
Di pelabuhan telah terlihat lima kapal perang berukuran cukup besar, dimana diatasnya telah berbaris secara rapi para prajurit dari kekaisaran Song, sedangkan para pendekar masih berkumpul di tepi pelabuhan untuk di breifing oleh jenderal Bao Zheng.
Setelah breifing yang cukup panjang dan lebar, akhirnya tiba juga waktunya mereka memasuki kapal. kelompok dari sekte pedang langit sendiri akan terpecah ke tiga kapal yang berbeda, dimana Wan Ming akan berpasangan dengan Shen Liang, Bai Lang dengan Chau Li dan Wu Yi Feng dengan Choi Dal Po.
Mereka tentu saja akan bekerja sama dengan puluhan utusan sekte yang lain, Wu Yi Feng bisa melihat dan merasakan tenaga dalam yang cukup hebat diantara mereka.
"Sampai jumpa didarat teman - teman.." Seru Chau Li.
"Jaga diri baik - baik, dan kirim tanda jika butuh bantuan.." Balas Wu Yi Feng.
"Tentu, kita berangkat enam orang, pulang pun harus enam orang.." Ucap Wan Ming.
"Itu jika kau tidak menghamili gadis dari sekte bangau putih.." Cletuk Bai Lang yang membuat keenamnya tertawa, bahkan Shen Liang yang sangat pendiam juga tersenyum lebar.
Keenamnya langsung menuju kearah kapalnya masing - masing, Choi Dal Po mengekor dibelakang Wu Yi Feng, pemuda kurus dengan mata menonjol itu nampak senang karena seumur umur dirinya belum pernah naik kapal.
"Dal Po, tunggulah di dek sebentar.. Aku harus menemui pemimpin kapal untuk berbincang sejenak.." Ucap Wu Yi Feng.
"Tunggu saudara Feng, masalahnya aku tidak tahu yang mana itu dek kapal.." Jawab Dal Po yang berusaha jujur.
Wu Yi Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sulit memberikan arahan kepada Choi Dal Po. "Kalau begitu ayo ikut denganku..." Ucapnya setelah tidak berhasil menjelaskan apa itu dek kapal.
Setengah jam kemudian, akhirnya kapal mulai berlayar. kelima kapal tersebut membentuk formasi bulan sabit, dari penjelasan yang sempat diberikan oleh kapten kapal, Wu Yi Feng jadi tahu kalau perjalanan akan memakan waktu semalaman sebelum mencapai laut lepas, disana nanti mereka akan ditunggu oleh perahu kecil milik telik sandi yang akan mengarahkan mereka ke tempat bajak laut.
Cuaca yang cerah dan hembusan angin sepoi - sepoi membuat banyak pendekar yang bersandar di dek, Wu Yi Feng sendiri memilih duduk di bawah layar kapal, sedangkan Choi Dal Po berkeliling entah kemana.
"Apakah tempat disisimu masih kosong??" Suara seorang gadis membuyarkan lamunan Wu Yi Feng.
"Kosong, duduk saja.." Jawab Wu Yi Feng.
"Perkenalkan, namaku Huan Ran.. Aku perwakilan dari sekte pedang pinus." Ucap gadis tersebut mencoba memperkenalkan dirinya.
"Aku Wu Yi Feng, perwakilan dari sekte pedang langit.."
"Sekte pedang langit?? Apakah kau tahu jika pendiri sektemu adalah paman dari sang pendekar legenda??"
"Hmmm.."
"Bagaimana kabar ketua sekte Lin Zhun??"
"Setahuku beliau baik - baik saja.." Jawab Wu Yi Feng singat.
Wu Yi Feng menoleh, dipandangnya gadis disampingnya yang ternyata sangat cantik, kulitnya putih bersih dipadukan dengan pakaian sutera serba putih.
"Maaf, aku sedang tidak mood untuk berbicara.." Ucapnya.
"Tidak apa - apa, dimana rekan seperguruanmu yang lainnya? Lalu sekte pedang langit mengirim utusan berpa orang??"
"Mungkin sedang berkeliling kapal, enam orang.."
"Cukup banyak ya, sekte pedang pinus sendiri hanya mengirim empat orang termasuk diriku, dan kami terpisah di kapal - kapal yang berlainan."
Keduanya ngobrol panjang lebar dalam waktu yang lama, sementara itu Choi Dal Po mulai terlihat tidak enak badan. Pemuda itu mabuk laut dan harus dibawa oleh tabib ke ruangannya untuk diberikan obat.
Tanpa terasa sudah berjam - jam mereka berlayar, Huan Ran tertidur di pundak Wu Yi Feng yang sedang bermeditasi. Wu Yi Feng mencoba untuk memperdalam kembali jurus - jurus dari kitab keabadian phoenix.
Matahari terbenam dengan indahnya, laksana tertelan oleh samudera. Wu Yi Feng dan Huan Ran menyaksikannya dari atas dek sebelum masuk ke anjungan kapal bersama yang lainnya untuk menyantap hidangan makan malam.
Di ujung lautan, tak jauh dari rute pelayaran kapal kekaisaran yang mengangkut para prajurit dan juga pendekar utusan dari sekte, sudah bersiap sepuluh kapal bajak laut.
Kapal - kapal itu meskipun tidak sebesar kapal kekaisaran, namun menampung lebih banyak orang. Bajak laut yang menamai dirinya Bajak Laut Tengkorak Samudera itu mempunyai anggota sebanyak 2000-an orang, dimana 200 orang diantaranya adalah pendekar ahli dan ada sekitar 50 orang yang hampir mencapai tingkatan pendekar raja, selebihnya hanya pendekar tingkat 3 dan 2.
Han Ji Hong, pemimpin bajak laut tengkorak samudera merupakan seorang pria paruh baya dengan badan full tatoo. Kemampuan pria tersebut masih berada di tingkatan pendekar raja puncak, tak jelas asal usul Han Ji Hong sehingga dirinya berakhir menjadi kepala bajak laut, bahkan data base kerajaan pun tidak mengenal sosok Han Ji Hong.
"Kaisar Song sudah berani bermain main denganku..?? Padahal aku hanya meminta upeti yang sangat kecil.. Hanya 1 kotak penuh uang emas tiap bulannya.." Seru Han Ji Hong dengan muka geram.
Persiapkan seluruh armada dan awak kapal dalam posisi tempur, malam ini juga kita kirim bangkai para prajurit kembali ke istana.. Hahahahaha..."
"SIAPP KETUAAAAA...!!!" Seru semua yang ada disana secara bersamaan.
Semua anggota bajak laut segera menempati posisi masing - masing, layar mulai di bentangkan dan mereka pun segera berangkat. Angin yang tiba - tiba saja berhembus dengan kencang malam itu membuat laju 10 buah kapal milik bajak laut tengkorak samudera menjadi sangat cepat.
"Beritahukan pada semua awak, jangan sampai mereka merusak semua kapal milik kekaisaran karena kapal - kapal mereka sangat bagus.. Hahahaha...!!!" Seru Han Ji Hong kepada ajudannya.
"Siap laksanakan ketua..!" Sang ajudan segera menyampaikan titah ketua dan bersiap menghadapi tentara kerajaan.
Kapal para bajak laut membelah lautan dan mulai mengepung kapal kekaisaran hanya dalam waktu singkat, mereka membentuk suatu formasi dimana kesepuluh kapal kecil mereka sanggup untuk menghadang lima kapal besar milik kekaisaran.
Di atas kapal kekaisaran, Wu Yi Feng sudah mulai gelisah. Firasatnya tidak enak dan ia merasa bahwa malam ini akan menjadi sebuah malam yang sangat panjang.