
HOTEL - JEJU ISLAND
3 hari setelah kepulangan Sanchia dari Rumah Sakit, Sall segera mengurus persiapan kepulangan Papa Leonard, Mama Annesya, Kevin, Nieva juga anak buah Kevin ke Indonesia. Leon juga sudah mempersiapkan private jet milik Sall, agar kepulangan mereka besok sore berjalan lancar. Sedangkan Sanchia, Sall dan anak buah Sall, masih akan tetap tinggal selama beberapa minggu lagi di Korea, karena Sanchia belum diperbolehkan melakukan perjalanan menggunakan pesawat dalam waktu yang cukup lama, karena kandungannya masih sangat rentan.
Pagi ini masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, Sanchia terlihat sedang berusaha mengurangi rasa mual di perutnya, dengan memuntahkan isi perutnya di wastafel. Sall menghampiri istrinya dan memijit tengkuk Sanchia, agar istrinya lebih mudah memuntahkan isi perutnya.
Setelah beberapa lama, Sanchia terlihat berkumur-kumur dan membasuh bibirnya perlahan. Sall menatap pantulan cermin dengan tatapan sendunya.
"Are you okay, Sweetheart? Wajahmu pucat Sweetheart, sepertinya berat badanmu semakin berkurang. Andai aku bisa menggantikan apa yang kamu rasakan, aku rela Sweetheart."
"Don't worry Honey.. I'm okay.."
Sanchia tersenyum tipis memandang wajah suaminya yang terlihat sendu. Sall begitu tidak tega melihat keadaan istrinya yang kian hari semakin kurus. Sall berusaha selalu menuruti semua keinginan istrinya, meskipun kadang sedikit kerepotan. Karena Sall sangat paham, betapa beratnya Sanchia menjalani kehamilannya, dan Sall tahu kalau keinginan ibu hamil haruslah selalu dituruti.
Sall memapah tubuh Sanchia menuju tempat tidur mereka, dan membaringkan Sanchia dengan sangat perlahan. Lalu duduk di tepi tempat tidur, seraya memegang tangan Sanchia selembut mungkin.
"Apa ada yang kamu inginkan, Sweetheart?"
Pertanyaan itu sudah menjadi pertanyaan wajib yang Sall lontarkan setiap harinya kepada Sacnhia. Mau itu pagi, siang, sore atau malam. Dan setiap kali Sanchia menyebut nama makanan, Sall akan langsung memesan atau mencarinya.
Untung saja selama 3 hari ini, makanan yang diinginkan Sanchia masih masuk akal dan gampang di dapat, meskipun sudah 3 kali Sanchia meminta makanan pada waktu dini hari. Yaitu saat Sanchia menginginkan Wagyu Steak, Frozen Chocollate Haute dan Melon Yubari King. Beruntung Hotel berbintang 5 milik Brandon memiliki fasilitas super lengkap, sehingga Sall tidak kesulitan mendapatkan makanan-makanan itu.
"Honey.. Sepertinya aku ingin sesuatu yang pedas"
"Tidak Sweetheart, kamu punya penyakit asam lambung. Terlebih perutmu dalam keadaan kosong. Jangan yang pedas ya.. Kalau kamu ingin yang segar dan tidak membuatmu mual, aku bisa membelikan sup hangat dan buah-buahan untukmu."
Seketika wajah Sanchia merengut, sedih sekaligus kesal, memandang Sall yang kini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sweetheart, tolong jangan keras kepala ya, aku hanya tidak mau kamu sakit dan berpengaruh pada baby kita juga. Aku benar-benar takut kejadian buruk beberapa hari yang lalu, akan terulang lagi. Jadi tolong menurutlah padaku, Sweetheart."
Dengan raut wajah lesu dan kecewa, akhirnya Sanchia menganggukan kepalanya. Tentu saja hal ini tidak membuat Sall lega, karena istrinya terlihat sedih. Sall memutar otaknya, agar mood Sanchia bisa segera membaik.
"Sweetheart, nanti siang kita shopping ya. Besok kan Mama, Papa, Kevin dan Nieva pulang ke Indonesia. Kita beli banyak oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia ya, kamu juga bisa membeli apapun yang kamu mau."
Raut wajah Sanchia seketika berubah sumringah, memang perempuan mana pun akan senang mendengar kata shopping. Tidak terkecuali Sanchia, yang bahkan seringkali menolak ajakan belanja saat mereka belum menikah.
"Honey, kita sekalian ajak Mama, Papa, Kevin dan Nieva belanja juga ya."
"Iya Sweetheart, ajak aja semuanya."
Sall tersenyum senang, melihat istrinya yang begitu sumringah karena akan keluar jalan-jalan setelah begitu lama terkurung dalam sekapan Javier dan Alrico, juga kungkungan Rumah Sakit dan Hotel.
Tiba-tiba mata Sall terasa panas dan hatinya serasa sesak melihat Sanchia yang telah melewati begitu banyak cobaan selama ini. Sall selalu merasa bersalah karena telah gagal melindungi istrinya.
'Sweetheart, aku akan menjaga agar senyum bahagia ini tidak hilang dari wajahmu. Maafkan aku, karena pernah gagal melindungimu. Aku akan berusaha untuk selalu menjaga dan membahagiakanmu dan anak kita, Sweetheart.' Tekad Sall dalam hati.
*************************
MALL - JEJU ISLAND
Sall, Sanchia, Nieva dan Kevin baru saja tiba di parkiran pusat perbelanjaan terbesar di Jeju. Papa Leonard dan Mama Annesya tidak ikut, karena ingin beristirahat di hotel saja setelah berenang pagi tadi.
Tentu saja Leon dan Leroy selalu berada di dekat mereka untuk memastikan keamanan sahabat-sahabatnya itu. Sedangkan beberapa anak buah Sall mengawasi dari kejauhan, untuk memastikan keamanan Boss mereka, tanpa menimbulkan perhatian.
Kevin mengarahkan camera ponselnya pada Nieva yang terlihat berjalan seraya mengulas senyum manis ke arahnya. Terlihat Sanchia berjalan di belakang Nieva dengan anggunnya.
"Sebenarnya aku selalu malas kalau berjalan-jalan ke tempat ramai bersama istriku. Terlalu banyak pasang mata yang harus selalu aku peringatkan. Menyebalkan sekali rasanya saat banyak laki-laki menatapnya dengan tatapan lapar."
Kevin terkekeh geli mendengar bisikan Sall di telinganya. Kevin paham sekali dengan sifat cemburu dan posesif Sall yang boleh dibilang berlebihan.
"Nanti kalau perut Sanchia mulai membesar seperti Nieva, kamu tidak akan terlalu merasa seperti itu. Karena tanpa kamu beritahu & peringatkan pun, semua laki-laki itu akan menyadari kalau kamu benar-benar pemenangnya. Meskipun menurutku kecantikan istri yang sedang hamil semakin bertambah, saat kehamilannya makin membesar."
"Yupz.. Sepertinya kamu benar, Kevin. Aku tidak sabar menunggu saat itu tiba."
Kevin tertawa seraya menggelengkan kepalanya pelan, lalu menyambut uluran tangan istrinya dan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Nieva. Sall pun mengulurkan tangannya, yang langsung disambut Sanchia disertai senyum cantiknya.
"Thank you Honey.."
Sanchia, Sall, Kevin, Nieva, Leon dan Leroy berjalan-jalan di mall terbesar di Pulau Jeju itu dengan sangat santai. Sall sudah mentransfer sejumlah uang dengan nominal fantastis ke rekening mereka semua, sehingga mereka bisa membeli barang apapun yang mereka inginkan. Kevin dan Nieva terlihat membeli banyak perlengkapan dan pakaian bayi yang berwarna netral, karena mereka belum mengetahui jenis kelamin anak mereka. Sedangkan Leon dan Leroy lebih memilih banyak pakaian, sepatu dan tas untuk menunjang penampilan mereka.
"Sweetheart, belilah apapun yang kamu perlukan. Kenapa kamu hanya membeli pakaian dan oleh-oleh untuk Papa dan Mama?"
"Aku bingung harus membeli apa, sepertinya barang-barang yang kamu bawa saat pernikahan kita pun, banyak yang belum aku pakai."
"Hmm, kalau begitu biar aku pilihkan untukmu ya, jangan menolak ya Sweetheart."
Sanchia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya serasa tersenyum melihat suaminya yang langsung masuk ke sebuah toko dengan brand terkenal yang selalu Sanchia pakai. Tangan Sall mulai mengambil beberapa pakaian, sepatu, tas yang memang menarik mata Sanchia. Sanchia akui, kalau selera Sall memang bagus. Sanchia selalu menyukai apapun yang Sall pilihkan untuknya. Terlebih yang memilih barang-barang itu adalah pria yang paling dia cintai, bertambahlah rasa syukur Sanchia karena memiliki suami seperti Sall.
Sall mengeluarkan black card-nya setelah kasir selesai menghitung belanjaannya. Tiba-tiba Sall terlihat kembali ke jajaran pakaian yang dipajang di sebelah kirinya. Mata Sanchia melotot saat Sall mengambil 5 buah lingerie berbeda warna dan menyerahkannya pada kasir yang terlihat tersenyum dengan tingkah Sall ini.
"Kita makan ya Sweetheart. Aku sudah lapar."
Terlihat Kevin, Leon dan Leroy kerepotan menjinjing belanjaan mereka, sedangkan Nieva sedang memakan ice cream-nya sambil memeluk lengan Kevin dengan manjanya.
"Ayo kita makan dulu. Setelah makan, kalian bisa melanjutkan acara belanja kalian."
"Kami sudah selesai berbelanja kok, Kak Sall."
"Ok.."
Sall tersenyum seraya merespon singkat perkataan Nieva yang tidak mengalihkan pandangannya dari ice cream yang dimakannya.
"Aku dan Leroy juga sudah selesai Sall."
"Baiklah, ayo kita makan dulu."
Sall memanggil semua anak buahnya yang berjaga untuk membawakan semua barang belanjaan mereka dan memasukannya ke mobil. Tidak lupa beberapa paper bag yang berisi pakaian dan makanan untuk semua anak buahnya yang menemani mereka dan yang berjaga di hotel. Sall memang begitu royal terhadap semua anak buah yang loyal padanya. Karena itulah semua anak buah Sall begitu kagum dan hormat pada Big Boss-nya itu.
Sall, Sanchia, Nieva, Kevin, Leon dan Leroy terlihat memasuki sebuah Restaurant Korea terkenal yang ada di Mall itu. Mereka memesan semua menu korea paling enak di Restaurant itu, dan menikmatinya dengan sangat lahap.
Sall begitu bahagia melihat Sanchia yang begitu lahap memakan makanan di hadapannya. Sall mengusap noda saus di sudut bibir Sanchia dengan lembut.
"Pelan-pelan makannya Sweetheart."
Leon dan Leroy terlihat merengut melihat kemesraan Sall dengan Sanchia. Hal ini membuat tawa Kevin pecah.
"Iri ya? Makanya cari perempuan untuk segera kalian nikahi."
"Tidak segampang itu Bro."
Jawaban dan ekspresi kesal Leroy membuat Sall dan Kevin tertawa. Sedangkan Leon memilih melanjutkan makannya dibanding menjadi bahan candaan Sall dan Kevin.
"Hyung.."
Tiba-tiba terdengar teriakan yang membuat mereka memandang ke arah sumber suara.
"Hai Jared.."
Kevin, Sall, Leon dan Leroy memanggil Jared, sepupu Brandon yang baru memasuki Restaurant dengan seorang perempuan Korea yang cantik dan berpenampilan sangat elegant.
"Oh iya, kenalkan ini Kakakku, namanya Catherine Wang.."
Leon dan Leroy berebut menyalami Catherine, membuat Sall, Kevin, Jared, Sanchia dan Nieva tertawa.
"Namaku Leroy.."
"Namaku Leon.."
"Sepertinya akan ada persaingan disini."
Bisikan Kevin di telinga Sall, membuat Sall terkekeh geli. Lalu Sall balik membisikan sesuatu di telinga Kevin.
"Ayo kita bertaruh, siapa yang akan menang kali ini."
*************************
Image Source : Instagram Im Jin Ah & Jeon Somi (Edited)
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Maaf banget ya karena lama ga up, maaf juga karena ada adegan makannya, karena setting novel ini bukan di bulan puasa ceritanya.
Btw, mampir juga yuk ke Novel pertamaku "Star on A Dark Night" kalau belum baca, hihi..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight