The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 110 The King



Malam semakin larut, suasana mansion pun sudah sepi, tanda hampir semua penghuni mansion sudah masuk ke alam mimpi. Suara tangisan bayi menyentakkan Sanchia dari tidurnya yang nyenyak sejak 1 jam yang lalu. Namun niatnya untuk menenangkan bayinya urung, karena kini sang bayi mungil sudah berada dalam gendongan tangan besar Sall, yang berdiri seraya mengayun lembut tubuh sang bayi sampai berhenti menangis.


Sall terlihat sudah segar dengan piyama tidurnya, dia tanpa ragu menciumi bayinya yang menggeliat kegelian karena terkena rambut-rambut halus di wajah sang Daddy. Sanchia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam, lalu bergerak mendekati suami dan anaknya ke pinggir tempat tidur.


"Honey, maaf aku tertidur, dan tidak tahu kalau kamu sudah pulang. Sudah makan Honey?"


"Tidak apa Sweetheart. Setelah mandi, aku langsung makan. Anak kita terbangun karena mendengarku masuk. Tidurlah Sweetheart, biar aku yang menjaga Shanaya."


Bayi mungil itu seketika tersenyum dengan mata terpejam, saat sang Daddy menyebut namanya. Sall dan Sanchia pun cukup takjub dengan pemandangan mereka. Setiap harinya, adalah keajaiban yang selalu mereka lalui penuh rasa syukur.


Shanaya Zarine Knight, adalah nama yang Sall dan Sanchia berikan pada bayi perempuan mereka. Sinar di langit biru.. Sesuai namanya, Sall dan Sanchia berharap agar anak mereka akan selalu menjadi sumber keceriaan dan kebahagiaan di dalam keluarga Knight.


"Kamu juga harus tidur Honey, pasti kamu lelah setelah meninjau 2 lokasi proyek pembangunan resort. Apalagi kamu langsung meeting di Markas besar."


"Iya Sweetheart. Ayo kita tidur, bayi cantik kita juga sepertinya sudah bisa dipindah ke dalam box-nya."


"Iya Honey, langsung tidurkan di box-nya saja."


Sall segera meletakkan Shanaya dengan sangat hati-hati di dalam box-nya, tidak lupa merapikan bantal dan guling untuk menjaga tubuhnya agar tidak terbentur. Tanpa sadar lengkungan di kedua sudut bibir Sanchia terbit begitu saja, melihat suami gagahnya nampak sangat lembut memperlakukan makhluk yang begitu terlihat mungil diantara kedua tangan besar Daddy-nya.


Sanchia mengulurkan tangannya yang dibalas genggaman erat tangan Sall, seraya merebahkan tubuhnya tepat disamping Sanchia.


"Mau aku pijat Honey?"


"Tidak, aku tidak lelah. Biar aku saja yang memijatmu, kamu pasti lelah mengurus Shanaya juga Shawn."


"Tadi lelah, tapi sekarang tidak lagi." Senyuman Sanchia ikut menarik lengkungan di kedua sudut bibir Sall. Dielusnya punggung tangan Sanchia, lalu diciumnya dengan lembut menyalurkan perasaan yang memenuhi hatinya saat ini.


"Terima kasih karena sudah menjadi Mommy yang baik untuk kedua anak kita. Maafkan aku yang tidak mempunyai banyak waktu untuk berbagi tugas denganmu Sweetheart."


"Tidak apa-apa Honey. Saat malam, kamu seringkali tidak membangunkanku kalau Shanaya menangis. Kamu malah menyiapkan susu dan mengganti popok Shanaya tanpa bantuanku."


"Tidak masalah Sweetheart, mengganti popok cukup mudah, memberi ASI-mu pun aku hanya perlu menghangatkannya saja dengan alat itu." Tunjuk Sall pada alat penghangat ASI yang tersimpan di atas rak khusus.


"iya Honey.. Aku begitu bersyukur punya suami siaga seperti kamu."


Cup..


Sall menempelkan bibirnya sekilas di bibir ranum Sanchia, karena merasa gemas dengan mata dan ekspresi Sanchia yang berbinar dan bahagia.


"Sekarang kita tidur ya, Sweetheart. Sebelum Shanaya dan Shawn bangun."


"Iya Honey.."  Sanchia merangsek masuk ke dalam dekapan tangan dan dada bidang Sall yang hangat, sementara Sall melingkarkan tangannya di punggung Sanchia seraya mengelusnya perlahan.


*************************


Di akhir pekan yang cerah, Sall dan Sanchia baru saja menyelesaikan sarapan mereka di ruang makan, saat lengkingan tangis Shawn terdengar begitu keras dan mengejutkan seluruh penghuni mansion yang ada di lantai 1. Untung saja baby Shanaya sedang berada di kamar bayi yang berada di sebelah kanan kamar orangtuanya di lantai 2, sehingga tidak terusik sama sekali dengan suara tangis Kakaknya yang begitu menggelegar.


"Ada apa Sayang?"


Sanchia melebarkan kedua tangannya, memeluk Shawn yang berlari menghambur ke dalam pelukannya dengan tangis tidak henti membasahi pipinya yang menggemaskan.


"Aku ingin binatang peliharaan.. Seperti milik Bradley.. Briley.. dan Zeroun." Jawab Shawn terbata-bata.


Sall memandang Sanchia penuh tanya, seolah meminta penjelasan apa yang sebenarnya maksud dari Putra mereka.


"Kemarin sore, Shawn video call dengan Bradley, Briley dan Zeroun. Sepertinya mereka memperlihatkan binatang peliharaan mereka pada Shawn." Sall mengangguk paham mengenai penyebab Shawn yang tiba-tiba membicarakan binatang peliharaan dari anak-anak sahabatnya itu.


"Memangnya mereka memelihara apa?" Tanya Sall ingin tahu.


"Bradley dan Briley memelihara ular phyton yang besaaaar sekali.. Sedangkan Zeroun mempunyai elang yang sangat banyak."


Sall dan Sanchia tentu tidak terkejut dengan perkataan Shawn. Bradley dan Briley adalah anak dari Ketua Klan Mafia Chrysos Dragon, tidak mengherankan jika peliharaan meraka ada ular besar sejenis phyton yang sedikitnya mendekati lambang klan mereka yaitu naga. Sedangkan Zeroun adalah anak dari Ketua Klan Mafia Wang Eagle, tentunya lambang klan mereka adalah elang, sangat pas dengan peliharaan mereka.


Sall pun sebenarnya mempunya banyak binatang peliharaan yang termasuk ke dalam binatang buas dan berbahaya, namun Sall memeliharanya di Markas besar. Belum terpikirkan sama sekali untuk memindahkan binatang-binatang itu ke mansion, karena Sall khawatir anak-anaknya akan merasa takut pada binatang-binatang itu.


"Lalu binatang apa yang ingin kamu pelihara?" Tanya Sanchia penasaran.


"Maksudmu Raja hutan?"


Anggukan mantap dari Shawn membuat Sall dan Sanchia saling berpandangan, seraya menarik lengkungan di kedua sudut bibir mereka.


"Baiklah.. Nanti siang ikutlah bersama Daddy."


*************************


MARKAS BESAR TODDESTERN


Tawa ceria Shawn sesekali keluar saat bermain dengan beberapa peliharaan Sall di Markas besar Klan Toddestern. Shawn yang baru pertama kali diajak Daddy-nya ke Markas besar, sangat antusias dan menikmati tour-nya bersama Daddy dan Uncle Leroy, di taman belakang markas yang ternyata boleh dibilang kebun binatang hewan-hewan yang cukup berbahaya. Dimulai dari Elang, ular phyton, ular cobra, buaya, serigala, dan masih banyak hewan buas lainnya, ada di kandang-kandang terawat markas Toddestern.



Shawn tidak terlihat takut sama sekali. Bahkan wajahnya terlihat sangat ceria, saat Daddy-nya menuntun tangan Shawn untuk memegang seekor harimau yang sedang bersantai di dalam kandang.


"Daddy.. Raja hutan itu adalah singa? Tapi kenapa aku tidak melihat singa?"


"Jadi kamu tidak sabar untuk bertemu sang Raja hutan?" Anggukan Shawn terlihat begitu mantap, membuat Sall menghela nafas panjangnya.


"Baiklah.. Tunggu disini dengan Uncle Leroy."


"Okay Dad.."


Beberapa saat kemudian Sall kembali, namun dengan membawa seekor binatang yang berhasil membuat Shawn berbinar dan berteriak kegirangan.



"Wow lion.."


"Apa kamu menyukainya?" Pertanyaan Leroy dijawab Shawn dengan anggukan, tanpa mengalihkan pandangannya dari objek yang berjarak sekitar 5 meter di depannya.


"Mendekatlah.. Daddy kenalkan pada sahabat Daddy si Raja hutan. Namanya Luck."


Shawn segera mendekat tanpa ragu dan berdiri di samping Daddy Sall yang terlihat tenang, namun tetap berjaga untuk melindungi Shawn. Meskipun singa peliharaan Sall sudah jinak padanya, tapi singa itu baru pertama kali bertemu Shawn, sehingga Sall harus ekstra siaga menjaga Shawn.


Namun alangkah terkejutnya Sall, saat tiba-tiba Luck merebahkan tubuhnya seolah meminta Shawn untuk mengelus badannya yang bahkan berkali lipat dari ukuran tubuh Shawn.


"Sepertinya Luck menyukaimu Boy.."


"Tentu saja Dad, aku anak yang sangat menyenangkan." Jawab Shawn penuh percaya diri, seraya mengelus tubuh Luck perlahan, membuat Sall menggeleng pelan melihat kepercayaan Shawn yang sepertinya menurun dari dirinya.


*************************


Image Source : IG Toni Mahfud & Google (Edited)


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Ada yang kangen sama Sall & Sanchia ga? 😄 Maaf ya baru bisa up.


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight