
HOTEL KNIGHT - BIRMINGHAM, INGGRIS
Mata perempuan itu terbelalak begitu mendengar permintaan Leon yang terdengar menjatuhkan harga dirinya.
"Gila, bagaimana bisa kamu menyuruhku menemanimu malam ini. Aku bukan perempuan malam."
"Ya semua terserah kamu, aku tinggal memanggil pihak hotel dan menyerahkanmu untuk mereka proses. Bagaimana bisa seorang perempuan tidak dikenal, memasuki kamarku."
"Jangan..Jangan.. Tapi aku bukan perempuan sembarangan, aku hanya sedang menjalankan tugas."
Leon segera meninggalkan perempuan itu di ruang walk in closet, dan segera menuju kamar untuk mengambil ponselnya. Leon duduk di atas sofa, lalu membuka informasi yang sudah terkumpul melalui pencarian photo perempuan itu.
'Leandra Janicia Laren, berusia 24 tahun. Anak kedua, dari Juan Abraham Laren, seorang pengusaha asal Perancis yang menikah dengan Larisa Atma Wijaya, designer terkenal di Paris. Hmm, apa mungkin ketua klan Perancis itu adalah Juan Abraham Laren, dan dia meminta anaknya untuk mencari tahu? Ataukah Leandra anak dari orang kepercayaan ketua klan Perancis itu?.' Batin Leon.
Leon masih sibuk dengan pikirannya, saat perempuan bernama Leandra itu menghampirinya, dan duduk tepat dihadapannya.
"Tuan, tolong izinkan aku pergi. Aku akan memberimu ganti rugi, tapi jangan melaporkan aku pada pihak hotel. Aku hanya sedang sial saja, karena mengikuti orang yang salah." Terdengar dengusan pelan dari mulut Leandra.
'Perempuan ini cantik dan lucu sekali, rasanya aku tidak percaya kalau dia adalah bagian dari klan mafia, ekspresinya terlihat polos.' Puji Leon dalam hati.
"Pilihan ada padamu, menemaniku malam ini atau aku serahkan pada pihak keamanan hotel."
"Please, jangan lakukan itu Tuan Leon.."
"Lho, kenapa kamu bisa mengenalku? Katanya tadi kamu salah orang?"
"Maksudnya, aku tahu kamu Tuan Leon Arthur Lautner, tapi ternyata bukan kamu orang yang dimaksud client-ku." Leandra mencoba memberikan penjelasan yang masuk akal, sedangkan Leon hanya menatapnya tanpa ekspresi.
"Tuan.. Aku benar-benar tidak bisa menemanimu tidur.. Masa aku harus kehilangan keperawanan karena one night stand, Mama juga bisa membunuhku." Senyum Leon terbit saat mendengar kalimat terakhir Leandra yang terdengar sangat lirih, tapi indera pendengar Leon masih bisa menangkapnya dengan sangat jelas.
"Jadi bagaimana, apa kamu mau menghabiskan malam ini bersamaku?"
"Tuan Leon, aku tidak bisa tidur denganmu. Aku mohon, lepaskan aku, besok aku akan mentransfer sejumlah uang sebagai ganti rugi." Ujar Leandra seraya menyatukan kedua tangan, memohon belas kasihan Leon.
"Apa aku terlihat kekurangan uang Nona? Kamu masuk ke dalam kamarku tanpa izin, dengan alasan tidak masuk akal. Bisa saja kamu dikirim saingan bisnisku untuk mencelalakakan aku."
Ekspresi Leandra terlihat mulai kesal karena penolakan Leon, tiba-tiba Leandra mengarahkan pukulan telaknya pada dada Leon yang sedang duduk tanpa persiapan. Leon segera berdiri menahan pukulan kedua, yang Leandra arahkan pada perutnya. Tenaga Leon yang jauh lebih besar tentunya berhasil menahan pergerakan tangan Leandra. Dengan begitu mudahnya, Leon memelintir tangan Leandra dan mengungkungnya dari belakang.
"Tuan tolong lepaskan, sakiiiitt.." Posisi Leon yang memeluk tubuh Leandra dari belakang seraya menahan kedua tangan Leandra, membuat Leandra sulit bergerak dan sangat kesakitan. Tapi nampaknya Leon tidak berniat melepaskan Leandra, karena Leandra sudah dua kali menyerangnya.
"Sakiiiiiitt.." Leon terkejut melihat air mata yang membasahi pipi Leandra, seketika Leon melepas cengkeraman tangannya dari tangan Leandra, begitupun pelukan yang mengungkung tubuh Leandra.
Dipapahnya tubuh Leandra dan mendudukkannya di tepi tempat tidur, lalu mengambil sebuah salep yang terdapat di dalam kotak P3K yang terletak di pojok kamar.
"Tolong buka jaketmu, aku akan mengolesinya dengan salep ini." Leandra berusaha menuruti perkataan Leon, namun rasa sakit menghentikan gerakannya.
"Aku tidak bisa, rasanya tanganku sakit sekali."
"Bolehkah aku membantumu membukanya?" Leandra menatap Leon dengan tatapan curiga.
"Aku hanya akan mengoleskan salep ini." Leandra menganggukkan kepalanya, membiarkan Leon membantunya membuka jaket secara perlahan, menyisakan kaos pendek berwarna hitam yang mencetak jelas bentuk tubuhnya.
Tanpa membuang waktu, Leon segera mengoleskan salep di kedua tangan Leandra yang terlihat merah dan memar karena perkelahian mereka tadi.
"Maafkan aku, tadi aku hanya berusaha menghentikan seranganmu. Aku tidak bermaksud menyakitimu seperti ini." Leandra terpana dengan perkataan dan sikap laki-laki dihadapannya.
Leon mengalihkan pandangannya dari tangan Leandra, dan menatap netra Leandra yang masih menatapnya sejak tadi. Mereka saling menatap dan saling mengagumi selama beberapa detik, sampai akhirnya bunyi ponsel Leon mengalihkan pandangan mereka.
Leon segera menuju sofa dan mengangkat panggilan telepon, yang ternyata berasal dari Leroy. Leon hanya mendengarkan penjelasan Leroy, menghindari kecurigaan Leandra yang terus memandang ke arahnya.
"Bicaralah.."
"Leon.. Sall dan Sanchia sudah hendak pulang dari pesta, ketua klan Perancis itu terus menahan Sall, tapi Sall beralasan masih ada acara lain yang harus dia hadiri. Jadi Sall dan Sanchia, juga 10 orang pengawal akan dibawa oleh beberapa helikopter yang saat ini sudah mendarat di atas rooftop hotel. Mereka akan dibawa ke mansion lain agar tidak bisa dilacak. Semua anak buah yang tersisa akan bergerak dan membawa mobil Sall dan Sanchia ke markas besar, setelah yakin mereka tidak diikuti. Sebentar lagi, aku akan kembali ke kamar. Sepertinya orang-orang itu sudah mendapat bukti yang cukup, kalau Sall Sherwyn memang ada di Birmingham saat ini."
"Okay.. Aku mengerti, aku juga akan beristirahat."
"Apa yang meneleponmu adalah kekasihmu?" Leon mengerutkan keningnya, sedikit terkejut dengan pertanyaan Leandra.
"Memangnya kenapa kalau kekasihku yang menelepon?"
"Sudah mempunyai kekasih, tapi masih memintaku menemanimu tidur." Tanpa sadar Leon tertawa mendengar perkataan Leandra yang terdengar seperti rajukan.
"Sebenarnya siapa sih yang memintamu menemaniku tidur? Aku kan hanya memintamu untuk menemaniku malam ini." Wajah Leandra seketika memerah malu, karena sudah salah paham dengan perkataan Leon sebelumnya.
"Aku hanya ingin memintamu menemaniku main game, dan aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini."
Mata Leandra membulat sempurna mendengar perkataan Leon yang sangat tidak terduga. Sementara Leon hanya mengulum senyumnya, melihat ekspresi lucu Leandra.
"Kamu harus setuju, aku tidak menerima penolakan. Tapi sebelumnya, mari kita berkenalan. Namaku Leon, dan kamu?"
"Hmm, namaku.. Janice, Tuan Leon." Leon tersenyum, meskipun Leandra tidak menyebutkan nama aslinya, namun hanya nama panggilan yang kemungkinan merupakan kependekan dari nama tengahnya, Janicia.
*************************
MANSION SALL - NEWQUAY, INGGRIS
Di sebuah mansion yang terletak di pinggir pantai watergate bay, Newquay, Sall dan Sanchia dan 10 orang pengawalnya, terlihat sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing. Malam ini mereka akan menginap di mansion itu, baru besok pagi mereka akan kembali ke mansion mereka di London.
Sanchia keluar dari kamar mandi, menyusul Sall yang sudah terlebih dahulu merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Lelah ya Sweetheart?" Sall memijat lembut bahu dan lengan Sanchia, dengan posisi saling berhadapan.
"Lumayan Honey.. Hmm, aku khawatir pada Shanaya dan Shawn, Honey."
"Tenanglah Sweetheart, aku sudah menelepon Mama dan Papa, katanya mereka sudah tidur. Ada babysitter juga yang menemani mereka. Kamu tidak usah khawatir ya, besok kita kan pulang. Sekarang kita istirahat dulu ya."
"Baiklah Honey.." Sall menghentikan pijatannya, lalu mendekap tubuh Sanchia yang merangsek di dada bidang Sall.
"Ah sayang sekali kita tidak bisa berbulan madu disini ya, Sweetheart." Sanchia yang sudah menutup matanya, kembali membuka matanya.
"Sabar ya Honey, hanya tinggal beberapa hari lagi.."
"Dan saat itu, aku akan meminta jatahku yang hilang selama 40 hari."
Sanchia membulatkan matanya karena terkejut, sementara Sall terkekeh geli melihat ekspresi istrinya yang terlihat lucu.
"Ah jangan memasang ekspresi menggemaskan seperti itu Sweetheart, kamu semakin menggodaku." Ujar Sall, lalu mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Sanchia dengan sangat gemasnya. Sementara Sanchia terkekeh kegelian menerima perlakuan suaminya yang penuh cinta.
***********************
Maaf ya visual Leon & Leandra belum bisa aku up, masih bingung nih 😄
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight