
Sementara itu Wu Yi Feng dan kelima temannya sedang berjalan jalan menikmati keindahan kota Ludong yang sedang merias diri dan bersiap untuk menyelenggarakan sebuah festival lima tahunan yang selama ini selalu rutin digelar, sebuah festival yang penuh dengan kebahagian dan kenangan indah, sebuah acara yang lebih dikenal dengan sebutan Festival Mengantar Naga kembali ke Langit.
"Kudengar festival mengantar naga ke langit ini didasarkan pada keyakinan orang - orang jaman dahulu akan kekuatan dan perlindungan sang naga??" Chui Dal Po mencoba membuka obrolan ketika yang lainnya hanya diam.
"Entahlah, karena yang namanya legenda atau cerita rakyat terlalu banyak yang diselewengkan. Kita hanya harus menyakini bahwa cerita itu memang benar adanya." Bai Lang mencoba untuk berpikir serasional mungkin, sedangkan Chau Li dan Wu Yi Feng bersikap masa bodoh.
"Seleksi kali ini hanya akan diikuti oleh murid tingkatan elit, jadi seharusnya tidak banyak. Aku berharap kita semua bisa mengikuti turnamen naga muda tersebut." Ucap Chau Li ketika mereka sama - sama membaca pengumuman yang ditempel di dinding oleh salah satu staff guru.
"Yang pasti aku tidak akan mengalah, kali ini aku harus berhasil..!!!" Chui Dal Po mengepalkan tinjunya.
"Kalau begitu aku kembali ke kamar terlebih dahulu.." Wu Yi Feng pergi meninggalkan teman - temannya yang masih ingin membaca pengumuman seleksi sekali lagi.
"Feng gege tunggu aku.." Wang Fei Lin seperti biasanya menempel terus di samping Wu Yi Feng.
Sesampainya di kamar, Wu Yi Feng bisa merasakan betapa pekatnya hawa Yin disana. Pemuda itu tersenyum karena mengetahui dengan pasti penyebab semua ini.
Dengan perlahan ia mengangkat kasurnya, dan seperti dugaannya. Disana terdapat beberapa alga hitam miliknya yang saat ini telah mengering, namun justru menghasilkan hawa Yin yang jauh lebih pekat daripada alga hitam yang masih basah.
Wu Yi Feng mengumpulkan alga hitam yang telah mengering lalu menyeduhnya menjadi semacam teh, dan meskipun alga hitam sudah tidak berefek apa - apa kepada tubuhnya saat ini namun meminum alga hitam yang sudah dirubah menjadi teh memberikan sensasi dingin dan ketenangan batin tersendiri.
Di kegelapan malam, seorang pemuda tengah bergegas meninggalkan kamarnya dan menuju ke sebuah tempat yang letaknya berada ujung sekte.
Tok.. Tok...
"Masuklah.." Suara lirih pria tua tersebut sudah cukup untuk untuk membuat pemuda di depan gubuk membuka pintu dan menguncinya kembali.
"Wu Yi Feng memberi hormat ketua.."
"Ahhh Sudah - sudah, duduklah.. Tidak usah terlalu formal."
"Maaf jika aku mengganggu istirahatmu Feng'er.."
"Ketua sama sekali tidak mengganggu, namun jika saya boleh tahu, ada kepentingan apa yang membuat ketua mengundang saya kemari?"
"Itu.. Sejujurnya aku ingin memintamu secara pribadi untuk mewakili sekte pedang langit dalam turnamen naga muda.." Tutur Lin Zhun.
Wu Yi Feng terperangah, meskipun selama ini dirinya bisa dikatakan punya hubungan baik dengan ketua Lin, namun mereka tidak terlalu sering berinteraksi.
"Maaf ketua, kenapa ketua bisa seyakin itu??"
"Hahahaha.. Kau memang bisa menyembunyikan kemampuanmu Feng'er.. Tapi lelaki tua ini mempunyai intuisi yang tajam.. Sejujurnya aku yakin jika saat ini, kau bahkan lebih kuat dariku.." Ketua Lin Zhun tersenyum penuh arti.
Pemuda itu terdiam, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya, wajahnya tertunduk dan seperti kehilangan akal. Padahal Wu Yi Feng sangat percaya diri dengan kemampuannya dalam menyembunyikan kekuatannya. Tapi di hadapan seseorang yang telah malang melintang di dunia persilatan ia tak berkutik.
"Hahahaha.. Kenapa diam?? Tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun.. Lagipula tidak akan ada yang percaya juga jika aku bilang bahwa pemuda yang baru berusia 20 tahunan sudah berhasil menembus ke tingkatan pendekar bumi.."
"Te - terima kasih ketua.."
"Ayo - ayo temani aku minum teh malam ini.. Hehehe.."
Wu Yi Feng meninggalkan ruangan ketua sekte ketika hari sudah begitu larut, pemuda itu berjalan santai dalam kegelapan malam hingga ketika ia hendak memasuki kamarnya, Wu Yi Feng melihat sosok perempuan sedang duduk di kursi batu yang ada di taman depan kamar.
"Fei Lin? Sudah berapa lama kau menungguku disini??"
"Sejak.. Sejak kau keluar kamar tadi.."
Wu Yi Feng menggeleng, karena ia tahu pasti bahwa dirinya sudah menghabisakan waktu yang tidak sebentar di ruangan ketua sekte.
"Sebenarnya kau ada perlu apa hingga menungguku selama ini??"
"Aku... Aku ingin kau melatihku..!! Karena aku ingin menjadi salah satu dari tiga murid yang terpilih untuk mewakili sekte.." Seru Wang Fei Lin dengan tatapan mata mengiba.
"Kemampuan kita hampir sama, bagaimana bisa aku melatihmu??"
"Jangan berbohong kepadaku lagi, kumohon Feng gege.. Aku hanya ingin.."
"Cukup, jangan dilanjutkan lagi.. Baiklah aku akan melatihmu mulai besok, sekarang kembali kekamarmu dan beristirahatlah.."
"Hmmm, terima kasih Feng gege.." Wang Fei Lin berlalu dari sana dengan hati lega.
Matahari muncul lebih cepat dari dugaan, Wu Yi Feng yang bermeditasi sejak semalam menghela napas panjang lalu membuka matanya. Bagi seorang pendekar dengan tenaga dalam tinggi seperti dirinya, menyerap energi alam dengan cara bermeditasi jauh lebih baik daripada tidur, karena dengan menyerap energi alam akan membuat tubuh makin kuat dan segar.
Bukan tanpa alasan pemuda itu menghentikan meditasinya, semua itu karena ia bisa merasakan kehadiran seseorang yang sedari tadi sudah menunggunya di balik pintu, sosok yang tidak lain adalah Wang Fei Lin.
"Feng gege, apakah aku mengganggu tidurmu? Apakah.." Pertanyaan yang berbondong - bondong ini dihentikan oleh sebuah telunjuk yang menempel di bibir gadis cantik tersebut.
"Aku tidak apa - apa.." Ayo kita mulai latihannya, ikuti aku.
Wu Yi Feng mengajak Wang Fei Lin ke halaman belakang, dimana dulu Wu Yi Feng berbicara empat mata dengan Xun JeHa setelah kompetisi kenaikan tingkat.
"Sekarang tunjukkan padaku kemampuanmu.." Wu Yi Feng duduk di bangku batu yang ada disana, sementara Wang Fei Lin bersiap.
Wang Fei Lin menarik pedangnya dari cincin penyimpanan, lalu mulai membentuk kuda - kuda dan melancarkan jurus pembuka dari teknik berpedang miliknya.
Wu Yi Feng mengamati secara rinci setiap gerakan yang di tunjukkan oleh gadis tersebut dan menemukan ada beberapa kelemahan didalamnya.
"Cukup..!!! Sekarang lawan aku dengan seluruh kekuatanmu, jangan ditahan.." Wu Yi Feng mengambil sebatang ranting lalu melapisi ranting tersebut dengan sedikit Qi.
"Hiyaaa..." Wang Fei Lin mulai menyerang, gadis itu seakan tidak memberi waktu pada Wu Yi Feng untuk membalas, namun kenyataannya Wu Yi Feng bahkan tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri, ia hanya melakukan gerakan menangkis sederhana.
"Bagaimana mungkin?? Aku... Aku tidak selemah ini..!!" Wang Fei Lin frustasi melihat kenyataan bahwa kemampuannya bahkan tidak bisa membuat seorang Wu Yi Feng bersusah payah untuk menghindar.
"Ada beberapa kelemahan dalam jurusmu, makanlah ini.. Setelah itu aku akan tunjukkan dimana saja kelemahannya.." Wu Yi Feng memberikan sebutir kacang ajaib karena melihat Wang Fei Lin sudah terengah engah.
Setelah mendapatkan pencerahan dari Wu Yi Feng, gadis itu mulai mengerti dan menutupi kelemahan - kelemahan jurusnya. Hingga beberapa hari kemudian jurus berpedang milik Wang Fei Lin seolah berubah menjadi jurus yang lain yang tidak memiliki kelemahan.
Dengan semakin dekatnya seleksi, membuat semua murid makin giat berlatih. Hingga Chau Li yang biasanya tidak pernah serius, kali ini berlatih tak kenal waktu. Iming - iming hadiah yang ditawarkan kali ini memang sulit ditolak oleh siapapun.
Dibawah bimbingan Wu Yi Feng, hanya dalam waktu sepekan saja pemahanan Wang Fei Lin terhadap ilmu berpedang sudah jauh berkembang. Hingga ketika tiba waktunya seleksi tiba, gadis itu sudah siap.