The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 33 Berjuang Untukmu



Sall, Leon, Leroy bersama sekitar 20 orang anak buahnya yang berada dalam 6 mobil, sedang dalam perjalanan menuju airport. Namun tiba-tiba ada sekitar 10 mobil van yang terlihat mengikuti mobil mereka. Sall yang mendapat laporan dari Leroy tentang keberadaan mobil-mobil mencurigakan itu, segera meminta Leroy memberikan instruksi pada anak buahnya untuk bersiap, jika ada serangan yang tidak diduga.


Baru saja Sall selesai memberikan instruksi, mobil mereka langsung diberondong dengan tembakan berperedam, yang tidak menimbulkan suara yang berisik, namun berhasil membuat anak buah Sall bersiaga seketika. Leroy dan anak buahnya membalas berondongan tembakan itu dengan serangan membabi buta dari senjata api laras panjang dan laras pendek buatan Sall yang juga sama-sama berperedam.


Keahlian menembak semua anak buah Sall serta kecanggihan senjata yang dibuat oleh Sall, tentu saja berhasil membuat lawan mereka kewalahan. Terbukti dengan terbaliknya 4 mobil van berkat tembakan membabi buta yang diarahkan Leroy dan anak buahnya.


Sall yang duduk di kursi belakang bersama dengan Leon, masih terlihat tenang meskipun beberapa kali matanya melihat keadaan dibelakangnya melalui kaca spion. Leon berkutat dengan tab-nya yang menunjukan banyak rekaman CCTV juga beberapa data yang terkait dengan apa yang dicarinya saat ini.


Mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi, dengan Leroy yang terus menerus mengarahkan tembakan melalui jendela mobil ke arah belakang, tidak membuat Sall dan Leon terganggu. Leon tetap fokus dengan tujuannya untuk menemukan dalang penyerangan ini, dan Sall menghubungi orang-orang kepercayaannya di Markas Besar untuk melacak posisi mereka dan mengirimkan bantuan.


"Sall sepertinya mereka orang-orang dari 3 Klan yang kita curigai selama ini, dan mereka bergabung menjadi Klan ZDT. Dari rekaman CCTV ini, aku melihat mereka keluar dari sebuah bangunan yang sepertinya markas mereka. Dan sepertinya ketiga orang yang memakai topeng dan berdiri di depan itu, adalah petinggi dari klannya. Atau mungkin para ketua klan itu, penampilan mereka terlalu mencolok dan mahal." Sall hanya mengangguk dan menolehkan kepalanya sekilas ke arah laptop  yang dipegang  Leon.


"Cari identitas asli ketiga orang itu."


Tiba-tiba mobil yang ditumpangi Sall berhenti diikuti kelima mobil yang ditumpangi anak buahnya. Leroy segera turun dari mobil, diikuti Sall dan Leon yang terlihat memasang wajah datar di balik masker hitam yang baru dikenakannya.


"Mungkin beberapa.. Tapi mobil yang berada paling belakang berhasil kabur Sall." Leroy menjawab pertanyaan Sall dengan wajah sangarnya. Sall lalu mendekati mobil yang terbalik terakhir kali dan meminta anak buahnya untuk mengeluarkan orang yang terjebak di dalamnya.


Sall berjongkok seraya mengangkat kerah baju dari laki-laki dihadapannya dan menatapnya dengan tatapan dingin yang mengintimidasi.


"Siapa Boss-mu?"


Laki-laki yang ditanyai Sall justru malah tertawa sinis, seolah sedang meremehkan Sall yang ada dihadapannya. Sall lalu mengeluarkan pistol dari balik bajunya.


"Katakan, atau aku tidak akan segan mengantarmu pada kematian yang paling mengerikan."


Laki-laki itu kembali tertawa sinis memancing emosi Sall yang masih menampilkan ekspresi datarnya.


"Baiklah jika itu pilihanmu, maka aku akan mengabulkannya."


Sall berdiri dan seketika melesatkan peluru dari pistolnya, yang langsung mengenai bahu laki-laki itu. Teriakan kesakitan dari laki-laki itu sama sekali tidak membuat Sall iba, bahkan Sall kembali mengarahkan pistolnya ke arah dada laki-laki yang mulai lemah tak berdaya itu. Namun tampaknya laki-laki itu masih menyayangi nyawanya, sehingga dia lebih memilih untuk menyebutkan siapa orang yang menyuruhnya.


"Aku akan mengatakan siapa yang mengirim kami."


"Cepat katakan!" Kali ini Sall mengarahkan pistolnya ke kepala laki-laki itu.


Tiba-tiba sebuah tembakan melesat tepat di bahu Sall, yang membuat Sall sedikit berteriak menahan sakit.


"Aaaarrggh.."


Anak buah Sall segera melindungi Sall juga Leon dengan mengelilingi mereka. Sall dan anak buahnya melihat ke arah sumber tembakan itu, namun tidak menemukan siapapun atau bangunan apapun yang memungkinkan seorang sniper melesatkan pelurunya.  Dan belum habis rasa terkejut  Sall dan anak buahnya, sebuah tembakan kembali melesat dari arah yang berbeda, tepat di dada sebelah kiri laki-laki yang sedang diinterogasi oleh Sall.


"Shiiiiittt Leon, Leroy.. Minta orang-orang di Markas Besar untuk mencari dan menemukan sniper itu secepatnya. Sekarang kita harus segera berangkat ke airport, aku tidak mau menunda keberangkatanku ke Jeju."


"Tapi kita sebaiknya ke Rumah Sakit dulu untuk mengobati lukamu."


"Nanti saja di pesawat."


**************************


HOTEL - JEJU ISLAND (20 jam kemudian)


Sanchia dan keluarganya saat ini menginap di Hotel mewah milik Brandon Wang, sahabat baru Sanchia, yang merupakan sahabat dari Kevin. Brandon sendiri adalah Ketua Klan Wang Eagle, klan mafia besar di Korea Selatan saat ini.


Sebenarnya menginap di Hotel milik Brandon adalah akal-akalan Kevin agar Sanchia dan keluarganya bisa beristirahat sejenak sebelum menuju Busan. Kevin beralasan kalau Brandon Wang mengundang mereka untuk berlibur sekaligus bekerjasama dengan Ble Asteri dalam hal jual beli senjata kimia. Tentu saja, Papa Leonard tidak bisa menolak ajakan kerjasama yang menggiurkan itu. Terlebih menolak undangan seorang Ketua Klan Mafia besar, tidak akan bagus untuk kelangsungan Klannya kelak.


Semalam, Sanchia dan keluarganya menerima undangan makan malam dari Brandon di Restauran mewah di hotelnya tersebut. Brandon dan Sharon istrinya yang sedang hamil besar, begitu ramah menjamu para tamunya. Bahasan kerjasama pun hanya sekedar obrolan singkat, pada akhirnya mereka lebih banyak membicarakan saat Brandon dan Sharon tinggal di Indonesia daripada soal kerjasama.


Makan malam itu bahkan baru berakhir pukul 12 malam, dan sesampainya Sanchia di kamarnya, dia tidak bisa tidur dan terus menerus menangis sampai subuh menjelang. Sehingga Sanchia baru memejamkan matanya setelah menunaikan shalat subuh.


Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela kamarnya, tidak berhasil membuat Sanchia membuka matanya yang masih mengantuk.Namun musim semi di Pulau Jeju tidak mungkin akan Sanchia lewatkan begitu saja, apalagi hanya tersisa 2 hari lagi untuk Sanchia berlibur di Pulau indah ini, sebelum berangkat ke Busan untuk tinggal disana selama beberapa lama. Wajah Sanchia yang sempat bersemangat, kini berubah sendu karena teringat Sall yang entah dimana keberadaannya.


‘Seharusnya kita berdua menikmati bulan madu kita disini. Tapi ternyata aku hanya sendirian.’ Lirih Sanchia dalam hati.


Sanchia segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, sebelum air matanya kembali mengalir seperti malam tadi.


Sanchia baru keluar dari kamar mandi setelah lebih dari 30 menit berendam, mandi dan mengeringkan rambutnya. Sanchia yang hanya mengenakan bathrobe, melenggang santai menuju ruangan walk in closet, hendak mengganti pakaiannya.


Namun tiba-tiba dua tangan kokoh melingkar di pinggangnya dengan sangat erat, aroma yang begitu dikenal oleh Sanchia itu berhasil membuat  air mata Sanchia terjun bebas, tanpa bisa ditahan.


Hembusan nafas yang terasa hangat di tengkuk dan leher Sanchia, berubah dingin saat sesuatu yang kenyal mendarat di leher Sanchia dengan begitu lembut. Sanchia menutup matanya yang terus saja mengeluarkan buliran air mata yang menerobos melalui sudut matanya.


"I love you, Sweetheart.."


**************************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight