
Malam Sebelumnya...
"Pastikan kau membunuh dua orang rekanku setelah kau melukaiku terlebih dahulu, ingatlah untuk tidak menahan tenagamu saat itu." Ucap Wu Yi Feng kepada Xiao Wei.
"Tidak mau tuan, tenagaku sekarang sangat besar dan kuat... Aku takut akan membunuhmu jika aku mengerahkan seluruh tenagaku.." Jawab Xiao Wei dengan muka cemberut yang menggemaskan.
"Tenang saja, aku pasti sanggup menerima seranganmu.. Percayalah padaku.." Seru Wu Yi Feng sambil mengusap puncak kepala Xiao Wei.
...****************...
Ketiga pria bertopeng berlari tanpa menoleh sama sekali kebelakang, terlihat jika salah seorang diantara mereka terluka cukup parah sampai harus dibopong oleh kedua orang lainnya.
"Saudaraku kalian berdua larilah, tinggalkan aku sendiri disini.. Aku sadar jika saat ini aku hanya jadi beban untuk kalian.. Uhukk.. Uhukkk.." Ucap Wu Yi Feng lirih kepada dua orang rekannya.
"Diamlah, kita harus melarikan diri sejauh mungkin.. Gadis itu terlalu kuat.." Jawab salah satu dari mereka.
Setelah berlari kurang lebih satu jam, ketiganya memutuskan untuk beristirahat. Wu Yi Feng bersandar di sebuah pohon, keadaanya terlihat begitu mengkhawatirkan, wajahnya pucat dan denyut nadinya begitu lemah. Setidaknya itulah yang dilihat oleh kedua rekannya, meskipun kenyataannya Wu Yi Feng sama sekali tidak merasakan sakit apa - apa, bahkan keadaaannya saat ini baik - baik saja.
Kedua rekannya sibuk menyembuhkan luka mereka masing - masing, meskipun tidak bisa dibilang parah tapi luka yang mereka terima dari gadis misterius itu cukup merepotkan.
Wu Yi Feng duduk dalam posisi bersila, pemuda itu mulai mengatur napasnya secara perlahan hingga akhirnya terlihat tidak bernapas sama sekali.
Wu Yi Feng mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya, hingga akhirnya keluar asap hitam mengepul dari puncak kepalanya, kedua rekannya yang melihat hal tersebut hanya berharap bahwa pemuda itu baik - baik saja mengingat betapa telak serangan yang ia terima.
Tentu saja itu hanya settingan semata, Wu Yi Feng saat ini dalam keadaan 100% baik, ia terus berpura - pura terluka parah disepanjang perjalanan pulang kembali ke kota Nan Feng.
Sementara itu Xiao Wei yang telah berjasa besar menyelamatkan nyawa rombongan tuan muda keluarga Bao mendapatkan kehormatan serta hadiah yang cukup besar, berkali kali anggota keluarga Bao yang ikut serta dalam rombongan mengucapkan terima kasihnya, dan dengan alasan ingin menjaga keselamatan keluarga Bao, Xiao Wei akhirnya turut serta menuju ke kota Nan Feng.
"Bodoh... Tidak berguna..!!!" Teriak Boss Huang dengan penuh amarah ketika tiga orang suruhannya kembali dengan berita kegagalan.
"Memangnya sehebat apa perempuan tersebut hingga kalian berlima bisa dikalahkan??"
"Sangat kuat boss, bahkan saudara Feng sampai terluka parah karena serangan telapaknya.." Jelas salah satu rekan Wu Yi Feng.
"Siapapun yang berani menghalangi jalanku maka akan aku hancurkan..!!!" Seru boss Huang sembari memukul meja kayu dihadapannya hingga hancur berkeping keping.
"Rawat luka kalian, kali ini aku ampuni nyawa kalian karena aku masih ada urusan.." Ucap boss Huang sebelum berlalu pergi.
"Terima kasih boss.." Jawab ketiganya sambil membungkukkan badan.
Wu Yi Feng merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk, ia masih terus berpura - pura terluka sambil menunggu kabar dari Xiao Wei.
Ketika tengah malam dan rekan - rekannya telah terlelap, sebuah lingkaran cahaya kecil tiba - tiba saja melesat masuk ke tubuh Wu Yi Feng.
"Tuan.. Tuan.. Bangun.." Ucap suara di kepala Wu Yi Feng.
"Benarkah?? Aku jadi merasa begitu berharga.. Xixixi.."
"Jangan berpikir macam - macam.. Cepat ceritakan kondisinya.." Ucap Wu Yi Feng sambil menjitak kepala Wei Wei.
"Auchh.. Baiklah, misi telah selesai.. Keluarga Bao sudah menaruh kepercayaan padaku tuan.." Jawab Xiao Wei.
"Bagus, terus cari info dan lindungi keluarga Bao dari dalam, sementara aku menghancurkan keluarga ini.."
"Oke, siap laksanakan.. Tapi ngomong - ngomong apakah tuan baik - baik saja?? Karena aku merasa luka yang aku sebabkan cukup parah.." Tanya Xiao Wei sambil meraba dada Wu Yi Feng.
"Aku baik - baik saja.." Wu Yi Feng menepis tangan Xiao Wei dan segera kembali ke dunianya.
Sementara itu Xiao Wei segera berubah kembali menjadi lingkaran cahaya kecil dan melesat pergi dari sana, Wu Yi Feng memperhatikan semua itu sambil duduk di ranjangnya.
Keesokan harinya, Wu Yi Feng sudah mulai terlihat beraktifitas normal kembali. Beristirahat selama beberapa hari di kamar membuat seluruh tubuhnya kaku, pemuda itu melakukan perenggangan sampai ada seseorang yang melemparnya dengan sebuah ranting.
"Hei, jika kau masih memiliki muka lebih baik segera tinggalkan keluarga Lee.." Teriak salah seorang laki - laki dengan angkuh.
"Memangnya siapa kau sampai berani menyuruhku pergi?" Jawab Wu Yi Feng santai.
"Hahahahaha.. Aku memang bukan siapa - siapa, tapi paling tidak aku dan rekanku melakukan tugasnya dengan baik."
"Memangnya tugas apa yang kalian lakukan? Menangkap ayam?? Menggembalakan kambing??" Jawab Wu Yi Feng, yang sontak membuat seluruh orang yang ada disana tertawa terpingkal - pingkal.
Laki - laki tersebut tidak terima dirinya jadi bahan tertawaan, niat awalnya mempermalukan Wu Yi Feng malah berbalik kedirinya, dengan tanpa basa - basi laki - laki tersebut melompat kearah Wu Yi Feng dengan pedang yang terhunus.
"Mati kau..!!!"
Wu Yi Feng menghindari serangan laki - laki tersebut dengan tenang, gerakan lawannya yang lambat setidaknya dimata Wu Yi Feng membuat setiap serangannya mudah untuk dibaca.
Wu Yi Feng mengambil sebuah ranting pohon yang berada ditanah, lalu dengan ranting tersebut ia meladeni laki - laki yang menyerangnya.
Hanya dalam sepuluh gerakan, pedang laki - laki tersebut telah terlucuti dari tangannya. Sambil menahan sakit di pergelangan tangannya laki - laki itu mundur dan menatap tajam kearah Wu Yi Feng.
"Bagaimana?? Apakah dengan ini sudah cukup menjelaskan tentang perbedaan kekuatan diantara kita??" Ucap Wu Yi Feng sambil tersenyum sinis.
Kata - kata Wu Yi Feng membuat membuat semua yang ada disana terdiam, mereka bisa memahami bahwa misi mereka begitu berat, dan lawan yang dihadapi Wu Yi Feng sangat hebat.
"Cukup...!!! Kalian semua kembali ke pos masing - masing..!!!" Teriak boss Huang yang secara mengejutkan datang melerai.
Boss Huang menatap tajam kearah Wu Yi Feng selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi dari tempat tersebut tanpa berucap sepatah kata pun.