
MANSION SALL - BANDUNG
Detak jantung Sall sudah tidak bisa diajak kompromi sejak matanya kembali terbuka dini hari tadi. Rencananya untuk membawa Sanchia menemui kedua orangtuanya, begitu membuat pikiran dan hatinya campur aduk. Sall khawatir dengan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
Terlebih sekitar jam 6 pagi tadi, Leon mengabarkan kalau saat ini orangtua Sanchia sedang berada di mansion Sanchia yang ditempati Nieva dan Kevin. Pikiran Sall kini semakin kusut, karena bukan hanya orangtua Sanchia yang harus ditemuinya hari ini, tapi juga adik dan adik ipar Sanchia. Sall khawatir, rencananya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Sekitar jam 8 pagi, Sanchia dan Sall sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke mansion Sanchia. Mereka berdua menyelesaikan sarapan tanpa pembicaraan apapun, meskipun Sanchia terlihat begitu bahagia karena akan menemui keluarganya. Berbanding terbalik dengan Sall yang terlihat begitu serius dan khawatir.
Sanchia yang melihat gelagat aneh Sall, mulai menebak-nebak isi pikiran Sall saat ini, yang sedang khawatir dengan rencana mereka. Uluran tangan Sanchia menggenggam tangan kiri Sall yang bebas dari alat makannya.
"Honey, tenanglah.. Semua akan baik-baik saja."
Sall mengulas senyum terpaksanya, berusaha menunjukan pada Sanchia, bahwa dirinya baik-baik saja.
"Iya Babe, kita pasti bisa melewatinya dengan baik."
Genggaman tangan Sanchia dibalas begitu erat oleh Sall, yang kini mencium lembut punggung tangan Sanchia.
"Ayo kita berangkat Babe."
Sall dan Sanchia berjalan beriringan menuju mobil, setelah membawa tas mereka masing-masing. Kali ini Sall dan Sanchia yang duduk di kursi penumpang, hanya ditemani sopir dan Leon yang duduk di sebelah sopir. Karena Sall dan Sanchia tidak ingin keluarga Sanchia merasa curiga, jika mereka dikawal banyak pengawal berwajah sangar.
*************************
MANSION SANCHIA - BANDUNG
Beberapa puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di depan gerbang mansion Sanchia. Leon turun terlebih dahulu menemui 2 orang penjaga berusia sekitar 30 tahun, yang berada di pos jaga.
"Selamat pagi, saya Leon dan beberapa teman saya ingin menemui Tuan Leonard, Nyonya Annesya, Nyonya Nieva dan Tuan Kevin."
"Mohon maaf, apa anda sudah memiliki janji?"
"Belum, tapi tolong katakan pada pemilik mansion ini, saya membawa informasi penting mengenai Nona Sanchia."
"Nona Sanchia? Baiklah akan saya tanyakan pada Tuan Kevin terlebih dahulu."
Salah satu penjaga menghubungi Kevin melalui telepon yang berada di dalam Pos Jaga, sedangkan satu orang menemani Leon di dekat gerbang mansion.
Penjaga yang sudah selesai menelepon, kini menemui Leon dengan sedikit tergesa-gesa.
"Silahkan, anda diminta masuk ke dalam mansion. Namun mohon maaf, kami harus memeriksa kendaraan anda, juga teman-teman anda yang berada di dalam mobil."
"Silahkan lakukan tugas anda."
Kedua penjaga itu mendekati mobil Sall dan memeriksa bagian luar dan bagasi mobil dengan menggunakan beberapa peralatan security. Namun alangkah terkejutnya mereka, saat membuka pintu penumpang yang menampakan Sanchia yang sedang duduk dengan senyum manisnya yang terulas begitu lebar.
"Non..na..San..Chia.."
"Hallo Sadam.. Hallo Jeff.."
Kedua penjaga yang ternyata anggota Klan Ble Asteri andalan Sanchia itu, kini terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Nona..Apakah benar ini anda? Apa benar anda belum meninggal?"
"Kamu tidak percaya? Mendekatlah.."
Jeff mendekat sesuai permintaan Sanchia, lalu Sanchia membisikan Sumpah Ketua Klan Ble Asteri di telinga Jeff dengan sangat perlahan. Sesaat kemudian, mata Jeff terbelalak diikuti ekspresi haru yang tidak dapat dia sembunyikan.
"Anda benar-benar Nona Sanchia. Akan saya bukakan gerbangnya sekarang."
Jeff dan Sadam segera membuka pintu gerbang mansion dengan begitu bersemangat, dan menghubungi Kevin bahwa yang datang adalah Sanchia. Kevin yang terkejut langsung memeriksa rekaman CCTV yang berada di gerbang, dan memperbesar tampilan saat Jeff dan Sadam memeriksa kursi penumpang. Sama seperti kedua penjaga tadi, Kevin tampak sangat terkejut melihat wajah Sanchia yang sedang membisikan sesuatu di telinga Jeff.
Tanpa membuang waktu, Kevin segera berlari menemui Nieva, Mama Annesya dan Papa Leonard yang sedang menikmati teh hangat di ruang keluarga.
"Ada apa Sayang? Kenapa kamu berlari seperti itu?"
"Ada tamu yang tidak kita duga kedatangannya. Tapi kita harus menemuinya untuk memastikan kebenarannya."
Kevin memang selama ini tidak mempercayai bahwa mayat yang sudah mereka kuburkan adalah Sanchia, Kevin yakin kalau Sanchia masih hidup dan berada di suatu tempat, meskipun mereka belum menemukannya. Kevin berharap dugaannya benar, dan seseorang yang datang adalah memang benar Sanchia, Kakak iparnya.
"Ayo kita menyambutnya di depan mansion!"
"Sebenarnya siapa yang datang Kevin?"
"Papa pasti akan terkejut melihatnya. Semoga saja itu memang benar dia. Kita lebih baik langsung melihatnya."
Terlihat sebuah mobil sport hitam berhenti tepat di depan mansion, saat Kevin, Nieva, Mama Annesya dan Papa Leonard keluar dari pintu utama mansion. Leon dan Sall keluar lebih dulu, lalu sedikit membungkuk memberi hormat pada keempat orang tuan rumah, sebelum akhirnya Sall membukakan pintu untuk Sanchia.
Papa Leonard, Mama Annesya, Nieva dan Kevin hampir tidak bisa menghirup nafas mereka dengan baik, saat seseorang yang tidak mereka duga keluar dari mobil dengan senyum bahagia yang tidak dapat disembunyikannya. Tanpa menunggu hilangnya rasa terkejut di wajah orang-orang terkasihnya, Sanchia segera memeluk Mama Annesya dan Papa Leonard secara bersamaan dan menumpahkan air matanya di bahu kedua orangtuanya. Sedangkan Sall dan Leon mendekat ke arah Kevin dan Nieva tanpa berniat mengganggu adegan haru dihadapan mereka.
"Papa..Mama.. Aku benar-benar merindukan kalian."
Papa Leonard dan Mama Annesya yang sedikit ragu dan bertanya-tanya apakah benar yang memeluk mereka adalah anak kandungnya, mencoba mendorong pelan tubuh Sanchia untuk memastikan terlebih dahulu kebenarannya.
"Apakah kamu benar-benar.. Sanchia?"
Mama Annesya bertanya dengan air mata yang mulai luruh di pipinya. Sesungguhnya hatinya berharap kalau gadis di hadapannya ini adalah memang anak kandungnya yang ternyata masih hidup.
"Aku benar-benar Sanchia Ma.. Anak pertama Mama, yang kuat dan selalu menjadi sahabat Mama setiap saat. Jika Mama belum yakin kalau aku memang benar anakmu, ujilah aku. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu dengan tepat."
Air mata Mama Annesya mengalir lebih deras, berharap apa yang diharapkannya adalah suatu kebenaran. Tapi pikirannya kembali melayang pada jenazah yang sudah dikuburkan lebih dari 2 bulan yang lalu. Jenazah dengan wajah yang benar-benar mirip dengan Sanchia, memiliki 3 luka tembak di dada, perut dan kaki, juga memiliki tanda lahir di punggung tangannya, yang membuat Mama Annesya tidak bisa mengelak bahwa anak pertamanya memang sudah meninggal.
"Jadi siapa yang kami kuburkan, jika memang kamu adalah anak kami?"
Papa Leonard terlihat mati-matian menahan tangis yang hampir keluar dari kelopak matanya. Sedangkan Nieva yang sudah menangis sejak tadi, kini menyandarkan kepalanya di dada Kevin yang mengelus lembut kepala Nieva, berusaha memberikan ketenangan.
"Yang kalian kuburkan, adalah jenazah yang sudah dibuat begitu mirip denganku. Saat itu aku diculik, namun aku berhasil melarikan diri, dan bertemu dengan seseorang yang menyelamatkanku di Bali?"
Perasaan Sall sudah tidak karuan, rasa bersalah begitu kuat menyelimuti hatinya saat ini, melihat kekasihnya berusaha meyakinkan keluarganya kalau dirinya masih hidup.
'Maafkan aku Babe, karena kesalahanku, membuatmu harus bersusah payah meyakinkan keluargamu. Kamu juga melindungiku yang sudah begitu berdosa padamu dan keluargamu.' Keluh Sall dalam hati.
"Jadi apa benar kamu adalah anak kami?"
"Iya Mama, Aku adalah Sanchia Arelia Ric, putri pertama dari Papa Leonard dan Mama Annesya. Aku juga punya adik yang bernama Nieva Adonia Ric yang kini sudah menikah dengan Kevin Choi, karena sebuah kecelakaan saat mereka berangkat ke..."
"Kakaaaaakk..."
Nieva langsung menghambur ke pelukan Sanchia tanpa ragu, sebelum Sanchia menyelesaikan perkataannya. Cara bicara Sanchia dan juga apa yang dibicarakan Sanchia, membuat Nieva yakin kalau yang berdiri dihadapannya adalah kakak kandungnya. Kevin pun yakin kalau gadis yang dipeluk istrinya, adalah benar-benar Kakak kandungnya.
Sanchia mengelus punggung Nieva yang memeluknya begitu erat, meluapkan kerinduannya. Sanchia mendekatkan mulutnya di telinga Nieva.
"Kamu percaya sama Kakak, karena hanya Kakak yang tahu detail penggerebekan kamu dan Kevin di hotel itu ya."
(Buat yang kepo sama kejadian yang dimaksud Sanchia, bisa intip di Episode 29-31 Cold Man Chased by Love - Star on A Dark Night 2)
Sanchia refleks berteriak, disusul tawa lepas, saat Nieva mencubitnya begitu keras. Berbanding terbalik dengan Sanchia yang tertawa begitu lepas, Mama Annesya dan Papa Leonard kini menangis begitu keras sambil memeluk kedua anaknya yang masih berpelukan erat.
"Nak, kami benar-benar merindukanmu. Ini sebuah keajaiban yang tidak.terduga, terima kasih karena sudah kembali dalam keadaan selamat. Kami mencintaimu Nak."
Giliran air mata Sanchia yang luruh setelah mendengar perkataan Papa Leonard yang begitu mengharukan. Terlebih saat Mama Annesya mengatakan hal yang membuatnya tidak rela melepas pelukannya bersama orang-orang terkasihnya.
"Jangan pernah pergi lagi dari hidup kami ya Nak."
"Tidak akan pernah Ma.."
Sudut mata Sanchia menangkap sosok Sall yang kini berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berusaha menahan air mata yang sudah menggenang di kelopak matanya.
'Tenang Honey, kita akan berjuang bersama untuk memperoleh restu keluargaku, agar kita bisa menikah secepatnya.' Batin Sanchia.
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
(IG : @zasnovia #staronadarknight)