan jiwaku, aku merapal sebuah formasi sesaat sebelum mereka menyegel tubuhku..!!" Sosok perempuan misterius tersebut terlihat geram, namun tetap saja itu tidak menghilangkan kecantikannya.


"Jadi, nona bagaimana aku harus memanggilmu..??"


"Namaku adalah Putri Miya.."


"Miya???"


"Apakah namaku terdengar aneh di telingamu??"


"Sama sekali tidak, maaf.. Tapi jika memang ini hanyalah serpihan jiwa anda, lalu kenapa bisa memukulku??"


"Itu karena kemampuanmu begitu rendah..!!!" Sindir Miya.


"Kau benar, karena itulah aku datang kemari.. Aku ingin menjadi jauh lebih kuat..!!!"


"Hahahahaha..." Miya tertawa lepas mendengar Wu Yi Feng berkata ingin menjadi kuat.


"Apakah ada yang salah dengan kata - kataku.?"


"ternyata benar, kau bahkan tidak mengerti tentang tubuhmu sendiri.." Miya melayang pergi, meninggalkan Wu Yi Feng yang terlihat kebingungan dengan kata - kata yang Miya ucapkan.


"Tung.. Tunggu.. Katakan padaku, bagaimana cara supaya aku bisa pergi dari sini???" Wu Yi Feng berteriak ketika jarak antara dirinya dengan Miya semakin menjauh.


"Pergi dari sini??? Dengan kemampuanmu yang serendah ini?? Lupakanlah.." Miya tersenyum sinis sebelum menghilang dan meninggalkan Wu Yi Feng sendirian.


Setelah Miya pergi, dan tersisa Wu Yi Feng seorang ia memutuskan menjelajahi tempat itu untuk melihat - lihat sekaligus memeriksa.


Rupanya tempat ini cukup luas, setidaknya di hadapan Wu Yi Feng kini terhampar hutan dan juga terdengar gemericik air terjun yang pastinya berada di ujung hutan. Karena tidak ingin mengambil resiko, Wu Yi Feng memilih untuk terbang melintasi hutan dikarenakan kemampuannya telah kembali, namun sebuah kejadian yang sama sekali tidak diperkiran olehnya terjadi ketika ia tepat berada di tengah - tengah hutan.


SWOSSSSHHHHHHH...


Sebuah tentakel membelit tubuh Wu Yi Feng dengan lalu menariknya dengan cepat kebawah, tidak berhenti sampai disitu saja, begitu mendekati tanah tentakel itu membanting tubuh Wu Yi Feng dengan cukup keras.


BOOOOOMMMMMMM...


Wu Yi Feng merasakan tulang di seluruh tubuhnya remuk karena serangan tersebut, berusaha untuk berdiri, pemuda itu menajamkan pandangannya ketika asap di sekelilingnya mulai menipis dan memperlihatkan sesosok makhluk yang telah menyerangnya.


"Binatang apa lagi ini..??" Gumam Wu Yi Feng ketika melihat sosok penyerangnya yang ternyata berupa gabungan antara babi dan gurita berwarna ungu.


Hewan aneh yang mempunyai ukuran tinggi badan lebih dari tiga meter tersebut menatap Wu Yi Feng dengan tajam sedangkan ke delapan tentakel guritanya bergerak gerak kesana kemari.


"Pergi dari sini dan jangan ganggu kedamaian dunia ini..!!!" Serunya.


"Kau pikir aku mau disini? Seandainya aku bisa pergi, aku pasti sudah pergi sejak tadi.." Jawab Wu Yi Feng sambil menahan sakit di punggung dan dadanya.


"Kalau begitu aku akan membantumu untuk pergi ke neraka..!!" Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, ke delapan tentakelnya menyerang Wu Yi Feng dengan cepat.


Wu Yi Feng menghindari tentakel - tentakel tersebut sambil sesekali menyerang balik, tapi siapa sangka jika ternyata kulit binatang tersebut begitu tebal dan keras hingga setiap serangan yang diberikan Wu Yi Feng sama sekali tidak berdampak.


Sekali lagi tentakel binatang aneh itu menghantam perut dan dada Wu Yi Feng secara telak, serangan tersebut membuat Wu Yi Feng terdorong jauh kebelakang dan menghancurkan puluhan pohon yang ada di hutan tersebut.


BLAAAAMMMMM..


BLAAAAAAMMMMM...


BLAAAAAMMMMM...


Asap pekat mengepul di sekitar lokasi serangan, Wu Yi Feng memegangi dadanya sebelum memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Baru saja sembuh ketika meneguk air ajaib dari telaga keabadian, kini ia harus kembali terluka parah.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, akan kubuat kau menjadi babi guling untuk makan malamku...!!!!" Ucap Wu Yi Feng yang kini mulai serius.


"Segel Tujuh Bintang, TERBUKAAAA...!!!!"


SWOOOSSSSSHHHHH...


Pusaran angin muncul di sekeliling Wu Yi Feng, kini sekujur tubuhnya telah tertutup oleh Qi yang meluap luap. Wu Yi Feng menatap tajam makhluk yang kini berada jauh di depan, lalu dengan sekelebat mata saja Wu Yi Feng sudah menghilang dari tempatnya.


"Teknik Naga, Langkah Petir.."


"Teknik Naga, Tapak Penghancur Tulang.."


BLLAAAAARRRRRR...


Sebuah ledakan terjadi ketika jurus dengan kekuatan penuh Wu Yi Feng bertemu dengan kulit tebal binatang aneh tersebut.


Tak ingin berhenti sampai disitu, Wu Yi Feng kembali melancarkan serangannya, kali ini ia melapisi kedua tangannya dengan beberapa elemen sekaligus, yaitu elemen petir, api dan juga bumi.


"Teknik Naga, Pukulan 1000 Naga.."


BLAAAAMMMMM...


BLAAAAMMMMM....


BLAAAANMMMMMM...


"Arrrgggghhhhhh..." Raungan dan jerit kesakitan dari makhluk itu menggema ke seluruh hutan, namun Wu Yi Feng belum terlihat akan menghentikan serangannya, melihat lawannya sudah dalam keadaan terpojok maka pemuda tersebut bersiap untuk melakukan sebuah serangan penghabisan.


Wu Yi Feng mengambil langkah mundur sejenak seraya menkondensasikan Qi dalam jumlah yang cukup banyak di kedua jari telunjuknya hingga kedua jari telunjuknya bersinar terang.


Dengan kecepatan tinggi Wu Yi Feng melesat dan dalam waktu singkat sudah berada di depan makhluk setengah babi setengah gurita.


BLAAAAAAARRRRRR....


Lagi - lagi sebuah tamparan yang cukup keras dan cepat membuat Wu Yi Feng terlempar jauh kebelakang, kali ini tamparan tersebut bahkan membuat rahang pemuda itu bergeser.


KRAAAAKKKKKK...


Wu Yi Feng membetulkan rahangnya yang bergeser, dilihatnya putri Miya sudah berada di hadapan makhluk aneh tersebut, nampak putri Miya membelai makhluk tersebut dengan lembut.


"Berani - beraninya kau menyerang dan hendak menghabisi binatang suci milikku..!!!" Teriak putri Miya.


"Apa?? Binatang suci?? Menyerang?? Tanya padanya, siapa yang menyerang terlebih dahulu..!!" Seolah tak mau kalah, kali ini Wu Yi Feng ikut berteriak dihadapan wanita cantik yang tubuhnya transparan tersebut.



...Putri Miya...