
Puluhan prajurit datang silih berganti dan mengepung Wu Yi Feng, namun pemuda itu mengatasi semuanya dengan tarian perang yang cukup elok, bahkan beberapa dari mereka sempat ragu untuk menyerang karena melihat rakan - rekannya bisa dengan mudah di kalahkan.
"Harus aku akui, dengan usiamu yang masih muda, kau cukup hebat.." Ucap Han Ji Hong, ketika Wu Yi Feng telah selesai membantai puluhan anak buahnya.
Diberikan sanjungan seperti itu tidak membuat kepala Wu Yi Feng menjadi besar, justru tatapan tajam dan mematikan yang ia tujukan ke arah Han Ji Hong.
"Aku ada tawaran yang cukup menarik untukmu, bergabunglah denganku? Aku akan menjadikanmu tangan kananku, setelah itu kau bisa memiliki semuanya..!! Harta bahkan wanita.. Bilang saja apa yang kamu mau..."
"Aku ingin kepalamu..!!!" Jawab Wu Yi Feng mantab.
"Hahahaha.. Sayang sekali, dunia persilatan harus kehilangan pemuda jenius sepertimu.."
Tanpa banyak omong Wu Yi Feng melesat maju, ia tarik pedang penari malam dari sarungnya dengan sangat cepat sehingga membuat Han Ji Hong hanya bisa menahan dengan kapak raksasanya.
BLAAAAAMMMMMM...
Tumbukkan dua tenaga dalam membuat gelombang angin dan juga ledakan di sekeliling mereka berdua, Wu Yi Feng melanjutkan serangannya tanpa memberikan jeda sedikitpun.
"Bagus sekali anak muda, tapi sayang gerakanmu masih kaku dan lambat..!!!" Han Ji Hong gantian menyerang, laki - laki paruh baya tersebut mengayunkan kapak besarnya dengan sangat lincah dan dengan kecepatan yang hampir tak bisa diimbangi oleh Wu Yi Feng hingga menimbukan banyak sekali goresan di tubuhnya.
BLAAAARRRRRRR...
Beberapa gentong arak dan juga kotak harta yang ada di sekitar mereka hancur terkena hantaman kapak Han Ji Hong, sedangkan Wu Yi Feng memilih untuk mundur demi menghindari luka yang lebih serius lagi.
"Hahahaha, bagaimana bocah?? Sudah berubah pikiran??"
Bukannya menjawab, Wu Yi Feng justru menggunakan situasi itu untuk membuka segel tujuh bintang yang selama ini mengunci kekuatan penuhnya.
"Arrrrrgggghhhhhh..."
Wu Yi Feng setengah berteriak karena tubuhnya mendadak saja menerima aliran Qi yang sangat besar, aliran Qi tersebut membuat seluruh selnya berubah dan tubuhnya menjadi jauh lebih ringan tapi bertenaga.
DASSSSSSHHHHHHH...
Wu Yi Feng melesat jauh lebih cepat, lalu ketika mendekati lawannya ia segera mencabut pedang penari malam dari sarungnya dengan sangat cepat hingga menghasilkan sebuah pisau angin yang sangat tajam.
WUSSSSSHHHHHHH...
Han Ji Hong masih bisa menghindar di detik - detik terakhir, hingga pisau angin itu hanya membelah tiang utama kapal dan juga beberapa helai ujung rambut dari Han Ji Hong.
"Kurang ajar, kau hancurkan kapalku yang bagus..!!!"
"Bersiaplah menjemput ajal..!!!" Seru Han Ji Hong yang kini sudah berada dalam mode serius.
"Berisik.." Jawab Wu Yi Feng seraya mempersiapkan kuda - kuda dari jurus pamungkas pedang empat musim.
Baik Han Ji Hong dan juga Wu Yi Feng menyalurkan tenaga dalamnya ke pusaka masing - masing hingga pusaka mereka bercahaya terang.
"Jurus Pedang Empat Musim, Tarian Dewa Perang.."
Wu Yi Feng menyerang terlebih dahulu dengan jurus tertinggi dari kitab pedang empat musim. Jurus tersebut jarang dipakai karena selain menyedot banyak sekali Qi namun juga berbahaya bagi senjata dan juga pemakainya jika tidak bisa menguasai gerakannya yang sangat liar dan bertenaga.
BLAAAAMMMMMM...
BLAAAAAMMMMM....
BLAAAAAMMMMMMM...
Wu Yi Feng dengan jurusnya mulai mendesak Han Ji Hong, kepala bajak laut itu bahkan sampai merasakan kebas pada kedua tangannya yang memegangi kapak.
Belum berhenti sampai disitu, tarian dewa perang yang saat ini dipakai oleh Wu Yi Feng juga membuat pedang penari malam mulai bergetar, tapi karena tak ingin mundur Wu Yi Feng malah menyalurkan lebih banyak lagi Qi ke pedang penari malam hingga akhirnya,
DUAAAAARRRRRRRRR....
Pedang penari malam dan juga kapak raksasa milik Han Ji Hong hancur berkeping keping serta menimbukan sebuah gelombang tenaga dalam yang luar biasa dahsyat.
Gelombang tenaga tersebut bahkan membuat Wu Yi Feng dan juga Han Ji Hong terdorong jauh kebelakang serta menghancurkan sebagian besar bagian kapal dan juga melukai siapapun dalam radius hingga kurang lebih 100 meter.
Kapal utama milik bajak laut terbelah menjadi dua bagian dengan bekas ledakan tepat ditengah tengah, efek ledakan tersebut juga membuat suasana yang tadinya riuh dengan teriakan dan lainnya mendadak menjadi sunyi sepi.
Wu Yi Feng bangkit terlebih dahulu, namun ia merasakan sakit yang teramat sangat di telapak tangannya yang tadi menggenggam pedang penari malam, baju pemuda tersebut juga sudah compang camping akibat dari ledakan barusan.
Sedangkan Han Ji Hong masih belum percaya jika kapak pusaka yang telah menyertainya selama ini bisa hancur oleh bocah ingusan, dengan disulut oleh emosi yang membuncah, ketua bajak laut tersebut bangkit dan berteriak dengan lantang.
"Kubunuh kau, tak ada ampun lagi bagimu..!!!" teriaknya dengan keras sambil membuang bajunya yang telah compang camping, hingga memperlihatkan tubuh kekarnya yang dipenuhi oleh tattoo serta bekas luka.
Wu Yi Feng segera membentuk kuda - kuda teknik naga, pemuda itu mengedarkan Qi keseluruh tubuhnya untuk memulai serangan pamungkas.
Fluktuasi akibat kedua energi yang bertemu membuat angin kencang tercipta diantara mereka,dan membuat kabut yang sedari tadi berada di antara keduanya menghilang.
Samar - samar terlihat sebuah tanda yang mengingatkan Wu Yi Feng akan kenangan masa lalunya, sebuah tatoo yang menjadi tanda keanggotaan dari kelompok atau sekte Serigala Bayangan.