The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Seleksi



Aula utama sekte pedang langit atau yang sering disebut Aula Pedang Raja nampak berbeda hari ini, bendera serta panji - panji sekte pedang langit berkibar memenuhi ruangan.


Dalam waktu singkat, hampir seluruh murid dan guru mulai berdatangan memenuhi aula pedang raja karena sebentar lagi seleksi untuk mencari tiga orang murid yang akan mewakili sekte pedang langit di turnamen naga muda akan segera dilaksanakan.


Dari ribuan murid yang saat ini menempuh pendidikan di sekte pedang langit, hanya ada sekitar dua ratusan murid yang termasuk ke dalam golongan murid elit.


Murid elit sendiri adalah julukan bagi para murid dalam yang kemampuannya diakui oleh para guru pengajar, mereka yang diakui biasanya adalah para murid yang menonjol kemampuannya serta murid yang sering mengambil misi - misi berbahaya. Bisa di katakan bahwa murid elit adalah garda terdepan dan andalan dari sekte pedang langit.


Shen Liang, Wan Ming, Chau Li, Chui Dal Po serta Wu Yi Feng merupakan bagian dari murid elit tersebut, sedangkan Wang Fei Lin baru beberapa bulan ini diakui dan masuk dalam lingkaran murid elit.


Seleksi internal kali ini akan menggunakan format 1 lawan 1, dimana setiap murid yang kehilangan kesadaran, atau keluar dari arena akan dinyatakan gugur dan itu berarti tertutup pula kesempatan mereka untuk mengikuti turnamen naga muda.


"Tidak usah terlalu dijadikan beban, apapun hasil seleksi hari ini tidak penting.. Teruslah berlatih dan perdalam pemahamanmu akan seni berpedang.." Tutur Wu Yi Feng ketika melihat Wang Fei Lin gugup.


"Terima kasih Feng gege, apakah kau mau berangkat ke aula pedang raja bersamaku??"


"Hmm.. Ayo.." Keduanya berjalan beriringan, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan murid - murid lain yang juga satu arah dengan mereka.


"Feng gege, apakah akhir - akhir ini kau melihat Bai Lang dan juga Chau Li??"


"Sama sekali tidak, aku juga penasaran kemana mereka berdua pergi.. Namun aku rasa mereka berdua sedang fokus berlatih." Jawab Wu Yi Feng sambil mengambil satu tempat yang memang di khususkan untuk peserta.


Ketika Wu Yi Feng dan Wang Fei Lin tiba, ruangan khusus peserta tersebut memang sudah hampir terisi penuh, namun hanya Chui Dal Po yang mereka kenal baik, sedangkan Chau Li dan Bai Lang belum terlihat batang hidungnya.


Hingga ketika ketua sekte hendak membuka seleksi internal, Bai Lang datang beserta Zhou Mei Lan, sedangkan Chau Li juga hadir tidak lama setelahnya.


Bai Lang menatap Zhou Mei Lan yang sedang mencari tempat untuk menonton pertandingan karena memang gadis itu belum termasuk murid elit sehingga belum bisa ikut menjadi peserta.


Ketika murid - murid yang lain asik berbicara, ngobrol bahkan bercanda tawa. Wu Yi Feng memilih untuk memfokuskan pikirannya, pemuda itu memejamkan mata lalu mulai mengatur napasnya hingga ketika ada seseorang yang duduk di sampingnya, pemuda itu tersenyum.


"Akhirnya kau datang juga... Aku sudah menunggumu saudaraku, Shen Liang..!!!"


"Maaf jika aku terlambat.. Bagaimana kabarmu saudara Feng??"


"Tidak terlalu buruk, meskipun aku rasa masih belum cukup untuk mengalahkanmu.."


"Jangan terlalu merendah, bagi seseorang yang naik dari ranah pendekar raja tingkat menengah hingga menjadi pendekar suci yang berhasil membuka tujuh gerbang, engkau sangat luar biasa.."


"Aku merasa pujian itu terlalu berlebihan, mengingat sampai saat ini aku bahkan belum bisa merasakan tingkatan kekuatanmu yang sebenarnya saudaraku.."


Keduanya lalu tersenyum dalam diam hingga pembawa acara meneriakkan dua nama peserta yang akan membuka acara seleksi hari ini.


Sebenarnya, dengan kemampuan Wu Yi Feng dan juga Shen Liang yang dahulu saja ( Ranah pendekar Raja ) keduanya sudah tidak terkalahkan dan bisa dipastikan akan menjadi wakil dari sekte pedang langit, karena rata - rata kemampuan para murid elit masih berada di ranah pendekar ahli tingkat menengah dan hanya beberapa gelintir saja yang mencapai tingkatan puncak dari pendekar ahli.


Bahkan mungkin Wu Yi Feng dan Shen Liang adalah dua orang paling jenius di seantero negeri karena sanggup mencapai ranah pendekar raja dalam usia masih belasan tahun. Apalagi jika mereka mengetahui di usia yang baru menginjak dua puluh tahunan mereka telah berhasil mencapai puncak pendekar suci dan juga puncak pendekar bumi.


Saat ini Shen Liang telah berhasil mengumpulkan lebih dari dua ribu lingkaran tenaga dalam, sedangkan Wu Yi Feng lebih gila lagi karena telah memurnikan sebagian besar Qi miliknya hingga pada tingkatan kemurnian cahaya,meskipun belum sepenuhnya. Sebuah tingkatan yang hanya bisa disamai oleh Xun JeHa sang legenda.


Serunya pertarungan antara dua murid elit di pertandingan pertama membuat penonton sangat terhibur, hingga mereka tak sabar menunggu pertandingan kedua.


Sistem pengundian peserta kali ini menggunakan sistem undian kocok dimana sang ketua sekte sendiri yang memilihnya dua orang murid yang akan bertanding.


"Wang Fei Lin..!!"


Gadis itu tersentak saat namanya dipanggil oleh panitia acara, Wang Fei Lin sampai menggenggam erat tangan Wu Yi Feng yang berada di sebelahnya, lalu menoleh sejenak sebelum kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju arena pertandingan.


Lawan Wang Fei Lin di pertandingan pertama kali ini adalah seorang pemuda yang bersenjatakan pedang, pemuda tersebut berada di ranah pendekar ahli tingkat menengah, hampir sama dengan Wang Fei Lin. Hanya saja pemuda itu memiliki lingkaran tenaga dalam yang lebih banyak dari yang dimiliki Wang Fei Lin.


Begitu naik diatas arena Wang Fei Lin langsung mengambil pedangnya dari dalam cincin penyimpanan lalu bersiap siap membentuk kuda - kuda, hal yang sama juga dilakukan oleh lawannya.


"Tubuhmu adalah tipe air, maka jadilah setenang air, kemudian bergeraklah secepat dan selincah air. Mungkin kekuatan seranganmu tidak sekuat mereka yang memiliki tipe bumi, tapi ingat air bahkan sanggup melubangi batu yang sangat keras sekalipun." Wang Fei Lin menutup matanya, kata - kata dari Wu Yi Feng kembali terngiang - ngiang di kepalanya, dan saat - saat mereka berlatih bersama seakan menari di pikirannya saat ini.


Gadis itu menatap tajam kearah lawannya, lalu tersenyum seraya bergumam pelan, "Maaf.. Tapi kali ini aku ingin mendampinginya..!!"