
Senyuman tidak hentinya terulas dari wajah Sall, melihat wajah istrinya yang terlihat lebih cantik dalam tidur nyenyaknya, meskipun tampak gurat kelelahan setelah melewati malam indah dan panjang bersamanya. Disibaknya rambut yang menghalangi leher dan bahu Sanchia yang dipenuhi jejak kepemilikan hasil karyanya, memancing senyum puas di wajah Sall yang membayangkan kembali kegiatan mereka tadi malam. Jari-jarinya juga mengelus perlahan anak-anak rambut yang menghalangi dahi dan mata Sanchia yang tertutup, dan sesekali menciumi seluruh bagian wajah Sanchia dengan sangat lembut, agar Sanchia tidak sampai terjaga.
Seolah baru tersadar dari kegilaannya, Sall yang baru menyadari sesuatu, terlihat akan membangunkan Sanchia, namun akhirnya urung dilakukannya. Tidur Sanchia yang sangat nyenyak dan damai, membuat Sall tidak tega membangunkannya, untuk sekedar bertanya keadaannya juga bayi dalam kandungannya.
'Kenapa aku bisa sampai lupa, kalau Sanchia belum boleh melakukannya, sebelum mendapat izin dari dokter. Semalam aku terlalu terbawa suasana, terlebih aku sudah terlalu lama tidak melakukannya, sejak Sanchia diculik. Semoga Sanchia dan bayiku baik-baik saja. Apalagi semalam aku melakukannya dengan sangat liar dan sampai berkali-kali, ah bodohnya aku.' Rutuk Sall dalam hati.
Setelah mandi, berpakaian dan juga menyiapkan sarapan, Sall masih saja belum berani membangunkan Sanchia. Matanya lekat memperhatikan keadaan istrinya yang terlihat baik-baik saja itu. Bahkan sampai Sall selesai sarapan terlebih dahulu, karena waktu sudah melewati jam sarapan pagi, Sanchia masih bergelung nyaman dengan bantal dan selimutnya.
Baru saat jam dinding sudah menunjuk angka 10, Sall naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya tepat di sebelah istrinya. Diciuminya seluruh wajah Sanchia dengan sangat gemas, sengaja membuat Sanchia terganggu, agar terbangun dari tidurnya.
"Emmh.. Aku masih mengantuk Honey.." Kata Sanchia dengan mata yang masih enggan terbuka.
"Kamu harus sarapan dulu Sweetheart, nanti kamu boleh melanjutkan tidurmu setelah sarapan."
"Tidak.. Aku belum lapar, Honey."
"Tapi mungkin anak kita sudah lapar, Sweetheart."
"Beri aku 5 menit, mataku masih sangat berat untuk dibuka."
"Baiklah.. Hmm, Sweetheart.. Apa kamu baik-baik saja? Apa perutmu tidak terasa sakit, atau apakah kamu merasa tidak nyaman?"
Sanchia perlahan membuka matanya dan menatap netra Sall dengan wajah dihiasi senyum tipis yang terlihat manis.
"Aku dan bayi kita baik-baik saja Honey. Kamu tidak perlu khawatir seperti itu."
"Tapi Dokter bilang, kamu belum boleh melakukannya, jika belum mendapat izin dari dokter. Maafkan aku, karena semalam aku melupakan hal itu."
"Tenang Honey, aku dan bayi kita benar-benar tidak apa-apa. Kandunganku sudah sangat kuat. Kalau kamu begitu khawatir, bagaimana kalau kita ke Rumah Sakit untuk memastikannya?"
Sall merasa apa yang dikatakan Sanchia adalah ide yang bagus, namun Sall sempat ragu karena mengingat keadaan saat ini yang masih belum aman, karena klan Shuga yang masih mengancam keselamatan Sanchia.
"Tapi saat ini keadaan diluar sangatlah tidak aman, aku akan meminta dokternya datang ke villa saja."
"Tidak Honey, dokternya pasti sedang banyak pasien. Kita akan membuang lebih banyak waktunya, jika dipanggil ke villa. Lagipula aku juga ingin berbelanja beberapa barang, boleh ya Honey."
Sall sedikit ragu untuk mengabulkan keinginan Sanchia, tapi wajah Sanchia yang memelas sekaligus menggemaskan, selalu membuat Sall tidak tega untuk menolak keinginan istrinya itu.
"Baiklah, sekarang kamu sarapan dulu dan bersiaplah. Aku akan menemui Leon dan Tim IT dulu ya Sweetheart."
"Ok Honey.."
Sall mendaratkan ciumannya di kening dan bibir Sanchia, sebelum meninggalkan kamar mereka. Sementara Sanchia bergegas membersihkan dirinya, sebelum memakan menu sarapan pagi yang begitu menggugah seleranya.
*************************
RUMAH SAKIT - JEJU ISLAND
Raut wajah lega terpancar jelas di wajah Sall begitu keluar dari ruangan Dokter Kandungan, rangkulannya di pinggang Sanchia pun terasa begitu sangat melindungi, membuat Sanchia tersenyum bahagia dengan apa yang dilakukan suaminya saat ini.
"Sudah tenang kan sekarang? Giliran aku yang mengatakan kalau aku dan bayi kita baik-baik saja, kamu tidak percaya. Tapi saat dokter yang mengatakannya, kamu baru percaya."
Sall mencubit gemas hidung Sanchia seraya mengeluarkan kekehan gelinya.
"Tentu saja untuk hal ini, aku lebih mempercayai dokter dibanding kamu, Sweetheart. Aku tidak mau sampai sesuatu yang buruk terjadi padamu dan anak kita. Terlebih semua karena salahku, yang melupakan pesan dari dokter. Kenapa kamu tidak mengingatkanku Sweetheart?"
"Aku juga lupa Honey."
Sanchia dan Sall terkekeh geli dengan kecerobohan mereka malam tadi. Sampai Sall membisikan sesuatu di telinga Sanchia, yang membuat Sanchia merona karena malu.
"Mungkin kita terbawa suasana dan terlalu menikmatinya, sampai melupakan hal itu."
Sanchia memberi cubitan di pinggang Sall, sampai Sall meringis kesakitan, meskipun senyumnya masih terlihat samar di wajahnya.
"Sudah ah jangan dibahas lagi, apalagi kita sedang berada di tempat umum."
Sall kembali terkekeh geli melihat ekspresi Sanchia yang mengerucutkan bibirnya karena kesal sekaligus malu.
"Honey, aku mau ke toilet dulu ya."
"Baiklah, aku akan mengantar dan menunggumu di luar toilet."
"Hmm, Honey.. Bisakah kamu membelikanku strawberry juice dan Cheese cake yang ada di foodcourt Rumah Sakit?"
"Baiklah, aku akan menyuruh anak buahku untuk membelinya."
"Tapi aku ingin kamu yang membelinya, Honey."
"Tapi Sweetheart, aku harus menjagamu secara langsung. Aku.."
"Ini keinginan anak kita, Honey."
"Hmm, baiklah.. Beberapa pengawal akan menjagamu di luar toilet. Hati-hati ya Sweetheart."
"Iya Honey, terima kasih ya."
Sanchia mengecup lembut pipi Sall sebelum melangkah menuju toilet, begitupun Sall yang melangkah ke arah berlawanan menuju foodcourt Rumah Sakit.
Selang 10 menit kemudian, Sall menghampiri beberapa anak buahnya yang masih terlihat berjaga di luar toilet perempuan, seraya menjinjing paper bag berisi makanan yang dipesan oleh Sanchia.
Beberapa anak buah Sall itu tampak membungkukan badan mereka, saat melihat kedatangan Big Boss-nya itu.
"Apa istriku belum keluar dari toilet?"
"Belum Tuan.." Jawab mereka berbarengan.
"Kenapa lama sekali? Tolong panggilkan petugas cleaning service itu."
Seorang petugas cleaning service yang sedang membersihkan lantai koridor Rumah Sakit, segera menghampiri Sall setelah dipanggil oleh salah seorang anak buah Sall. Sall lalu meminta petugas cleaning service itu untuk memeriksa dan mencari keberadaan Sanchia di dalam toilet. Namun setelah memeriksa seluruh bilik toilet, petugas cleaning service itu keluar dan mengatakan tidak ada siapapun di dalam toilet itu. Tentu hal ini membuat Sall begitu khawatir sekaligus murka.
Setelah memberi sejumlah uang pada petugas cleaning service itu, Sall segera memberi perintah pada anak buahnya.
"Cari istriku sampai ketemu, jangan kembali sebelum kalian berhasil menemukannya!"
Semua anak buah Sall yang berjaga dari jarak dekat maupun dari kejauhan, langsung melakukan pencarian. Mereka begitu merasa bersalah karena tidak becus menjaga istri dari Big Boss-nya. Mereka sangat tahu konsekuensi yang akan mereka dapat jika tidak berhasil menemukan Sanchia, maka dari itu, mereka begitu berusaha untuk menemukan Sanchia secepatnya. Sementara Sall tidak hentinya meremas rambutnya dengan kasar, merasa marah atas kecerobohannya sendiri.
'Sweetheart, jika kamu sengaja menyerahkan dirimu pada laki-laki itu, meskipun dengan alasan ingin menyelamatkan keluarga juga klanmu, aku tidak akan memaafkanmu dengan mudah.' Rutuk Sall dalam hati.
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight