
Wu Yi Feng membuka matanya secara perlahan, ia membuka kain putih yang menutupi tubuhnya lalu duduk selama beberapa saat sebelum menyadari bahwa dirinya berada di ruang jenazah.
Di samping ranjangnya ada beberapa mayat lagi yang juga tertutup kain putih, saat itu hari masih begitu pagi, matahari bahkan baru saja terbit. Wu Yi Feng melilitkan kain putih ke sekujur tubuhnya karena saat ini ia dalam keadaan telanjang bulat.
Saat ia ingin keluar dari ruangan, matanya tertuju pada sesosok tubuh kaku yang juga tertutup kain putih, karena penasaran ia pun membuka kain putih tersebut dan memeriksa siapa yang ada dibaliknya.
"Jenderal Huo Long??" Batinnya ketika melihat sosok mayat dengan luka bekas tersambar petir (Bekas sambaran petir umumnya adalah urat - urat yang menonjol keluar dan berwarna biru kehijauan serta bekas gosong.)
Wu Yi Feng menutup matanya, seketika gambaran tentang pertempurannya dengan Jenderal Huo Long berlari lari didalam kepalanya.
"Aku tidak akan menggunakan lagi jurus tersebut.." Gumamnya sambil melihat efek mengerikan yang ditimbulkan oleh jurus dewa petir.
Tiba - tiba saja perhatiannya tertuju pada tatoo yang ada di dada sebelah kiri jenderal Huo Long, tatoo tersebut berbentuk tengkorak didalam sebuah tetesan air, tatoo tersebut berwarna merah kehitaman serta terlihat seperti hidup dan bergerak gerak.
Wu Yi Feng sempat memperhatikan sejenak sebelum berasumsi bahwa itu hanyalah halusinasinya saja, ia kemudian menutup kembali kain putih ke seluruh jasad jenderal Huo Long sebelum akhirnya membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut.
"Han.. Hantuuu.." Seru seorang pelayan yang sedang menyapu halaman depan begitu melihat Wu Yi Feng berjalan mendekat.
Pelayan tersebut jatuh pingsan, sedangkan Wu Yi Feng hanya bisa menggaruk kepalanya karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Tidak ingin membuat masalah, Wu Yi Feng memutuskan masuk ke salah satu kamar yang berada di dekatnya namun begitu ia membuka pintu kamar tersebut, sebuah teriakan dan lemparan botol menyambutnya.
PLETAAAAKKKKKKK...
"Auwwwww...." Wu Yi Feng menggosok dahinya yang terkena lemparan botol.
"Arrrrggggghhhhh..." Suara teriakan perempuan membuat Wu Yi Feng terkejut hingga mundur beberapa langkah sambil menutupi matanya.
"Mesum...!!! Apa yang kau lakukan..??" Teriak perempuan yang tak lain adalah Zhou Mei Lan.
"Maaf, aku benar - benar tidak tahu jika ini adalah kamarmu, lagipula kenapa kau tidak mengunci pintunya jika sedang berganti pakaian??" Jawab Wu Yi Feng yang seolah mencari pembenaran.
"Kau.. Kau...?? Tidak mungkinnn..." Zhou Mei Lan pun kehilangan kesadaran dan terjatuh diranjang, sementara itu Wu Yi Feng hanya bisa menepuk jidatnya.
Tak berapa lama kemudian orang - orang pun berdatangan karena mendengar teriakan dari arah kamar Zhou Mei Lan.
Sama seperti Zhou Mei Lan, reaksi pertama mereka adalah ketakutan dan tidak percaya. Bagaiamanapun Wu Yi Feng sudah divonis meninggal sehari sebelumnya, dan kini ia sedang duduk di depan kamar Zhou Mei Lan.
Pak tua Zhou bahkan memastikan penglihatannya berkali kali sebelum yakin bahwa Wu Yi Feng memang bangkit dari kematian.
"Ini tidak mungkin, kemarin aku jelas - jelas tidak merasakan sama sekali denyut nadimu.." Seru pak tua Zhou setelah memeriksa tubuh Wu Yi Feng.
"Seseorang yang bisa bangkit dari kematian bukanlah hal biasa, bahkan di kalangan dunia beladiri sekalipun.." Lanjut pak tua Zhou.
"Siapa bilang aku manusia?? Aku adalah phoenix..." Jawab Wu Yi Feng asal sambil berlalu.
"Apa? Pho.. Phoenix??"
"Berhentilah menatapku seperti itu, aku bukan hantu.."
"Jika kau bukan hantu, maka jelaskan padaku bagaimana kau bisa bangkit setelah meninggal lebih dari sehari..!!"
"Sangat sulit menjelaskannya, tapi percayalah aku 100% manusia.."
"Jauh - jauh dariku...!!!" Seru Zhou Mei Lan sambil mengangkat tangannya.
Wu Yi Feng mengangkat bahu sebelum berlalu dari sana, tak berapa lama kemudian seorang prajurit datang dengan tergopoh - gopoh menemui Zhou Mei Lan.
"Nona gawat.. Tuan muda Bai Lang mengamuk di penjara..."
"Apaaaa..?? Ayo kesana.." Zhou Mei Lan bergegas ke penjara bersama dengan penjaga.
Sementara itu ketika Wu Yi Feng baru keluar dari sebuah ruangan ia melihat pak tua Zhou bersama dua orang laki - laki sedang berjalan menuju ke arah kamar mayat.
Didorong oleh rasa penara, Wu Yi Feng memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Ketiganya masuk ke kamar mayat lalu menutup pintunya, sedangkan Wu Yi Feng mencuri dengar di depan.
"Jadi benar ada tanda tersebut, apa mungkin mereka sebenarnya telah meletakkan orang - orangnya di banyak tempat strategis tanpa kita sadari??"
"Entahlah, namun kita semua harus waspada.. Kekuatan organisasi ini tidak bisa kita anggap remeh.."
"Kau benar, kita harus melaporkan temuan kita kali ini kepada ketua.."
"Hmmm, itu pasti.. Tuan, terima kasih karena telah memberikan kami sebuah petunjuk yang sangat berharga.."
"Sama - sama, kita berasal dari satu organisasi yang sama.. Jangan sungkan - sungkan.." Jawab pak tua Zhou.
"Jika diijinkan, kami ingin membawa jasad ini untuk diperiksa.."
"Ehhh, itu... Aku harus merundingkan dulu dengan beberapa orang.."
"Baiklah, kami bisa menunggu..."
"Astaga Feng'er.. Kau mengagetkanku.." Pak tua Zhou terkejut karena begitu membuka pintu dan menyadari Wu Yi Feng sudah berdiri di hadapannya, bahkan kedua laki laki yang berada di samping pak tua Zhou sampai menarik pedang mereka.
"Apakah kalian bisa menjelaskan apa yang kalian bicarakan di dalam..??" Ucap Wu Yi Feng dengan tatapannya yang tajam hingga membuat pak tua Zhou merinding.
"Ten.. Tentu bisa, tolong jangan tatap aku seperti itu, aku bisa mati jantungan.." Jawab pak tua Zhou sambil menepuk lengan Wu Yi Feng.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan...!!!"
"Jangan mencampuri sesuatu yang bukan urusanmu anak muda..." Ucap mereka berdua dengan nada merendahkan.
"Kalau begitu, isi kamar ini akan bertambah dua lagi.." Tegas Wu Yi Feng sambil melepaskan aura raja naga langit miliknya yang dikombinasikan dengan aura membunuh.