
Langit malam yang terang bertabur bintang, menyita pandangan Sall yang sedang duduk di sofa yang terdapat di balkon kamar mansion Nieva dan Kevin. Sebetulnya bukan pemandangan langit yang berada dalam pikiran Sall saat ini, tapi pertemuannya dan Sanchia kemarin dengan Satya, cukup membuat pikirannya terkuras. Keberadaan Satya seolah membuatnya harus waspada dan berhati-hati. Apalagi ada aura permusuhan yang begitu kuat dari Satya pada Sall.
FLASHBACK ON
"Sanchia.. Syukurlah kamu baik-baik saja."
Satya memeluk sekilas tubuh Sanchia, sebelum melepasnya beberapa detik kemudian. Tatapannya hanya mengarah pada Sanchia, bahkan sama sekali enggan menatap Sall, yang menghunuskan tatapan tajam padanya sejak pertama kali melihat Satya.
Menyadari bahaya yang mengintai wanitanya, Sall segera melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Sanchia dengan sangat posesif. Namun nyatanya Satya sama sekali tidak peduli pada Sall.
"Aku dengar kamu kehilangan bayimu, aku ikut berduka cita ya Sanchia."
"Terima kasih Satya. Tapi dari mana kamu tahu?"
"Aku tahu dari Daddy, Papamu yang memberitahu Daddy soal keadaanmu. Sebelumnya banyak yang tidak aku tahu tentang kejadian-kejadian yang menimpamu sebelumnya, karena Larry pun sengaja merahasiakannya dariku. Tapi tidak ada rahasia diantara Papamu dan Daddy, pada akhirnya aku tetap tahu semua hal yang menimpamu. Termasuk kematianmu yang sengaja dipalsukan, juga pernikahanmu dengan orang yang memberi bantuan pada Bernardo. Sungguh sangat tidak terduga Sanchia."
Kali ini tatapan dingin Satya beralih pada Sall, lengkap dengan seringai di sudut bibirnya. Tangan Sall sudah mengepal kuat, karena menyadari kata-kata yang cukup mengintimidasi Sanchia.
"Satya, semuanya sudah berubah. Aku akan menjelaskan semuanya."
"Tidak perlu Sanchia, aku tidak perlu mendengar penjelasan apapun. Aku hanya tidak menyangka, kamu begitu naif. Seorang Ketua klan mafia yang kuat, akhirnya terperdaya oleh penipu."
Kali ini seringai dan tatapan tajam terpampang di wajah Sall, menantang Satya yang masih tidak gentar menghunuskan netra berkilat miliknya.
"Apa maumu? Sanchia dan keluarganya bahkan sudah memaafkan dan menerimaku sebagai anggota keluarga. Lalu kamu siapa? Merasa berhak menghakimi istriku, seolah istriku sudah melakukan dosa besar padamu. Sungguh kekanak-kanakan."
Cengkeraman tangan Satya mendarat kuat di kerah kemeja Sall, namun Sall justru terlihat mengulas seringai dinginnya, seolah tidak gentar menantang Satya yang sudah diliputi emosi.
"Heh brengs*k.. Semua perbuatan burukmu yang sudah membantu Bernardo untuk menyerang orangtuaku, keluarga Om Leonard, menculik Sanchia, dan memalsukan kematian Sanchia tidak akan pernah aku maafkan."
"Aku mungkin akan meminta maaf pada orangtuamu, tapi aku tidak peduli jika kamu tidak memaafkanku."
Sanchia berniat melepas tangan Satya dari kerah kemeja Sall, namun sebelah tangan Sall terangkat, memberi kode agar Sanchia tidak melakukan apapun.
"Cih.. Jangan terlalu sombong Sall Sherwyn Knight. Aku bisa saja menghancurkanmu."
"Apa yang kamu punya? Kamu bahkan sudah bukan Ketua klan Mafia DS Scorpion lagi."
"Bast*rd.."
Tangan kanan Satya sudah bersiap mendarat di wajah tampan Sall, namun seketika Sall menahannya, dan justru membanting tubuh Satya dengan cukup kuat.
"Sudah..Sudah.. Ayo kita pulang Honey.."
Sall menghunuskan tatapan tajamnya pada Satya yang meringis kesakitan, sebelum membukakan pintu mobilnya untuk Sanchia, lalu menyusul masuk dan segera melajukan mobil sportnya. Sementara Satya berusaha berdiri dengan tangan terkepal dan rahang mengeras, tidak terima dengan perlakuan Sall padanya.
*************************
Sall menyilangkan kedua tangannya di dada seraya menghela nafas panjang, berusaha membuang jauh beban yang menyesak di dadanya. Perasaannya benar-benar tidak nyaman sejak kemarin, sampai akhirnya Sall meminta Leon menyelidiki lebih jauh semua hal tentang hubungan Sanchia dan Satya di masa lalu. Memang sebelum Sall menikahi Sanchia, Sall sudah mencari tahu hal ini dan menanyakan langsung perasaan Sanchia terhadap Satya, dan jawaban Sanchia saat itu cukup memuaskan hatinya. Lain hal sekarang, disaat Sall bertemu langsung dengan Satya, Sall merasa dia harus menggali lebih jauh tentang hubungan Sanchia dan Satya.
Sebelum menikah, Sall sudah mengetahui kalau kedua orangtua Satya dan Sanchia bersahabat, dan hal itu boleh dibilang berlanjut dengan persahabatan anak mereka. Meskipun Sanchia dan Satya sempat berpisah saat Sanchia pindah ke Spanyol, dan baru bertemu lagi setelah dewasa, namun Sanchia selalu mencari tahu kabar Satya, dan berharap bisa bertemu kembali di waktu yang tepat. Hal itulah yang sempat membuat Sall ragu pada perasaan Sanchia. Tapi Sanchia merasa kalau selama ini dia mungkin sudah menyalahartikan rasa terima kasih dan hutang budi sebagai cinta, bagaimanapun juga Satya dan keluarganya sudah banyak membantu Sanchia dan keluarganya. Tapi apa benar perasaan yang dirasakan Sanchia hanya sebatas itu? Bahkan Sall pun masih ragu.
Sall tentunya berhak cemburu pada Satya, karena pada kenyataannya bukanlah Alrico sahabat dekat Sanchia ataupun Shuga cinta masa remaja Sanchia yang harus dia waspadai sebagai saingan utamanya, melainkan Satya yang namanya pernah memenuhi hati Sanchia dalam waktu yang sangat lama.
Seharusnya Sall berterima kasih pada Satya, karena berkat dia juga, akhirnya Sall bisa bertemu dengan Sanchia Jika bukan karena Sanchia membantu Satya dan Ayahnya yang saat itu diserang Bernardo dan anak buah Sall, maka Sall tidak mungkin bisa bertemu dengan belahan hatinya.
Tiba-tiba aroma harus espresso mengusik lamunannya, wajah cantik Sanchia yang memegang 2 cup espresso, membuat Sall mengulas senyum tipisnya. Sanchia mendudukkan dirinya tepat di sebelah Sall, dan mengulurkan 1 cup espresso di tangan kanannya pada Sall.
"Minumlah Honey.."
Sall langsung mengambil 1 cup espresso, sementara tangan lainnya merangkul bahu Sanchia. Keduanya menyesap espresso di tangan mereka bersamaan, diakhiri ekspresi nikmat karena rasa espresso yang memanjakan lidah mereka berdua.
Sall menatap wajah Sanchia yang memandang lurus ke depan, lalu Sanchia menghela nafas panjang sebelum mengurai kata.
"Honey.. Kamu pernah bertanya tentang kisahku, kisah orangtuaku juga hubungan kami dengan Bernardo. Tapi saat itu, aku masih begitu enggan bercerita. Tapi saat ini, aku ingin menceritakan semuanya, agar kamu juga bisa mengerti, tentang hubunganku dengan Satya dan juga keluarganya."
"Berceritalah, jika kamu ingin bercerita.. Tapi aku tidak akan memaksa." Sall dan Sanchia menyimpan cup mereka masing-masing diatas meja.
"Aku tidak terpaksa.."
Sanchia menolehkan wajahnya menghadap Sall, mengulas senyum tipis, kemudian kembali menatap lurus ke depan sebelum memulai ceritanya.
*************************
Kisah Orang Tua dan Masa Kecil Sanchia...
Selama bekerja di Bandung, Leonard bersahabat dengan Bernardo dan Hans, yang baru bertemu saat mereka ditugaskan di Bandung, karena sebelumnya mereka bekerja di kantor cabang yang berbeda selama di Inggris. Mereka bertiga adalah sahabat baik yang sudah seperti saudara, mereka selalu saling membantu dan berbagi suka dan duka.
Saat itu Hans bertemu dengan jodohnya, bernama Citra, yang merupakan gadis keturunan Sunda, Indonesia. Beberapa bulan kemudian Leonard juga memutuskan untuk melamar Annesya seorang gadis yatim piatu keturunan Korea-Indonesia. Ayah Annesya yang merupakan Warga Negara Korea dan Ibunya yang merupakan orang asli Bandung, sudah meninggal dalam kecelakaan mobil saat Annesya masih berusia 12 tahun.
Leonard begitu bahagia menikah dengan Annesya, kehidupannya terasa lebih berwarna. Persahabatannya dengan Bernardo dan Hans pun semakin baik, bahkan sampai Leonard dan Hans dikaruniai anak yang lucu-lucu, yaitu Sanchia dan Satya.
Berbeda dengan Leonard dan Hans yang sudah berkeluarga, Bernardo memilih untuk tetap sendiri, dengan alasan masih ingin fokus berkarier.
Hingga suatu kejadian buruk terjadi, dimana saat itu Leonard yang sedang meninjau pembangunan proyek di daerah terpencil, dinyatakan hilang. Tidak ada satu pun karyawan proyek yang mengetahui keberadaannya, sampai akhirnya beberapa hari kemudian ditemukan mayat laki-laki warga asing, di sungai yang terletak tidak jauh dari lokasi proyek. Keadaannya sudah tidak dapat dikenali, karena wajah dan beberapa bagian tubuhnya sudah hancur. Namun ciri-ciri fisik tubuhnya yang mirip dengan Leonard, membuat Bernardo yakin kalau mayat itu adalah Leonard.
Tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bernardo memberi kabar pada Annesya, bahwa Leonard suaminya sudah ditemukan setelah berhari-hari dilakukan pencarian.
Annesya begitu bahagia saat Bernardo memberitahunya bahwa Leonard sudah ditemukan,. Namun Annesya langsung tidak sadarkan diri, saat Bernardo menunjukan mayat yang wajah dan tubuhnya sudah tidak bisa dikenali, serta mengatakan bahwa mayat itu adalah Leonard.
Setelah Leonard meninggal, Annesya yang saat itu hanya tinggal bersama dengan Sanchia, anaknya yang masih berusia 5 tahun, berubah menjadi pribadi yang pemurung. Bahkan terkadang Annesya bisa berteriak histeris saat teringat dengan Leonard yang sudah tiada.
Hal ini tentu membuat Bernardo, Hans dan Citra menjadi sedih. Mereka selalu merawat Annesya dan Sanchia dengan penuh kasih sayang. Sesekali Hans dan Citra mengunjungi Annesya dan Sanchia sambil membawa anak laki-laki mereka, Satya, untuk teman bermain Sanchia.
Sebulan sejak Leonard meninggal, Annesya baru mengetahui kalau dirinya tengah berbadan dua. Annesya semakin depresi karena tidak kuat menghadapi kenyataan, kalau anak yang kelak akan dilahirkannya, tidak akan mempunyai Ayah.
Namun Bernardo dengan sikap gentle-nya, melamar Annesya dan berjanji akan menjaga Annesya dan anak-anaknya kelak. Tapi Annesya menolak dengan tegas, dengan alasan masih belum bisa melupakan Leonard, namun Bernardo terus berusaha meyakinkan Annesya kalau Sanchia dan anak yang ada di dalam kandungan Annesya membutuhkan seorang ayah.
Hans dan Citra yang tahu dengan niat baik Bernardo, juga sangat mendukung jika memang Annesya mau membuka hatinya kembali untuk menikah. Setidaknya mereka berpikir kalau Bernardo akan menyayangi Annesya dan kedua anak Annesya.
Hingga setelah berpikir panjang, akhirnya Annesya mau menikah dengan Bernardo, demi Sanchia dan anak yang dikandungnya. Annesya sadar kalau kedua anaknya butuh sosok seorang ayah.
Namun setelah menikah, keadaan Annesya mendadak seperti orang yang depresi. Annesya selalu menangis dan berteriak histeris karena teringat dengan Leonard.
Setelah melalui pertimbangan dan persiapan panjang, Bernardo memutuskan untuk membawa Annesya dan Sanchia ke Spanyol, dengan alasan Annesya akan selalu teringat dengan Leonard jika terus tinggal di Indonesia. Lagi pula masa kerja Bernardo di Indonesia sudah hampir habis.
Bertahun-tahun Bernardo, Annesya, Sanchia dan Nieva anak kedua Annesya dan Leonard, tinggal di Spanyol. Bernardo membangun bisnis dari warisan keluarganya dan mengembangkan klan mafia yang memang sudah dibangun oleh Ayahnya. Hidupnya begitu bahagia dengan istri dan anak-anak sambungnya, meskipun dia sendiri tidak dikaruniai anak.
Sampai kejadian tidak terduga, terjadi di hidup Annesya. Annesya dan Sanchia yang saat itu berusia 15 tahun, sedang berjalan keluar dari pusat perbelanjaan. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang menculik Annesya dan Sanchia, kemudian mereka membawa Annesya dan Sanchia ke sebuah mansion yang sudah tua.
Annesya dan Sanchia begitu ketakutan, sampai akhirnya sosok yang tidak pernah mereka duga, muncul di hadapan mereka. Leonard, Suami dan Ayah yang begitu dirindukan, tiba-tiba muncul di hadapan Annesya dan Sanchia yang seketika menghambur ke pelukan Leonard.
*************************
Sanchia menyandarkan kepalanya di dada Sall, air matanya luruh tidak terbendung. Berkali-kali Sall menghapus air mata Sanchia yang mengalir terus menerus di pipinya.
"Betapa bahagianya aku dan Mama saat mengetahui ternyata Papa masih hidup. Tapi di sisi lain, kami diselimuti rasa bersalah, karena saat itu Nieva tidak ikut bersama kami. Kamu tahu betapa menyesalnya aku, karena saat itu tidak memaksa Nieva ikut berbelanja bersama kami."
Sanchia menangis sesenggukan, menahan rasa sesak di dadanya karena perasaan bersalah yang kembali memenuhi hatinya. Sementara Sall memandang sendu wajah istrinya, merasakan kesedihan istrinya yang mendalam.
"Saat itu Papa menceritakan semuanya, kalau Bernardo adalah seorang pengkhianat. Dialah yang mencoba membunuh Papa, karena selama ini dia mencintai Mama diam-diam. Tapi Alhamdulillah Allah masih melindungi Papa. Jenazah yang ditemukannya bukanlah Papa, mungkin dia yang mengaturnya, karena yakin Papa sudah meninggal meskipun jenazahnya tidak ditemukan. Sejak aku dan Mama menghilang, Bernardo memperketat keamanan, tentu saja hal itu membuatku dan Papa kesulitan. Om Hans, Ayah Satya adalah pendukung utama kami. Sejak Papa selamat, dialah yang membantu Papa dalam segala hal, termasuk memberi Papa kesempatan membangun sebuah klan untuk bisa melawan Bernardo. Aku dan keluargaku benar-benar berhutang budi pada Om Hans."
Lagi-lagi air mata Sanchia luruh, ditekannya dadanya kuat-kuat, menghalau rasa sakit yang kembali menyerangnya.
"Nieva.. Aku merasa bersalah padanya, bagaimana bisa aku bahagia bersama Papa dan Mama, sementara dia disekap oleh iblis seperti Bernardo, hiks..hiks.."
Sall memeluk Sanchia menangis sesenggukan, mengelus lembut punggungnya, berusaha membuat istrinya sedikit tenang, meskipun sepertinya tidak cukup berguna. Sanchia melerai pelukannya, sementara Sall kembali menghapus air mata Sanchia yang mengalir semakin deras itu.
"Sejak aku pindah ke Spanyol, aku bersahabat dengan seorang anak yatim piatu, dia anak dari orang kepercayaan Bernardo yang sudah meninggal saat bertugas. Dan saat aku pergi, dialah yang menggantikan tugasku menjaga Nieva. Dia adalah Alrico.. Karena itulah aku tidak bisa membenci dia sepenuhnya, meskipun banyak hal jahat yang sudah dia lakukan."
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight