
Wu Yi Feng membetulkan rahangnya yang bergeser, dilihatnya putri Miya sudah berada di hadapan makhluk aneh tersebut, putri Miya membelai makhluk tersebut dengan lembut dan penuh perasaan seolah olah makhluk tersebut adalah anaknya sendiri.
"Berani - beraninya kau menyerang dan hendak menghabisi binatang suci milikku..!!!" Teriak putri Miya sambil mengacungkan jari telunjuknya.
"Apa?? Binatang suci?? Menyerang?? Tanya padanya, siapa yang menyerang terlebih dahulu..!!" Seolah tak mau kalah, kali ini Wu Yi Feng ikut berteriak dihadapan wanita cantik yang tubuhnya transparan tersebut.
"Makin tidak tahu diri, dihadapanku yang seorang putri kau berani menaikkan suaramu??"
"Aku tidak peduli, bahkan jika kau dewa sekalipun.. Lebih baik aku mati daripada harus diam ketika difitnah..!!!" Wu Yi Feng bersiap, sebuah kuda - kuda pembuka jurus phoenix nirwana ia rapalkan.
"Dengan kemampuanmu saat ini, semua jurus - jurusmu hanya bagaikan angin lalu bagiku.." Putri Miya melesat maju dan memberikan sebuah serangan tapak yang bertubi - tubi pada Wu Yi Feng tanpa sekalipun bisa ditahan oleh pemuda tersebut.
BLAAAAAMMMMM...
BLAAAAMMMMMM...
BLAAARRRRRR....
Wu Yi Feng terjatuh dalam posisi terhempas dan bersandar di pohon besar, ia bisa merasakan seluruh organ dalamnya saat ini sedang terluka parah, andai saja putri Miya tidak mengurangi tenaganya bisa dipastikan ia akan terbunuh oleh serangan tersebut.
WWHUUUSSSSSSHHH..
Sebilah pedang terbuat dari elemen es terbentuk di udara, Putri Miya maju dan bersiap menebas batang leher Wu Yi Feng ketika sebuah suara lembut menghentikan laju wanita cantik tersebut. "Putri, maafkanlah pemuda itu.. Akulah yang bersalah karena menyerangnya terlebih dahulu.." Ucap binatang setengah babi dan setengah gurita sambil melilitkan salah satu tentakelnya ke tubuh transparan Miya.
"Huhh.. Rawat lukanya sementara aku pergi mengambil air dari telaga keabadian.." Seru putri Miya kepada binatang aneh tersebut. Setidaknya itulah samar - samar yang didengar oleh Wu Yi Feng sebelum dirinya jatuh dan tak sadarkan diri.
Beberapa hari berlalu, menderita luka yang cukup parah berkali - kali dalam waktu yang berdekatan membuat proses regenerasi di tubuhnya berjalan agak lambat, namun setidaknya seluruh tulang serta organ dalam di tubuhnya sembuh dan pulih sedia kala dan tidak meninggalkan cacat sedikitpun.
"Akhirnya kau bangun juga.." Sapa hewan suci setengah babi dan setengah gurita yang memperkenalkan dirinya sebagai Tao Tie ketika mengetahui Wu Yi Feng mulai membuka matanya.
"Berapa hari aku tidak sadarkan diri??"
"Delapan hari.."
"Selama itukah??" Wu Yi Feng tersenyum getir, ia sadar tubuhnya mudah sekali terluka akhir - akhir ini.
"Kau hebat juga, setidaknya kau bisa bertahan dari serangan putri Miya.."
Sekali lagi Wu Yi Feng tersenyum, kali ini senyumnya terlihat begitu menyedihkan. Seorang pemuda yang di dunianya dianggap sebagai seorang jenius, disini bahkan bisa terluka dan kehilangan kesadaran hanya karena satu kali serangan.
Wu Yi Feng bangkit kemudian mengikuti gadis tersebut, Miya melayang menjauhi hutan dan menuju ke tempat dimana telaga keabadian berada.
"Nona, kenapa kau memintaku mengikutimu..??"
Miya tidak langsung menjawab, melainkan menatap tajam ke arah Wu Yi Feng, "Benarkah kau sama sekali tidak mengetahui perihal tubuhmu??"
Wu Yi Feng menggeleng, ia hanya tahu bahwa dirinya mempunyai tubuh dewa dan mendapatkan akar Qi karena telah membuka gerbang suci ke sembilan, selain itu ia tidak mengetahui apapun.
"Sungguh kasihan.." Miya tersenyum sinis, perempuan itu menatap Wu Yi Feng dengan tatapan yang sulit untuk diartikan karena pemuda di depannya tak lebih dari seorang pemuda lugu yang tidak mengerti apa - apa.
"Aku heran, kenapa pemuda selemah kau bisa tahan dengan siksaan yang aku pasang di sana (pintu neraka)." Gumam Miya sambil geleng - geleng kepala.
Mengingat kembali ratusan tahun kebelakang meski tidak banyak tapi setidaknya puluhan orang sudah mencoba memasuki gerbang atau pintu neraka, dengan anomali yang ada di sekitarnya saja banyak yang menjadi korban bahkan sebelum bisa memasukinya dan bagi mereka yang beruntung sempat memasukinya, tidak pernah ada yang bisa tahan dengan siksaan yang ada di dalamnya, semua berakhir dengan kematian hanya dalam waktu singkat.
Beberapa orang dengan kemampuan yang lebih hebat dari Wu Yi Feng pernah memasuki gerbang neraka, namun nasib mereka semua sama, tewas saat merasakan siksaan yang hebat di dalam, karena itulah Miya benar - benar heran bagaimana mungkin sosok pemuda lemah dihadapannya mampu mengaktifkan portal yang membawanya ke alam pengasingan, portal yang hanya memiliki satu jalan masuk, tanpa memiliki jalan untuk keluar.
"Apa kau tidak pernah merasa aneh? Apa tingkatanmu seolah terhenti dan tidak bisa naik lagi?" Tanya Miya yang kini berjalan mengitari Wu Yi Feng.
Pemuda itu nampak berpikir, lama ia terdiam sebelum akhirnya bersuara, "Aku rasa bukan tingkatanku yang tidak bisa naik, tapi aku yang terlalu takut untuk menaikkan tingkatanku.."
Miya tersenyum, setidaknya pemuda di hadapannya tidak sebodoh yang ia kira. "Tubuhmu adalah tubuh spesial dimana saat kau dilahirkan maka seluruh akar Qi di tubuhmu telah terbuka dengan sendirinya, namun seiring berjalannya waktu, tubuh ini akan membawamu kepada kematian karena ledakan energi didalamnya yang tidak bisa kau tahan."
Wu Yi Feng terdiam dan mencoba mencerna kata - kata Miya, jika ia memang dilahirkan hanya untuk mati, lalu untuk apa semua ini? Kenapa sang pendekar elang emas bahkan sama sekali tidak memberitahunya? Apa mungkin beliau juga tidak mengetahui hal ini??
"Namun kau sungguh beruntung, karena ada seseorang yang berbaik hati memberikanmu sebuah pusaka untuk menahan ledakan energi dari dalam tubuhmu..!!!" Jelas Miya.
Tak perlu waktu lama bagi Wu Yi Feng untuk mengetahui pusaka apa yang dimaksudkan oleh Miya, Wu Yi Feng mengangkat tangan kirinya dimana disana terpasang sebuah cincin hitam pemberian dari pendekar elang emas.
Jika ditelisik lebih jauh lagi, cincin ini benar - benar ajaib bahkan Wu Yi Feng ragu ada cincin ruang yang menyamai cincin miliknya tersebut. "Nona, sebenarnya cincin apakah ini??"
"Aku tidak tahu, tapi siapapun yang memberikannya kepadamu, ia hanya ingin kau selamat.." Ucap Miya sambil berjalan mendekat dan melihat cincin tersebut dari jarak yang cukup dekat.
"Andai cincin tersebut tidak menahan energimu, maka bisa dipastikan kau akan mati ketika menerobos ke tingkatan pendekar suci dan membuka delapan gerbang suci secara bersamaan..!!!"
Wu Yi Feng tersentak, semua yang dikatakan Miya benar adanya, sekuat apapun dirinya tak akan sanggup bila harus menahan tekanan energi sebesar itu, rupanya hal itu memang benar, dirinya dilahirkan hanya untuk mati.