The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Seleksi II



Suasana Aula pedang raja benar - benar meriah, teriakan dukungan dan yel - yel menggema. Apalagi ketika jagoan mereka naik keatas arena.


TRAAAAANNNNGGGG...


TRAAAANNNGGGGG...


Wang Fei Lin menahan serangan dari lawannya, gadis itu menunduk lalu dengan cepat menebas dada lawannya hingga membuat pemuda tersebut melompat ke belakang untuk menghindari serangan.


Bahkan ketika pemuda itu masih belum menyentuh tanah, Wang Fei Lin sudah melesat cepat lalu memberikan lawannya sebuah serangan penghabisan yang membuat lawannnya keluar dari arena pertandingan.


"Cukup..!!! Pemenangnya Wang Fei Lin.." Seru panitia pertandingan


Pertandingan kembali dilanjutkan, Chau Li dan Bai Lang sukses mengalahkan lawan - lawannya di pertandingan pertama, begitu juga Chui Dal Po yang melempar tubuh lawannya ke luar arena hanya beberapa detik setelah pertandingan dimulai.


Setelah beberapa pertandingan, Shen Liang akhirnya dipanggil juga. Pemuda yang kehilangan penglihatannya semenjak usia anak - anak itu maju ke arena pertandingan dengan pedang yang dikamuflasekan sebagai tongkat penunjuk jalan.


Yang menjadi lawan Shen Liang di pertandingan pertama kali ini adalah pemuda kekar yang bersenjatakan pedang ganda dan sebuah pisau kecil yang digigit di mulutnya.


Begitu pertandingan dimulai, pemuda tersebut langsung menyergap Shen Liang dengan cara melemparkan pisaunya ke arah kiri sebagai pengalihan lalu menyerang di sisi sebaliknya. Lawannya menggunakan kebutaan Shen Liang sebagai titik lemahnya.


Sayangnya ia lupa bahwa meskipun Shen Ling tidak bisa melihat namun pemuda itu mempunyai insting yang begitu peka, bahkan melebihi manusia normal pada umumnya.


Sabetan kedua pedang lawannya nyatanya sanggup di hindari dengan mudah oleh Shen Liang, tapi serangan lawannya belumlah usai, pemuda kekar itu mengayunkan kedua pedangnya dengan brutal hingga membuat para guru hendak menghentikan pertarungan mereka berdua andai saja ketua sekte tidak melarangnya.


"Tenagamu memang begitu kuat, tapi sayang pengalaman bertarungmu masih belum mencukupi untuk mengalahkanku..!!" Bisik Shen Liang tepat di telinga lawannya ketika ia memutar dan bersiap menyerang punggung lawannya yang terbuka tanpa pertahanan sama sekali.


BLLAAAAMMMMMM....


"Arrrrgggghhhhh..."


Sebuah sabetan mematikan menggunakan sarung pedang dilepaskan oleh Shen Liang hingga membuat pakaian lawannya terkoyak dan meninggalkan bilur biru melintang di punggung pemuda yang kini terkapar tak sadarkan diri.


Satu serangan cepat yang mengakhiri pertandingan membuat penonton yang tadinya bersorak menjadi terdiam, mereka seolah tak percaya jika badan sekekar itu akan roboh bahkan kehilangan kesadaran hanya dengan sekali serang.


"Selamat saudara Liang karena berhasil lolos ke putaran selanjutnya.." Seru Wang Fei Lin begitu Shen Liang kembali ke tempat duduknya.


"Terima kasih Fei Lin.." Balas Shen Ling dengan senyuman tipis yang menyenangkan.


"Tidak buruk untuk sebuah pertandingan pertama.." Ucap Wu Yi Feng ketika Shen Liang sudah duduk di sebelahnya.


"Terima kasih.. Aku juga sudah tidak sabar melihat pertandinganmu saudara Feng.."


Menjelang akhir pertandingan seleksi yang pertama, nama Wu Yi Feng akhirnya diaebut juga oleh panitia pertandingan. Wu Yi Feng membuka matanya dan menghirup napas panjang kemudian segera maju menuju ke arena pertandingan.


"Sungguh sial pemuda yang akan menghadapi saudara Feng, impiannya untuk ikut turnamen naga muda harus pupus lebih awal." Gumam Chau Li.


"Kau benar.." Timpal Bai Lang yang ternyata mendengar ucapan Chau Li.


"Oke semua sudah siap..??? Mulaii..!!!"


WHUUUUUSSSSS..


BUUUGGGGHHH...


"Uhuuugggg.." Baru saja panitia pertandingan mengangkat tangan tanda dimulainya pertandingan, bahkan lawannya juga belum berkedip ketika tiba - tiba saja Wu Yi Feng sudah berada tepat di hadapannya dan memukulnya tepat di ulu hati hingga membuat sang lawan kehilangan kesadaran.


"Pe.. Pemenangnya Wu Yi Feng..!!!" Seru panitia pertandingan yang masih belum percaya dengan penglihatannya.


Sunyiiiii...para penonton dan juga guru terbelalak, bagaimana tidak. Baru saja pertandingan dimulai, bahkan tidak ada satupun diantara mereka yang sadar jika Wu Yi Feng sudah bergerak hingga sebuah pukulan mendarat tepat di tubuh lawannya.


"Terlalu kuat.."


"Hehehehe.. Bagus.. Bagus.." Lin Zhun sang ketua sekte pedang langit tersenyum lebar sambil memainkan jenggot putih panjangnya.


"Apa kau bisa melihat gerakannya??" Tanya Chau Li kepada Bai Lang yang berada di sampingnya.


"Melihat gerakannya?? Jangan gila, aku bahkan sengaja tidak berkedip dari tadi namun aku sama sekali tidak melihat ia bergerak, seolah - olah ia muncul begitu saja di hadapan lawannya.." Jawab Bai Lang yang kini kesulitan menelan ludah.


"Sejauh itukah perbedaan kekuatan kita.." Pungkas Chui Dal Po, ketiganya saling berpandangan dan tanpa disadari muka mereka berubah menjadi pucat.


Selepas renteten pertandingan pertama, para peserta seleksi diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk menikmati hidangan makan siang sekaligus mengembalikan kondisi.


"Semoga saja aku tidak bertemu dengan Feng gege ataupun Shen Liang.. Dewa bantu aku.." Batin Wang Fei Lin setelah melihat betapa mengerikannya kekuatan Wu Yi Feng dan juga Shen Liang.


"Saudara Feng, apa nama jurus yang kau keluarkan tadi..? Bai Lang mencoba mencairkan keadaan.


"Jurus?? Aku hanya bergerak biasa saja, lagipula pukulanku juga hanya sekedar pukulan ringan.."


"Uhukkk.." Chau Li dan juga Chui Dal Po sampai tersedak makanannya sendiri begitu mendengar jika ternyata gerakan tadi hanyalah gerakan ringan dan sama sekali bukan sebuah jurus.


"Aku sungguh merasa bahwa diriku adalah pemuda yang tidak berbakat.. Usia kami terpaut dua tahun, bahkan aku lebih tua darinya, tapi mengapa perbedaan kemampuan kami sejauh itu??" Chau Li menggeleng pelan.


"Itu karena kau menghabiskan waktumu untuk menggoda dan mengencani gadis - gadis alih - alih berlatih dengan giat..." Chui Dal Po yang sudah lama ingin mengeluarkan keluh kesahnya seakan merasa plong setelah mengatakan semua itu.


"Kau.." Chau Li memberikan tatapan yang mengintimidasi.


"Ayo kita kembali, seleksi putaran kedua akan segera dimulai.." Wu Yi Feng bangkit dan berjalan santai menuju ke ruang tunggu peserta di ikuti oleh teman - temannya dan juga para peserta lainnya yang masih bertahan.


Putaran kedua masih menggunakan format yang sama, hanya saja jika di putaran pertama ada batasan waktu dalam suatu pertandingan, maka mulai putaran kedua batasan waktu itu ditiadakan.


Lagi - lagi Wang Fei Lin lah yang pertama kali disebut diantara teman - teman Wu Yi Feng, gadis itu tersenyum lebar begitu mengetahui bahwa dirinya tidak akan melawan salah satu dari dua orang monster.


Lawan Wang Fei Lin kali ini adalah seorang gadis tomboi dengan rambut dikepang kuda yang memakai tinju serta serangan pedang rahasia sebagai senjatanya.


"Lebih baik kau menyerah saja jika kau tidak ingin tubuh mulus serta wajah cantikmu itu menjadi cacat oleh serangan pisau rahasiaku..!!"


"Coba saja jika kau bisa.." Balas Wang Fei Lin yang sudah siap dengan kuda - kudanya.


"Siappp??? Mulai..!!!" Saat panitia pertandingan mengangkat tangan, saat itu pula keduanya melesat dengan cepat ke tengah arena.


TRIIINNNNGGGGG..


TRIIINNNGGGGGG...


Gesekan antara pedang dan juga pisau menimbulkan suara dan percikan bunga api, gadis tomboi itu melompat mundur sambil melepaskan beberapa senjata rahasianya dengan kecepatan yang luar biasa.


TRAAAANNNGGGGG..


TRAAAANNNGGGGGG...


Wang Fei Lin menangkis serangan senjata rahasia lawannya yang rupanya merupakan pengalihan karena begitu Wang Fei Lin sadar, lawannya telah menghilang dari jangkauan pandangannya.


"Mencariku???" Rupanya gadis tomboi tersebut sudah berada di belakangnya sambil mengancam dengan menekan pisaunya ke punggung Wang Fei Lin.


"Menyerahlah, kesempatanmu sudah habis.. Kau sudah kalah.." Bisik si gadis tomboi tepat di belakang telinga Wang Fei Lin.