The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Ujian Kenaikan Tingkat III



Keesokan harinya, ujian kenaikan tingkat dimulai kembali. Hari ini murid - murid tingkat tiga yang akan memulai ujian terlebih dahulu, disusul kemudian tingkat empat.


Dan sebagai pertandingan pembuka, menampilkan Wu Yi Feng yang akan berhadapan dengan Chau Li. Sistem acak yang diberlakukan memang memungkinkan mereka untuk bertemu di babak ini.


"Mau pakai pedang atau tangan kosong??" Ucap Chau Li.


"Terserah.." Jawab Wu Yi Feng singkat.


"Baiklah, kita pakai pedang.. Hehehe.." Balas Chau Li seraya mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang, pun demikian juga dengan Wu Yi Feng yang menarik keluar pedang penari malam miliknya.


Keduanya berjalan beriringan menuju arena, saling memberikan hormat dan mulai membangun kuda - kuda. Wu Yi Feng dengan jurus pedang empat musimnya, sedangkan Chau Li dengan jurus pedang walet emas.


Bersamaan dengan isyarat dari wasit, melesatlah kedua pemuda tersebut secara bersamaan dan bertemu di tengah arena. Jurus mereka saling tertukar, dengan tempo yang lumayan cepat. Setidaknya bagi para murid tingkat tiga.


Permainan pedang yang cukup indah diperagakan oleh mereka berdua, membuat ketiga biksu utusan dari sekte lonceng kebenaran sampai menggelengkan kepala.


"Sekte pedang langit rupanya menyimpan bibit - bibit unggul.." Seru salah satu dari mereka sambil memainkan janggut putih nya yang panjang.


"Hahaha.. Kurasa pujian ini terlalu berlebihan.." Jawab Lin Zhun dengan senyum mengembang yang tidak bisa ia tutupi.


Chau Li terdorong mundur, napas pemuda itu nampak terengah engah setelah memainkan reli panjang. Sedangkan Wu Yi Feng yang telah melatih fisiknya selama enam bulan terakhir secara masif, belum nampak tanda - tanda kelelahan sama sekali.


"Aku menyerah.." Chau Li mengangkat tangannya tinggi - tinggi, ia telah menghitung dan semua hasilnya tak ada yang menguntungkan dirinya, apalagi ketika ia tahu bahwa Wu Yi Feng bahkan belum menggunakan sedikitpun tenaga dalam miliknya.


"Saudara Chau, kenapa kau menyerah secepat ini?? Aku masih ingin bersenang senang.. Mari lanjutkan.." Ujar Wu Yi Feng yang seolah olah tak menghiraukan tanda menyerah yang Chau Li tunjukkan.


"Aku masih ingin makan makanan enak.." Jawab Chau Li asal sambil memasukkan pedangnya kembali ke dalam cincin ruang dan turun dari arena yang disusul kemudian oleh Wu Yi Feng.


Aksi pertarungan mereka mendapat tepuk tangan yang sangat meriah, Chau Li bahkan dielu elukan meskipun menyerah dan kalah.


"Tidak buruk.." Seru Bai Lang.


"Feng gege terbaik.." Ucap Wang Fei Lin yang kini mulai waspada karena banyak mata perempuan yang berbinar ketika Wu Yi Feng melewati mereka.


Pertandingan kemudian dilanjutkan kembali, Wu Yi Feng dan Chau Li duduk di belakang, sementara teman - temannya asik menikmati pertandingan.


"Kau sungguh kuat saudara Feng, jika kau mau, kau bisa saja mengalahkanku dalam satu jurus.." Ucap Chau Li dengan jujur.


Wu Yi Feng tidak menjawabnya, ia hanya menengadahkan kepalanya keatas sambil melihat kelangit dan menghela napas panjang.


Ronde - ronde selanjutnya makin menarik, Bai Lang dan Wan Ming berhasil mengalahkan lawan - lawannya setelah melakukan pertarungan panjang di babak keempat, sedangkan Wang Fei Lin dan Wu Yi Feng juga melaju tanpa hambatan ke babak selanjutnya.


"Anak muda, teknik berpedangmu sangat bagus.. Apakah aku boleh tahu, kira - kira apa nama dari teknik tersebut???" Tanya Lin Zhun ketika keduanya tak sengaja bertemu di halaman belakang seusai pertandingan.


"Ketua, maaf saya tidak menyadari kedatangan anda.." Wu Yi Feng memberikan hormatnya kepada Lin Zhun.


"Ahhh sudahlah, untuk apa terlalu formal.."


"Teknik berpedang yang saya miliki hanyalah teknik biasa saja ketua.." Jawab Wu Yi Feng yang masih merasa tidak perlu memberitahu orang lain tentang teknik berpedangnya.


"Bantuan?? Katakan saja ketua, selama saya bisa, pasti saya bantu.."


"Temani aku berolahraga sejenak.." Seru Lin Zhun seraya melemparkan sebuah ranting pohon kepada Wu Yi Feng dan bergerak mendekat dengan begitu cepatnya, membuat Wu Yi Feng yan yang tak siap terpaksa melompat mundur.


Keduanya saling bertukar jurus, Lin Zhun yang merupakan seorang pendekar suci tentu saja menekan kecepatannya, karena jika kakek tua itu menggunakan kecepatan sesungguhnya, bisa dipastikan Wu Yi Feng tidak akan bertahan lebih dari lima jurus.


"Ahhhh... Sungguh tarian pedang yang indah, namun sayang masih sedikit kaku.." Gumam Lin Zhun ketika Wu Yi Feng memperagakan jurus kedua, tarian pedang musim semi.


"Hehehehe... Bagus sekali anak muda.. Kau punya masa depan yang cerah, dan sekte pedang langit sungguh beruntung mendapatkanmu.." Batin Lin Zhun seraya menarik serangannya dan bergerak mundur.


"Cukup anak muda, tulang tua ini sudah tidak mampu mengimbangi kecepatanmu.." Seru Lin Zhun.


"Ketua terlalu merendah, andai saja ketua tidak menekan kecepatan, saya pasti bukan tandingan anda.." Balas Wu Yi Feng santai.


"Hahahaha.. Mata yang jeli.. Bagus.. Baguusss.. Beristirahatlah, besok kau harus bertanding lagi, dan aku bertaruh banyak padamu.. Hahahaha.." Lin Zhun pun pergi meninggalkan Wu Yi Feng sendirian di taman.


Keesokan harinya pertandingan dihari ketiga dimulai dengan menyisakan beberapa peserta saja yang tersisa, diantaranya Wu Yi Feng, Bai Lang, Wan Ming, Wang Fei Lin dan juga empat anak tingkat tiga lainnya.


Pertandingan dilanjutkan dengan pertarungan antara Bai Lang melawan Wan Ming, disusul Wu Yi Feng melawan seorang anak kelas tiga yang mempunyai badan kurus kering, sedangkan Wang Fei Lin melawan seorang anak laki - laki buta bersenjatakan pedang ganda.


"Maafkan aku saudara Bai, hari ini aku terpaksa harus mengalahkanmu.." Ucap Wan Ming sambil memberikan senyum khasnya.


"Hehehe, waktunya bangun dari mimpimu saudara Ming.." Jawab Bai Lang seraya mencabut pedang dari sarungnya.


TENNNGGGGG....


Suara Lonceng pertanda pertandingan dimulai menjadi titik awal pertarungan kedua sahabat ini, baik Bai Lang maupun Wan Ming tidak berusaha untuk menahan diri, keduanya langsung mengeluarkan jurus terhebat bahkan sejak pertarungan dimulai.


Suasana yang tadinya ramai dan gaduh karena para murid yang saling berbicara sendiri pun seketika hening. Mereka semua berfokus pada pertarungan dua orang diatas arena.


BLAAAAMMMMMM...


Tubuh keduanya terpental jauh kebelakang, dengan menggunakan pedangnya Bai Lang mencoba menahan tubuhnya, begitu pun juga dengan Wan Ming, napas mereka terlihat mulai memburu, Bai Lang dan Wan Ming mencoba mengatur kembali napas mereka sejenak sebelum akhirnya kembali saling melempar serangan.


Setelah pertempuran yang cukup sengit, Bai Lang akhirnya keluar sebagai pemenang. Wan Ming yang pada awalnya terlihat kurang puas pun akhirnya hanya bisa pasrah dan memeluk sahabatnya tersebut.


"Ini hanya permulaan, aku pasti akan mengalahkanmu di pertemuan selanjutnya.." Bisik Wan Ming.


"Hehehe, sayangnya aku juga pasti akan bertambah kuat saudaraku.." Balas Bai Lang santai.


Keduanya turun dari arena dan menuju ke tempat duduk asal mereka, dimana disana sudah ada Wu Yi Feng, Chau Li dan juga Wang Fei Lin yang menunggu.


"Ambillah ini.." Wu Yi Feng memberikan mereka masing - masing satu butir pil penyembuh dan pengembali stamina.


"Terima kasih saudara Feng, kau sungguh perhatian sekali.." Goda Wan Ming, membuat orang - orang disekitarnya tertawa.