
MANSION SALL & SANCHIA - LONDON, INGGRIS
Begitu membuka mata di akhir pekan, Sall disambut pemandangan pagi yang menyejukkan, saat istrinya tengah memberikan ASI pada sang bayi mungil, yang begitu bersemangat menyes*p makanannya. Sanchia yang menyadari kalau sang suami sudah bangun, mengulas senyum manisnya lalu merapihkan anak-anak rambut yang jatuh di dahi Sall.
"Good morning, Honey.."
"Good morning, Sweetheart.." Diciumnya bibir Sanchia sekilas, lalu beralih pada pipi chubby milik Shanaya.
"Good morning, Baby.."
Shanaya tampak tidak terusik sama sekali dengan ciuman sang Daddy, Shanaya hanya fokus mengenyangkan perut mungilnya. Helaan nafas panjang Sall, mengalihkan perhatian Sanchia dari wajah cantik Shanaya.
"Kenapa Honey?"
"Kapan aku bisa menguasai aset milikku lagi, Sweetheart?"
"Aset apa Honey? Apa kamu ada masalah di perusahaan atau klan?"
"Maksudku itu, Sweetheart.." Jawab Sall seraya mengangkat wajahnya dengan arah pandang mengarah pada dua sumber ASI Sanchia, yang terlihat jauh lebih berisi dari sebelum hamil dan melahirkan. Pandangan Sall yang memelas, ditanggapi Sanchia dengan gelengan kepala dan senyuman tipisnya.
Sall melirik kalender yang ada di atas nakas, mengambil ballpoint disebelahnya, lalu memberi tanda silang di atas tanggal hari ini. Lagi-lagi Sanchia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sall. Bagaimana tidak, hal itu sudah menjadi kegiatan wajib bagi Sall setiap harinya. Menghitung hari, berharap tanggal yang dia silang segera mencapai angka 40, tanda selesainya nifas sang istri. Tapi Sall nampaknya masih harus bersabar, karena tanda silang itu baru mencapai angka 33.
"Kenapa harus ditandai segala sih? Nanti aku akan mengatakan padamu, jika sudah 40 hari."
"Aku takut kamu lupa atau sengaja tidak memberitahuku. Jadi biar aku yang menghitungnya, istriku yang cantik."
Sall tersenyum jahil dengan menyilangkan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk tanda love ke arah Sanchia.
"Dasar Honey.." Sanchia tertawa kecil melihat tingkah Sall yang sedikit konyol itu.
"Sweetheart, ke kamar mandi dulu ya.." Sall segera beranjak ke kamar mandi, setelah melihat anggukan Sanchia. Selang 5 menit kemudian, Sall keluar dari kamar mandi dan masuk ke mushola di sebelah ruang walk in closet.
Sanchia membawa Shanaya ke kamar bayi di sebelah kamarnya, lalu membaringkan Shanaya yang sudah tertidur di dalam box bayi. Dua orang babysitter segera mengambil alih tugas Sanchia untuk menjaga baby Shanaya. Setelah itu Sanchia keluar, hendak kembali menuju kamarnya, namun Sall terlihat keluar dari kamar mereka.
"Shanaya sudah tidur?"
"Iya Honey.. Ada babysitter yang menjaganya. Shawn juga sepertinya masih tidur di kamarnya, dari semalam Mama dan Papa yang menemani Shawn tidur."
"Ya sudah, mumpung anak-anak tidur, ayo kita sarapan di gazebo."
Sanchia mengangguk, menautkan jemarinya diantara jemari Sall yang menggenggam erat tangannya, seraya berjalan berdampingan menuju lantai 1.
Sall dan Sanchia memilih duduk di atas sofa, seraya menikmati teh hangat lengkap dengan roti bakar isi cokelat di gazebo yang terletak di taman belakang mansion, meskipun udara masih terasa dingin dan matahari pun masih tertidur di singgasananya.
"Honey.. Apa ada masalah di perusahaan atau klan? Kamu semakin sering pulang malam akhir-akhir ini."
"Maafkan aku Sweetheart. Aku masih sibuk dengan project pembangunan dan pengembangan resort di beberapa kota. Apalagi kamu tahu kan, ada beberapa project pembangunan museum yang dipercayakan pemerintah padaku. Aku tidak mungkin bersikap tidak profesional soal ini."
"Iya Honey, aku mengerti. Asal kamu tetap mengabariku, aku tidak masalah. Aku mendukung penuh pekerjaanmu."
"Terima kasih Sweetheart." Diusapnya pipi Sanchia dengan jemari Sall, menarik lengkungan indah di kedua sudut bibir Sanchia.
"Honey.. Rasanya aku rindu bekerja lagi. Apa boleh nanti setelah anak kita cukup besar, aku bekerja lagi sebagai Arsitek? Aku akan mengikuti seleksi masuk seperti karyawan pada umumnya di salah satu cabang perusahaanmu. Kamu bisa menyembunyikan identitasku, jadi aku bisa bekerja seperti Arsitek lain yang kamu pekerjakan."
"No.. Aku tidak akan pernah mengizinkannya. Aku tidak mungkin membiarkanmu bekerja seperti Arsitek lainnya. Terlebih membiarkanmu berada di lingkungan yang bisa membahayakanmu."
"Memangnya kenapa Honey?"
"Hah, di Indonesia dan Inggris pasti sama saja. Persaingan pasti ada, baik secara sehat ataupun tidak. Tapi terlalu beresiko Honey, jika mereka mengetahui kalau aku adalah istri CEO Knight Group Company. Aku akan mengikuti seleksi dengan baik, membuat presentasi design-designku sebelumnya, dan melakukan interview sebaik-baiknya. Dan jika aku diterima bekerja, maka aku pun akan menunjukkan kemampuan terbaikku. Aku yakin bisa melakukannya Honey."
"Iya Sweetheart, aku tahu.. Kamu adalah Arsitek hebat, aku yakin kamu bisa masuk ke perusahaan dengan mengandalkan kemampuanmu sendiri. Aku akan mengizinkanmu bekerja, tapi tunggu sampai Shawn masuk sekolah ya." Wajah Sanchia seketika merengut kecewa, mendengar jawaban Sall yang begitu tanpa basa basi.
"Please jangan kecewa apalagi marah. Aku hanya ingin kamu fokus pada anak-anak juga padaku, Sweetheart." Perkataan Sall disertai genggaman tangan yang terasa lebih erat, dan elusan lembut di punggung tangan Sanchia, membuat Sanchia tidak berani membantah.
"Tapi aku akan membuatkan ruang kerja yang bagus dan lengkap untukmu di mansion ini. Kamu bisa menuangkan semua ide-idemu disana. Rancanglah bangunan impianmu, dan aku akan mewujudkannya untukmu." Netra Sanchia seketika berbinar, ekspresi wajahnya berubah bahagia mendengar perkataan Sall barusan.
"Benarkah Honey?"
"Tentu saja Sweetheart."
"Terima kasih suamiku yang paling tampan, baik hati dan paling kereeenn.." Sanchia sekilas mencium bibir Sall, namun Sall menahan tengkuk Sanchia, dan menyes*ap bibir Sanchia, lalu mengangkat tubuh Sanchia ke atas pangkuannya, tanpa melepas pertautan bibir mereka yang semakin dalam dan sangat menuntut.
*************************
Sall baru selesai memimpin monthly meeting dengan seluruh jajaran management perusahaan, dan hendak menuju ruang kerjanya bersama Leon, tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Leroy di depan ruang kerjanya.
"Ada apa Leroy?" Leroy segera berlari kecil mendekat ke arah Sall dan Leon.
"Ada pengkhianat dalam klan, aku menemukan bukti dan saksi kalau dia memberikan informasi penting pada klan musuh." Sall segera memberi kode dengan matanya, agar Leroy dan Leon mengikutinya masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Informasi seperti apa yang dia berikan?" Tanya Sall setelah duduk di atas kursi kebesarannya. Leon dan Leroy duduk berseberangan dengan Sall, terhalang meja kerja berukuran cukup besar.
"Informasi keterkaitan klan Toddestern dengan beberapa perusahaan di bawah naungan Knight Group Company."
"Apa maksudmu? Semua perusahaan di bawah naungan Knight Group Company bahkan sengaja tidak aku kaitkan dengan klan dan bisnis yang berada dalam wilayah kekuasaan Toddestern. Dari mulai pemilik, jajaran management, sampai karyawan terbawah sekalipun tidak ada yang merangkap posisinya Hanya aku dan Leon saja, dan kita selalu memakai topeng saat mengurusi semua hal terkait dalam urusan klan."
"Kamu mungkin lupa, kalau beberapa club malam yang tersebar di beberapa daerah kekuasaan Toddestern, sudah kamu ubah menjadi restaurant dan hotel. Dan pemiliknya atas nama aku dan Leon. Data yang bocor itu adalah data kepemilikan restaurant dan hotel atas nama Leon."
"Tapi aku sudah meminta Leon membuat semua dokumen jual beli untuk semua hotel dan restaurant itu, yang menunjukkan kalau Leon membelinya setelah melalui pembelian beberapa pihak sebelum akhirnya dibeli Leon. Bukankah begitu Leon?" Leon mengangguk mantap, merasa sudah melakukan semua hal yang diinstruksikan Sall, untuk menghilangkan kecurigaan.
Sall mengelus rambut-rambut halus di wajahnya seraya memikirkan solusi untuk permasalahannya kali ini, namun perkataan Leon kembali mengalihkan perhatiannya.
"Mereka sungguh mencari bukti keterkaitanku dengan Toddestern, tapi mereka menduga kalau akulah Der Killer Ritter, bukan kamu Sall." Ujar Leon seraya menunjukkan pesan ancaman yang ditujukan padanya melalui nomor tidak dikenal.
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight