
MANSION & VILLA SALL SANCHIA - BALI, INDONESIA
Di pagi hari yang cerah, Sall mengajak Sanchia ke villa pinggir pantai yang berada di ujung lorong rahasia yang terdapat di mansion-nya. Sall mengendarai golf car agar dia dan Sanchia bisa sampai ke villa dengan cepat.
Jalan rahasia yang penuh kenangan itu sudah berubah jauh lebih indah dari terakhir kali Sanchia melihatnya. Lorong rahasia yang dulu dihiasi lampu-lampu berbentuk bintang itu, kini tidak lagi gelap pada siang hari. Karena atapnya sudah berganti dengan atap kaca skylight, sehingga saat ini Sanchia bisa melihat indahnya langit dengan semburat sinar kekuningan matahari pagi. Cahaya bulan dan bintang pun, akan tersaji indah pada malam hari. Mata Sanchia pun dimanjakan dengan jejeran pot memanjang berisi bunga-bunga indah berwarna-warni di sepanjang lorong menuju villa.
Sanchia dibuat terkagum-kagum dengan hasil design Sall yang begitu menakjubkan. Terlebih saat mereka sampai di ujung lorong, mata Sanchia terlihat tidak dapat menyembunyikan binar bahagianya, saat golf car mereka memasuki villa indah yang berdiri begitu megahnya di pinggir pantai yang sepi dan masih terlihat asri itu.
Sanchia segera menuruni golf car, dan berjalan cepat menuju pintu masuk villa yang terbuka lebar. Para pelayan dan beberapa anak buah Sall terlihat menyambut tuan rumah mereka dengan penuh senyuman.
Sall menggandeng tangan Sanchia seraya menunjukan satu persatu ruangan yang ada di villa itu. Netra Sanchia semakin berbinar, saat Sall menunjukan kamar pribadi mereka yang mengarah ke kolam renang dan juga pantai yang sama-sama indah dan berwarna biru.
(Maaf OOTD-nya ga cocok sama lokasinya, abis pose-nya susah nyari yang sesuai,hehe..)
Sanchia masih terlihat mengagumi pemandangan dihadapannya, saat tangan Sall melingkar di pinggangnya, seraya mencium lembut pipinya yang berubah merah merona.
"Kamu suka Sweetheart?"
"Sangat sukaaa.."
Senyum bahagia Sall melengkung sempurna mendengar jawaban Sanchia yang begitu antusias.
"Bagaimana kalau kita berenang Sweetheart? Mumpung masih pagi dan belum terlalu panas."
"Tapi aku tidak membawa baju renang."
"Baju-bajumu sudah siap di ruang walk in closet Sweetheart. Sini aku tunjukkan."
Sall menarik pelan tangan Sanchia, agar mengikutinya ke ruangan khusus yang berada di dalam kamar. Sanchia tampak terkejut melihat isi walk in closet yang ditunjukkan oleh Sall. Berbagai jenis pakaian dari pakaian santai sampai gaun pesta tampak berjejer di dalam lemari. Sepatu, tas, berbagai jenis accessories, dan produk-produk kecantikan pun terlihat berbaris rapi di lemarinya masing-masing. Tentu saja semua barang itu adalah barang branded berharga fantastis, bahkan tidak sedikit diantaranya adalah barang-barang limited edition.
"Honey, apa-apaan ini? Kita hanya beberapa hari lagi disini, kenapa kamu harus membeli banyak barang untukku?"
"Ya kan tinggal dibawa pulang ke Bandung."
"Kan berat, kenapa malah beli barang-barang sebanyak ini?"
"Sudah Sweetheart, sekarang berhentilah mengomel. Gantilah bajumu dengan ini."
Sanchia menerima sebuah baju renang berwarna peach yang disodorkan oleh Sall, dan segera mengganti bajunya di toilet kamar. Sebenarnya Sanchia sudah biasa mengganti bajunya di hadapan Sall, tapi kali ini Sanchia tidak ingin menggoda suaminya yang selalu bersikap seperti orang kelaparan, setiap kali melihat Sanchia berganti baju.
Sall dan Sanchia segera menuju kolam renang, setelah keduanya selesai berganti pakaian dengan pakaian renang. Beberapa pelayan nampak membawa beberapa makanan yang disimpan di atas meja. Sementara Sall dan Sanchia sudah asyik bermain air sambil sesekali bercanda dan berphoto bersama di dalam kolam renang, dengan latar pantai biru yang menakjubkan.
Sall dan Sanchia terlihat menikmati suasana di kursi santai yang terletak di pinggir kolam renang, setelah lelah berenang. Posisi Sanchia yang merebahkan dirinya dengan bersandar di dada bidang Sall yang sama-sama berbalut bathrobe, terasa begitu nyaman bagi Sanchia. Perlahan Sanchia memiringkan badannya, lalu memeluk Sall yang tengah terpejam, namun seketika membuka matanya dan mengelus rambut Sanchia yang basah.
"Ada yang kamu inginkan Sweetheart? Apa kamu menginginkan makanan lain?"
Sanchia melirik dua gelas orange juice, segelas susu, sepiring pie susu, semangkuk besar salad buah, sepiring waffle dan semangkuk cilok goang yang tiba-tiba diminta Sanchia 20 menit yang lalu.
"Tidak, ini sudah cukup. Hanya saja, aku tidak menyukai cilok goangnya. Meskipun cilok buatan chef kita enak, tapi rasanya tidak sama dengan yang ada di Bandung. Nanti aku mau beli di tempat yang biasa aku beli ya."
"Iya baiklah, tapi jangan terlalu pedas ya, ingat saat ini ada bayi super kecil yang ikut memakan apapun yang kamu makan, apalagi asam lambungmu gampang naik."
"Iya Honey, sebisa mungkin, aku akan menjaga pola makanku. Aku juga ingin anak kita tumbuh dengan baik."
Sall tersenyum lalu mengambil semangkuk besar salad buah dan mulai menyuapkannya pada Sanchia. Tentu saja Sanchia dengan senang hati menerima perhatian suaminya itu, bahkan sampai isi mangkuk yang dipegang Sall tandas.
"Aku suka sekali, setiap kali makanan sehat yang aku suapkan habis kamu makan Sweetheart. Karena aku selalu merasa khawatir, setiap kali kamu memuntahkan semua yang kamu makan."
"Iya Honey, entah kenapa setiap kali kamu menyuapiku, aku lebih bersemangat untuk makan."
"Benarkah? Kalau begitu aku akan lebih sering menyuapimu. Tapi hanya makanan sehat saja ya Sweetheart."
"Sudah jangan kesal begitu, nanti aku buatkan cheese cake lumer yang super lezat, seperti yang kamu lihat video yout*be kemarin."
"Apa benar kamu sudah bisa membuatnya Honey?"
"Aku akan berusaha Sweetheart, sepertinya aku sudah memahami langkah-langkahnya."
Sanchia tersenyum seraya mencubit pelan pipi Sall, yang dibalas senyuman sok imut dari Sall.
"Ah baiknya suamiku yang tampan ini."
"Tapi tidak gratis ya Sweetheart." Bisik Sall di telinga Sanchia.
Tentu saja Sanchia sudah paham dengan arah pembicaraan suaminya, sehingga dia hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, membuat Sall memasang wajah memelas, berharap istrinya berubah pikiran.
"Kita mandi air hangat yuk Honey!"
Sall menganggukkan kepalanya, tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang terlihat begitu kecewa. Sanchia segera beranjak dari kursi santainya dan berjalan menuju jacuzzi yang terletak di ruangan sebelah kolam renang. Namun langkahnya terhenti, saat disadarinya, kalau Sall masih belum beranjak dari tempatnya.
"Kenapa sih, kok wajahnya begitu terus? Jadi tidak mau sekarang? Mau malam saja nih?"
"Eh mau Sweetheart.. Mau..Mau.."
Sall langsung bergegas menyusul istrinya seraya melingkarkan tangannya di pinggang Sanchia.
'Ah beruntungnya punya istri pengertian seperti kamu, Sweetheart.' Sorak Sall dalam hati.
*************************
Keesokan harinya Sall mengajak Sanchia untuk kembali ke mansion mereka. Sesampainya di mansion, Sall langsung sibuk di ruang kerjanya bersama Leon. Meeting bulanan via video conference yang biasa dilakukan Sall bersama seluruh management perusahaannya, benar-benar membutuhkan fokusnya kali ini. Masalah keuntungan perusahaan yang tiba-tiba menurun di perusahaan cabang yang tersebar di beberapa kota besar di Inggris, membuat Sall sedikit sakit kepala.
Leon sudah menyelidiki hal ini, dan sepertinya ada beberapa Direktur Cabang yang mulai bermain-main dibelakang Sall, karena merasa Sall sudah mulai lengah dan tidak terlalu fokus mengawasi perusahaan.
Sanchia yang sudah mengetahui kabar ini dari Sall secara langsung, berusaha memahami dan memberikan waktu untuk Sall fokus dengan masalah perusahaannya.
Sementara Sall berkutat dengan pekerjaannya, Sanchia dengan ditemani beberapa pelayan, tampak sibuk berkutat dengan peralatan dapur. Sanchia pun sesekali tampak menelpon Leroy untuk menanyakan progress tugas yang diminta oleh Sanchia.
'Semoga surprise nanti malam berjalan lancar ya.' Doa Sanchia dalam hati.
**************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Maaf banget ya, aku kelamaan ga up. Soalnya aku mulai sibuk sama dunia nyata lagi, setelah 2 minggu lebih sakit (Sakit di 2014 dateng lagi di tahun 2021). Waktu sakit itu, aku lumayan punya banyak waktu buat nulis, meskipun kepotong2 kalau pas kumat. Tapi setelah masuk kerja, malemnya bener-bener aku pake buat istirahat, biar cepet pulih. Padahal aku cuma bisa nulis pas malem aja. Jadi maaf ya yang nunggu aku up.. #geerbangetya 😆
Buat Kakak2 Author yang sering mampir kesini, aku punya banyak PR nih, tapi aku pasti mampir ke novel Kakak2 Author tercinta..🤗
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis. Jadi maaf banget kalau novelku masih belum enak dibacanya.. 😅
Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅 #ngarepgaapa2kan
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight