The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Tes Penerimaan VI ( Monster )



"Jangan takut, dia hanyalah seorang anak kecil, bunuh...!!!" Teriak sang ketua.


Meskipun belum pernah sekalipun membunuh orang, tapi Wu Yi Feng telah melihat pembantaian dan hampir saja kehilangan nyawa pada usia yang masih cukup muda, hal tersebut membuatnya akrab pada sensasi membunuh atau melihat tumpukan mayat. Sesuatu yang sangat jarang pemuda lain punya di usia yang sama dengannya.


Wu Yi Feng bahkan bisa membunuh seseorang tanpa berkedip dan tanpa ekspresi sedikitpun. Baginya hidup itu keras, hanya ada dua pilihan yaitu membunuh atau dibunuh.


Entah sudah berapa orang kawanan perampok yang meregang nyawa ditangan Wu Yi Feng, bau amis mulai menyeruak memenuhi udara sekitar. Teriakan frustasi pun mulai terdengar dan menggema di gelapnya malam.


SLAAAAASSSSSHHHHH...


Sekali lagi pedang penari malam milik Wu Yi Feng membawa korban, kepala salah seorang kawanan perampok telah terpisah dari tubuhnya dalam sekali tebas.


" Kurang ajar...!!!" Sang ketua menggesekkan kedua golok miliknya hingga tercipta percikan api dari kedua senjatanya.


Rupanya minyak dari bekas darah korbannya, membuat golok tersebut bisa menimbulkan api. Para kawanan yang tersisa segera memungut batang pohon dan menjadikannya penerangan.


Kini terlihat seorang pemuda dengan tatapan tajam dan pakaian yang penuh dengan noda darah sedang berdiri di hadapan mereka, sedangkan puluhan rekan mereka telah terbujur kaku, rata - rata dengan kepala yang telah terpisah dari tubuh.


"Bocah ini menakutkan.." Bisik salah seorang kawanan pembunuh.


"Hoeeekkk..." Beberapa peserta yang sedang bersembunyi tak kuasa melihat pemandangan mengerikan di hadapannya. Mayat tanpa kepala dengan darah yang menggenang memang bukanlah pemandangan yang indah untuk dilihat, apalagi di usia semuda mereka.


"Kalian berempat pergilah dari sini..!!!" Wu Yi Feng berkata lirih sambil melirik mereka, namun bagi mereka itu adalah perintah yang sulit dibantah. Tanpa menunggu lagi, keempatnya segera lari tunggang langgang.


Saat keadaan gelap tadi, Wu Yi Feng berhasil mengurangi jumlah musuh lebih dari setengah. Hingga saat ini musuh yang masih selamat hanya ada sekitar 13-an orang.


"Hehehe.. Kali ini tamat riwayatmu bocah tengik..!!!"


"Seranggg..!!!"


Ke-12 kawanan pembunuh dari kelompok setan gunung segera mengepung Wu Yi Feng, sementara sang ketua menjaga obor supaya tetap menyala.


"Hahaha.. Sehebat apapun kau, melawan 12 orang sekaligus, malam ini pasti tamat riwayatmu bocah..!!!" Ledek ketua setan gunung.


"Maaf, tapi dia tak sendiri..." Seru Bai Lang dan kedua teman lainnya yang melompat tepat di samping Wu Yi Feng.


"Kalian???" Wu Yi Feng tersenyum lega karena ketiga temannya kembali untuk membantu dirinya.


"Kenapa?? Merindukan kami?? Hahahaha.." Cletuk Chau Li.


"Empat melawan dua belas?? Kurasa sedikit adil.." Wan Ming tersenyum sinis sambil mempererat pegangan pada gagang pedangnya dan melirik ketua setan gunung.


"Hanya tiga kecoak, tak akan banyak membantu..!! Serang.. Bunuh semuanya..!!!" Dengan aba - aba dari sang ketua, kedua belas setan gunung segera menyerang Wu Yi Feng dan kawan - kawan secara serempak.


TRAANNNGGGGG...


TRAAAAANNNGGGGG...


Pertemuan senjata tak terelakkan, masing - masing mendapatkan tiga orang setan gunung sebagai lawan.


"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin..."


Dengan jurus kedua tersebut, Wu Yi Feng melukai ketiga lawannya dengan luka yang cukup parah sebelum akhirnya membunuh mereka dengan satu serangan.


"Cukup..!!" Sang Ketua kehilangan kesabaran melihat anak buahnya terbunuh di tangan bocah seperti Wu Yi Feng.


Ketua setan gunung langsung menerjang dengan segenap kekuatan, pria berusia sekitar 40-an Tahun tersebut menyerang Wu Yi Feng secara membabi buta tanpa memberinya kesempatan sedikitpun untuk membangun serangan.


Pada menit - menit awal, Wu Yi Feng hanya bisa bertahan, serangan dari ketua setan gunung yang mendadak dan cepat membuatnya kelabakan untuk hanya sekedar bertahan.


SLAAAASSSSHHHHHH...


Serangan ketua setan gunung mendapatkan hasil, lengan kiri Wu Yi Feng tersayat golok. Luka menganga dengan darah yang mengucur segera terlihat, membuat Wu Yi Feng harus mundur untuk menghentikan pendarahannya.


"Hahahaha.. Kau pikir aku akan diam saja dan melihatmu menyembuhkan luka?? Mati kau..!!!"


Ketua setan gunung menerjang, Wu Yi Feng segera memutar tubuhnya dan melepaskan serangan dari salah satu teknik naga terkuat.


"Teknik Naga, Gelombang Angin Dewa Naga..."


BOOOMMMMMM...


Sebuah angin topan kecil muncul dan menghantam tubuh ketua setan gunung dengan sangat keras, membuatnya terlempar beberapa meter jauhnya dan memuntahkan darah segar yang cukup banyak.


Andai saja Wu Yi Feng menguasai jurus tersebut dengan sangat baik, dan ditunjang dengan Qi yang mumpuni, maka tubuh lawannya dipastikan hancur terkena gulungan angin topan yang setajam pisau.


"Uhukkk... Bagaimana bisa bocah sepertimu menguasai jurus sehebat it..tuu.."


"Tanyakan pada raja neraka..."


SLAAAASSSSSHHHHH...


Wu Yi Feng memenggal kepala ketua setan gunung dengan sekali serangan, ketiga temannya yang lain sampai menatap tak percaya, jika pemuda seperti Wu Yi Feng bisa membunuh seseorang sesadis itu.


Ketika kesembilan anak buah setan gunung melarikan diri, Wu Yi Feng hendak mengejarnya namun dihentikan oleh Chau Li.


"Sudah saudara Feng, buat apa mengejar mereka lagi..??"


Wu Yi Feng hanya diam tak menjawab, namun wajahnya menyiratkan kemarahan. Ia menyarungkan kembali pedangnya dan mulai mengobati luka di lengan kirinya.


Setelah beriatirahat beberapa waktu, keempatnya memutuskan untuk kembali bergerak menembus gelapnya malam, karena mereka tidak bisa tidur setelah mengetahui hutan ini tidaklah aman.


Mereka sudah lupa dengan peraturan tes, saat ini prioritas mereka adalah ketitik pertemuan yang disepakati secepat mungkin, dan kalau bisa menolong para peserta yang lain.


Keempatnya masuk semakin jauh kedalam gelapnya hutan, malam masihlah sangat panjang. Tanpa mereka sadari, sesuatu yang mengerikan sedang menanti mereka di depan.