The Legend Of Immortal Phoenix

The Legend Of Immortal Phoenix
Seleksi III



Pertandingan seleksi putaran kedua menyuguhkan pertarungan - pertarungan yang lebih mendebarkan, salah satunya adalah pertarungan Wang Fei Lin.


"Menyerahlah, kesempatanmu sudah habis.. Kau sudah kalah.." Bisik si gadis tomboi tepat di belakang telinga Wang Fei Lin sambil makin menekan pisaunya di punggung gadis cantik itu.


"Menyerah?? Jika hanya karena ini aku menyerah, maka aku tidak pantas berada di sampingnya.."


BLETAAAAAKKK...


Wang Fei Lin menghantamkan belakang kepalanya hingga membuat hidung gadis tomboi itu berdarah, tapi bukan berarti gadis itu hanya diam. Karena Fei Lin menyerangnya maka tanpa sengaja pisau yang sedari tadi menekan punggung Wang Fei Lin seketika menembus punggung gadis cantik tersebut hingga membuat pakaiannya yang berwarna biru muda berubah menjadi merah.


"Arrrggghhhh..." Keduanya terpekik, Wang Fei Lin dengan luka di punggungnya sedangkan lawannya memegangi hidungnya yang patah dan berdarah.


"Kau.. Kurang ajar kau.." Teriak gadis tomboi tersebut sembari berdiri dan mulai menyerang Wang Fei Lin yang saat ini sedang berjuang menahan rasa sakit akibat pisau yang menancap di punggung.


"Aku cincang kau..!!! Ucapkan selamat tinggal pada wajah cantikmu.."


Gadis tomboi itu mulai menyerang secara membabi buta, sedangkan Wang Fei Lin memilih untuk menghindar sambil terus mengkonsentrasikan tenaga dalamnya guna menutup luka tusuk di punggungnya.


Tak ingin terus - terusan di tekan, Wang Fei Lin merubah posisinya lalu bersiap menyerang dengan menggunakan teknik berpedangnya yang telah disempurnakan oleh Wu Yi Feng


"Teknik Pedang Kelembutan, Membelah Ombak..."


Wang Fei Lin mencoba memasuki zona pertahanan lawannya meskipun untuk itu ia harus merelakan kulit mulusnya tergores oleh serangan lawan, tapi ketika ia berhasil memasuki jarak serang, dengan cepat Wang Fei Lin menari dan mengibaskan pedangnya hingga sang lawan tak berdaya.


Pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Wang Fei Lin, napas gadis cantik tersebut tersengal sengal karena menahan sakit di punggung. Wang Fei Lin turun dari arena dan langsung di bantu oleh tenaga medis untuk diberikan pertolongan pertama.


"Saudara Chau, tolong berikan ini pada Fei Lin.." Wu Yi Feng mengeluarkan sebiji kacang ajaib dari cincin penyimpanan.


"Serahkan padaku.." Chau Li bergegas menuju ke ruangan pengobatan dimana Wang Fei Lin sedang mendapatkan pertolongan pertama.


Pertandingan terus berlanjut hingga tiba giliran Wu Yi Feng melawan Bai Lang, pemuda itu mengutuk dirinya sendiri karena sudah harus bertemu dengan orang yang sejatinya ingin ia hindari di putaran kedua ini.


Wu Yi Feng melangkah menuju arena dengan tenang, sedangkan Bai Lang tidak bisa menyembunyikan perasaan gelisahnya.


"Saudara Bai, mohon bantuannya.." Wu Yi Feng memberikan penghormatan.


"Eh.. Iya saudara Feng mohon bantuannya.." Bai Lang membalas penghormatan dari Wu Yi Feng.


Bai Lang menghirup napas panjang sebelum menghempaskannya secara perlahan, pemuda itu mulai memejamkan mata dan menghilangkan keraguannya.


Melihat hal itu, Wu Yi Feng sengaja diam dan memberikan kesempatan bagi Bai Lang untuk bersiap sementara ia mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan.


Bukan pedang aurora, pedang lava maupun pedang cahaya. melainkan hanya pedang biasa dengan kualitas menengah dan tak bernama.


"Aku sudah siap, terima kasih saudara Feng kau sudah mau menungguku.." Bai Lang menarik pedangnya dan bersiap dengan kuda - kuda jurus pembuka, begitu juga Wu Yi Feng yang tengah bersiap menghadapi datangnya serangan.


"Tunjukkan kepadaku hasil latihanmu selama tiga tahun ini..!!!" Ucap Wu Yi Feng sembari melesat kearah Bai Lang.


"Seni Pedang Empat Musim, Tarian Angsa di Musim Dingin.."


Wu Yi Feng menusuk dan bergerak sedingin es, serangannya begitu tajam hingga membuat Bai Lang terdesak dan hanya bisa bertahan.


"Giliranku.."


"Ilmu Pedang Burung Walet, Membelah Angkasa.."


Kali ini Wu Yi Feng yang dipaksa untuk mundur dan bertahan, karena Bai Lang menyerang dengan mengandalkan kelenturan pedang miliknya.


Sebenarnya sangat mudah bagi Wu Yi Feng untuk mengalahkan Bai Lang, bahkan dalam satu serangan jika ia mau. Tapi sebagai teman ia ingin menjaga marwah dan nama baik sahabatnya tersebut, karena itulah dirinya meladeni pertarungan terbuka dan saling beradu ilmu pedang.


Setidaknya dengan begini, ketika saatnya Wu Yi Feng serius dan mengalahkan Bai Lang maka temannya sudah terlihat melakukan perlawanan semaksimal mungkin. Namun rupanya diantara banyaknya penonton, ada dua orang yang sadar akan hal tersebut, mereka adalah Shen Liang dan juga ketua sekte Lin Zhun.


"Hohoho.. Benar - benar pria sejati.." Gumam Lin zhun.


BRUUUKKKKKK...


Bai Lang jatuh terduduk setelah menerima serangan Wu Yi Feng setelah bertarung sengit selama kurang lebih sepuluh menitan, kali ini penonton bersorak sorai karena mereka berdua telah memberikan sebuah pertunjukan yang luar biasa menakjubkan.


"Terima kasih karena tidak langsung menjatuhkanku dalam satu jurus.." Bisik Bai Lang ketika Wu Yi Feng membantunya berjalan turun dari arena.


"Sejujurnya kemampuanmu cukup berkembang banyak, paling tidak sejak terakhir kali kita mengambil misi di kota Yong Heng."


"Hehehe.. Kau benar - benar pandai menghiburku.." Ketika kembali, Bai Lang tidak duduk kembali di tempatnya semula, melainkan mengambil tempat di sebelah Zhou Mei Lan.


"Ambil ini.." Wu Yi Feng memberikan sebutir kacang ajaib sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.


Selain pertandingan antara Wu Yi Feng dengan Bai Lang, pertandingan lain tidak seberapa seru karena Shen Liang, Chau Li dan Chui Dal Po menang dengan mudah.


Setelah melalui pertandingan - pertandingan yang mendebarkan, akhirnya dari sekitar dua ratusan peserta kini hanya menyisakan enam murid yang akan beradu di babak final. Namun dikarenakan waktu yang sudah menjelang senja, maka ketua sekte mengumumkan bahwa pertandingan final akan diadakan keesokan harinya.


Meskipun ada sedikit kekecewaan dari para penonton, tapi mereka juga memakluminya karena para peserta sudah bertanding beberapa kali hari ini, akan tidak adil jika memaksakan laga final digelar hari ini juga, lagipula melihat mereka bertanding tidak dalam keadaan fresh dan full power tentu serasa ada yang kurang.


Adapun keenam peserta yang berhasil menembus babak final dan berpeluang menjadi tiga perwakilan sekte pedang langit untuk mengikuti turnamen naga muda yang akan diselenggarakan di ibukota kekaisaran Song adalah :



Shen Liang.


Wang Fei Lin.


Chui Dal Po.


Chau Li.


Wu Yi Feng.


Liu Ruxu. (Anak walikota Ludong)