
MANSION SALL & SANCHIA - LONDON, INGGRIS
12 Tahun kemudian..
Seorang remaja perempuan berseragam sekolah berusia 16 tahun, terlihat menghentak-hentakan kakinya saat memasuki pintu utama mansionnya. Dibelakangnya seorang remaja laki-laki yang juga berseragam sekolah dengan dibalut jaket branded kekinian, dan berusia 17 tahun tampak tidak terganggu, dia malah asyik mendengarkan musik melalui earphone-nya.
Shanaya, gadis remaja yang sedang merajuk itu, kini membalikkan tubuhnya menghadap sang Kakak. Shawn menghentikan langkahnya seraya mengangkat sebelah alisnya, bertanya-tanya kenapa adiknya tiba-tiba berbalik dan menghentikan langkahnya.
"Kak Shawn, kenapa Kakak senang sekali mengacaukan acara jalan-jalanku. Padahal aku hanya menonton film bersama teman-teman, kenapa Kak Shawn malah memintaku pulang dihadapan mereka? Kalau Kak Shawn terus-terusan seperti ini, bisa-bisa aku tidak punya teman."
Alih-alih menanggapi keluhan Shanaya, Shawn malah kembali berjalan melewati Shanaya tanpa ambil pusing dengan keluhan Shanaya. Tentu saja Shanaya yang merasa diabaikan, tidak terima dengan sikap dan perlakuan kakak laki-lakinya itu.
Setelah menyimpan tas sekolahnya di atas meja, tanpa aba-aba Shanaya berniat mendaratkan pukulannya ke arah punggung Shawn. Namun dengan refleks yang bagus, Shawn berhasil menghindari pukulan Shanaya, sehingga Shanaya hanya berhasil memukul angin.
Tanpa berkata sepatah katapun, Shawn memandangi adiknya dengan tatapan jengah dan gelengan kepala.
"Kapan kamu bisa bersikap dewasa Shanaya? Teman-temanmu itu membawa dampak buruk untukmu. Jangan pernah berpikir untuk bisa pergi ke club dengan mereka lagi. Kamu tidak akan pernah bisa menipuku lagi. Dan jangan pernah dekat dengan teman-teman laki-lakimu itu, terutama Dawson. Dia hanya mempermainkanmu, sama seperti pacar-pacarnya yang lain. Mommy dan Daddy masih harus mengurusi bisnis kita di Jepang dalam waktu yang lama, jadi menurutlah padaku Shanaya." Ujar Shawn penuh penekanan.
"Kenapa Kakak tidak mengurusi urusanmu sendiri? Kakak punya teman-teman sendiri, tapi kenapa Kakak selalu ikut campur dengan kehidupanku Kak?" Tanya Shanaya sedikit berteriak.
"Karena aku adalah Kakakmu. Apa jawaban itu tidak cukup?" Jawab Shawn dingin, membuat nyali Shanaya menciut seketika. Terlebih pandangan Shawn menghunus tajam, tepat di netra Shanaya yang jernih.
Merasa akan kalah dalam berdebat ataupun adu jotos, Shanaya memilih pergi menuju kamarnya. Sedangkan Shawn terlihat masih memandangi punggung Shanaya yang berjalan menaiki tangga, sampai akhirnya menghilang dari pandangannya.
"Hmm.. Berhentilah mengekang adikmu. Rasa khawatirmu sepertinya terlalu berlebihan. Kamu benar-benar Kakak yang posesif." Pandangan Shawn beralih pada sumber suara, yang ternyata adalah Drake, asisten pribadinya yang baru saja pulang kuliah.
"Teman-teman Shanaya terlalu berbahaya untuknya. Uncle Arthur sudah menugaskan banyak pengawal terlatih untuk menjaganya, tapi kenapa Shanaya bisa beberapa kali lepas dari pantauan? Rasanya sangat menjengkelkan." Shawn dan Drake berjalan beriringan menuju lantai 2.
"Sebenarnya bukan para pengawal yang kurang kompeten, tapi adikmu saja yang terlalu licin seperti belut. Seperti kejadian saat dia kabur ke club bersama teman-temannya, dia sampai meretas sistem keamanan mansion, CCTV, bahkan nekad turun dari balkon kamar dengan menggunakan tali. Dia dibekali banyak skill, jadi jangan heran, kalau dia bisa melakukan banyak hal gila diluar nalar." Shawn mengangguk membenarkan semua perkataan Drake.
"Tapi kurangilah sifat posesifmu. Adikmu juga butuh bersosialisasi dengan teman-temannya. Dia bisa stres kalau terlaku kamu kekang. Sebaiknya kamu cepat tentukan pilihan, siapa dari fans-mu yang akan kamu pilih sebagai kekasih. Kamu lebih baik bersikap posesif terhadap kekasihmu saja Shawn, bukannya adikmu. Apa kamu memang berniat membuatnya menjomblo seumur hidup? Jika sikapmu seposesif itu, tidak akan ada laki-laki yang berani mendekati adikmu. Mereka tentu saja takut padamu Shawn." Ujar Drake panjang lebar yang langsung dihadiahi pukulan di lengannya. Drake hanya sedikit meringis, lalu melanjutkan perkataannya.
"Apalagi kalau mereka tahu, Kakak-nya Shanaya adalah seorang Calon Ketua Mafia terbesar di Inggris, pasti mereka akan mundur seketika, hehe.." Kekehan Drake hanya dibalas gelengan kepala Shawn yang memilih berjalan menuju kamarnya. Namun baru beberapa langkah berjalan, pertanyaan Drake membuat Shawn menghentikan langkahnya.
Shawn membalikkan badannya menghadap Drake, lalu dengan menyilangkan kedua tangan di dada, Shawn menjawab tegas pertanyaan Drake sebelumnya.
"Laki-laki yang akan menjadi pendamping Shanaya, harus lebih segalanya dari aku. Aku tidak akan menyerahkan Shanaya pada laki-laki yang bahkan tidak bisa menyaingi apa yang aku miliki." Jawaban Shawn seketika membuat Drake tergelak, tentu saja hal ini memancing tanya di wajah Shawn.
"Kenapa kamu malah tertawa?"
"Nampaknya Shanaya harus bersiap menjadi jomblo seumur hidup, karena sepertinya tidak akan ada laki-laki yang bisa menyaingimu Shawn. Kamu memiliki otak yang terlampau cerdas, prestasi akademikmu terlalu membanggakan untuk dibandingkan dengan siapapun. Kamu juga sudah bisa berbisnis dan menghasilkan profit untuk perusahaan sejak umurmu baru 10 tahun, kekayaanmu bahkan tidak terhitung. Wajah dan tubuhmu pun sulit disaingi, kecuali oleh model dan aktor-aktor terkenal. Kemampuan meretas, beladiri, menciptakan senjata, racun, mengatur strategi, semuanya kamu miliki. Aku bahkan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang tidak kamu bisa?" Shawn tersenyum mendengar rentetan pujian Drake padanya, namun dirinya sendiri tentu saja merasa masih banyak kekurangan. Shawn masih memiliki banyak harapan untuk bisa membanggakan Mommy dan Daddy-nya juga Shanaya.
"Mungkin di belahan bumi yang berbeda, ada laki-laki yang bisa menyaingi bahkan mengalahkan kemampuanku. Tapi jika Shanaya menjadi jomblo seumur hidup, maka aku akan menemaninya selamanya." Ujar Shawn, membuat Drake membelalakan matanya diikuti gelengan kepala yang kuat. Sementara Shawn terkekeh geli, lalu berjalan kembali menuju kamarnya.
*************************
Alhamdulillah langsung up 3 eps. Bonus Chapter-nya menutup kisah****The Killer Knight VS The Mafia Queen.
Kisah anak-anak Sall & Sanchia yaitu Shawn dan Shanaya akan lanjut di novel baru "Forbidden Love of The Mafia King". Kalau berkenan mampir ya..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya selama ini.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight