
Sanchia tersadar dari efek obat bius yang disuntikan di lehernya sekitar 7 jam yang lalu. Diedarkan pandangannya, menelusuri seluruh sudut kamar yang begitu luas. Sanchia sedikit meringis saat merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhnya yang terlihat memar, karena perkelahiannya dengan beberapa laki-laki yang berhasil menculiknya tadi malam dari kamar hotelnya.
FLASHBACK ON
Sanchia hampir saja jatuh tertidur, setelah beberapa jam menangis tanpa henti. Namun suara pintu dibuka dari luar diikuti dengan suara langkah beberapa orang yang masuk ke dalam kamarnya, kembali menyadarkan Sanchia dari kantuk beratnya. Sanchia begitu terkejut dengan kemunculan delapan orang laki-laki berwajah khas Eropa dan berbadan besar juga berotot.
“Siapa kalian?
Sanchia segera beranjak, dan berdiri di sebelah tempat tidurnya dengan sikap yang waspada. Badan mereka yang besar dan berotot cukup membuat nyali Sanchia ciut, namun bukan seorang Ratu Mafia, kalau Sanchia tidak dapat menyembunyikan rasa takutnya di depan musuh-musuhnya.
“Kamu tidak perlu tahu siapa kami. Kamu hanya perlu ikut dengan kami.”
Sanchia mulai memasang kuda-kuda, saat dua orang diantara laki-laki itu mendekatinya dengan langkah yang lebar. Baru saja dua orang diantara mereka memegang tangan Sanchia, seketika Sanchia menendang betis kedua laki-laki itu, sampai mereka meringis kesakitan. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Sanchia pun mencoba menghempaskan tangan kedua laki-laki itu dengan sekuat tenaga, sampai cengkeraman tangan mereka terlepas dari tangan Sanchia.
Dalam hitungan detik Sanchia masih berpikir untuk mengambil pistol yang terletak di dalam tas-nya yang dia simpan di dalam lemari, atau mengambil ponsel yang terletak di atas tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menghubungi Sall. Namun apapun pilihan yang dia pilih, tetap membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Benar saja, baru saja Sanchia mengambil ponselnya dan hendak berlari ke kamar mandi, kedelapan orang itu maju secara bersamaan, dengan empat diantaranya meringkus Sanchia tanpa ragu. Sanchia tentu saja kalah tenaga dengan keempat orang itu, sekalipun Sanchia mahir dalam beladiri. Namun Sanchia tidak mau menyerah begitu saja, Sanchia mengeluarkan semua tenaganya untuk melawan dan melepaskan diri. Sampai akhirnya satu orang yang hanya berdiri sejak tadi, membekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi cairan obat bius, hingga Sanchia perlahan tidak sadarkan diri.
FLASHBACK OFF
**************************
Sanchia membelalakan matanya, saat seorang laki-laki masuk dan mendekati dirinya seraya menampakan seringai di wajahnya.
"Aus..Tin.."
Sanchia berusaha melepas ikatan di tangannya, seraya tetap memandang ke arah laki-laki yang mengaku bukan Austin itu. Namun rupanya usaha Sanchia tidaklah membuahkan hasil, karena ikatan di tangannya terlalu kuat dan mustahil dilepaskan tanpa bantuan alat.
Tiba-tiba tangan laki-laki itu mencekik dan mencengkeram leher dan dagu Sanchia sekaligus, membuat leher dan dagu Sanchia memerah seketika. Namun Sanchia berusaha menyembunyikan rasa sakit yang dirasakannya, meskipun sebenarnya leher dan dagunya terasa sangat sakit dan panas.
"Hallo, Sanchia Arelia Ric.. Aku senang sekali kamu masih mengenali wajah ini, tapi sayang sekali karena aku bukanlah Austin. Gara-gara suamimu, Sall Sherwyn Knight alias Der Killer Ritter itu, saudara kembarku menjadi gila dan beberapa kali nyaris bunuh diri. Dan sekarang, aku akan menyiksamu dan membuatnya berlutut dihadapanku."
Laki-laki itu melepas cengkeraman tangannya dari leher dan dagu Sanchia.
"Laki-laki brengs*k seperti dia, memang layak mendapatkannya."
Plak..
Saudara kembar Austin itu menampar Sanchia dengan sekuat tenaga, hingga membuat sudut bibir Sanchia terluka dan mengeluarkan darah.
"Diam kamu, Jal*ng.. Jangan merasa hebat, jika kamu tidak bisa diam, maka aku akan membuatmu diam selamanya."
"Aku Javier Shawn Adams, akan membunuh Sall Sherwyn Knight dengan tanganku sendiri. Tapi sebelumnya, aku dan ketiga sahabatku akan menghancurkan klan, semua group perusahaan, dan istrinya yang cantik ini, sampai dia tidak ingin hidup lagi,hahaha.."
Cengkeraman di dagu Sanchia terlepas, diikuti perginya Javier dari kamar yang ditempati Sanchia, dengan langkah yang santai dan siulan meremehkan.
*************************
Sementara itu, Sall yang berada di hotel milik Brandon Wang, masih dipusingkan dengan upayanya mencari keberadaan Sanchia yang tiba-tiba menghilang entah kemana, setelah dibawa menggunakan sebuah helicopter yang mendarat di rooftop hotel. Anehnya Brandon pun tidak mengetahui tentang kemunculan helicopter itu, karena helicopter yang mereka gunakan sejenis Stealth helicopter yang super senyap dan tidak terdeteksi radar. Sehingga sampai saat ini, Sall masih mencari keberadaan istrinya dibantu Leon, Brandon dan juga Kevin.
"Sudah kuduga."
Leon, Kevin dan Brandon mendekat dan melihat ke arah laptop Sall yang menunjukan beberapa informasi.
"Sesuai informasi yang kalian berikan sebelumnya tentang pendidikan dan orang-orang di sekitar Alrico, akhirnya aku menemukan ini. Sesuai kecurigaan kita, ternyata Alrico ada hubungannya dengan ketiga Ketua Mafia ZDT."
“Apa hubungan mereka Sall?"
Kevin terlihat sangat penasaran, tidak jauh berbeda dengan Brandon yang tampak menunggu jawaban Sall.
“Alrico dan ketiga Ketua Mafia ZDT bersahabat sejak kuliah, dan Alrico bukanlah orang biasa, dia juga merupakan salah satu Ketua dari Klan ZDT. Inilah jawaban yang aku inginkan selama ini. Aku yakin mereka berempat yang sudah menculik istriku, dan saat ini mereka semua berada di Jeju. Leon, Kevin..Bantu aku, sepertinya sebentar lagi kita bisa menemukan posisi mereka. Brandon, aku meminta bantuanmu untuk menyediakan tiga buah Stealth helicopter super senyap dan tidak terdeteksi radar untukku dan anak buahku."
Kevin, Leon dan Brandon mengangguk dan mulai sibuk mengikuti permintaan Sall, sementara Sall langsung menghubungi Leroy untuk bersiap bersama dengan semua anak buahnya.
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight