The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 128 Keraguan Sanchia



MANSION SALL & SANCHIA - BANDUNG, INDONESIA


Jam dinding berbentuk kepala superhero Iron Man, di dinding kamar Shawn sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Netra Sanchia tidak lepas dari wajah damai Putranya yang tengah terlelap di atas tempat tidur berbentuk mobil sport dengan motif sprei yang juga serupa. Pandangan sendu Sanchia masih belum berubah sejak Nick dan anak buahnya berhasil dikalahkan beberapa jam yang lalu. Sall, Sanchia dan semua anak buahnya memutuskan kembali ke mansion mereka, setelah urusan di mansion Kevin dan Nieva selesai.


Sanchia memang lega karena Nick sudah tidak mungkin bisa mengganggu Shawn lagi, tapi Shawn masih belum mendapatkan haknya, sehingga perjuangan Sanchia juga Sall belum berakhir.


Sanchia disadarkan dari lamunannya, saat tiba-tiba dua tangan kekar dan kokoh melingkar di pinggang rampingnya. Sall yang terlihat segar dengan rambut yang masih setengah basah, menciumi leher Sanchia dengan begitu lembutnya. Tangannya memeluk erat, tidak ingin menyisakan jarak sedikitpun dengan Sang Istri yang begitu dirindukannya. Sall jelas merasa rindu, karena sebelum pertempurannya dengan Nick dan anak buahnya, Sanchia sedang marah pada Sall, karena seorang wanita gila bernama Jovanka.


"Geli ah.. Rambut kamu juga masih basah, membuat piyama-ku ikut basah." Kesal Sanchia, dengan netra berubah tajam.


"Kalau basah dibuka saja piyama-nya, Sweetheart" Ujar Sall seraya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Itu sih maunya kamu." Sanchia kembali memandangi Shawn, pura-pura tidak mempedulikan Sall yang terkekeh geli.


"Sweetheart, sekarang kamu tidak usah khawatir lagi ya. Nick dan anak buahnya sudah kalah. Mereka tidak mungkin mengganggu Shawn lagi. Kita akan menyerahkan mereka semua pada pihak yang berwajib. Semua bukti pembunuhan orangtua Shawn, dan bukti-bukti kejahatan dia lainnya, sudah lebih dari cukup untuk membuatnya membusuk di penjara seumur hidupnya." Sama sekali tidak ada raut lega di wajah Sanchia, justru ekspresi ragu kini mulai terpampang di wajah cantiknya.


"Entah kenapa, aku justru takut dia melarikan diri dengan menyuap oknum pihak berwajib. Akan lebih aman, kalau kita menahannya di penjara bawah tanah markas besar Ble Asteri." Sall yang paham kekhawatiran Sanchia, mencium puncak kepala Sanchia, memberikan ketenangan atas kekalutan hati istrinya saat ini.


"Tenang Sweetheart, aku mengerahkan semua koneksiku untuk bisa memberinya hukuman yang sesuai dengan perbuatan buruknya. Kalau orang itu diproses secara hukum, semua orang akan tahu kebejatannya, dan itu juga keadilan untuk orangtua Shawn." Sanchia melerai pelukan Sall, lalu membalikan tubuhnya menghadap Sall.


"Tapi banyak orang yang akan mempertanyakan keberadaan Shawn, Honey.. Mereka pasti bertanya, dimana anak Steward Smith & Davina Smith berada. Aku belum siap, jika semua orang akhirnya mengetahui kalau Shawn bukanlah anak kita. Pasti Shawn sedih saat mengetahui kalau sebenarnya dia sudah tidak mempunyai orang tua kandung." Lirih Sanchia, sedikit berbisik.


Sall merasa tertampar karena melupakan sesuatu yang paling penting, yaitu perasaan Shawn yang pastinya akan sangat terluka. Sall menggiring tubuh Sanchia untuk duduk di atas sofa yang berseberangan namun berjarak cukup jauh dari tempat tidur Shawn.


"Maafkan aku Sweetheart, aku terlalu fokus untuk memenjarakan orang itu, sampai melupakan hal yang paling penting, yaitu perasaan Shawn." Sanchia memegang kedua tangan Sall diiringi senyum tipis yang mengembang di kedua sudut bibirnya.


"Lebih baik kita tetap dengan rencana awal kita. Kita akan memberi tahu Shawn semuanya, saat dia dewasa nanti.."


"Baiklah Sweetheart.." Sall mencuri ciuman di bibir Sanchia, lalu memeluknya erat. Namun sesaat kemudian, Sanchia kembali melerai pelukan Sall.


"Oh iya Honey, siapa nanti yang akan memimpin perusahaan keluarga Smith. Bukankah Steward tidak memiliki saudara kandung, paman atau keluarga kandung lainnya. Ataukah nasib perusahaan itu akan ditentukan oleh para pemegang saham?" Tanya Sanchia penuh rasa ingin tahu.


"Sebenarnya Shawn mempunyai paman yang berada di Perancis, adik kandung Steward yang bernama Jonathan Smith. Namun karena tidak suka diatur dan ingin hidup bebas, dia memilih tinggal di Perancis sejak berusia belasan tahun. Aku sudah berbicara dengan Kendra, Leon, Kevin dan Leroy mengenai masa depan Shawn. Kendra pikir, kita harus tetap melakukan tes DNA pada Shawn dan Jonathan, untuk membuktikan kalau Shawn memanglah anak kandung Steward Smith. Bukan masalah haknya sebagai ahli waris dari Steward Smith, tapi setidaknya Jonathan harus tahu kalau dia masih punya keponakan untuk dia lindungi."


"Tapi apakah paman Shawn itu adalah orang yang baik?" Rupanya penjelasan panjang Sall tentang Jonathan, masih belum memuaskan rasa ingin tahu Sanchia.


"Kendra masih sering berkomunikasi dengan Jonathan. Menurut Kendra, Jonathan adalah pribadi yang sangat baik, meskipun karakternya memang tidak suka diatur. Namun tampaknya Jonathan harus siap memimpin perusahaan keluarganya, karena dialah satu-satunya yang bisa diharapkan."


"Aku bisa tenang kalau memang paman Shawn itu orang baik. Aku tidak mau kalau sampai Shawn terancam hanya karena masalah perebutan harta lagi." Ujar Sanchia penuh kekhawatiran.


"Sweetheart.. Kalaupun selamanya perusahaan itu dipegang Jonathan Smith, tidak masalah bagi Shawn. Perusahaan kita sudah cukup banyak untuk kita wariskan pada Shawn dan Shanaya."


"Iya kamu benar, Honey.." Jawab Sanchia diakhiri senyum manisnya.


"Kenapa melihatku seperti itu Honey?" Sall tersenyum menanggapi kecurigaan Sanchia. Lalu tanpa aba-aba menggendong Sanchia ala bridal style. Sanchia yang sempat memekik karena terkejut, langsung menutup mulutnya, tidak ingin membangunkan Shawn dari tidur lelapnya. Menurut saja saat suaminya membawanya ke kamar pribadi mereka. Pengawal yang berjaga di luar kamar Shawn segera memanggil dua orang babysitter yang mendapat giliran jaga, untuk segera menemani Shawn di kamarnya.


Sementara itu, Sall sudah membaringkan Sanchia di atas tempat tidur. Bahkan Sall sudah mengungkung dan siap menerkam tubuh istrinya yang sangat menggoda. Ciuman-ciuman hangat Sall pun kini mendarat di leher dan dada Sanchia yang terbuka. Namun tiba-tiba Sanchia mendorong keras dada Sall, hingga membuat Sall begitu terkejut.


"Apa saat ini kamu sedang membayangkan wanita lain?" Tanya Sanchia dengan pandangan mengintimidasi.


"Apa maksudmu Sweetheart? Aku tidak mungkin membayangkan wanita lain, di hadapanku sudah ada wanita paling cantik yang sangat aku cintai." Jawab Sall berusaha meyakinkan Sanchia yang masih saja terlihat ragu.


"Mantan kekasih kamu yang bernama Jovanka itu, mempunyai tubuh yang bagus seperti gitar Spanyol. Berbeda denganku yang kurus ini." Sall menggeleng mendengar perkataan Sanchia tentang Jovanka.


"Dia bukan mantan kekasihku. Lagipula tubuh kamu jauh lebih indah dari dia, Sweetheart."


"Apa? Jadi kamu sudah pernah melihat seluruh tubuhnya?" Mata Sanchia seperti hendak keluar dari kelopaknya, membuat Sall begitu terkejut akan reaksi istrinya itu.


"Ya ampun Sweetheart, bukan itu maksudku. Kan dilihat sepintas saja, sudah terlihat jelas, kalau tubuhmu jauh lebih indah. Kamulah satu-satunya wanita tercantik, yang sangat aku cintai. Percayalah Sweetheart, tolong jangan marah lagi ya.." Wajah memelas disertai tangkupan kedua tangan Sall, nampaknya tidak lantas membuat Sanchia percaya. Sanchia malah beranjak turun dari tempat tidurnya, dan keluar dari kamar mereka.


'Ah tidak.. Aku tidak mau istriku marah, aku tidak mau tidur sendirian..' Teriak Sall dalam hati, seraya mengejar istrinya ke kamar Shanaya.


***********************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Maaf baru up lagi, harusnya weekend kemarin udah up.


Tapi badan mendadak tumbang, sampai ga kuat buat nulis.


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight