The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 32 Jangan Pergi



MANSION SANCHIA - BANDUNG, INDONESIA


Matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, namun Sanchia masih juga belum selesai membenahi barang-barangnya yang akan dibawa ke Korea Selatan, besok pagi. Sebenarnya bukan barang Sanchia yang terlalu banyak, tapi Sanchia lebih sering melamun dibanding membereskan barangnya.


Sanchia sudah tidak menemukan alasan apapun lagi, yang bisa mengubah pikiran Papa Leonard untuk membatalkan keputusannya. Terlebih video yang ditunjukkan Alrico sudah berhasil membuat Papa Leonard dan Mama Annesya semakin kecewa pada Sall. Mereka berpikir, sudah tidak ada gunanya lagi mendengar penjelasan dari orang seperti Sall, yang tidak layak dipercaya.


Terpaksa Sanchia mengikuti keinginan Papa Leonard, karena Sanchia pun sudah kehabisan akal untuk menghubungi Sall. Sanchia sudah menelepon, mengirim pesan, email, dan pesan di media sosial lainnya, tapi tidak ada satupun yang dibalas oleh Sall.


'Mungkin kamu memang sengaja menghilang, untuk memulai hidup barumu di Inggris. Kenapa kamu membuatku begitu mencintaimu, jika pada akhirnya kamu meninggalkanku?' Lirih Sanchia dalam hati.


Sanchia menekuk kakinya lalu memeluk kakinya di atas tempat tidur, perlahan air matanya kembali menetes, seolah meluapkan kekecewaan juga kesedihan yang menyelimuti hatinya. Sanchia sesekali memukuli dadanya yang sesak setiap kali mengingat moment bahagianya dengan Sall.


Perasaan Sanchia begitu sakit, mendapati kenyataan bahwa suaminya tidak seperti yang dia kenal. Rasa cinta Sall yang selama ini dirasakan Sanchia, bagaikan sebuah kebohongan yang menghunus dan mengoyak hatinya sampai hancur.


'Apa selama ini kamu memang menipuku? Ingin rasanya, aku mempercayai perasaanmu padaku, tapi apa yang aku lihat, terlalu nyata untuk aku tepis. Apakah ini akhirnya? Apakah aku harus melupakanmu, Honey?' Rintih Sanchia.


Sanchia terus menerus menangis meluapkan kesedihannya, seraya memandangi photo pernikahannya bersama Sall, yang tergantung di dinding kamar.



Moment bahagia yang menjadi tanda bersatunya dua hati dalam satu ikatan yang sah itu, justru membuat hatinya serasa diremas begitu kuat, hingga air matanya mengalir semakin deras. Sanchia tidak punya alasan untuk sekedar menjeda tangisnya, sampai akhirnya dia tertidur karena terlalu lelah menangis.


*************************


LONDON - INGGRIS


Sall baru saja selesai memimpin meeting besar dengan anggota Klan Toddestern, membahas pembuatan senjata baru yang akan mereka gunakan untuk memperkuat Klan. Sall mengistirahatkan sejenak otaknya yang begitu dipenuhi banyak masalah selama 9 hari ini, di ruangan pribadinya yang cukup nyaman.


Selama di Inggris, Sall memberi instruksi pada semua anak buahnya untuk menutup akses komunikasi dengan siapapun di Indonesia. Bahkan Sall sendiri rela menahan rindu untuk menghubungi Sanchia, karena tahu pasti kalau saat ini dirinya dan semua anggota Klan sedang menjadi sasaran Klan lain untuk dihancurkan. Berdasarkan info dari orang-orang kepercayaannya, beberapa Klan yang ada di Inggris, saat ini bekerjasama untuk menghancurkan Klan Toddestern. Namun mereka belum cukup kuat untuk menumbangkan Klan sebesar Toddestern.


Klan-klan itu berusaha meretas dan menyadap semua sistem komunikasi dari Klan Toddestern, sehingga Sall tidak mau mengambil resiko dengan melakukan komunikasi dengan siapapun yang berada di Indonesia. Meskipun hatinya begitu rindu dengan istri cantiknya, yang baru dia nikahi.


Leon berlari menerobos masuk ke dalam ruangan Sall, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sall yang sedang memejamkan matanya, seketika menegakkan tubuhnya, karena terkejut.


"Ada apa Leon?"


"Sall, kamu harus melihat ini." Sall menerima tab yang disodorkan oleh Leon, dan langsung melihat isi video yang ada di tab Leon.


Mata Sall membulat dengan ekspresi menakutkan yang perlahan mengubah raut wajahnya, disertai rahang yang mengeras menahan amarah.


"Siapa orang yang berani melakukan ini?"


"Tante kamu Sall. Nampaknya Tante kamu bekerjasama dengan Pemilik Perusahaan XY untuk menyebarkan rumor tentang rencana pernikahan kamu dan anaknya yang bernama Davina Roles. Sepertinya mereka mempunyai kesepakatan yang saling menguntungkan, dengan menikahkanmu dengan Davina. Sehingga mereka meminta media untuk membuat berita rencana pernikahan kalian."


"Cih.. Ternyata pernikahan bisnis yang mereka inginkan. Aku bahkan tidak mengenal siapa Davina Roles. Aku hanya menghadiri undangan Tanteku untuk ikut meresmikan kerjasama Perusahaan keluargaku dengan perusahaan itu. Bahkan kamu tahu sendiri, tidak ada pembicaraan apapun mengenai pernikahan di acara itu. Ternyata semua adalah jebakan."


"Lalu apa yang harus aku lakukan Sall?"


"Paksa media itu untuk mengklarifikasi semuanya, dan menyatakan kalau hal itu adalah suatu kebohongan. Seret Tanteku jika perlu. Aku tahu pasti yang ada di otaknya hanyalah bagaimana cara menguasai seluruh harta milik mendiang Mommy-ku."


"Tapi hal ini akan berpengaruh pada image perusahaan keluargamu. Saham perusahaan bisa anjlok, dan mempengaruhi group perusahaanmu juga."


"Aku tidak peduli, yang penting tidak ada rumor pernikahan antara aku dan wanita itu. Jika mereka menolak mengklarifikasi semuanya, kamu tahu  apa yang harus kamu lakukan. Mereka sudah bermain-main dengan orang yang salah Leon."


Sall menyeringai menampakan tatapan membunuhnya, eolah menyadari sesuatu, Sall tiba-tiba membelalakan matanya seraya meremas kasar rambutnya.


"Sanchia.. Sanchia.. Jangan sampai dia mengetahui kabar ini."


Sementara itu, Leon tampak serius melihat tab-nya dan memeriksa pesan yang baru saja masuk. Leon terpaksa membuka akses komunikasi karena berpikir akan ada masalah besar yang mungkin terjadi di Indonesia karena rumor yang menimpa Sall.


"Sall, nampaknya kamu harus mengambil resiko dengan menghubungi istrimu. Karena sekarang sepertinya bukan keselamatan istrimu yang dipertaruhkan, tapi juga pernikahan kalian."


"Kevin mengirim pesan, kalau mertuamu sudah mengetahui semua rahasiamu, dan saat ini mereka ingin memisahkanmu dengan Sanchia."


Sall kembali meremas rambutnya dengan kasar bahkan dan berteriak meluapkan emosinya.


"Aaaarrrrgh.. Siapa yang berani membocorkan semuanya?"


"Alrico.."


"Bast*rd.. Harusnya kubunuh saja orang itu sejak dulu. Papa dan Mama pasti membenciku sekarang."


Raut sendu yang kini terlihat di wajah Sall, tidak membuat Leon urung menyampaikan kabar buruk lainnya.


"Tapi Sall, masih ada kabar buruk yang harus aku sampaikan."


Sall menggeram kesal seraya menatap tajam ke arah Leon yang bersikap begitu datar.


"Sanchia sudah melihat berita tentangmu, yang akan melakukan pernikahan bisnis."


"Shiiitt.. Sanchia pasti akan membunuhku."


'Sweetheart.. Please percayalah padaku, aku mencintaimu setulus hatiku. Aku tidak mungkin menikah dengan perempuan lain, dengan alasan apapun. Tolong jangan pernah meninggalkanku, Sweetheart.' Lirih Sall dalam hati.


Sall menundukan kepalanya, seraya menopang dahi dengan genggaman kedua tangannya.


"Ada satu kabar buruk lagi Sall.."


Dengan kekesalan yang sudah sampai di ubun-ubun, Sall mengangkat wajahnya dan memandang Leon dengan tatapan tajam menusuknya. Tapi Leon sama sekali tidak terlihat takut ataupun terganggu.



"Apa lagi Leon?"


"Sanchia dan keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Korea. Mereka akan tinggal di Busan, namun mereka akan menghadiri acara di Jeju selama 4 hari."


"Leooooonn.. Kenapa kamu tidak bilang dari tadi? Siapkan private jet. Aku ingin kita berangkat ke Jeju secepatnya."


"Ok.." Jawab Leon dengan muka super datarnya.


**************************


Image Source : Instagram Toni Mahfud & Im Jin Ah (Edited)


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight