
Hari sudah beranjak petang, saat semua anggota Ble Asteri dan anggota Toddestern bergerak menuju mansion Kevin dan Nieva. Misi penyelamatan kali ini dipimpin langsung oleh Sall, dimana anggota klan Toddestern dan klan Ble Asteri yang ikut dalam misi ini, Sall bagi menjadi 3 tim. Tim pertama yang dipimpin Kendra dan terdiri dari ratusan anggota klan Ble Asteri, bersiap menyerang dari arah gerbang depan mansion Kevin dan Nieva.
Tim kedua dipimpin oleh Leroy, menggunakan 5 helikopter super senyap berisi 21 anggota klan Toddestern di masing-masing helicopter. Leroy lebih bersemangat melakukan misi ini, karena ada seseorang yang special ikut menjalankan misi bersama dirinya. Leticia yang tadinya diminta menunggu di mansion, memaksa ikut dan bersiap menunjukkan kemampuannya bersama anggota tim yang lain, untuk membidik musuh dari atas helicopter.
Sementara tim ketiga, dipimpin langsung oleh Sall yang bergerak bersama Sanchia, Leon, Leandra dan puluhan anggota klan Toddestern. Mereka menggunakan beberapa mobil melalui kawasan terpencil, dan berhenti di sebuah villa yang dijaga beberapa orang anggota Ble Asteri.
Sall, Sanchia, Leon, Leandra dan semua anak buah Sall segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang ditunjukkan oleh Sanchia. Semua orang membelalakan matanya, kecuali Sall dan Sanchia, saat melihat puluhan motor sport sudah terparkir di depan lorong dengan penerangan minim dihadapan mereka.
"Lorong ini akan berujung di sebuah kamar di dalam mansion. Kita akan bergerak menggunakan motor-motor ini. Sebelumnya pakai semua topeng kalian, gunakan juga earphone kalian, dan jangan bergerak diluar instruksi dariku." Leon, Leandra dan semua anak buah Sall mengangguk dan mulai menaiki motor, dengan masing-masing motor ditumpangi dua orang.
Leon tentu saja membonceng Leandra yang kini sudah memeluk erat pinggang Leon dari belakang. Sanchia juga ikut duduk di belakang Sall, setelah Sall menolak keinginan Sanchia untuk mengendarai motornya sendiri. Lalu mereka bersama-sama mengendarai motor menyusuri lorong sampai ke mansion Kevin dan Nieva.
Mereka sampai di salah satu kamar tidak berpenghuni di mansion Kevin dan Nieva, setelah Sanchia membuka pintu kamar itu dengan sidik jarinya. Leon dan Leandra tidak akan ikut menyerang langsung Nick dan anak buahnya, tetapi Leon dan Leandra akan tetap berada di kamar itu. Mereka berdua bertugas membuka kunci gerbang berpengaman tinggi yang diambil alih anak buah Nick, agar Kendra dan anggota Ble Asteri bisa masuk, juga mengawasi pergerakan musuh melalui camera CCTV yang berada di mansion itu, agar Sall dan yang lainnya bisa masuk tanpa hambatan.
Sall menginstruksikan sebagian tim Leroy dan semua tim Kendra untuk bergerak masuk ke dalam mansion. Begitupun Sall dan tim-nya siap bergerak menuju aula lantai 1, dimana Nick dan anak buahnya menyandera Papa Leonard, Mama Annesya, Kevin, Nieva dan seluruh pelayan dengan tangan terikat dan mulut ditutup lakban. Sementara bayi kecil Keiva tertidur di dalam stroller di sebelah Nieva.
Nick terkejut mendapat laporan dari anak buahnya, kalau ada pasukan bertopeng yang merangsek masuk melalui gerbang mansion, dan melumpuhkan anak buah Nick yang jumlahnya lebih dari seratus orang itu. Terlebih saat anak buahnya yang lain melaporkan ada banyak orang yang melompat turun dari beberapa helicopter. Namun helicopter itu tidak mendarat di atas rooftop, melainkan terus bergerak diatas mansion, membawa beberapa sniper yang menembaki anak buah Nick yang berjaga di luar mansion.
"Sialan.. Siapa sebenarnya orang-orang itu? Apa si brengs*k Kendra dan anak buahmu si Kevin Choi ini?" Tanya Nick pada salah satu orang kepercayaannya.
"Saya tidak tahu Tuan." Nick mendorong kasar tubuh orang kepercayaannya itu.
"Kumpulkan semua anak buah kita disini, kita hanya bisa bertahan dan menyatukan kekuatan saat ini."
Baru saja Nick menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Sall, Sanchia dan anak buahnya muncul dari salah satu koridor mansion, setelah melumpuhkan puluhan anak buah Nick yang berjaga di koridor yang mereka lalui. Nick dan semua anak buahnya terkejut dan panik, diserang tiga tim dan dari tiga arah sekaligus. Nick dan anak buahnya sudah terkepung sepenuhnya, namun mereka tidak ada niat menyerah begitu saja, meskipun raut ketakutan tidak dapat ditutupi dari wajah mereka.
"Nick Smith, menyerahlah.. Kamu sudah pasti kalah, tidak ada gunanya melawan dan mengorbankan nyawa banyak anak buahmu." Ujar Sall datar.
Nick sebenarnya membenarkan perkataan pria bertopeng dihadapannya, namun tidak ingin menyerah begitu saja tanpa perlawanan. Egonya seolah melarangnya untuk mengakui kekalahan, biarpun harus mengorbankan banyak nyawa anak buahnya, termasuk nyawanya sendiri.
"Siapa kalian, tunjukkan wajah kalian, jangan jadi pengecut dengan menyembunyikan wajah jelek kalian itu."
Tidak ada yang terpancing dengan perkataan Nick, kecuali Kendra yang kini membuka topengnya.
"Kendraaa?"
Rahang Nick mengeras dengan tangan terkepal melihat orang yang lebih dari 1 tahun ini dicarinya. Terlebih Kendra dianggap berhasil menyembunyikan anak adik angkatnya, padahal Nick sudah mengerahkan segala cara untuk menemukan bayi itu.
Sebenarnya Kendra memutuskan membuka topengnya bukan terpancing oleh perkataan Nick sebelumnya, melainkan Kendra merasa inilah waktu yang tepat untuk saling berhadapan dan menuntut balas atas kematian dua atasannya. Terlebih Kendra begitu menyayangi Steward dan Davina, yang juga menganggap Kendra sebagai saudara mereka sendiri.
"Akhirnya kita bertemu lagi Nick." Alih-alih menjawab, Nick malah mengarahkan pistolnya tepat didepan wajah Kendra, dan siap menarik pelatuknya.
"Seharusnya aku menyingkirkanmu sejak lama.." Tanpa aba-aba, Nick menarik pelatuknya dan berniat melesatkan peluru tepat ke arah dada Kendra.
Dor..
"******.." Nick mengumpat ke arah Sall yang kini mendekat dan menempelkan pistolnya di dahi Nick. Leroy\, Kendra dan sebagian anak buah mereka segera menghampiri dan melepas ikatan dan lakban yang menutup mulut Kevin\, Nieva\, Papa Leonard\, Mama Annesya dan seluruh pelayan. Sementara yang lainnya mengarahkan pistol mereka ke arah anak buah Nick yang sudah pasrah\, tanpa berniat melawan.
"Menyerahlah.. Sia-sia saja melawan, bahkan anak buahmu tidak ada yang ingin mengorbankan nyawa mereka untukmu." Netra Nick berkilat tajam memandangi semua anak buahnya yang sudah menunjukkan raut memelas.
"Bodoh.. Tidak berguna kalian semua." Murka Nick pada semua anak buahnya.
Tiba-tiba Nick menyambar pistol yang masih dipegang salah satu anak buahnya, namun Sall segera melesatkan pelurunya ke paha Nick, yang membuat Nick langsung terhempas ke lantai dengan pistol yang terlempar jauh.
"Aarghhh..." Sall mendekat dan berjongkok tepat di depan Nick. Sanchia yang berada di belakang Sall menghela nafas lega, karena Sall bisa mengatasi Nick, yang kemungkinan besar hendak menembak Sall beberapa saat sebelumnya.
Nick terlihat memegangi pahanya yang sakit dan mengeluarkan banyak darah, dibalik topengnya Sall menyeringai puas. Namun Sall tidak berniat menunjukkan wajah tampan penuh kepuasan itu pada Nick saat ini.
"Inilah akhir permainanmu Nick.." Perkataan Sall membuat Nick menggeram kesal.
Tiba-tiba Sanchia ikut berjongkok di sebelah Sall, meminumkan cairan dari botol mungil ke mulut Nick dengan paksa, lalu kembali berdiri dan bergerak mundur.
"Untuk seorang anak yang kehilangan kedua orangtuanya karena keserakahanmu." Ujar Sanchia dengan tatapan berkilat tajam.
Nick terkejut di sela-sela menahan rasa sakit, beberapa saat kemudian tubuhnya melemah, sampai akhirnya kehilangan kesadaran sepenuhnya. Lalu Anggota klan Ble Asteri dan Toddestern segera mengikat tangan anak buah Nick dan mengumpulkan mereka semua di tengah aula.
Kekalahan Nick disaksikan semua orang di ruangan itu, termasuk Leon, Leandra, Leticia dan anak buah Sall lainnya yang kini sudah ikut bergabung. Senyum kepuasan terulas di wajah mereka semua. Sanchia yang tidak kuasa menahan tangis leganya, langsung dipeluk Sall begitu erat. Kekhawatiran Sanchia akan keselamatan Shawn juga seluruh keluarganya seolah menguap tidak bersisa.
Kevin terlihat memeluk Nieva yang saat ini tidak berhenti menciumi wajah Keiva, dihadapan Mama Annesya dan Papa Leonard yang saling berangkulan dan menangis haru. Leticia dan Leandra pun saling berpelukan, begitu bahagia karena tujuan mereka ke Indonesia sudah tercapai, disaksikan Leon dan Leroy yang tidak henti mengulas senyum tampan dibalik topeng mereka.
***********************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight