
Dengan turut sertanya keempat wakil ketua dalam pertempuran, membuat korban dari pihak kekaisaran bertambah dengan cepatnya. Bahkan Bai Lang dan Chau Li nyaris celaka jika saja Shen Liang tidak datang menolong, sementara itu Wan Ming sibuk membantu para pendekar lainnya.
"Bagaimana keadaan kalian??" Tanya Shen Liang kepada Bai Lang dan juga Chau Li.
"Pernah lebih baik, tapi saat ini juga tidak begitu buruk.." Jawab Chau Li yang membuat Shen Liang jadi pusing mencerna kata - kata dari temannya tersebut.
"Aku tidak mau mati disini, masih banyak yang harus aku lakukan.." Seru Bai Lang, membuat beberapa orang disana menoleh, termasuk Shen Liang.
"Saudara Liang, apakah kau tahu kondisi saudara Feng??" Tanya Bai Lang sambil menghindari serangan dari anggota bajak laut yang terus menerus berdatangan seoalah tiada habisnya.
"Entahlah, aku belum bertemu lagi dengannya semenjak kabut pekat ini menyerang kapal.." Jawab Shen Liang yang dengan mudahnya mengalahkan beberapa anggota bajak laut dalam sekali serang.
"Lebih baik urus diri kita sendiri sebelum bertanya tentang kondisi orang lain.." Seru Chau Li yang terlihat kewalahan menghadapi beberapa anggota bajak laut yang mengepungnya.
"Bertahanlah saudara Chau, aku akan menolongmu.." Shen Liang melompat dan segera menghajar beberapa anggota bajak laut yang mengepung Chau Li.
BLAAAARRRRRRR...
Baru saja Chau Li dan Shen Liang bisa bernapas setelah menghajar anggota bajak laut disekitar mereka ketika sebuah ledakan yang berasal dari bawah laut menghancurkan papan tempat mereka berpijak.
Ledakan tersebut melemparkan semua orang dan juga menghancurkan papan bekas kapal yang selama ini menjadi pijakan mereka, tidak sedikit prajurit serta pendekar yang tercebur di laut dan langsung menjadi santapan hiu - hiu yang kelaparan.
"Tidak bisakah kalian memberi kami sedikit jeda sekedar untuk menghirup napas??" Gerutu Chau Li yang juga terlempar jauh kebelakang.
"Xixixixi... Rupanya masih ada yang selamat dari ledakanku??" Seru seorang wakil bajak laut yang sedang duduk santai diatas seekor hiu yang ukurannya cukup besar.
"Teman - teman, kita harus mengalahkannya jika ingin hiu - hiu ini pergi.." Teriak Bai Lang.
"Aku setuju.." Jawab Shen Liang sembari melompat untuk menyerang kearah wakil ketua bajak laut yang berada di punggung ikan hiu.
Shen Liang mendarat dengan lembut di sebuah papan kecil, pemuda itu menerjang lawannya dengan cepat, namun wakil ketua bajak laut masih sanggup menghindar.
"Rupanya kau boleh juga.. Bagaimana jika kau bergabung bersama kami??"
"Maaf, aku tidak berminat.." Shen Liang terus melancarkan serangannya hingga akhirnya sang wakil ketua tidak tinggal diam dan menyerang balik.
"Xixixixi.. sayang sekali, kau masih muda tapi harus mati disini.. Jemputlah ajalmu..!!!"
"Amarah Dewa Laut..."
BOOOOMMMMM...
BOOOOMMMMM...
BOOOOMMMMMMM...
Seketika saja ledakan terjadi dari dalam laut, membuat potongan - potongan kayu yang selama ini mereka naiki menjadi serpihan dalam sekejap. Ledakan tersebut sangat kuat hingga memaksa semuanya melompat untuk menghindarinya.
"Matilah kalian..." Seru sang wakil ketua.
"Celaka, dibawah ada hiu yang siap menerkam kita.." Teriak Bai Lang.
Ketika harapan sudah menghilang dan mereka telah pasrah akan keadaan, tiba - tiba saja papan besar meluncur dengan cepatnya kearah mereka.
SYUUUUTTTTT...
Shen Liang, Bai Lang dan beberapa pendekar lainnya segera menaiki papan kayu tersebut dan bernapas lega, sedangkan sang wakil ketua merasa sangat geram.
"Kurang ajar..!!!" Hardiknya sambil melotot.
"Siapa yang berani mengganggu pertarunganku..??"
SLAAAASSSSHHHHH...
Wu Yi Feng muncul tepat di belakang wakil ketua dan menusukkan pedang penari malam tepat di jantung sang wakil ketua hingga tembus kedepan.
"Kau.. Si.. Siapa kau..??"
"Mimpi burukmu.." Bisik Wu Yi Feng sambil mengirimkan Qi ke pedang penari malam hingga membuat bilah pedang tersebut menyala kemerahan.
"Arrrggggghhhhhh.. Hentikan..." Teriak wakil ketua yang merasa sangat kesakitan.
Wu Yi Feng mencabut pedang penari malamnya lalu dengan cepat menebas batang tenggorokan wakil ketua dalam sekejap.
Kepala yang terlepas dari badannya tersebut seketika jadi makanan hiu, Wu Yi Feng menendang badan wakil ketua dan melihatnya menjadi rebutan para ikan hiu yang kelaparan. Setelah memakan tubuh sang wakil ketua, secara perlahan hiu - hiu itu pergi menjauh dari sana.
"Saudara Feng, aku berhutang nyawa padamu.." Ucap Bai Lang yang mendapat anggukan oleh Shen Liang.
"Kalau begitu bantu aku menyelamatkan yang lain.." Seru Wu Yi Feng seraya melompat dan pergi dari sana, diikuti oleh Bai Lang, Shen Liang dan juga lainnya.
Kehadiran Wu Yi Feng dan kawan - kawan membuat moral bertarung pasukan lainnya terangkat, mereka yang tadinya sudah pasrah kini mulai bersemangat kembali.
"Hehehe... Ada yang mau berlagak sok pahlawan disini??" Ucap wakil ketua yang salah satu tangannya diganti dengan sebilah pedang sambil menjilati ujung bilahnya yang berlumuran darah.
Wakil ketua tersebut bergerak sangat cepat, dan setiap gerakannya selalu membawa korban. Pedang yang kini menyatu dengan salah satu lengannya sangat tajam dan beracun, membuat siapapun yang terkena goresannya mem-biru dan mati dalam beberapa menit saja.
"Kalian urus yang lainnya, biar dia jadi urusanku.." Seru Shen Liang ketika melihat Wu Yi Feng dan Bai Lang hendak maju.
"Berhati hatilah saudara Liang.."
"Hmm.."
Shen Liang mencabut kedua pedangnya dan langsung menyerang wakil ketua dengan ganas, pemuda itu seolah olah sedang menumpahkan kekesalannya.
TRAAAAANNNNNGGGG...
TRAAAANNNNGGGGG...
Suara dua logam yang beradu mewarnai pertarungan keduanya, meskipun jauh lebih muda namun Shen Liang terbukti tidak kalah lincah dengan lawannya.
Gerakan cepat dari keduanya membuat siapapun yang berada didekat mereka memilih untuk menjauh karena mereka tidak mau menjadi korban salah sasaran.
Shen Liang mundur lalu mengeluarkan teknik naga yang menjadi jurus utamanya, membuat sang lawan menjadi kerepotan hingga maksanya serius.
"Saudara Liang, biarkan aku membantumu.." Ucap Bai Lang dan juga Wan Ming yang melompat mendekat.
"Baiklah, lebih cepat kita kalahkan mereka, itu lebih baik.." Jawab Shen Liang.
Sementara itu Wu Yi Feng mencoba menghabisi sebanyak mungkin anggota bajak laut yang ia temui, Wu Yi Feng juga menyelamatkan banyak pendekar seperti Chau Li, Choi Dal Po dan juga Huan Ran.
Murid dari sekte pedang pinus itu sudah hampir menyerah ketika Wu Yi Feng datang dan menolongnya.
"Hari ini kau menyelamatkanku, aku tidak akan melupakan seumur hidupku..!!" Ucapnya sambil memberikan hormat.
"Sudahlah, aku hanya kebetulan lewat.." Wu Yi Feng melompat pergi menuju ke kapal induk milik bajak laut yang makin mendekat.
Dengan pedang penari malam di tangan, serta jurus tarian empat musim Wu Yi Feng maju seorang diri. Han Ji Hong yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum sinis sembari bangkit dari duduknya.
"Mundurlah kalian semua, biar aku yang melawannya..!!!" Perintah Han Ji Hong kepada semua anak buahnya.