
Hantaman guntur yang begitu dahsyat dari langit membuat semua orang berhenti bertarung, mereka seakan kompak untuk menutup mata serta telinga dan mencari tempat untuk berlindung, apalagi ketika guntur tersebut menghantam bumi dan menghasilkan sebuah suara gemuruh yang memekikkan telinga.
Dengan terbunuhnya jenderal Huo Long, maka kekuatan pasukan pihak walikota pun menurun drastis, terutama dari segi mental. Mereka seperti sudah tidak mempunyai niat untuk bertempur sama sekali begitu mengetahui jenderal utama sekaligus pimpinan mereka tumbang di tangan bocah berusia belasan tahun.
"Saudara Feng, saudara Feng tolong jawab.." Bai Lang menggoyang goyangkan tubuh Wu Yi Feng yang telah tergeletak tak berdaya. Bahkan ketika Bai Lang memeriksa denyut nadi, ia sama sekali tidak merasakan adanya kehidupan.
"Tolong bertahanlah.. Tolong bertahan.." Bai Lang mencoba untuk menyalurkan tenaga dalamnya, namun semua itu sia sia. Ketika ia hendak membopong tubuh Wu Yi Feng, Zhou Mei Lan datang dan berteriak histeris.
"Yun Gege... Apa yang telah terjadi padamu???" Zhou Mei Lan memeriksa sekujur tubuh kakaknya, ia juga memeriksa nadi, beruntung karena denyut nadi nya masih terasa meskipun sangat samar.
Zhou Mei Lan tanpa pikir panjang segera membopong tubuh kakaknya, berdua mereka membawa Zhou Yun dan juga Wu Yi Feng ke tempat yang aman.
Keadaan keduanya yang tak memungkinkan untuk menelan pil penyembuh membuat peluang mereka untuk diselamatkan sangat tipis, dengan luka separah itu hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan.
"Saudara Feng kau harus selamat.." Gumam Bai Lang pelan seraya mengingat ingat momen dimana dirinya ditarik paksa oleh Wang Fei Lin sesaat sebelum ia dan Wu Yi Feng berangkat melaksanakan misi.
"Berjanjilah padaku bahwa kau akan melindungi Feng gege.." Ucap Wang Fei Lin.
"Apa tidak keliru?? Dengan kemampuan saudara Feng saat ini, akulah yang harusnya dilindungi olehnya..!!!" Jawab Bai Lang.
"Aku paham dengan hal tersebut, hanya saja... Hanya saja kali ini aku merasakan firasat buruk.." Timpal Wang Fei Lin sambil menunduk dan memainkan jarinya.
"Baiklah, aku Bai Lang berjanji akan melindungi saudara Feng dengan sekuat tenaga.." Pungkas Bai Lang yang tak tega melihat Wang Fei Lin bersedih.
"Benarkah?? Baik, aku percaya padamu.. Ingat jika ada apa - apa dengan Feng gege, lebih baik kau ucapkan selamat tinggal dengan lehermu..!!!" Ancam Wang Fei Lin dengan mimik wajah serius serta gestur tangan memotong leher.
"Celaka - celaka.. Bertahanlah saudara Feng.. Aku masih terlalu muda untuk kehilangan leher.." Ucap Bai Lang yang kali ini benar - benar sangat ketakutan.
Bai Lang dan juga Zhou Mei Lan segera menaiki kereta kuda yang mereka temukan di pelataran tambang, Zhou Mei Lan memacu kereta kuda tersebut dengan sangat kencang, sedangkan Bai Lang berada di dalam mencoba memberikan pertolongan pertama kepada Wu Yi Feng dan juga Zhou Yun.
"Ayah.. Tolong mereka berdua.." Teriak Zhou Mei Lan ketika mereka baru sampai di depan rumah. Tentu saja teriakan Zhou Mei Lan membuat seisi rumah terkejut, terlebih pak tua Zhou yang memang sudah berumur.
"Cepat.. Cepat bawa mereka berdua masuk, aku akan menyiapkan obat untuk mereka.." Seru pak tua Zhou.
Bai Lang dibantu oleh pelayan keluarga Zhou segera membopong tubuh Wu Yi Feng dan juga Zhou Yun, mereka meletakkan tubuh keduanya di sebuah ruangan pengobatan. Pak tua Zhou datang tak lama kemudian, beliau segera memeriksa keadaan keduanya.
"Dua orang ini mengalami cedera yang cukup parah, anakku Zhou Yun tulang belakangnya hancur. Jika dia bisa selamat pun, kemungkinan besar ia pasti akan lumpuh. Sedangkan saudara Feng lukanya bahkan berkali kali lipat lebih parah daripada Zhou Yun, aku sudah coba memeriksanya namun sama sekali tak ada tanda tanda kehidupan.. Maafkan aku saudara Bai." Ucap pak tua Zhou.
"Tidak, kau salah.. Saudara Feng tidak mungkin meninggal. Dia sangat kuat, dia tak akan mati semudah ini.. Tolong sembuhkan dia..!!!" Pinta Bai Lang.
"Maaf, aku hanyalah manusia biasa.. Kemampuan pengobatanku sangat terbatas.." Jawab pak tua Zhou sambil menusukkan jarum ke sekujur tubuh Zhou Yun.
Semua orang yang ada disana akhirnya juga ikutan menangis melihat jasad seorang pemuda yang dengan gagah berani mengorbankan hidupnya demi membebaskan para penduduk kota dari cengkraman tirani para penguasa korup.
Beberapa penduduk mencoba menenangkan Bai Lang yang sedang bersedih, pemuda itu menengguk arak dalam jumlah yang cukup banyak sebelum akhirnya mabuk dan tertidur.
Di dalam keheningan malam, ketika semua orang telah terlelap dan terbuai dalam mimpi indah, asap mulai mengepul di salah satu ruangan dimana jasad Wu Yi Feng dan juga jenderal Huo Long serta yang lain disimpan.
Perlahan tapi pasti, organ - organ dalam serta tulang Wu Yi Feng mulai memulihkan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar menyembuhkan diri, namun bertambah makin kuat karena menyerap jurus tubuh intan milik jenderal Huo Long.
Intisari jurus tubuh intan terserap hingga ketulang, membuat tulang - tulang dari Wu Yi Feng menjadi sekeras intan, regenerasi kali ini juga sekaligus menjadi penyucian darah dan sumsum miliknya, hingga tanpa ia sadari tubuhnya telah naik ke level yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Keesokan harinya, seorang pendekar mendatangi kediaman keluarga Zhou, "Tuan Zhou, apa yang harus kami lakukan kepada walikota?" Tanya nya dengan wajah kebingungan.
"Hmmm.. Kita seharusnya membawanya ke ibukota kerajaan supaya kaisar sendiri yang memutuskan." Jawab pak tua Zhou.
"Kalau begitu saya undur diri dulu tuan, jika memang harus ke ibukota maka kami akan bersiap siap.."
"Baiklah, terima kasih sebelumnya..."
"Mana si berengsek walikota Lu Hong.." Seru Bai Lang yang datang ke tempat dimana walikota dipenjara.
Bai lang yang datang dengan emosi tinggi sambil mengacungkan pedangnya tentu saja membuat para penjaga yang berada disana ketakutan karena saat ini cerita tentang kehebatannya memimpin pasukan pemberontak telah tersebar.
"Tuan muda mohon tenangkan dirimu.. Kami hanya menjalankan perintah.." Ucap salah seorang penjaga disana dengan raut wajah memelas dan ketakutan.
"Tenang? Aku cukup tenang, aku hanya ingin dia menyusul saudara Feng ke alam baka..!!!" Ucap Bai Lang masih dengan nada tinggi.
"Tapi Tuan, tolong jangan lakukan hal - hal yang menyulitkan kami.."
"Diam dan menyingkirlah, karena pedangku tidak memiliki mata.."
"Cukup Bai Lang..!!!" Potong Zhou Mei Lan.
"Mei-mei, kenapa kau kesini?? Bagaimana kondisi kakakmu?"
"Aku kesini untuk menghentikanmu berbuat hal bodoh.."
"Aku.. Aku hanya ingin membalaskan dendam saudara Feng.." Jawab Bai Lang ragu.
"Ikut aku cepat..." Zhou Mei Lan menyeret tangan Bai Lang dan mengajak pemuda tersebut pergi dari tempat itu.