
Tak terasa dua tahun berlalu sudah, Wu Yi Feng dan juga ketiga sahabatnya beserta Wang Fei Lin, Zhou Mei Lan dan juga Shen Liang telah menjadi murid tingkat lima. Shen Liang sendiri kini sudah mulai membuka diri dan bergaul bersama Wu Yi Feng beserta kawan kawannya.
Wu Yi Feng sendiri saat ini telah berusia 16 tahun lebih, ia telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah dan kuat. Pemahamannya pada ilmu beladiri dan juga ilmu pedang juga sudah berada dalam tahapan ahli.
Jika teman temannya masih berada di tingkatan pendekar raja tahap awal, maka Wu Yi Feng sudah hampir mencapai tingkatan pendekar suci. Hanya Shen Liang lah yang mendekati kemampuannya di tingkatan pendekar raja tahap menengah.
Selain mendalami ilmu beladiri, Wu Yi Feng juga lebih mendalami lagi teknik formasi dan segel, serta pengobatan dan pembuatan pil. Berkat masukan yang didapatnya dari Xun JeHa, membuat kemampuan beladiri Wu Yi Feng maju secara pesat.
Bukan hanya pendalamannya akan ilmu beladiri yang mengalami kemajuan, tubuhnya pun telah tertempa secara sempurna (salah satunya karena menyerap ilmu tubuh intan milik jenderal Huo Long). Hanya butuh sedikit dorongan untuk merubah keseluruhan tubuhnya menjadi "Tubuh Perak."
Berbagai misi juga telah ia jalani selama menjadi murid dari sekte atau perguruan pedang langit, kredit poin yang lumayan tinggi membuatnya mendapatkan sumber daya yang melimpah, hal tersebut jugalah yang membuat kemampuannya bisa maju dengan pesat.
Hingga pada suatu hari di siang bolong yang sangat terik, beberapa orang prajurit yang mengaku sebagai utusan dari kekaisaran Song mendatangi sekte pedang langit.
"Berhenti..!!! Siapa kalian dan ada perlu apa kemari..??" Seru ketua penjaga gerbang sekte sembari menghentikan rombongan prajurit berkuda.
Rombongan tersebut terdiri dari lima prajurit berkuda dengan mengenakan seragam perang lengkap, dengan tombak yang siap sedia dan pedang tersarung rapi di pinggang.
"Kami adalah utusan dari Kaisar Song, tolong ijinkan kami masuk..!!" Jawab salah seorang prajurit.
"Buktikan jika memang kalian adalah utusan kaisar..!" Beberapa murid yang kebagian menjaga pintu gerbang sekte segera berkumpul dan membuat sebuah formasi.
Salah seorang diantara mereka turun dari kuda, menghampiri ketua murid lalu merogoh jubah dan mengeluarkan sebuah emblem yang terbuat dari giok dan berukir kepala naga.
Melihat hal tersebut, ketua penjaga gerbang sekte pedang langit segera membuka gerbang dan mempersilahkan kelima prajurit untuk memasuki kawasan sekte.
Kelima kuda tersebut bergerak dengan cepat hingga sampai di halaman tengah, dimana saat itu ada murid tingkat empat yang sedang berlatih.
Karena tak ingin mencari masalah, mereka memberhentikan kuda dan turun serta memberikan salam kepada beberapa orang guru yang ada disana.
"Hormat kepada Tetua.."
"Sudahlah, tak perlu terlalu formal.. Ada apa gerangan hingga kaisar Song sampai mengutus kelima Jenderal utamanya kemari??" Jawab salah seorang guru yang terlihat paling senior.
"Kami ada keperluan yang sangat penting, untuk itu bisakah kami bertemu dengan Ketua sekte Lin Zhun??"
"Bisa - bisa, kebetulan ketua sedang senggang hari ini.. Mari ikuti saya.."
"Tokkk.. Tokkk.."
"Masuklah.."
Suara lembut terdengar dari balik pintu sebuah bangunan yang kecil namun nampak sangat asri, guru senior yang mengenali suara tersebut sebagai suara dari ketua sekte pun membuka pintu dan mempersilahkan kelima jenderal untuk masuk.
"Silahkan kalian masuk, aku akan berjaga didepan.."
"Tidak perlu semua, cukup salah satu dari kami.."
Ketika salah seorang dari mereka sudah masuk, maka pintu pun ditutup dan diberikan segel oleh guru senior supaya tak ada satu orang pun yang bisa mencuri dengar apa yang dua orang itu bicarakan didalam.
"Ahhh, Jenderal bayangan utara Bao Zhen.. Suatu kehormatan bisa bertemu dan bertatap muka secara langsung denganmu.. Silahkan duduk.." Ucap ketua sekte Lin Zhun sambil menuang teh madu hitam.
Bao Zhen, sosok lelaki matang berusia sekitar 45 tahunan. Merupakan seorang prajurit yang telah mengabdi kepada kaisar semenjak dirinya berusia belasan tahun, karena bakat, loyalitas serta keuletannya, beliau mendapatkan kehormatan sebagai salah satu jenderal dari pasukan bayangan, sebuah pasukan elit yang dibentuk dan diperintah langsung oleh sang Kaisar.
"Terima kasih ketua, saya juga sangat beruntung karena akhirnya bisa bertemu dengan salah satu dari lima pendekar terkuat di negeri Song." Jawab jenderal Bao Zheng sembari memberikan hormat.
"Hahahaha.. Gelar tersebut begitu berat untuk aku pikul, lagipula saat ini telah bermunculan talenta - talenta muda yang kelak akan melampaui kekuatanku.." Seru Lin Zhun yang baru saja berhasil membuka gerbang suci keempatnya.
"Ketua terlalu merendah.." Puji jenderal Bao Zheng sembari meneguk teh miliknya.
"Langsung saja ketua, tujuan kaisar mengirim kami kemari adalah untuk meminta bantuan dalam menghadapi para perompak laut yang kian hari kian meresahkan." Ungkap jenderal Bao Zheng.
"Perompak laut ya?? Hmmm.... Baiklah, aku akan menunjuk beberapa murid tingkat akhir untuk tugas kali ini." Jawab ketua Lin Zhun sambil memainkan jenggot putihnya yang panjang.
"Untuk misi kali ini, selain sekte pedang langit. Kaisar juga meminta bantuan sekte - sekte besar lainnya seperti sekte pedang pinus, lonceng kebenaran dan sebagainya.." Jelas jenderal Bao Zheng panjang lebar.
"Bagus, sungguh bagus.. Kaisar benar - benar cerdas, misi gabungan ini bukan hanya akan memberikan peluang kemenangan dipihak kita, namun juga bisa membuat hubungan antar sekte menjadi makin mesra.."
"Yang anda katakan sungguh benar ketua, mari kita bersulang.." Jenderal Bao Zheng mengangkat cangkirnya tinggi - tinggi sebelum menghabiskan tehnya dalam satu tegukan.
Keduanya membicarakan tentang misi gabungan tersebut selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya ketua Lin menyuruh para utusan termasuk jenderal Bao untuk beristirahat terlebih dahulu, sedangkan ketua Lin berdiskusi dengan beberapa guru senior guna memilih murid yang akan ikut dalam misi gabungan kali ini.