The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Kembali



"Keluarlah, bukankah kalian sudah mengikuti kami semenjak tiga hari yang lalu??" Seru Wu Yi Feng tepat diatas penginapan tempat mereka bermalam.


"Xixixixixi.. Rupanya kau lumayan juga anak muda.." Enam orang memakai pakaian serba hitam muncul dari balik asap dengan senjata yang siap menyerang.


"Kalau tebakanku tidak salah, kalian pasti mengincar harta dari Tuan Hao..??"


"Tepat seperti dugaanmu bocah, tapi bukan hanya harta saja, melainkan juga nona cantik yang selalu bersamamu.."


"Li Xiao Yi..?? Rupanya selain perampok, kalian cabul juga.."


"Cabul?? Kau saja yang tidak normal karena merasa biasa di dekat gadis secantik itu.."


"Sudahlah, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan ocehan kalian.. Kita akhiri saja ini secepatnya..!!"


"Hahahaha.. Rupanya kau belum sadar juga bocah, siapa yang pemburu dan siapa yang diburu disini..* Ucap kawanan perampok dengan pongahnya.


"Kalau begitu, beritahu aku.." Dalam satu tarikan napas Wu Yi Feng menghilang dari tempatnya berdiri dan memenggal batang tenggorokan dua orang diantara mereka.


Keempat perampok yang tersisa bahkan tidak bisa melihat kapan pemuda itu bergerak dan senjata apa yang ia pakai.


"Cihhh.. Kau menyerang ketika kami lengah.. Apakah itu mental seorang pendekar aliran putih??"


"Siapa yang bilang aku seorang pendekar dari aliran putih..??" Mata Wu Yi Feng memancarkan cahaya yang mengerikan, lalu sebelum mereka sempat berkedip, dua orang perampok kembali kehilangan kepalanya.


Melihat kenyataaan tersebut, membuat mereka akhirnya sadar jika mereka telah memilih lawan yang salah, hingga satu - satunya cara untuk bertahan hidup hanyalah kabur.


BOOOOMMMMMM...


Salah satu dari kawanan perampok menggunakan bom asap untuk menciptakan kabut dan memberi mereka sedikit waktu serta kesempatan untuk lari sejauh mungkin. Tapi sekali lagi, pemburu tidak akan pernah melepaskan buruannya.


Wu Yi Feng melompat, kemudian dengan cepat pemuda itu menarik pedang aurora hingga membelah udara dan tercipta sebuah gelombang udara yang begitu tajam.


"Arrrrgggghhhhhh.." Tubuh salah satu perampok terbelah menjadi dua, bahkan rumah yang dibuat pijakan oleh perampok tersebut juga ikut terbelah.


Kini hanya tersisa satu orang perampok, dengan mengerahkan segala kemampuannya, ia mencoba untuk terus berlari secepat mungkin, namun begitu sampai di luar kota Ludong ternyata Wu Yi Feng telah bersiap dan menunggunya.


"Ti - Tidak mungkin.. Kau hanyalah seorang pemuda yang berada di tingkatan pendekar ahli, bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini semua???"


"Mengocehlah sepuasmu.. Selama kau masih bisa." Wu Yi Feng mendekat sembari menarik pedang aurora dari sarungnya.


"Tidaaaaaakkkkkkkkkk..."


Wu Yi Feng bergegas kembali ke penginapan, namun sebelum ia turun menemui Li Hao, pemuda itu masuk ke dalam kamar Li Xiao Yi terlebih dahulu untuk memastikan keselamatan gadis cantik tersebut terlebih dahulu.


"Ahhh Tuan Feng kemana saja kau?? Kenapa pergi begitu lama?? Mari - mari kesini kita mabuk sampai pagi.."


"Maafkan aku, untuk menebus kesalahanku maka malam ini tidak ada yang boleh kembali ke kamar.. Kita minum sampai pagi.." Seru Wu Yi Feng sambil memanggil pelayan dan memesan beberapa guci arak lagi.


"Siapa takut?? Ayo.. Ayo.."


"Kalian semua ya ampun.." Li Xiao Yi hanya bisa menggelengkan kepala melihat semua itu.


Satu jam kemudian, Li He Rong dan juga Wu Yi Feng mulai bangun dari tidurnya. Sedangkan Li Hao dan yang lainnya masih terlelap, bahkan kedai di penginapan tersebut sampai ditutup karena ulah mereka.


"Apakah kau benar - benar akan pergi?" Ucap Li Xiao Yi begitu melihat Wu Yi Feng turun dari tangga setelah membersihkan diri.


"Hmm.. Jaga diri baik - baik, jangan malas berlatih, setidaknya supaya kau bisa menjaga dirimu sendiri.." Ucap Wu Yi Feng sebagai salam perpisahan mereka.


"Kau tenang saja, saat kita berjumpa kembali aku pasti bisa mengalahkanmu.." Jawab Li Xiao Yi dengan wajah sedih.


"Aku tunggu.." Pungkas Wu Yi Feng tanpa menoleh lagi.


Pemuda tampan itu berhenti sejenak begitu gerbang sekte pedang langit telah nampak, setelah menghela napas panjang Wu Yi Feng melangkah dengan tegas dan pasti.


Sambil mengeluarkan token penanda murid sekte pedang langit kepada beberapa murid penjaga gerbang sekte, Wu Yi Feng akhirnya menapakkan kakinya kembali ke sekte yang telah tiga tahun lamanya ia tinggalkan.


"Senang kau kembali Feng'er.. Dan harus kuakui kau tepat waktu.." Sebuah suara yang cukup berwibawa menyambut kedatangan pemuda tersebut.


"Hormat kepada ketua sekte.." Wu Yi Feng yang mengenali suara siapa barusan, langsung menoleh dan memberikan hormat.


"Hehehehe.. Sudah - sudah, tidak usah terlalu formal.. Apakah kau ada waktu malam ini?? Banyak yang ingin aku obrolkan."


"Kebetulan saya sedang senggang ketua.."


"Baiklah, aku tunggu di tempatku setelah makan malam."


"Siap.."


Ketua sekte memberikan tatapan penuh arti sebelum kemudian berlalu, begitu juga dengan Wu Yi Feng. Pemuda itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan teman - temannya.


Tidak seperti biasanya yang Wu Yi Feng bisa ingat, sekte pedang langit terlihat sepi saat ini. Entah apakah karena banyaknya murid yang melakukan misi atau ada hal yang lain, bahkan para guru yang biasanya bersliweran kali ini juga belum terlihat.


Wu Yi Feng terus berjalan menyusuri sekte pedang langit yang memiliki luas menyamai sebuah kota kecil, setelah di bagian luar terlihat sepi, Wu Yi Feng lanjut ke bagian dalam dimana inti dari sekte pedang langit berkumpul karena di bagian dalam terdapat kantor - kantor penting seperti kantor penerimaan misi, toko senjata, toko obat dan bahan - bahan pembuat ramuan dan sebagainya.


Kesan sepi diluar segera terpatahkan begitu memasuki bagian dalam, para murid dalam sibuk berlalu lalang dan berlatih. Tapi diantara sekian banyaknya murid - murid yang beraktifitas disana, Wu Yi Feng sama sekali tidak menemukan sahabat - sahabatnya.


"Apakah mungkin Bai Lang dan yang lain sedang melaksanakan misi?" Batin Wu Yi Feng sambil terus berjalan menuju ke arah asrama murid dalam.


Setelah mendekati kamar miliknya yang telah lama dikosongkan, barulah ia menemukan salah satu temannya. Gadis itu bahkan sampai mematung dan menjatuhkan buku - buku yang ia bawa.


"Wang Fei Lin, bagaimana kabarmu..?? Lama tidak berjumpa.." Ucap Wu Yi Feng ramah disertai senyum tipis.


Gadis itu berlari lalu memeluk Wu Yi Feng dengan begitu erat, tak berselang lama terdengar isak tangis dari gadis yang selama tiga tahun ini selalu setia menunggunya kembali ke sekte. "Hiks.. Hiks.. Tolong jangan dilepas, jangan.. Biarkan aku puas memelukmu hingga aku yakin ini bukan mimpi.."


"Hmm.. Peluklah semaumu, dan maaf karena sudah membuatmu khawatir.." Wu Yi Feng membelai lembut puncak kepala gadis cantik tersebut.