
Kedua tangan putri Miya memeluk Wu Yi Feng erat dari belakang ketika pemuda tersebut hendak mengambil jarak, perlakuan putri Miya membuat seluruh tubuh Wu Yi Feng bergetar karena ini adalah pertama kalinya ia berdekatan dengan lawan jenis tanpa memakai sehelai kain pun.
"Putri Miya apa yang kau lakukan??"
"Mengujimu, apakah kamu lelaki tulen atau..." Kata - kata putri Miya tidak terselesaikan karena Wu Yi Feng tiba - tiba saja membalik badannya lalu mengecup bibir mungil putri Miya.
Cukup lama bibir keduanya menempel hingga akhirnya Wu Yi Feng mundur dan menjaga jarak, sedangkan putri Miya sedikit mematung.
"Apakah itu sudah membuktikan??" Seru Wu Yi Feng, membuat lamunan putri Miya menguap, tanpa sadar wanita itu mengangguk dan tersenyum penuh arti.
"Sekarang ayo kita lakukan, sudah banyak waktu yang terbuang sia - sia.." Seru Putri Miya yang mendapat anggukan dari Wu Yi Feng.
"Edarkan Qi ke sekujur tubuhmu lalu mulailah proses pembukaan gerbang suci, kau sudah tahu kan caranya.." Tanya putri Miya.
"Sudah.. Baiklah aku mulai sekarang, tolong bantuannya..!!!" Jawab Wu Yi Feng.
Putri Miya mulai meletakkan kedua telapak tangannya ke punggung kekar Wu Yi Feng, ketika telapak tangan putri Miya menyentuh punggung nya, Wu Yi Feng bisa merasakan sedikit sengatan listrik. Pemuda itu menarik napas dalam - dalam, menghembuskannya secara perlahan, menutup matanya dan mulai mengedarkan Qi ke seluruh sel di dalam tubuhnya.
Perlahan cahaya keemasan mulai terbentuk dan menyelimuti tubuh Wu Yi Feng, putri Miya yang mengetahui hal tersebut langsung bersiap melakukan penyatuan. Secara perlahan cahaya putih juga mulai menyelimuti tubuh putri Miya, cahaya yang jauh lebih cerah dan kuat daripada cahaya yang dikeluarkan oleh Wu Yi Feng.
Dua energi berlainan bertemu, membuat seluruh dimensi alam bergetar, "Aku siap kapanpun kamu perintahkan.." Bisik lirih Wu Yi Feng.
"Sebentar lagi, tunggu sebentar lagi.. Jangan memulai tanpa aba - aba dariku.." Jawab putri Miya yang masih mencoba melakukan penyatuan, jawaban putri Miya mendapat anggukan kecil dari Wu Yi Feng.
"Sekarang, mulai proses pembukaan gerbang suci pertamamu..!!!" Ucap putri Miya lirih.
Wu Yi Feng sekali lagi mengangguk, pemuda itu mulai menyatukan seluruh Qi ke dantiannya dan menekan disana hingga dalam sekali tekanan terbukalah gerbang suci yang pertama.
DUAAAAARRRRRRR....
Terjadi ledakan diantara keduanya, putri Miya segera menahan letupan energi tersebut dan juga menahan terbukanya gerbang suci kedua secara langsung.
"Tenangkan dulu energimu, salurkan semua ke setiap sel di tubuhmu dan jangan berpikir untuk melakukan terobosan terlebih dahulu.." Jelas putri Miya sambil terus menahan supaya gerbang suci kedua tidak terbuka secara sendirinya.
Setelah beberapa waktu, pancaran energi Wu Yi Feng mulai terlihat stabil kembali, yang berarti sudah saatnya untuk membuka gerbang suci kedua.
Untuk pembukaan gerbang suci kedua Wu Yi Feng hanya perlu bersiap karena kali ini kendali berada di tangan putri Miya, sekali saja putri Miya terganggu konsentrasinya maka gerbang kedua hingga ke delapan Wu Yi Feng akan terbuka secara bersamaan yang berakibat pada terjadinya gelombang kejut energi dalam skala besar hingga membuat tubuh Wu Yi Feng meledak seketika.
"Apa Kamu sudah siap?" Bisik putri Miya.
Wu Yi Feng hanya menganggukkan kepalanya pelan. pemuda itu menghela napas panjang sebelum gelombang energi yang lebih besar dari sebelumnya datang dan seolah olah menghantam dadanya dengan keras.
BOOOOMMMMM...
Gerbang kedua telah terbuka, putri Miya masih terus menahan desakan energi yang kian lama kian besar, begitu juga Wu Yi Feng, ia harus secepatnya menetralkan gelombang energi yang datang supaya putri Miya tidak menahan terlalu lama.
Wu Yi Feng terlihat menghirup napas dalam - dalam dan menghempuskannya secara perlahan, mendapatkan dua kali terobosan dalam waktu singkat membuat tubuhnya harus beradaptasi secara cepat dengan kekuatannya yang baru.
"Bersiaplah, sebentar lagi aku akan membuka gerbang suci ke tiga..!!!" Ucap putri Miya.
Meskipun Wu Yi Feng kini sudah merasakan sedikit lelah, tapi ia sadar bahwa saat ini dirinya tidak bisa untuk berhenti, jadi sebisa mungkin pemuda itu bertahan dan mengangguk lemah.
BOOOMMMMM...
Kali ini gelombang yang datang bahkan jauh lebih hebat daripada kedua gerbang awal disatukan, Wu Yi Feng sampai memuntahkan sedikit darah dari mulutnya. Namun ia segera mengkonsolidasikan seluruh gelombang energi tersebut ke seluruh tubuhnya.
Waktu kembali berlalu, gerbang ke empat, ke lima, ke enam, dan ketujuh telah terbuka. Jika wajah Wu Yi Feng sudah kemerahan seperti udang rebus maka wajah putri Miya seperti daun kering, kulitnya yang memang putih bersih kini berubah menjadi putih pucat, sepertinya putri Miya hampir sampai di batasnya.
"Ber... Bersiaplah, aku akan segera melepaskan gerbang terakhir... Gerbang ini jauh berbeda dengan gerbang - gerbang sebelumnya.. Bertahanlah.." Putri Miya berbicara dengan gemetar, hingga akhirnya perempuan itu tumbang juga sesaat setelah melepaskan penahan gerbang terakhir.
BOOOMMMMM...
BOOOOOMMMMM...
BOOOOMMMMMMM...
Terdengar tiga kali ledakan ketika akhirnya gerbang terakhir terbuka, mata Wu Yi Feng melotot, ia juga menyemburkan darah yang cukup banyak dari mulutnya dan sedetik kemudian ia berteriak akibat ledakan energi yang cukup besar di dalam tubuhnya.
"Arrrrrgggggghhhhhhh..."
Angin dan guntur sahut menyahut, bahkan telaga keabadian membentuk sebuah pusaran angin yang cukup kencang hingga membuat tubuh putri Miya yang polos tanpa sehelai benang pun terhempas kesana kemari.
Wu Yi Feng yang mengetahui hal tersebut berusaha sekuat tenaga untuk meredam badai energi secepat mungkin karena fokusnya sekarang adalah menolong putri Miya.
"Arrrrgggggggghhhhhhhh...."
BLAAAAMMMMMMM...
Satu ledakan dahsyat mengakhiri semuanya, terbukanya gerbang kedelapan menggenapi kesembilan gerbang yang kini telah terbuka, sekaligus membuat Wu Yi Feng masuk ke fase atau ranah Pendekar Bumi tingkat awal.
Terbukanya gerbang ke delapan bukan hanya berdampak pada kekuatan Wu Yi Feng yang bertambah berpuluh puluh kali lipat, namun juga mengubah susunan tubuh dan tulangnya.
Tubuh Wu Yi Feng kini berubah menjadi tubuh emas, hal tersebut menyempurnakan tubuhnya secara keseluruhan. Setelah merasa bahwa ia bisa menguasai kekuatan barunya, Wu Yi Feng segera mengangkat dan membawa tubuh putri Miya.
Tao Tie yang datang saat mendengar ledakan keras kini ikut berlari menjemput putri Miya, "Wu Yi Feng ikuti aku.." Tao Tie melesat cepat menuju ke ujung hutan dimana disana ada air terjun dan juga sebuah gubuk kecil yang selama ini menjadi tempat bernanung putri Miya.
Tanpa dikomando Wu Yi Feng segera membawa putri Miya masuk lalu membaringkan dan menyelimutinya di sebuah ranjang satu - satunya yang ada di tempat tersebut.
Tapi semua belum berhenti sampai disitu, Wu Yi Feng menepuk jidatnya dengan keras ketika menyadari bahwa dirinya saat ini telanjang bulat, sedangkan pakaian dan juga cincin ruangnya ia taruh di dekat telaga keabadian.