The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 112 Skenario



MANSION SALL & SANCHIA - LONDON, INGGRIS


Malam semakin larut, angin musim gugur masih berhembus menebar rasa dingin, membuat hampir semua penghuni mansion memilih menghangatkan diri di dalam selimutnya masing-masing. Terkecuali Sall, Leon dan Leroy yang masih berkumpul di ruang kerja mansion Sall.


Raut wajah Sall masih terlihat tenang dan datar, meskipun pikirannya menerawang memikirkan langkah apa yang seharusnya dia ambil.


"Ini benar-benar sangat aneh.. Undangan pesta topeng dengan dalih merekatkan hubungan kerjasama yang sangat tiba-tiba dari seorang ketua klan besar Perancis, yang kebetulan sekali sedang berada di London? Tidakkah itu sangat mencurigakan."  Sall hanya diam tidak bereaksi dengan perkataan Leroy yang benar-benar diipenuhi rasa penasaran.


"Tapi sepertinya ada campur tangan klan lain dibalik ini." Leon ikut menimpali.


"Pesta ini hanya alat untuk menarik Der Killer Ritter datang, mereka ingin membuktikan kalau Der Killer Ritter adalah Leon." Ujar Sall dengan wajah dinginnya.


Leon dan Leroy menganggukkan kepala, mengakui kalau analisa Sall mungkin benar adanya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Sepertinya mereka akan terus mengejarku." Leon menghela nafas panjang, menampakkan wajah yang cukup memelas.


"Kita akan membuat alibi yang kuat untuk membuktikan kalau semua dugaan mereka salah. Kita bukan hanya harus membuktikan kalau Der Killer Ritter bukanlah Leon, tapi juga harus membuktikan kalau Der Killer Ritter juga bukanlah seorang Sall. Aku yakin, mereka sudah menemukan hubungan antara aku dan Leon, baik dalam hal pekerjaan maupun persahabatan. Kecurigaan mereka bisa saja sudah mengarah padaku saat ini."


"Kamu benar Sall.. Bisa jadi sudah seperti itu." Leroy mendukung pendapat Sall, sementara Leon pun mengangguk tanda setuju dengan perkataan Sall dan Leroy.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? Pestanya hanya tinggal 4 hari lagi." Leon bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.


"Kita ikuti permainan mereka, dan kita berikan kejutan yang tidak mereka duga." Jawab Sall seraya mengulas seringai di wajah tampannya.


*************************


PRIVATE BALLROOM HOTEL XX - LONDON, INGGRIS


Sanchia melingkarkan tangannya di tangan kokoh Sall, memasuki area ballroom hotel yang dihiasi dekorasi yang cukup tegas dan berkesan suram, dengan warna dominan hitam dan abu tua. Tidak lupa Sall dan Sanchia mengenakan topeng mereka yang tidak terlalu mencolok.



"Apa kamu siap Sweetheart?" Tanya Sall seraya menolehkan wajahnya ke arah Sanchia.


"Tentu saja, aku bahkan sangat excited." Jawab Sanchia dengan bersemangat.


Pesta itu sengaja diadakan di sebuah ballroom hotel bintang 5, agar semua klan yang diundang dapat menghadiri pesta tanpa perasaan was-was akan terjadinya pertempuran antar klan yang tidak diinginkan. Terlebih hanya 10 orang yang diizinkan masuk dari setiap klan, termasuk pengawal. Berbeda jika pesta dilaksanakan di sebuah markas klan, yang pastinya akan mengundang kecurigaan serta kewaspadaan yang tinggi dari semua tamu klan yang hadir. Namun Sall tetap menempatkan banyak anak buahnya untuk berjaga di luar ballroom dan di luar hotel. Bahkan beberapa sniper sudah berjaga di hotel terdekat, yang tentunya sudah mengarahkan targetnya pada area ballroom tempat pesta itu berlangsung.


Tuan rumah yang memakai topeng berlapis emas, terlihat menyambut kedatangan Sall dan Sanchia dengan sangat ramah. Tentunya ketua klan terbesar di Perancis tersebut, sudah mengetahui siapa yang datang dari anak buahnya yang bertugas menerima tamu di luar ballroom pesta.


"Welcome to our party, Der Killer Ritter and The Queen from Toddestern, the strongest clan in England. You can call me Nolan. (Selamat datang di pesta kami, Der Killer Ritter dan Ratu dari Toddestern, klan terkuat di Inggris. Anda bisa memanggil saya Nolan)."


"Thank you for inviting us Mr. Nolan. (Terima kasih telah mengundang kami Tuan Nolan)."


"It's an honor for us, because you are willing to accept our invitation, and take the time to attend tonight. (Suatu kehormatan bagi kami, karena anda bersedia menerima undangan kami, dan menyempatkan waktu untuk hadir malam ini)."


Sall dan Sanchia hanya menganggukkan kepala, seraya bersikap waspada, karena berpuluh pasang mata diantara semua tamu undangan, mulai mengarah pada mereka.


************************


HOTEL KNIGHT - BIRMINGHAM, INGGRIS


Sementara di Hotel lain yang terletak di kota Birmingham, Leon dan Leroy sedang melakukan misi berbeda untuk membuat suatu alibi untuk membuktikan kalau Leon dan Sall bukanlah Der Killer Ritter. Beberapa orang mengawal Leon dan Leroy, namun ada lebih dari 30 puluh anak buah mereka yang mengawasi dari kejauhan, agar tidak diketahui musuh.


Leon dan Leroy berada di kamar president suite yang berbeda untuk menghindari kecurigaan. Kali ini Leroy menggunakan topeng wajah yang hampir 100 % sangat mirip dengan wajah Sall, dan melakukan perannya sebagai Sall Sherwyn Knight yang sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Leon.


Setelah siang tadi meninjau proyek pembangunan hotel, juga perusahaan cabang yang terletak di kota Birmingham, keduanya pulang ke sebuah hotel yang merupakan salah satu hotel terbesar milik Knight Group Company di kota Birmingham.


Leon dan Leroy sesungguhnya sedang memancing orang-orang yang sejak siang tadi mengikuti mereka. Keduanya bersikap seolah tidak menyadari kehadiran orang-orang itu, padahal keduanya sangatlah mengetahui keberadaan mereka.


Namun Leon dan Leroy memiliki cara yang berbeda dalam menjalankan peran mereka, Leroy segera keluar dari kamarnya dan memilih makan di restaurant hotel seraya mengumpulkan alibi keberadaannya di hadapan banyak orang. Sedangkan Leon memilih beristirahat di dalam kamar hotel, seolah tidak tahu dengan kehadiran seseorang yang berhasil menyelinap masuk ke dalam kamarnya, setelah Leon masuk ke kamar mandi.


Leon mengawasi orang itu melalui layar ponsel, yang tentunya sudah terhubung dengan mini camera yang Leon pasang di kamar itu.


Leon sedikit terkejut, karena orang yang sedang mengancam keselamatan nyawanya, ternyata adalah seorang perempuan, meskipun perempuan itu menutupi identitasnya dengan topeng full face berwarna hitam. Namun Leon tidak akan meremehkan kemampuannya, yang kemungkinan besar mempunyai kemampuan beladiri tinggi, jika dikirim dalam misi untuk membunuh Der Killer Ritter.


Saat sedang fokus mengawasi melalui ponselnya, Leon mendengar dengusan dan umpatan kasar dari mulut perempuan yang sedang dia awasi saat ini.


"Sial, aku mengikuti orang yang salah, ternyata orang ini bukanlah Der Killer Ritter." Ucap perempuan itu, saat pandangan netranya mengarah pada layar ponsel yang sedang memutar rekaman di tempat pesta topeng tempat Sall dan Sanchia hadir. Leon cukup terkejut karena perempuan itu menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara.


"Keluarlah.. Apa maksudmu menyelinap masuk ke dalam kamarku?" Tidak ada respon dari perempuan itu, namun Leon tetap bergeming menunggu perempuan itu keluar dengan sukarela tanpa paksaan.


"Aku tahu, kamu bersembunyi di dalam lemari, aku tidak akan bersikap kasar. Tapi aku ingin tahu apa maksudmu?"


Setelah hampir 5 menit menunggu, tiba-tiba pintu lemari terbuka, menampakkan wajah seorang perempuan cantik, yang memasang wajah memelas dan terlihat lugu. Sesaat Leon cukup terpesona pada perempuan berwajah campuran Indonesia-Inggris itu, tapi Leon segera memasang ekspresi datarnya dan mulai menjalankan kembali perannya.


"Maafkan aku.. Aku memasuki kamar yang salah? Aku hendak keluar, tapi aku panik saat tiba-tiba kamu keluar." Leon bergeming seraya menyilangkan kedua tangannya di dada, jelas dirinya tidak mungkin percaya dengan perkataan perempuan itu, yang terdengar sangat bodoh. Bagaimana sebuah kamar president suite yang hanya bisa dimasuki dengan access card khusus, bisa salah dimasuki orang yang tidak memiliki access card-nya, sangat tidak masuk akal bagi Leon.


"Hmm, keluarlah.."


Perempuan itu melangkah keluar dari lemari, dengan ekspresi tidak terbaca. Leon menduga, perempuan itu sedang mencari alasan untuk melarikan diri dan bersiap menyerangnya jika tidak bisa keluar dengan cara yang damai.


"Bisakah kamu menjelaskan alasanmu yang sebenarnya? Karena jujur apa yang kamu katakan masih belum bisa diterima oleh akalku." Perempuan itu terlihat semakin kebingungan mencari alasan, tiba-tiba perempuan itu menyerang Leon dengan pisau lipat yang dia keluarkan dari balik pakaiannya. Tapi tentu saja, Leon yang mempunyai refleks yang bagus, langsung bisa menghindar bahkan merebut pisau lipat itu dengan secepat kilat.


Kini pisau lipat itu sudah berada di depan leher perempuan itu, dengan posisi Leon memeluk tubuh perempuan itu dari belakang.


"Aku tidak ingin bersikap kasar, jadi katakan apa maksudmu menyelinap masuk ke dalam kamarku?"


"Aku.. Aku mengikuti orang yang salah. Maafkan aku."


Leon segera melepas kedua tangannya dari perut dan leher perempuan itu, dan langsung memandang perempuan yang terlihat sedikit shock itu.


"Orang yang salah? Apa maksudmu?"


"Aku adalah seorang detektif swasta, yang diminta mengikuti seorang suami yang berselingkuh dari istrinya. Tapi ternyata aku mengikuti orang yang salah. Maafkan aku."


Leon mengangguk-anggukan kepalanya, seolah percaya pada kebohongan perempuan itu. Leon mengajak perempuan itu duduk di sofa kamarnya, setelah memberinya segelas air untuk menenangkan dirinya.


"Bolehkah aku pergi? Aku minta maaf sudah mengganggu kenyamananmu." Tanya perempuan itu, terlihat tidak sabar. Leon mengerutkan keningnya, dan menatap wajah perempuan yang semakin terlihat memelas itu.


"Tidak, kamu harus menunjukkan ungkapan maafmu." Perempuan itu ikut mengernyitkan keningnya.


"Maksudmu?"


"Temani aku malam ini." Jawab Leon tanpa ragu.


*************************



LEON ARTHUR LAUTNER



LEROY DARREN WILLIAM


Badan sama model rambut Leroy hampir mirip sama Sall, tinggal pake wajah Sall, jadi penyamaran kali ini bisa dibilang berhasil lah..😆


Image Source : IG Kevin Lutolf, Mariano Divaio, Im Jin Ah & Toni Mahfud (edited), anggap aja wajah mereka ketutup ga bisa dikenalin ya.. 😆


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Maaf aku baru bisa up lagi di weekend ceria.. 😄


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight