
Angin mulai berhembus dengan kencang begitu kedua pemuda itu berada diatas arena, bahkan para penonton pun juga bisa merasakan jika tekanan udara mulai berubah menjadi lebih berat.
"Saudara Feng, kau harus menang..!!!" Seru Bai Lang sambil mengepalkan tangannya.
"Berjuanglah Feng gege.." Wang Fei Lin menggenggam kedua tangannya dan berdoa untuk kemenangan Wu Yi Feng.
"Keluarkan semua kekuatanmu saudara Feng.." Gumam Wan Ming sambil mengepalkan tangannya erat - erat.
Shen Liang dan juga Wu Yi Feng saling berpandangan dalam diam, mereka berdua sedang mencoba membaca kekuatan masing - masing sebelum mulai bergerak.
Berbeda dengan saat melawan lainnya, Shen Liang yang biasanya tidak menarik senjatanya, kali ini langsung menarik pedang gandanya dari sarung. Pemuda bermata buta tersebut rupanya sudah menduga bahwa lawannya kali ini berbeda dari lawan - lawan sebelumnya.
Begitu juga halnya dengan Wu Yi Feng, ia segera menarik pedang penari malam miliknya yang berwarna hitam kemerahan dan mengkilat. Hawa Yin pekat yang berasal dari pedang penari malam membuat sebagian besar murid yang ada disana merasa bergidik karena tidak nyaman.
Tanpa membuang waktu lagi, Shen Liang melesat dengan cepat dan melepaskan jurus pembuka. Wu Yi Feng yang terkejut dengan kecepatan Shen Liang hampir saja terlambat untuk menghindar.
BLAAAMMMMMM...
Benturan dua senjata pusaka bumi membuat ledakan angin kencang disekitar arena, keduanya langsung terlibat adu jurus yang sangat seru, sedangkan para murid dan sebagian guru yang menonton partai final ini hanya bisa terdiam, bahkan menelan ludah pun mereka sampai kesusahan.
"Apa benar mereka adalah murid - murid tingkat tiga???" Cletuk salah satu murid tingkat lima yang merasa tertegun melihat pertarungan antara Shen Liang dan Wu Yi Feng.
Sementara itu, setelah bertukar lebih dari seratusan jurus, keduanya mundur dan mengatur napas serta mencoba menganalisa lawan.
"Kau jauh lebih hebat dari dugaanku.. Sungguh cocok sebagai murid dari pilar petir.." Ucap Shen Liang sambil tersenyum penuh makna.
"Bagaimana kau bisa mengetahui hal tersebut??" Meskipun Wu Yi Feng sangat terkejut Shen Liang mengetahui jika ia merupakan murid pilar petir, namun sebisa mungkin ia tidak menunjukkan keterkejutannya.
"Tentu saja aku tahu, karena akupun murid dari salah satu pilar.." Shen Liang kembali maju dengan sangat cepat sambil mengayunkan kedua pedang kembarnya, pemuda misterius itu mencoba mendesak Wu Yi Feng ke pinggir arena.
Mendapatkan serangan bertubi - tubi dari Shen Liang, tak ada jalan lain bagi Wu Yi Feng selain menyerang balik, apalagi setelah ia tahu jika Shen Liang juga merupakan salah satu murid dari pilar.
Semangat bertarung yang sejak awal sengaja ditekan, kini perlahan lahan mulai ia lepas, membuat gerakannya makin cepat dan sulit diikuti oleh orang - orang yang memiliki kemampuan dibawah mereka.
"Cukup pemanasannya.. Aku akan mulai serius sekarang.." Wu Yi Feng bersiap melancarkan jurus pedang empat musim miliknya. Namun sesuatu yang diluar dugaannya membuatnya terdiam mematung.
Shen Liang ternyata juga bersiap mengeluarkan jurus pedang empat musim, kuda - kuda itu sangat tak asing bagi Wu Yi Feng
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Malam Musim Semi..."
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Bangau Di Musim Dingin..."
Dua jurus yang sama beradu dengan indahnya, membuat ketua sekte Lin Zhun sampai berdiri dari kursinya dan memainkan jenggotnya.
Seolah tak mengenal rasa lelah, keduanya saling beradu jurus. Penguasaan keduanya yang sudah dalam tahapan ahli membuat jurus - jurus pedang empat musim lebih seperti tarian yang indah untuk dilihat.
Meskipun diatas arena terlihat bahwa mereka berdua seimbang, sebenarnya Wu Yi Feng masih jauh lebih unggul, karena saat ini ketika Shen Liang sudah mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya, Wu Yi Feng hanya melawannya menggunakan kekuatan fisik semata. Pemuda itu tak menggunakan tenaga dalamnya atau Qi sama sekali.
Karena itulah setelah puluhan jurus, Wu Yi Feng mulai memegang kendali dan menyudutkan Shen Liang hingga kedua pedangnya terlepas dari genggamannya.
"Kau memang pantas menjadi murid pilar petir, aku harus banyak berlatih lagi jika ingin melampauimu.." Ucap Shen Liang dengan napas yang tersengal sengal sambil memungut kembali kedua pedangnya dan turun dari arena begitu saja setelah sebelumnya memberikan hormat kepada Xun JeHa.
Dengan menyerahnya Shen Liang, Wu Yi Feng otomatis dinyatakan sebagai pemenang. Suara tepuk tangan pun membahana, seolah melepas hipnotis yang sepanjang pertandingan merayapi semua murid dan guru yang ada di sekitar arena.
Wu Yi Feng memasukkan kembali pedang penari malam kedalam cincin ruangnya lalu memberikan hormat kepada ketua sekte dan juga pendekar elang emas sebelum turun dari arena dan menuju ke tempat teman - temannya berada.
Di sepanjang perjalanan, banyak gadis - gadis yang mengelu elukan dan memanggil manggil namanya, sontak saja itu membuat Wang Fei Lin gemas, gadis cantik itu turun dan menjemput Wu Yi Feng sambil menyebarkan tatapan mautnya kepada gadis - gadis yang menggoda Wu Yi Feng.
"Selamat saudara Feng.. Aku tahu engkau pasti bisa mengalahkan Shen Liang.." Seru Bai Lang yang langsung memeluk Wu Yi Feng begitu pemuda itu mendekat.
Ucapan selamat juga diberikan Wan Ming, Chau Li dan Wang Fei Lin. Mereka berlima tertawa bersama dan tidak menghiraukan yang lainnya.
Serunya pertarungan antara Wu Yi Feng dan juga Shen Liang, membuat pertandingan final tingkat empat menjadi kurang menarik untuk dilihat.
Ketika partai final telah selesai digelar, terlihat Xun JeHa membisikkan sesuatu ke ketua sekte. Setelah itu Ketua sekte buru - buru memanggil pemandu acara dan memberikannya arahan.
Nampak pembawa acara mengangguk anggukan kepala mendengarkan instruksi dari ketua sekte, setelah itu tanpa menunggu lama pembawa acara pun memberikan pengumuman.
"Partai final yang menegangkan telah kita lalui, telah terdapat dua juara dari masing - masing tingkat. Dan kini para jura akan mendapatkan kehormatan untuk bertanding melawan sang pendekar elang emas, dimohon kepada kedua juara untuk memasuki arena..." Pembawa acara pun turun setelah mengucapkan pengumuman tersebut.
Wu Yi Feng sama sekali tak terkejut karena mereka memang sudah berjanji untuk bertemu di puncak acara beberapa hari yang lalu, tapi meskipun begitu tetap ada semburat senyum diwajahnya.
Pemuda itu berjalan turun dengan hati gembira, akhirnya ia punya kesempatan untuk melawan seseorang yang menjadi guru dari gurunya sang pilar petir.
"Saudara Feng, jika kau bisa menyentuhnya maka seluruh hartaku milikmu..!!!" Cletuk Chau Li.
"Pegang janjimu..!!" Balas Wu Yi Feng.
"Tapi jika kau gagal, maka ajari aku ilmu berpedangmu.." Teriak Chau Li karena jarak diantara mereka sudah terlalu jauh.
Juara dari tingkat empat sudah naik ke arena terlebih dahulu, Wu Yi Fenh sempat memandangnya sesaat sebelum menaiki tangga arena.
Saat Wu Yi Feng telah sampai di arena, Xun JeHa berdiri dari kursinya dan dengan elegannya melayang turun ke arena, membuat semua yang hadir disana memberikan tepuk tangan yang meriah.
Dari cara mendaratnya yang selembut sutera saja sudah ketahuan kemampuan hebat yang dimiliki oleh Xun JeHa, belum lagi aura dewa yang terpancar dari tubuhnya, membuat setiap orang yang menatapnya menjadi terkesima dan takjub.