
Tidak seperti hari biasanya, hari ini Wu Yi Feng melihat banyak sekali pendekar dan juga prajurit yang hadir. Mereka adalah gabungan dari prajurit kota dan juga para kelompok yang tidak dikenal oleh Wu Yi Feng.
Sesuai dugaan Wu Yi Feng, setelah kegagalan rencana pembunuhan putra utama keluarga Bao, maka keluarga Lee bisa dipastikan akan melakukan cara paling tidak beradab, yaitu melakukan penyerangan secara langsung.
"Persiapkan diri kalian, kita akan luluh lantakkan keluarga Bao keesokan hari..!!!" Ucap boss Huang singkat, di hadapan ratusan pendekar dan prajurit yang sedang berjajar rapi di halaman kompleks perumahan keluarga Lee.
Wu Yi Feng yang juga berada disana hanya menyunggingkan senyum tipis, karena semua ini sudah ada dalam prediksinya. Setelah kegagalan pembunuhan putra utama keluarga Bao, maka keluarga Lee dipastikan akan melakukan cara terang - terangan untuk memonopoli kota dan jalur perdagangan.
Matahari bahkan belum menampakkan sinarnya ketika ratusan orang dengan senjata lengkap berjajar rapi di halaman utama kompleks perumahan keluarga Lee, para pendekar bermuka bengis itu seakan tak sabar untuk menghunuskan senjata kepada lawan.
Wu Yi Feng hanya bisa menghembuskan napas kasar, jika saja ia tidak mengenal keluarga Bao dan juga keluarga Xiao maka ia pasti tidak akan mau untuk repot - repot ikut campur dalam masalah ini, walaupun ia juga punya misi probadi dalam hal ini, yaitu menguak misteri dari persekutuan darah, dan cara mereka melatih orang biasa menjadi pendekar yang begitu kuat dan hebat.
Rupanya keluarga Bao sudah mengetahui jika keluarga Lee cepat atau lambat akan melakukan serangan frontal, karena itulah kepala keluarga Bao memanggil seluruh putra terbaiknya, tentu saja didukung oleh para pendekar bayaran yang selama ini juga loyal kepada mereka, ditambah dengan Xiao Wei yang saat ini telah memiliki kemampuan siluman 1000 tahun, membuat keluarga Bao tidak akan mudah untuk ditaklukkan.
Derap langkah kaki kuda seolah membelah subuh buta, jenderal Bao Zhen yang mempunyai julukan Jenderal Bayangan Utara datang kekota Nan Feng bersama ratusan prajurit kerajaan bersenjata lengkap. Jendeeal Bao Zheng segera pergi ke kota Nan Feng setelah mendapatkan kabar bahwa keluarga besarnya sedang dalam bahaya.
Dengan kedatangan jenderal Bao Zheng, membuat kekuatan tempur keluarga Bao meningkat berkali kali lipat. Saat ini diatas kertas keluarga Bao memiliki jumlah pasukan yang lebih banyak daripada keluarga Lee, hal tersebut membuat bentrokan keesokan hari dipastikan bakal seru dan memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
"Selamat datang putraku Zhen'er.. Bagaimana kabarmu?" Seru kepala keluarga Bao yang juga kakek dari jenderal Bao Zheng.
"Kabarku baik - baik saja kek.." Jawab Bao Zheng dengan tutur kata yang lembut. Keduanya terlibat dalam sebuah pembicaraan yang intim selama beberapa saat sebelum akhirnya jenderal Bao Zheng bangkit berdiri dan berkata,
"Persiapkan diri kalian, esok hari akan menjadi hari yang panjang dan menentukan apakah keluarga besar kita masih tetap bertahan atau binasa..!!!" Jenderal Bao Zheng mengedarkan tatapannya ke seluruh penjuru ruangan dimana saat itu telah berkumpul seluruh keluarga besar Bao dan juga Xiao Wei.
Tatapan jenderal Bao sedikit terhenti tatkala ia melihat Xiao Wei, tidak bisa dipungkiri kecantikan wajah Xiao Wei membuat dadanya bergemuruh, namun karena tidak ingin hal tersebut membuat konsentrasinya terpecah ia mencoba mengubur dalam - dalam perasaannya.
Kota Nan Feng tak ubahnya kota mati hari itu, sangat kontras dengan hari biasanya yang terlihat begitu ramai dengan hilir mudik para warga dan pedagang. Bahkan para prajurit yang bertugas menjaga kota juga tak nampak batang hidungnya.
Suasana yang kontras terlihat di salah satu penjuru kota, dimana ratusan orang sedang berkerumun dengan senjata terhunus. Mereka adalah beberapa assosiasi atay keluarga dagang yang selama ini berkompetisi di kota Nan Feng.
Keluarga Lee beserta sekutunya ingin memonopoli jalur dagang di kota Nan Feng sedangkan keluarga Bao dab sekutu salah satunya keluarga Xiao hanya ingin sebuah kompetisi dagang yang sehat.
Boss Huang maju mewakili keluarga Lee, sedangkan Bao Zheng maju mewakili keluarga Bao. Keduanya saling tatap dalam diam dan sedetik kemudian mengangkat tangan lalu teriakan pun bergema, ratusan orang berlari menyongsong musuh dan kematian.
Wei Wei terlihat diantara gerombolan keluarga inti Bao dan Xiao, gadis cantik itu memainkan selendang sutranya dengan begitu anggun tapi mematikan. Setiap sabetan selendangnya selalu memakan korban, dengan rata - rata pendekar yang ada disana yang berilmu rendah, maka tidaklah sulit bagi Wei Wei untuk mengalahkan mereka.
Wu Yi Feng sendiri masih berada di belakang barisan, pemuda itu masih mencari saat yang tepat untuk melancarkan aksinya. Sadar jika ia hanya bisa mengandalkan jurus - jurus Naga dan Phoenix karena ketiadaan pedang penari malam membuatnya menahan hasrat menyerang sebisa mungkin, apalagi ia sendiri juga belum mengerti secara pasti kemampuan dari boss Huang.
Di garis terdepan boss Huang dan juga jenderal Bao Zheng telah terlibat pertarungan yang lumayan sengit, jenderal Bao dengan tombaknya melawan boss Huang dengan goloknya. Keduanya saling beradu jurus, sekilas kemampuan mereka nampak seimbang, namun Wu Yi Feng bisa melihat dengan jelas jika boss Huang masih menyimpan segenap kekuatannya sedangkan jenderal Bao Zheng sudah mengerahkan segenap kemampuannya.
Selang beberapa saat kemudian ketika momen yang dinanti akhirnya datang, Wu Yi Feng pun mulai menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Pemuda itu membunuh para pendekar yang berada di golongan keluarga Lee.
Paduan aura raja langit dengan aura membunuh pekat membuat Wu Yi Feng terlihat seperti pembunuh berdarah dingin yang dengan leluasa membantai siapapun yang ada di dekatnya.
"Saudara Feng kenapa kau membunuh teman - teman kit.. Arrrggghhhhh..." Lelaki itu tidak sempat menyelesaikan kata - katanya karena Wu Yi Feng terlebih dahulu menebas dadanya.
Tanpa ampun Wu Yi Feng membabat habis setiap orang yang menghalangi jalannya untuk lebih dekat kearah boss Huang, hanya bermodalkan pedang kelas rendahan yang telah diselimuti Qi, Wu Yi Feng sukses membunuh puluhan pendekar hanya dalam waktu sekejap.
"Wei Wei lindungi jenderal Bao Zheng, aku segera sampai.." Ucap Wu Yi Feng dalam hati.
"Siap tuan..!!" Xiao Wei segera melompat dan mendekat kearah jenderal Bao Zheng yang saat ini sudah terlihat mulai kewalahan menghadapi serangan yang dilancarkan oleh boss Huang.
"Hahahaha, jadi hanya segini saja kemampuan dari salah satu jenderal bayangan yang melegenda??" Ledek boss Huang.
"Tutup mulutmu, jenderal bayangan bukanlah sebuah nama yang bisa diucapkan begitu saja oleh mulut busuk sepertimu.." Pungkas Bao Zheng dengan nada emosi.
"Hahahaha.. Hari ini aku akan membuat sejarah sebagai pembunuh salah satu dari jenderal tersebut..!!!" Boss Huang memutar badannya lalu menghujamkan goloknya yang masih bisa ditangkis oleh tombak pusaka milik jenderal Bao, tapi karena tekanan yang cukup kuat hingga membuat jenderal Bao sampai harus berlutut.
DUARRRRRRRRR....
Terdengar sebuah ledakan yang cukup kencang, dan ketika jenderal Bao menoleh ia melihat tubuh boss Huang yang telah tersungkur dengan asap yang masih mengepul di punggungnya, sedang di hadapannya kini berdiri sosok misterius dengan telapak yang teracung.