The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Ingatan Bintang



"Jika melihat kekuatanmu , seharusnya usiamu belumlah mencapai 100 tahun, lalu darimana kau bisa berubah menjadi manusia??"


"Itu.. Itu karena aku menerima inti mustika kakakku.." Jawab siluman kecil.


"Bukankah itu berarti kakakmu akan meninggal??"


"Hmm.. Itu semua karena para pemburu siluman..!! Mereka memburu kami seolah - olah kami adalah wabah yang harus disingkirkan, padahal mereka melakukannya demi mustika kami.." Seru siluman kecil sambil menahan amarahnya.


"Masuk akal, mustika siluman memang berharga sangat mahal karena mempunyai kegunaan yang juga cukup besar, apalagi untuk para pendekar muda." Timpal Wu Yi Feng.


"Dengan kekuatanmu, seharusnya kau bisa mengalahkan mereka bertiga sekaligus ketika mereka hendak melecehkanmu..??"


"Cihhh.. Andai saja aku tidak bertemu pemburu siluman dan bertarung hingga terluka parah hari itu, aku pasti bisa dengan mudah membunuh mereka..!!!" Jawab siluman kecil dengan nada sedikit emosi.


"Aku akan membantumu untuk balas dendam, tapi kau harus percaya padaku..." Pungkas Wu Yi Feng.


"Baiklah, jika kau menghianatiku maka aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku..!!"


Wu Yi Feng kemudian mengikat kedua tangan siluman kecil lalu membawanya menuju desa, disepanjang perjalanan siluman kecil banyak bercerita, terutama tentang kehidupan dirinya beserta kakaknya.


"Seandainya saja kakak masih hidup, aku pasti tidak akan mendapatkan cobaan seperti ini.." Tuturnya sambil menatap kebawah.


"Manusia boleh berharap, tapi langit punya rencananya sendiri.." Jawab Wu Yi Yeng yang membuat siluman kecil tertegun.


"Oia, apakah kau punya nama??"


"Namaku Xiao Wei, memang kenapa??"


"Tidak apa - apa, namaku Wu Yi Feng.. Salam kenal.." Wu Yi Feng memberi senyum tipis, kini mereka berdua telah sampai di gerbang desa dan bersiap menuju rumah ketiga pemuda.


"Ingat, jangan gegabah dan lakukan sesuai dengan rencana kita.." Ucap Wu Yi Feng, seolah mengingatkan Xiao Wei.


"Hmmm.." Hanya itulah jawaban dari gadis kecil itu.


Sudah banyak warga yang mengerumuni rumah ketiga pemuda tersebut ketika Wu Yi Feng dan juga Xiao Wei datang, para warga membawa obor serta senjata tajam yang mereka miliki. Dan ketika Wu Yi Feng datang membawa Xiao Wei, mereka langsung berteriak , "Bunuhhh... Bunuhhh.. Bunuhhh...!!!"


"Biksu tua sudah mencoba meredam amarah warga, tapi cerita yang disebarkan oleh ketiga pemuda ke warga membuat mereka jadi terhasut, untungnya Wu Yi Feng segera membuat sebuah lingkaran formasi pelindung transparan di sekitarnya.


Di dalam lingkaran tersebut hanya ada dirinya, Xiao Wei, ketiga pemuda dan juga biksu tua. Rencananya Wu Yi Feng akan memberikan waktu bagi Xiao Wei untuk membeberkan kejadian yang sebenarnya.


"Tuan biksu, saya sudah menangkap siluman ini.. Namun sebelum kita melakukan sesuatu kepadanya, ada baiknya kita coba dengarkan dulu penjelasannya." Ucap Wu Yi Feng.


"Halahh.. Apanya yang harus dijelaskan, dia sudah hampir mencelakai kami.. Segera bunuh dia..!!!" Potong salah satu dari ketiga pemuda.


"Benar.. Bunuh diaa.." Teriak para warga di luar lingkaran.


"Amitabha.. Siluman dan manusia sama - sama makhluk hidup, benar yang dikatakan saudaraku, tidak ada salahnya kita memberikan kesempatan kepada nona ini untuk menceritakan alasannya mengincar ketiga pemuda." Seru biksu tua dengan bijak.


"Itu benar, sudah jangan banyak cing cong.. Bunuh sekarang..!!!" Seorang warga mencoba memprovokasi yang lainnya untuk segera bertindak.


"Kalian semua lebih baik diam dan mendengar penjelasannya..!!!" Wu Yi Feng terpaksa melepaskan aura raja naga langitnya yang dipadukan dengan hawa membunuh untuk membuat diam warga disana.


Tindakannya tersebut terbukti cukup efektif, para warga yang tadinya ramai, kini langsung diam seribu bahasa. Sedangkan Xiao Wei yang merasakan pancaran hangat dari Wu Yi Feng makin menumbuhkan rasa percayanya kepada pemuda di sampingnya tersebut.


"Sudah.. sudah saudaraku.. Jangan terlalu keras pada mereka.. Lebih baik nona segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.." Ucap biksu tua.


"Baik biksu, alasanku ingin membunuh mereka bertiga adalah karena mereka bertiga telah menodai kesucianku..!!!" Seru Xiao Wei dengan tegas, membuat semua orang yang disana tertegun tak percaya.


"Hahahaha.. Jangan asal bicara jika tidak mempunyai bukti..!!!"


"Kau..." Xiao Wei sudah hendak melepaskan amarah ketika Wu Yi Feng menahan dengan tangannya.


"Aku yakin kalian pasti berbicara seperti itu.. Begini saja, kita buktikan dengan menggunakan Ingatan Bintang..."


"Ingatan bintang ya.. Hmmm.. Itu bisa saja, tapi formasi ingatan bintang sangat rumit.." Balas biksu tua.


"Biksu tenang saja, untungnya saya bisa melakukan hal tersebut.." Jawab Wu Yi Feng tegas.


Wu Yi Feng segera membuat sebuah formasi rumit dengan gerakan jarinya, tak lama kemudian sebuah cahaya putih keperakan muncul di ujung jari telunjuknya. Lalu dengan cepat Wu Yi Feng menembakkan cahaya putih tersebut kearah kepala salah satu pemuda.


BLAAAMMMMMMM...


Pemuda yang terkena langsung mematung dengan mata memutih, tak lama kemudian seberkas cahaya yang cukup besar muncul diatas kepalanya, samar - samar cahaya tersebut membentuk siluet dan terus membentuk sebuah adegan, layaknya kita menonton sebuah acara televisi.


Adegan tersebut berlanjut hingga ia bertemu dengan siluman kecil, pemuda tersebut menolong siluman kecil dengan memberikannya air dan membersihkan sisa sisa darah di badannya, hingga akhirnya pemuda tersebut pamit untuk membeli obat yang ternyata hanya sebuah alasan untuk mengajak kedua temannya, lanjutannya sesuai cerita Xiao Wei dimana mereka bertiga menodainya secara bergantian dan hendak membunuhnya setelah melampiaskan nafsu bejad mereka.


"Ini pasti rekayasa, biksu tolong percayalah kami tidak melakukan hal tersebut..!!! Hei kau bangun.. Jangan membuat kita dalam masalah..!!!" Teriak salah satu pemuda tersebut dengan wajah ketakutan.


"Amitabha.. Sungguh hina, meskipun gadis ini adalah siluman, tapi tetap tindakan kalian tidak dibenarkan.. Dan juga ingatan bintang bukanlah sesuatu yang bisa direkayasa.." Jelas biksu tua sambil menggelengkan kepala lalu berlalu pergi menembus lingkaran tak kasat mata yang Wu Yi Feng buat.


"Pendekar muda tolong mengertilah, siluman wanita ini ingin memfitnah kami bertiga.." Rengek salah satu pemuda sambil berlutut di depan Wu Yi Feng.


"Cukup..!! Tidak usah mengelak lagi, aku akui kami memang melakukannya.. Aku minta maaf padamu.." Salah satu pemuda maju dan mengakui semua perbuatannya, ia kemudian berlutut dengan wajah yang sudah pucat pasi, sedangkan temannya yang baru sadar hanya bisa diam.


"Semuanya aku serahkan padamu, urusanku disini sudah selesai.." Wu Yi Feng menebas tali pengikat Xiao Wei dan pergi meninggalkannya bersama ketiga pemuda, sedangkan para warga yang telah mengetahui kebenarannya hanya bisa melipat muka dan pergi dari sana satu persatu.


"Nona, kami akui kami salah.. Berilah kami satu kali kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kami.." Ketiga pemuda mulai memohon dan bersujud di depan Xiao Wei.


"Aku maafkan kalian, tapi untuk mengampuni nyawa kalian.. Aku tidak bisa..."


SLASSSSHHHHH....


Sebuah serangan membuat kepala ketiga pemuda tersebut terpisah dari tubuhnya, Xiao Wei menghembuskan napasnya yang berat sebelum pergi dari tempat itu dan berniat untuk menyusul Wu Yi Feng.