The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Ujian Kenaikan Tingkat



Kitab seni phoenix nirwana ditemukan Wu Yi Feng diantara tumpukan kitab kuno yang sudah lusuh dan tergeletak begitu saja di pojok perpustakaan. Meskipun sampulnya sudah usang dan berdebu, tapi dalamnya masih cukup bagus dan bisa dibaca.


Entah siapa yang menulis kitab tersebut, jurus atau teknik yang ada di dalamnya hampir semuanya adalah jurus - jurus yang menitik beratkan pada kekuatan fisik serta penekanan tenaga dalam atau Qi.


Gerakan jurusnya luwes sesaat dan langsung menghentak di langkah selanjutnya, membuat lawan terkejut dan susah untuk menghindar. Namun karena Wu Yi Feng hanya menganggap kitab tersebut sebagai selingan, maka saat ini ia hanya separuh hati mempelajarinya.


Diantara 13 jurus yang ada di kitab tersebut, Wu Yi Feng bahkan baru menguasai tiga jurus pembuka, yaitu.


- Phoenix Terbang Ke Nirwana.


- Phoenix Memecah Karang.


- Tarian Phoenix Malam.


Meskipun hanya tiga jurus, tapi itu sudah cukup untuk membuat Wu Yi Feng menjadi salah satu yang terkuat di tingkat tiga.


Apalagi setelah enam bulan terakhir ini ia selalu menempa fisik dan staminanya, saat ini ia bisa berlari menggelilingi sekte pedang langit yang luasnya hampir sama dengan sebuah kota kecil seharian tanpa berhenti sedikitpun, dengan kekuatan fisiknya saat ini ia juga bisa mengalahkan pendekar ahli tingkat puncak tanpa harus menggunakan Qi sama sekali hanya dalam beberapa jurus saja.


Tapi tentu saja yang mengetahui semua kekuatan itu hanyalah teman - teman terdekatnya saja, Wu Yi Feng dimata guru dan murid - murid lain hanyalah seorang pemuda berumur 14 tahun yang hanya menguasai tiga jurus dan memiliki 10 lingkaran tenaga dalam, tak lebih dari itu.


Suati hari, saat sedang asyik berlatih tanding, Wang Fei Lin berlari mendekat, gadis itu nampak membawa sebuah selebaran.


"Teman - teman, apa kalian sudah mendengar soal ujian kenaikan tingkat??" Ucapnya sambil mengatur napas.


"Ujian kenaikan tingkat??"


"Apa itu??"


"Kapan??"


"Makanya jangan merayu gadis saja kerjanya.." Sindir Wang Fei Lin kepada Wan ming, yang meskipun memiliki wajah cukup tampan, namun skill menggaet gebetan masih sangat cupu jika dibandingkan dengan Chau Li.


"Ujian kenaikan tingkat adalah sebuah tolak ukur untuk menilai kemajuan dari para murid. Setiap murid akan diadu di atas arena, dan dari sana para tetua dan juga guru akan memilih beberapa orang murid untuk naik ke tingkat selanjutnya (tingkat 4.)" Jelas Wang Fei Lin panjang lebar.


"Dan berita utamanya adalah, di ujian kenaikan tingkat kali ini akan ada tamu spesial. Yaitu sang pendekar yang melegenda dan sudah hidup ratusan tahun."


"Siapa??" Tanya ketiganya serempak.


"Siapa lagi?? Tentu saja sang pendekar elang emas.." Ucap Wang Fei Lin dengan gayanya yang agak centil.


"Benarkah yang kau katakan??" Wu Yi Feng bertanya sekali lagi karena takut dirinya salah dengar.


"Iya, info ini valid karena para guru sendiri yang mengatakannya.."


"Jadi, kapan tepatnya ujian tersebut akan dilaksanakan??" Desak Wan Ming.


"Satu bulan ya.." Batin Wu Yi Feng yang mulai menyusun jadwal latihannya, beruntung baginya karena mendekati tes kenaikan tingkat sekte meliburkan sesi latihan bersama sehingga para murid bisa fokus untuk berlatih sendiri.


Wu Yi Feng segera bermeditasi dan memasuki dimensi cincin ruangnya untuk berlatih disana selama berhari hari, Wu Yi Feng hanya kembali ke dunia nyata untuk mengisi perut, istirahat sejenak dan memanen alga hitam.


Tak terasa sebulan hampir berlalu, kurang dari tiga hari lagi tes kenaikan tingkat akan segera diadakan. Wu Yi Feng melepaskan napas panjang setelah mengkonsumsi alga hitam yang rutin ia makan selama kurang lebih tiga minggu belakangan.


Wu Yi Feng yang pada awalnya tak terlalu antusias pada ujian kenaikan tingkat, berubah pikiran setelah tahu bahwa pendekar elang emas akan datang. Bahkan Wu Yi Feng yang pada awalnya tidak serius mempelajari kitab Seni Phoenix Nirwana dan hanya menguasai tiga jurus, kini telah menguasai hampir seluruhnya. Semua itu Wu Yi Feng lakukan karena ia tak ingin menggunakan teknik naga nya di hadapan semua orang.


"Sampai kapan kau mau mengurung diri dikamar??" Cletuk Wan Ming yang mampir untuk mengajak Wu Yi Feng mencari udara segar.


"Saudara Ming, maaf karena aku terlalu serius berlatih sampai lupa waktu.." Ucap Wu Yi Feng.


"Sudahlah, buat apa minta maaf?? Ayo kita keluar jalan - jalan.. yang lainnya sudah menunggu di dekat gerbang.." Ajak Wan Ming yang langsung di setujui oleh Wu Yi Feng.


Keduanya lalu segera bergegas berjalan menuju pintu gerbang, dimana disana sudah ada Chau Li, Bai Lang dan juga Wang Fei Lin yang sudah menunggu.


"Mau kemana kita hari ini???" Tanya Wan Ming kepada Bai Lang.


"Jalan - jalan saja menjelajahi kota Lu Dong, sekalian berendam di pemandian air panas, karena aku dengar di utara kota terdapat sebuah tempat pemandian yang bagus.." Jelas Bai lang kepada teman - temannya.


"Rencana yang sempurna..!! Ayo berangkat, tunggu apa lagi..??" Chau Li segera menyeret Bai Lang disusul oleh Wu Yi Frng dan lainnya.


Mereka berlima mengisi perut terlebih dahulu sebelum menuju ke pemandian air panas, Wu Yi Feng bisa merasakan seluruh tubuhnya menjadi rileks dan segala ketegangan yang selama ini ia rasakan menghilang.


Pemuda berusia 14 tahun itu memejamkan mata, mencoba menikmati sensasi pijatan di sekujur tubuhnya. Seluruh isi pikirannya seakan menguap, beban dendam dan lainnya menghilang, meninggalkan kenangan yang mulai menari nari liar dalam ingatan Wu Yi Feng.


Hari itu sempurna, sungguh liburan yang memang dibutuhkan setelah latihan yang amat berat dan sebelum tes yang menentukan dimana mereka akan tinggal selanjutnya.


Akhirnya ujian kenaikan tingkat pun dimulai, sebuah panggung besar berdiri dengan gagah di halaman utama sekte, ujian kali ini memang sifatnya tertutup dan hanya didatangi oleh para guru, tetua serta ketua utama sekte.


Halaman utama telah dibersihkan dan diberi garis batas, sedangkan para guru dan juga tetua mulai berdatangan mengisi panggung, para murid pun mulai memadati sisi - sisi halaman yang disulap sedemikian rupa sebagai sebuah arena.


Wu Yi Feng sendiri masih berada di kamarnya, mengikat tali pada kedua lutut dan lengannya serta merapikan rambutnya yang mulai memanjang.


"Sudah siap??" Ucap Bai Lang yang berdiri di depan pintu kamarnya, ia tak sendiri melainkan bersama dengan Wan Ming, Chau Li dan juga Wang Fei Lin.


"Ayo..." Seru Wu Yi Feng dengan mantab, seraya keluar dan menutup pintu kamarnya sebelum akhirnya mereka semua berjalan bersama menuju arena.


***


Chapter Old Story hanya selingan dan sedikit gambaran cerita Wu Yi Feng kedepannya seperti apa. Maaf berhari2 gak up dikarenakan jaringan internet lemot,