The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Turnamen Naga Muda



"Kau jahat, kau membuatku menunggu selama ini.." Rengek Wang Fei Lin sambil memukul mukul dada Wu Yi Feng.


"Hahahaha.. Justru sebenarnya aku ingin membuatmu menunggu lima tahun lagi.."


"Tidak, jangan lakukan itu atau aku akan mencarimu hingga ke ujung dunia.."


"Benarkah?? Ohh manis sekali.." Tiba - tiba saja terdengar suara dari arah belakang Wu Yi Feng, suara yang sangat familiar.


"Chau Li, kenapa kau selalu datang disaat yang tidak tepat..!!!" Wang Fei Lin merajuk, membuat semua yang ada disana tertawa karena ternyata bukan hanya Chau Li saja yang datang melainkan Bai Lang, Chui Dal Po dan juga Zhou Mei Lan.


"Kakak Feng bagaimana kabarmu??" Zhou Mei Lan memberikan pelukan selamat datang, disusul oleh Bai Lang, Chau Li dan juga Chui Dal Po.


"Apa kau sudah makan??" Tanya Bai Lang.


"Kebetulan belum.."


"Baiklah kalau begitu, kalian semua ikuti aku.. Aku tahu rumah makan yang menjual makanan sangat lezat.." Bai Lang kemudian berlalu dengan menggandeng Zhou Mei Lan.


"Mereka sudah bersama kurang lebih setahun belakangan, Bai Lang bucin abiss dengan Zhou Mei Lan.." Cerocos Chau Li setengah berbisik kepada Wu Yi Feng.


"Benarkah? Aku turut bahagia untuk mereka berdua.." Timpal Wu Yi Feng.


"Lalu kau sendiri, kapan meresmikan Fei Lan?? Kasihan dia selalu terlihat murung semenjak kau pergi.." Goda Chau Li sambil melirik ke arah Wang Fei Lin.


"Chau Li, jaga bicaramu atau akan kubunuh kau..!!!" Seru Wang Fei Lin dengan wajah semerah tomat.


"Hahahaha..." Wu Yi Feng tertawa melihat tingkah laku teman - temannya.


Mereka ber-enam menyusuri jalanan kota Ludong yang cukup ramai siang ini, di sisi kanan dan kiri mereka bisa melihat prajurit - prajurit yang sedang sibuk menghias kota.


Hingga sampailah mereka di sebuah rumah makan yang cukup besar dimana hampir semuanya di cat dengan warna merah. Rumah makan yang menjulang keatas tersebut terdiri dari tiga lantai, dimana harga makanan di tiap lantai berbeda.


Aroma masakan yang begitu lezat dan menggugah selera langsung menusuk hidung begitu mereka memasuki rumah makan, keenam pemuda tersebut segera dihampiri oleh salah satu pelayan rumah makan.


"Selamat siang tuan - tuan, sebelumnya maaf karena hari ini rumah makan kami penuh akan pengunjung dan tempat duduk yang tersisa hanya ada di lantai tiga saja."


"Lantai tiga? Bukankah disana harga makanannya bisa 3x lipat lebih mahal daripada di lantai 1??" Bisik Zhou Mei Lan kepada Bai Lang.


Wajah Bai Lang juga terlihat pucat, itu karena niat awalnya ia yang akan mentraktir teman - temannya. Hanya saja melihat situasi yang tidak sesuai perkiraannya ia jadi bingung harus bagaimana, tetap melanjutkan dan naik ke lantai tiga yang harga makanannya berkali kali lipat jelas dia tidak mampu, tapi mengajak mereka semua kembali tentu akan menampar harga dirinya.


"Antar kami ke lantai tiga.." Ucap Wu Yi Feng tenang.


"Baiklah tuan - tuan mari ikuti saya.."


"Saudara Feng, harga makanan di lantai tiga sangat mahal.. Lebih baik kita batalkan rencana makan disini, lagipula aku masih punya rekomendasi rumah makan yang enak lainnya.."


"Tenanglah, aku yang akan mengatasi semuanya.." Ucap Wu Yi Feng sambil merangkul pundak Bai Lang dan mengajaknya berjalan menaiki tangga menuju ke lantai tiga.


Lantai tiga rumah makan tersebut benar - benar luar biasa, selain desainnya yang terlihat begitu mewah dan elegan, pemandangannya juga sangat indah. Dari lantai tiga para pengunjung bisa menikmati keindahan serta view kota Ludong dan juga bukit - bukit yang mengelilingi kota tersebut.


"Sepadan dengan harga yang harus dibayar.." Gumam Bai Lang yang terpanah dengan keindahan pemandangan yang disuguhkan rumah makan tersebut.


Rumah makan yang mereka datangi kali ini terkenal dengan nama Rumah Makan Merah di kalangan para pendekar karena selain karena rasa masakannya yang enak, namun juga karena mereka menjual daging siluman. Harga daging siluman dipatok berdasarkan usia mereka, semakin tua usia siluman maka semakin mahal harga daging mereka.


Contohnya untuk siluman berusia 100 tahun, harga daging setiap porsinya mencapai 50 - 100 koin emas. Dan untuk harga daging siluman yang berusia diatas 500 tahun mereka menjual di harga 1000 -5000 koin emas untuk satu porsinya.


Mahalnya harga daging siluman membuat Bai Lang sampai tidak percaya dengan matanya, "Ini bukan rumah makan, melainkan sarang pemeras.."


"Pesan apapaun yang kalian mau, hari ini aku yang traktir semuanya.." Seru Wu Yi Feng.


Bai Lang, Zhou Mei Lan dan Wang Fei Lin merasa tidak enak karena bagaimanapun mereka semua sepantaran dan setahu mereka Wu Yi Feng bukanlah anak dari keluarga kaya raya. Sedangkan Chau Li dan Chui Dal Po yang mengetahui kekayaan Wu Yi Feng hanya bisa senyum - senyum sendiri, bahkan keduanya memesan menu termahal tanpa merasa bersalah sama sekali.


Enam porsi daging siluman berusia 500 tahun, empat guci kecil arak serta berbagai sayuran dan juga dua poci Teh Embun Hijau yang merupakan teh terbaik saat ini.


"Hmmm.. Aroma arak ini begitu menggiurkan.." Seru Bai Lang seraya mensesap habis arak yang ada di gelasnya.


Ucapan Bai Lang di aminkan oleh Wu Yi Feng, menurut pemuda tampan itu, arak yang disajikan oleh rumah makan tersebut memiliki wangi yang sangat harum dan rasa manisnya pas selain itu kandungan alkoholnya tidak terlalu tinggi sehingga dari segala aspek arak tersebut dirasa sangat luar biasa.


"Ternyata begini rasa dan aroma dari daging siluman berusia 500 tahun, begitu empuk dan enak sekali. Aku juga merasa bahwa tubuhku dipenuhi oleh tenaga.." Celoteh Chui Dal Po.


Wu Yi Feng hanya tersenyum tipis mendengar ucapan temannya, itu karena dia sendiri sudah berkali kali memakan daging siluman, bahkan yang berusia 1000 tahun sekalipun.


"Saudara Feng, sekte pedang langit sungguh beruntung karena engkau kembali tepat sebelum turnamen naga muda diadakan.." Seru Bai Lang.


"Turnamen naga muda??"


"Benar, itu adalah turnamen terbesar yang diadakan oleh kedua kekaisaran, dimana pesertanya adalah seluruh pendekar yang berusia dibawah 30 tahun."


"Pemenang turnamen tersebut bukan hanya akan mendapatkan hadiah uang dan sumber daya dalam jumlah yang sangat banyak, melainkan juga akan mendapatkan gelar sebagai Naga Muda Pelindung serta kesempatan untuk berlatih dibawah bimbingan para pilar..!!" Timpal Zhou Mei Lan.


"Benar, turnamen yang diselenggarakan 30 tahun sekali ini bagaikan sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali.. Itulah sebabnya banyak sekali para pendekar muda yang ingin ikut serta.." Pungkas Wang Fei Lin.


Wu Yi Feng terdiam sejenak, sebelum akhirnya bersuara. "Jika memang sekte pedang langit memilihku, maka aku pasti akan berusaha sekuat tenaga.."