The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 48 Lovable



HOTEL - JEJU ISLAND


Sepulang dari Mall, Kevin terlihat memandangi pantai dari balkon kamar hotelnya. Serasa ada yang bermasalah dengan hatinya, rasa sakit yang dipendamnya selama ini memang perlahan menggerogoti perasaannya yang semakin rapuh. Kevin begitu bahagia memiliki Nieva yang begitu dia cintai, bahkan mereka akan segera memiliki bayi. Begitupun dengan mertua yang sangat menyayanginya. Namun kebahagiaan itu serasa belum lengkap, karena selama ini Kevin belum pernah mempertemukan istri dan mertuanya dengan kedua orangtuanya yang sudah lama bercerai.



Sudah lebih dari sebulan lamanya, Kevin berada di Korea, namun belum sekalipun Kevin bertemu dengan Ibunya yang ada di Seoul atau Ayahnya yang ada di Gwangju. Kevin memberitahukan keberadaannya pada kedua orangtuanya, namun bukannya menyuruh Kevin untuk datang berkunjung, kedua orangtuanya malah seakan tidak peduli pada Kevin dan Nieva. Yang mereka tanyakan hanyalah uang bulanan yang memang rutin ditransfer oleh Kevin pada kedua orangtuanya yang sama-sama telah memiliki keluarga baru itu.


'Aku seperti tidak mempunyai orangtua. Mereka bahkan tidak akan peduli jika aku sehat atau sakit. Mereka hanya akan peduli jika aku mati, karena tidak akan ada lagi yang bisa mereka mintai uang setiap mereka membutuhkan.'


Kevin masih larut dalam kesedihannya, saat tiba-tiba ada tangan yang menyentuh lembut lengan Kevin. Seketika Kevin menoleh dan tersenyum manis pada istrinya yang terlihat baru selesai mandi sore itu.


"Sayang.. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"


"Tidak Baby..Aku hanya sedang menikmati pemandangan Jeju sebelum kita pulang besok sore."


"Jangan bohong Sayang, aku tahu ada yang mengganggu pikiranmu saat ini. Katakanlah."


Kevin menangkup wajah Nieva dengan kedua tangannya dan mengecup sekilas bibir merah Nieva yang ranum.


"Hmm, aku memang tidak bisa menyembunyikan hal sekecil apapun darimu."


Nieva tersipu malu dengan apa yang dilakukan suaminya itu, kini giliran Nieva yang mencubit kedua pipi Kevin dengan sangat gemas.


"Jadi apa yang sebenarnya suami tampanku pikirkan?"


Bukannya menjawab, Kevin malah terkekeh geli dengan apa yang dikatakan istri cantiknya. Namun beberapa saat kemudian, raut wajah Kevin berubah sendu. Kevin melepas tangannya dari wajah Nieva, begitupun dengan Nieva, kini Kevin melingkarkan tangannya di pinggang Nieva dan menatap wajah Nieva lebih dalam.


"Sudah lebih dari sebulan kita di Korea, dan besok kita akan kembali ke Indonesia, tapi aku belum sekalipun mengunjungi orangtuaku. Sebenarnya aku memberitahu mereka kalau aku sedang berada di Jeju selama lebih dari sebulan ini, tapi mereka seolah tidak peduli dan tidak meminta aku mengunjungi mereka. Mereka malah terus saja meminta uang untuk keperluan mereka. Aku tahu kalau kedua orangtuaku sudah bahagia dengan keluarga baru mereka, tapi aku juga anak mereka kan Baby? Mereka bahkan tidak peduli apakah aku sakit atau sehat. Saat aku katakan kalau aku akan memiliki anak, mereka sama sekali tidak mengucapkan selamat ataupun mendoakan kita. Aku kecewa Baby."


Kevin menumpukan keningnya di bahu Nieva, nafasnya mulai terdengar naik turun, berusaha menahan tangis yang bersiap terjun bebas dari kelopak matanya.


"Kamu merindukan mereka?"


Tidak ada jawaban dari mulut Kevin, namun air matanya kini sudah membasahi bahu Nieva yang terbuka. Nieva mengelus lembut punggung Kevin, berharap Kevin dapat sedikit lebih tenang.Kevin mengeratkan pelukannya, namun berusaha untuk tetap memberi jarak pada perut Nieva agar tidak menekannya.


"Baby, apa  Eomma dan Appa-ku tidak menyukai keberadaanku?  Apa mereka tidak menginginkanku?"


"Ssttt jangan bicara seperti itu, aku yakin sesungguhnya mereka begitu bangga memiliki Putra sepertimu. Kamu sudah menjadi orang sukses dengan menjadi Wakil Direktur di BR Group Company, bahkan bisa menjadi tulang punggung bagi kedua orangtua bahkan adik-adik tirimu. Aku yakin mereka bahagia memilikimu Sayang."


Kevin mengangkat kepalanya dan mencoba menghentikan tangisnya, meskipun isakan masih sedikit terdengar di telinga Nieva. Kevin menatap lekat wajah Nieva, seolah mencari kejujuran dari raut wajah istrinya saat ini. Nieva tersenyum tulus, seraya menghapus air mata Kevin dengan sangat lembut.


"Kamu berharga.. Dan kamu sangat dicintai."


Lengkungan di kedua sudut bibir Kevin mulai terlihat, membuat Nieva bernafas lega seraya mengulas senyum manisnya. Kevin kembali mengikis jarak dengan mendekatkan wajahnya dengan wajah Nieva. Sedetik kemudian, bibir Kevin sudah mendarat di bibir Nieva yang ranum.


*************************************


Waktu sudah beranjak petang, Sall tampak fokus menatap laptopnya, melakukan video conference dengan seluruh management group perusahaannya di Inggris. Perbedaan waktu sekitar 8 jam antara London dan Jeju, membuat Sall harus melakukan meeting di sore hari, karena saat ini di London masih pagi hari.


Pembahasan progress proyek, grafik keuntungan perusahaan yang terus naik, sekaligus rencana pemberian bonus untuk seluruh karyawan & jajaran management perusahaan itu pun, baru selesai setelah 2 jam lamanya. Beruntung sekali Sall memiliki banyak orang kepercayaan yang loyal dan kompeten untuk mengurus group perusahaannya, meskipun Sall dibantu Leon, tetap mengurus perusahaannya dari jarak jauh.


Tidak hanya melakukan video conference dengan jajaran management group perusahaannya, tapi juga dengan para petinggi klannya yang cukup terlantar karena terlalu lama ditinggal olehnya. Sall juga memberikan bonus untuk semua anggota klannya yang telah begitu setia padanya. Setelah 1 jam, meeting dengan anggota klan pun berakhir.


Sebenarnya alasan pemberian bonus berkali lipat dari bonus tahunan ini, bukan hanya karena perusahaan yang mendapatkan keuntungan yang sangat besar, tapi juga sebagai perwujudan rasa syukur & bahagia Sall, karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah.


Sall mengganti baju formalnya dengan kaos santai, lalu merebahkan dirinya di atas sofa, seraya melipat kedua tangannya di dada. Pandangannya mengarah pada langit-langit kamar hotel yang ada di atasnya, dengan pikiran yang menerawang, sehingga tidak menyadari kedatangan Sanchia yang baru saja masuk setelah mengobrol dengan Papa Leonard dan Mama Annesya di kamat kedua orangtuanya itu.


"Honey..Kamu melamun?"



Pandangan Sall kini teralihkan pada istrinya yang terlihat memasang ekspresi heran dan penuh tanya padanya. Sall mengulas senyum tipisnya, lalu mengulurkan tangannya ke arah Sanchia.



Sanchia lebih dulu memutari sofa, lalu membalas uluran tangan Sall seraya duduk menghadap Sall dengan raut wajah yang masih sama seperti tadi. Sall mengubah posisinya dengan duduk bersila, berhadapan dengan Sanchia, perlahan sebelah tangannya mengelus perut Sanchia dengan sangat lembut.


"Sweetheart, dokter kan memintamu untuk tidak melakukan perjalanan dengan pesawat selama 1 bulan ini. Tapi aku sangat bosan tinggal di Hotel, meskipun fasilitasnya sangatlah lengkap. Bagaimana kalau kita tinggal di villa saja?"


"Honey, kan hanya sekitar 1 bulan, Dokter bahkan bilang, bisa saja lebih cepat jika Dokter yakin kandunganku sudah baik-baik saja. Kalau kamu bosan, kita bisa mencari apartemen sewaan saja."


"Tidak Sweetheart, aku ingin kamu nyaman dan leluasa menjalani kehamilanmu. Kita tinggal di villa saja ya. Kan bisa untuk investasi juga, meskipun nanti tidak kita tinggali seterusnya."


"Memang mau membeli villa dimana, Honey?"


"Ada villa rekomendasi dari Brandon yang aku sukai. Villa-nya unik, dan lokasinya tidak jauh dari sini, aku sih sudah membelinya kemarin."


Sanchia terdengar mendengus kesal dan menatap tajam ke arah suaminya, yang langsung mengerutkan keningnya.


"Kalau sudah dibeli, kenapa meminta pendapatku sekarang?"


Sall mengurai senyum super tampannya, lalu tangannya yang tadi berada di perut Sanchia, kini beralih mengelus pipi Sanchia.


"Maafkan aku Sweetheart, aku bukan tidak mau meminta pendapatmu. Tadinya aku hanya ingin memberi kejutan untukmu, maafkan aku ya, Sweetheart!"


"Ya sudah, kapan kita pindah?"


"Lusa mungkin. Tadinya aku ingin mengajak Papa, Mama, Kevin dan Nieva untuk melihat villa kita, tapi sepertinya waktunya terlalu mepet. Karena besok sore mereka sudah akan pulang ke Indonesia."


"Iya kamu benar, Honey."


"Sweetheart, aku merasa ada yang berbeda dari Kevin. Meskipun dia selalu ceria, aku seringkali melihatnya melamun dan memasang ekspresi sedih. Coba kamu tanya Nieva, jika Kevin punya masalah, mungkin ada yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahannya."


"Benarkah? Aku bahkan tidak menyadarinya. Aku akan mencari tahu dari Nieva, apa yang sebenarnya terjadi pada Kevin. Kamu benar-benar perhatian pada ipar kita, terima kasih Honey."


"Pada ipar saja perhatian, apalagi pada istriku yang super cantik ini."


Wajah Sanchia memerah karena malu sekaligus senang dengan pujian suaminya. Tiba-tiba Sall memegang kedua bahu Sanchia, lalu mencium lembut kening Sanchia. Sanchia memejamkan matanya, menikmati kasih sayang yang begitu jelas terasa dari suami sekaligus calon Ayah dari anak dalam kandungannya.


"I love you so much, Sweetheart."


"I love you more, Honey."


Lengkungan di kedua bibir Sall merekah dengan sempurna, lalu bibir Sall perlahan bertaut dengan bibir Sanchia, yang merupakan candu baginya. Mereka saling meluapkan perasaan yang begitu besar pada orang yang paling dicintai & paling berharga dalam hidup mereka.


*************************


Image Source : Instagram Toni Mahfud, Im Jin Ah & Lee Jae Wook


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight