The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Lelang Pusaka II



Dari sekian banyak barang pusaka dan juga tanaman obat langka yang dihadirkan, tidak ada satupun yang membuat Wu Yi Feng ingin membelinya. Hingga akhirnya sebuah mustika siluman berusia 1000 tahun diperlihatkan.


Mustika tersebut adalah milik siluman rubah yang telah melegenda dan dulunya hidup di daerah utara yang bersalju, sebelum akhirnya dikalahkan oleh pendekar elang emas.


Kristal berwarna biru muda berukuran sebesar telur ayam tersebut mengeluarkan energi yang sangat besar dan kuat hingga semua orang yang ada di sana bisa merasakannya.


"Akhirnya kita sudah sampai di penghujung acara, mustika siluman rubah es berusia 1000 tahun ini adalah pusaka terakhir dari kami, dan harga pembukanya adalah 1000 keping emas, dan akan naik dengan kelipatan 100 keping emas..!!!" Seru sang pembawa acara.


"1100 keping emas.."


"1200 keping emas.."


"1300 keping emas..."


Para peserta mulai bersahut sahutan, hingga sebuah penawaran yang sangat tinggi membuat mereka semua terdiam.


"15 ribu keping emas...!!!" Wu Yi Feng berteriak.


Sontak semua orang menoleh kepadanya, mereka melongo dangan mulut ternganga lebar, seolah tak percaya ada orang yang mau mengeluarkan 15 ribu keping emas untuk sebuah mustika.


Sebenarnya sangat wajar mereka heran karena 15 ribu keping emas bukanlah jumlah yang sedikit, bahkan saat kau memiliki 10 keping emas saja sudah cukup untuk membuatmu berfoya foya selama lebih dari setahun penuh.


"15 ribu keping emas sekali..."


"15 ribu keping emas dua kali..."


"Terjual...!!!"


Pembawa acara mengetuk palu tiga kali menandakan bahwa batu mustika telah laku terjual. Wu Yi Feng maju dan naik keatas panggung untuk menyelesaikan transaksi.


"Ambillah.. Didalamnya ada lebih dari 15 ribu keping emas.." Wu Yi Feng melemparkan sebuah cincin ruang berwarna kuning keemasan kepada panitia.


Panitia tersebut mengecek sebentar, tiba - tiba senyumnya terkembang sangat lebar. "Hahahaha.. Kau benar - benar anak muda yang kaya raya, ini ambillah sebagai bonus dariku.." Panitia tersebut melemparkan balik sebuah cincin ruang yang terbuat dari logam berwarna perak mengkilat.


Ketika Wu Yi Feng mengecek isinya, ia juga tersenyum karena ternyata didalamnya berisi banyak sekali tanaman serta ramuan dan bahan pembuat obat - obatan langka, namun satu yang membuat Wu Yi Feng makin suka adalah karena didalamnya terdapat sekantung "kacang ajaib."


Wu Yi Feng yang sudah merasakan efek dari kacang ajaib tentu saja merasa sangat gembira, tanpa menunggu lama ia segera menyimpan mustika siluman rubah dan segera turun dari panggung.


Saat Wu Yi Feng berjalan kembali ke tempatnya semula, ia bisa mendengar bisik - bisik para pendekar dan pejabat yang ada disana, Wu Yi Feng hanya menanggapi semua itu dengan senyuman sinis.


"Ambillah.." Wu Yi Feng menyerahkan kotak yang didalamnya berisi mustika siluman rubah berusia 1000 tahun kepada Xiao Wei.


"Tu.. Tuan tolong jangan bercanda.. Mustika ini adalah benda yang benar - benar sangat berharga.." Jawab Xiao Wei dengan terbata bata, bahkan tangannya gemetar kala menerima mustika tersebut.


"Jika kau tak mau menerimanya, maka aku akan hancurkan mustika itu.." Timpal Wu Yi Feng dengan tatapan tajam dan menusuk, menandakan bahwa ia benar - benar serius dengan perkataannya.


"Ba.. Baiklah aku akan menerimanya jika memang tuan memaksa.."


"Berjanjilah satu hal, sebelum kau berhasil menyerap seluruh essensi dari mustika tersebut, jangan pernah keluar dari dalam cincin ruang..!!"


"Ta.. Tapi tuan??"


"Ba.. Baiklah.." Xiao Wei menunduk, ia dengan berat hati menerima syarat dari Wu Yi Feng meskipun sebenarnya ia sadar jika yang dilakukan oleh tuannya adalah untuk kebaikan nya sendiri karena saat proses penyerapan inti mustika tidak ada boleh ada gangguan atau kesalahan sedikitpun atau akan berakibat fatal baginya.


"Aku simpan mustikanya di dalam cincin ruang, setelah kau masuk kedalamnya segera ambil dan serap.." Pungkas Wu Yi Feng seraya berdiri dan mengajak Xiao Wei pergi dari tempat lelang.


Ketika keduanya telah berada di batas kota, Xiao Wei segera berubah menjadi bulatan cahaya dan masuk kedalam cincin ruang milik Wu Yi Feng, sedangkan ia sendiri bersiap karena ia telah merasa ada beberapa orang yang mengikutinya sedari tempat lelang.


"Hei anak muda, serahkan mustika langka milikmu jika memang kau sayang dengan nyawamu..!!" Ancam salah satu dari sepuluh orang pria yang muncul dari balik pohon dan mengepung Wu Yi Feng.


"Pergilah sebelum aku menarik pedang, jika kalian masih ingin melihat bulan nanti malam.." Ancam balik Wu Yi Feng.


"Hahahahaha... Seorang pemuda anak orang kaya yang baru belajar beladiri berani mengancam kami?? Mungkin kau tidak kenal siapa ka..."


"Aku tidak peduli siapa kalian.." Potong Wu Yi Feng.


"Kau.. Kakak anak ini sombong sekali, lebih baik kita segera habisi dia..!!!" Seru salah satu dari mereka.


"Kau benar adik, segera buat formasi kematian..!!" Timpal yang lain.


"Lamaaa..." Jawab Wu Yi Feng sambil bergerak dengan sangat cepat dengan menggunakan langkah kilat.


Dalam satu tarikan napas saja, delapan diantara sepuluh orang telah terbunuh. Sedangkan dua sisanya seakan tak percaya dan mematung saking ngerinya.


"Si.. Siapa kau sebenarnya..???"


"Tanyakan itu pada raja neraka...!!!" Jawab Wu Yi Feng sambil membantai dua orang yang tersisa.


Wu Yi Feng mengambil semua harta yang mereka miliki sebelum menaiki kudanya dan meninggalkan tubuh kesepuluh pembunuh bayaran sebagai makanan binatang buas.


"Wahh tuan memang hebat.. Kalau begini aku bisa tenang menyerap inti mustika.." Ucap Xiao Wei menggunakan suara batin.


"Segera berlatih atau aku hancurkan rohmu..!!" Ancam Wu Yi Feng.


"Ba.. Baik tuan.. Hihihihi..."


Xiao Wei mulai bermeditasi, ia mengambil mustika berwarna biru muda tersebut lalu meletakkan di hadapannya. Gadis muda tersebut menutup matanya dan mulai berkonsentrasi untuk menyerap kekuatan yang terkandung di dalam mustika siluman rubah berusia 1000 tahun.


Setelah memacu kudanya selama sehari semalam, akhirnya Wu Yi Feng tiba juga di gerbang kota Lu Dong. Senyum kelegaan terpancar dari wajahnya, tanpa menunggu lagi pemuda itu bergegas mengarahkan kudanya menuju sekte pedang langit berada.


Sebuah pelukan menyambutnya ketika ia baru memasuki gerbang pertama dari sekte pedang langit, Wang Fei Lin menghambur dan memberinya pelukan yang cukup lama.


"Syukurlah kau kembali dengan selamat Feng gege, semua orang begitu khawatir karena kalian sudah pergi berbulan bulan lamanya, ngomong - ngomong dimana Bai Lang..???" Ucap Wang Fei Lin masih dalam posisi memeluk Wu Yi Feng.


"Aku akan ceritakan semuanya, tapi sebelumnya bisakah kau lepaskan pelukanmu??"


"Ahhh... Maaf.." Wang Fei Lin melepaskan pelukan sambil menahan malu.


Berdua mereka memasuki area sekte pedang langit, keduanya berpisah di koridor utama karena Wu Yi Feng harus menemui para guru untuk melaporkan semua hal tentang misinya kali ini, sedangkan Wang Fei Lin kembali ke dalam asrama.


Bai Lang datang sepekan kemudian, ia tak sendiri karena Zhou Mei Lan telah memutuskan untuk memperdalam ilmu beladirinya di sekte pedang langit. Atas rekomendasi ketua sekte, maka Zhou Mei Lan bisa menjadi murid tanpa harus melewati ujian penerimaan terlebih dahulu.