
Dua pemuda murid dari sekte pedang langit itu berjalan gontai menuju sebuah ruangan yang ditunjuk oleh penjaga, mereka mencoba untuk mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak.
"Kurang ajar...! Siapa.yang meminta bantuan kepada sekte aliran putih..??" Lelaki tambun tersebut berputar putar memikirkan sebuah rencana, sedangkan prajurit yang menyampaikan kabar berdiri mematung dengan keringat bercucuran.
Lelaki bertubuh tambun tersebut adalah walikota Lu Hong yang telah menjabat di kota Yong Heng selama dua tahun, beliau naik menjadi walikota setelah walikota sebelumnya terbunuh secara misterius.
"Ijinkan mereka memasuki kota, tapi tetap awasi gerak gerik mereka. Dan kau.. Bilang pada mereka untuk menunggu karena aku sedang sibuk..!!!" Perintah walikota Lu Ho kepada prajuritnya.
"Bagus, biarkan mereka masuk.. Karena mereka tidak akan bisa keluar lagi dari sini hidup - hidup.. Hahahaha.." Ucap sosok misterius di kegelapan.
Kembali ke gerbang kota, prajurit yang membawa pesan dari walikota berlari tergopoh - gopoh. Sesampainya di pos prajurit tersebut segera memberitahu atasannya untuk membiarkan utusan dari sekte pedang langit memasuki kota.
"Kalian berdua, silahkan lewat.. Tapi maaf bapak walikota saat ini sedang sibuk dan tidak bisa menemui kalian.." Seru salah seorang prajurit yang menemui Wu Yi Feng dan Bai Lang di ruang tunggu.
"Tidak apa - apa, kami mengerti..." Jawab Wu Yi Feng seraya berdiri diikuti oleh Bai Lang yang masih nampak kesal.
Keduanya memasuki kota dengan menuntun kuda mereka yang terlihat sangat kedinginan dan sulit untuk berjalan.
Hal pertama yang mereka lihat di dalam kota adalah banyaknya jumlah pengemis yang memadati kota. Saking banyaknya hingga mereka berjejer di sepanjang jalan.
Sesuatu yang sungguh ironi karena kota Yong Heng terkenal sebagai kota yang kaya raya dengan hasil bumi yang melimpah ruah.
"Tuan muda, bagilah sedikit harta anda kepada kami.." Rengek mereka.
"Jangan berikan.." Cegah Wu Yi Feng ketika Bai Lang hendak memberikan kepingan uang perunggu kepada para pengemis.
"Kenapa..??" Tanya Bai Lang yang merasa aneh.
"Jika kau memberikan satu diantara banyaknya pengemis ini, maka ada dua hal yang akan terjadi. Pertama si pengemis yang kau beri uang akan dikeroyok oleh yang lain, atau kedua kitalah yang akan dikeroyok oleh mereka semua.." Jelas Wu Yi Feng yang menyadari bahwa pengemis - pengemis itu adalah anggota Kaipang, atau sekte pengemis.
Bai Lang menelan ludah begitu mendengar penjelasan dari Wu Yi Feng, pemuda itu tak jadi memberikan sedekah dan memilih untuk tak menghiraukan rengekekan para pengemis.
Keduanya memilih untuk terus memasuki kota dan mulai memilih milih penginapan, Wu Yi Feng membawa Bai Lang ke sebuah penginapan dimana penginapan tersebut bergaya klasik dab sederhana namun entah mengapa Wu Yi Feng bisa merasakan aura aneh dari dalam.
Aura tersebut terasa panas, sangat cocok karena saat ini mereka sedang berada di udara yang dingin.
"Tuan silahkan masuk, anda berdua ingin makan atau sekalian menginap??" Tanya pelayan yang telah menyambut keduanya di pintu masuk penginapan.
"Kami ingin makan dan juga menginap, apakah masih ada kamar yang kosong?" Tanya Bai Lang.
"Ada Tuan muda, silahkan masuk... Silahkan.." Seru pelayan yang ada di balik meja resepsionis seraya mencari kunci kamar.
Wu Yi Feng akhirnya mengerti darimana aura panas tersebut berasal, sistem ventilasi dan juga bentuk bangunan yang diadaptai oleh penginapan tersebut membuat udara panas terperangkap didalam dan memberikan suasana hangat bagi semuanya.
"Saudara Bai, setelah ini aku akan coba untuk berkeliling kota.. Kau istirahat saja terlebih dahulu.." Ucap Wu Yi Feng.
"Baiklah, tapi apa benar kau tidak butuh ditemani?"
"Tidak usah.." Wu Yi Feng tersenyum sebelum masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian karena seragam sekte pedang langit yang ia kenakan terlalu mencolok.
Tak berapa lama kemudian Wu Yi Feng sudah keluar dari kamarnya dan hendak turun ke lantai dasar karena kamar yang mereka tempati berada di lantai tiga bangunan.
"Dimana kedua pemuda utusan dari sekte pedang langit berada?" Ucap sosok pria tinggi besar kepada pelayan resepsionis, dibelakang sosok pria tinggi besar tersebut ada belasan prajurit yang mengikuti.
Wu Yi Feng mencoba mencuri dengar percakapan mereka dan mengurungkan niatnya untuk turun.
"Maaf tuan, kami tidak bisa memberitahu informasi tentang kamar tamu kepada orang asing.." Jawab si pelayang dengan nada bergetar karena ketakutan.
BRAAAAAKKKKKKK...
"Ampun tuan, tolong jangan hancurkan penginapan saya.." Tiba - tiba saja seorang lelaki tua berlari dan mengiba kepada sosok tinggi besar tersebut.
"Hei pak tua Zhou, jangan banyak drama didepanku.. Aku tahu jika sebenarnya penginapanmu ini adalah sarang pemberontak..!! Anakmu sendiri yang mengatakannya.." Gertak si tinggi besar dengan seringai yang menakutkan.
"Jangan asal bicara.. Penginapanku sudah berdiri puluhan generasi dan tidak akan aku biarkan penginapan Bunga Merah hancur olehmu..!!!" Seru pak tua Zhou dengan tegas.
"Hehehe.. Penginapanmu akan aku urus lain kali, sekarang beritahu saja dimana dua pemuda utusan sekte pedang langit berada?"
"Ada apa kau mencariku?" Ucap Wu Yi Feng sambil menuruni tangga.
"Mana rekanmu satunya?"
"Aku saja sudah cukup.. Beritahu aku apa maksudmu datang kemari?"
"Walikota Lu ingin bertemu denganmu.. Dan beliau mengutusku untuk menjemputmu." Jelas pendekar yang bertubuh tinggi besar.
"Baiklah, antar aku tempat walikota berada..."
Wu Yi Feng mengikuti mereka dan berjalan menjauhi penginapan, di tengah perjalanan Wu Yi Feng sudah mempunyai firasat yang buruk karena mereka sengaja memilih jalan memutar dan sepi.
Udara yang dingin ditambah dengan suasana yang sunyi membuat setiap gerakan terasa mencurigakan. Tak lama kemudian, butiran salju pun turun dan menambah dingin udara yang ada di puncak bukit.
SREEEEETTTTTTT...
Tiba - tiba saja sebuah rantai besar melilit tubuh dan leher Wu Yi Feng, pemuda itu mencoba untuk tetap tenang dan tak berdaya.
"Jadi ini yang kau maksud dengan membawa ke tempat walikota?"
"Hehehehe.. Tentu, maksudku adalah tempat walikota sebelumnya.."
"Walikota sebelumnya? Jadi kalian yang membunuh walikota sebelumnya supaya Lu Hong bisa menempati posisi walikota?"
"Bisa dibilang seperti itu.. Setelah menghabisimu kami akan kembali ke penginapan dan membantai semua yang ada disana termasuk rekanmu, lalu mengirimkan surat pemberitahuan kepada sektemu yang berisi tentang kalian berdua terbunuh saat melaksanakan misi.." Jelas salah seorang pendekar disana.
SYYYYUUUUUUTTTTTT...
"AAARRRRRGGGHHHH..."
Puluhan jarum mendadak menghujani mereka, bukan jarum biasa, melainkan jarum yang dilumuri racun khusus, sebuah racun yang bisa membuat semua orang yang terkena menjadi lumpuh dab tidak bisa menggunakan tenaga dalam.
Ukuran jarum yang kecil ditambah warna jarum dari besi yang memantulkan alam sekitar membuat banyak pendekar berteriak dan menggelepar ditanah. Hanya ada beberapa saja diantara mereka yang beruntung bisa menangkis jarum beracun tersebut.
Sosok misterius turun dari bukit tepat didepan Wu Yi Feng yang saat ini masih terlilit rantai besar, sosok misterius tersebut menutupi tubuhnya dengan pakaian dan juga penutup wajah serba putih.
Dengan pedang yang sudah siap ditangan, sosok tersebut menerjang para pendekar disana tanpa rasa takut. Sosok misterius itu memberikan sebuah serangan mematikan kepada setiap lawan yang berada di dekatnya.
"Apa kau akan berdiri dan diam saja disana?" Teriak sosok misterius yang kini mulai kewalahan menghadapi puluhan orang yang menyerangnya secara bersamaan.
"Menolong? Apa kau tidak bisa melihat jika saat ini aku sedang terikat rantai?" Jawab Wu Yi Feng dengan entengnya.
"Cihhhh..." Sosok misterius berbaju putih itu mengucapkan sumpah serapah karena meskipun kemampuan seni beladirinya diatas para bandit - bandit yang menjadi lawannya, namun melawan mereka secara bersamaan beda ceritanya.