
Wu Yi Feng mengikat kudanya di sebuah pohon sebelum duduk dan memakan bekal makannya, sudah sehari ia pergi dari kota Yong Heng setelah membagi tugas dengan Bai Lang.
Kali ini ia memang pulang sendirian ke sekte pedang langit karena Bai Lang masih harus menemani keluarga Zhou ke ibu kota untuk mengurus walikota.
Mereka sepakat membagi tugas karena memang keduanya sudah lumayan lama meninggalkan sekte, lagipula dengan kondisi Wu Yi Feng yang baru sembuh dari cedera parah, Bai Lang tak ingin rekannya mendapatkan masalah lain lagi.
Udara mulai menghangat ketika Wu Yi Feng sudah berada di kaki gunung, pemuda itu menyimpan baju hangatnya kedalam cincin ruang sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Wu Yi Feng memacu kudanya dengan sangat cepat, ia memilih untuk mengambil jalan lain karena ingin berpetualang sekaligus kembali ke sekte.
Meskipun jalan memutar ini agak jauh, tapi selama berhari hari Wu Yi Feng tidak mendapatkan sedikitpun kendala ataupun halangan di tengah perjalanan. Hal tersebut membuat perjalanannya terasa begitu cepat hingga setelah sepuluh hari, ia sudah hampir sampai.
"Untungnya tak ada sedikitpun halangan, jika seperti ini maka dalam waktu tiga hari lagi aku sudah bisa sampai ke sekte.." Batin Wu Yi Feng di suatu siang ketika sedang menikmati bekalnya.
"Anak muda, apa aku boleh duduk di sebelahmu??"
"Tentu, silahkan tuan.." Jawab Wu Yi Feng ketika ia melihat seorang biksu berusia sekitar 50-60 tahunan. Siang itu cuaca memang begitu terik hingga bisa duduk di bawah pohon adalah sebuah keberuntungan.
"Tuan, aku masih memiliki dua buah bakpao sayur... Silahkan.." Seru Wu Yi Feng seraya menyodorkan dua buah bakpao.
"Amitabha.. Terima kasih anak muda, aku ambil satu.." Biksu tersebut mengambil salah satu bakpao milik Wu Yi Feng dan memakannya secara perlahan.
"Tuan jika boleh tahu, ada urusan apa hingga anda sampai berada di desa terpencil seperti ini.." Tanya Wu Yi Feng.
"Itu... Sebenarnya beberapa hari ini kuil kami dapat kunjungan beberapa tetua desa, mereka melaporkan aksi siluman yang meneror desa mereka.." Jawab biksu tersebut.
"Lalu apakah tuan sudah berhasil menangkap siluman tersebut??"
"Sayangnya belum.." Jawab biksu sambil menggelengkan kepalanya.
Keduanya terlibat obrolan panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk berjalan bersama menuju ke desa yang dimaksud, selama perjalanan biksu tersebut banyak memberikan wejangan kepada Wu Yi Feng.
Setelah berjalan kurang lebih satu jam, sampailah keduanya kesebuah desa kecil yang berada di tengah - tenga sawah ladang. Desa tersebut sebenarnya cukup luas, hanya saja karena letaknya yang berada di tengah - tengah ladang membuat desa tersebut jarang diketahui khalayak ramai.
Setelah menemani sang biksu berbicara dengan beberapa warga, keduanya beristirahat di salah satu rumah tetua desa karena memang waktu itu sudah menjelang malam.
Wu Yi Feng bersantai dengan cara duduk di luar rumah, hari sudah lumayan larut ketika itu. Pemuda tersebut melihat langit malam dan mencoba mencerna perkataan dari beberapa orang laki - laki yang ia temui tadi.
Tiga orang pemuda, yang kira - kira berusia 20 tahunan bercerita bahwa mereka diancam dan hendak dibunuh oleh seekor siluman kucing. Anehnya ketika ditanya asal usul siluman tersebut menyerang mereka, ketiganya seakan gugup dan ucapan ketiganya tidak sama.
"Sesunggunya siluman itu sama seperti kita manusia, mereka tidak akan menyerang jika kita tidak mengusik mereka. Meskipun memang ada beberapa siluman yang mencelakai manusia hanya demi kesenangan.." Ucap biksu ketika mereka sedang berdiskusi.
Ketika Wu Yi Feng hendak masuk kembali ke rumah, ia merasakan sebuah energi jahat melintas. Tanpa menunggu lagi ia segera mengikuti jejak energi tersebut secara diam - diam.
Dalam kegelapan malam ia bisa melihat sosok seorang gadis cantik sedang terbang, meskipun gadis tersebut berwajah cantik namun aura membunuh jelas terasa sehingga membuat kecantikan wajahnya terlihat mengerikan.
Wu Yi Feng menghilangkan hawa kehadirannya, ia menguntit di belakang gadis tersebut yang kini nampak berdiri diam di udara dan menatap tajan kesebuah rumah yang Wu Yi Feng ketahui sebagai tempat tinggal ketiga pemuda yang meminta bantuan biksu.
Sedangkan di dalam rumah, karena merasa aman ketiganya berpesta dengan meminum arak hingga mabuk. "Ayo saudaraku, malam ini kita bersenang senang.. Siluman kecil itu pasti akan mampus kali ini.. Hahahaha..."
"Kau benar saudaraku.. Biksu yang datang terlihat sangat kuat, dia pasti bisa menghabisi siluman kucing itu..."
BLAAAARRRRRR...
Tiba - tiba saja pintu rumah ketiga pemuda itu hancur setelah dihantam oleh tenaga dalam yang cukup kuat. Lalu di balik asap muncullah siluet seseorang yang secara cepat siluet tersebut menyerang ketiganya dengan cakar kukunya yang memanjang dan tajam.
"Malam ini kalian bertiga harus mati..!!!" Teriak siluman tersebut sambil menyerang ketiga pemuda dengan masif.
KLAAAANNNGGGGGG...
Wu Yi Feng datang lalu menahan serangan cakar siluman tersebut dengan sarung pedangnya tepat saat serangan tersebut hendak melukai wajah salah satu pemuda.
"Siapa kau??? Aku tidak punya urusan denganmu.. Menyingkirlah dari hadapanku sekarang juga..!!!"
"Mengapa kau ingin mengambil nyawa mereka bertiga??"
"Kalau kau tidak menyingkir maka jumlahnya akan bertambah..!!" Ancam siluman kecil tersebut.
"Kalau begitu kau coba saja.." Wu Yi Feng menghindari tiap serangan cakar dari siluman kecil dengan begitu mudahnya, ia menampik serangan - serangan itu dengan menggunakan pedangnya yang masih tersarung.
BLAAAAMMMMM...
Wu Yi Feng memberikan sedikit hentakan karena siluman tersebut tak berhenti untuk menyerang.
"Cihhh... Kali ini nyawa kalian masih selamat.." Siluman kecil melayang pergi dari tempat ketiga pemuda dengan sangat cepat hingga dalam waktu singkat sudah hilang di dalam kegelapan, namun Wu Yi Feng segera mengejarnya.
PLAKKKKKK...
Wu Yi Feng mengayunkan pedangnya hingga mengenai punggung siluman kecil dan membuatnya terjatuh dari ketinggian.
"Kau.. Apa sebenarnya maumu?? Kita tidak punya urusan apapun.." Seru siluman kecil sambil menggeliat karena merasakan sakit di punggung.
"Jika aku mau, aku bisa saja membunuhmu disana..!!! Tapi aku benar - benar penasaran, karena tidak biasanya siluman mengincar mangsa seperti itu.. Memangnya ada dendam apa diantara kalian..??" Tanya Wu Yi Feng.
Siluman kecil menimbang - nimbang terlebih dahulu sebelum mulai bercerita, "Mereka bertiga harus mati, karena mereka telah melakukan perbuatan keji kepadaku..!!"
"Perbuatan keji?? Maksudnya??"
"Mereka bertiga telah menodaiku, dan hendak membunuhku..!!!" Ucap siluman kecil sambil mulai meneteskan air mata.
"Jangan menangis, jika memang yang kau katakan adalah sebuah kebenaran maka aku akan membantumu membalas dendam." Jawab Wu Yi Feng sembari memberikan sebuah sapu tangan kepada siluman kecil.