The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 94 My Queen



WARNING...!!!


Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih banyak ya


*************************


Netra Sall menatap dalam mata berlapis lensa kontak berwarna biru dihadapannya, raut wajah Sall yang terlihat cemas sekaligus marah, kini berubah sendu.


"Berhentilah bermain-main. Kamu berhasil membuat jantungku hampir lepas dari tempatnya."


"Maaf Tuan, apa maksud anda? Saya tidak mengerti."


Helaan nafas panjang Sall, terdengar begitu kasar. Dilepasnya tangan yang menahan kedua tangan perempuan dihadapannya, lalu Sall mendudukkan dirinya di atas sofa yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya semula.


"Ini sungguh tidak lucu, Sweetheart."


"Siapa yang anda maksud Tuan, sepertinya anda salah mengenali orang."


Perempuan itu menghampiri Sall dan mendudukkan dirinya di atas pangkuan Sall, seraya menyentuh pipi Sall dengan ujung jarinya.


"Sweetheart buka topeng wajahmu, aku benar-benar tidak menyukainya."


Sesaat kemudian terdengar tawa yang cukup keras dari mulut perempuan itu, sementara Sall mendengus kesal seraya memandang malas perempuan dihadapannya.


"Ah menyebalkan, bagaimana kamu bisa tahu penyamaranku yang hampir sempurna ini?"


Sall menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang boleh dibilang cukup gila itu.


"Aku terlalu mengenal gesture dan bentuk tubuhmu Sweetheart, meskipun kamu memakai topeng wajah, menggunakan pengubah pita suara, membuat kulitmu berwarna cokelat dan mengkriting rambutmu. Kamu tidak bisa menipuku."


Sanchia segera melepas topeng wajahnya, dan senyum Sall langsung merekah saat wajah cantik Sanchia terpampang dihadapannya. Sanchia mengalungkan kedua tangannya di leher Sall, dan mendaratkan bibirnya di kedua pipi Sall.


"Bagaimana kamu bisa bergabung dengan perempuan-perempuan nakal itu?"


"Sangat mudah, aku menemui salah perempuan itu saat berada di toilet. Aku membius perempuan yang bernama Sonya itu, dan aku sembunyikan di salah satu ruang toilet. Lalu aku bilang pada Asisten Uncle-mu, kalau aku adalah teman dari Sonya yang akan menggantikan tugasnya, karena Sonya tiba-tiba sakit."


"Semudah itu?"


"Iya, Asisten Uncle-mu bahkan tidak menanyakan apapun lagi, dan percaya begitu saja. Padahal aku sudah menyiapkan banyak rencana cadangan, hihihi.."


Sall menekan dahi Sanchia dengan ujung jarinya, menghentikan Sanchia dari kekehan gelinya.


"Dasar Mafia Queen, katanya kamu percaya padaku, tapi kamu malah menyamar untuk memata-mataiku." Sanchia terkekeh geli mendengar protes Sall dengan menunjukkan raut kesalnya.


"Aku hanya ingin membuktikan dengan mata kepalaku sendiri, kalau suamiku yang tampan ini tidak mengkhianatiku."


Sanchia menyentuh dagu Sall dengan ujung jarinya, dan menggoda Sall dengan sentuhan-sentuhan kecil di wajah Sall.


"Itu tandanya kamu tidak mempercayaiku, Sweetheart."


"Bukan begitu, aku hanya ingin melihat caramu menolak godaan dari perempuan-perempuan itu."


"Kamu cemburu, jika aku dikelilingi banyak perempuan?"


"Tentu saja.. Pertanyaan bodoh."


Tawa Sall pecah, berbanding terbalik dengan Sanchia yang menekuk wajahnya karena kesal. Sesungguhnya Sall begitu bahagia melihat Sanchia yang sudah jujur menunjukkan perasaan cemburunya, meskipun istrinya itu mengambil cara yang cukup ekstrim untuk memata-matainya.


"Apa yang kamu rasakan, saat melihatku menolak mereka?"


"Aku bahagia, bersyukur, bangga, dan semakin mencintaimu." Mata Sanchia terlihat berbinar, senyumnya pun mengembang begitu lebar, membuat hati Sall dipenuhi kebahagiaan yang tidak terkira.


Cup..


Sebuah kecupan mendarat di bibir Sall, namun sebelum Sanchia sempat menarik bibirnya ynag menempel di bibir Sall, Sall segera menahan tengkuk Sanchia untuk memperdalam ciuman mereka. Pertautan bibir mereka baru terhenti, saat Sanchia perlahan melepasnya.


"Honey, aku mandi dulu ya. Aku harus menghilangkan cream tanning kulit ini."


"Aku ikut. Kita mandi bersama ya."


Kode dari Sall yang mengedip-ngedipkan matanya, justru langsung dibalas Sanchia dengan gelengan kepala.


"No.. Aku janji tidak akan lama."


Sanchia segera beranjak pergi menuju kamar mandi, meninggalkan Sall yang merengut kesal, karena rencana besar di kepalanya gagal seketika.


Selang 15 menit kemudian, Sanchia keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar berbalut bathrobe, warna kulit seperti semula, dengan rambut yang masih setengah basah. Sementara Sall sudah berbaring di atas sofa dengan bertelanjang dada, seolah sudah siap dengan kegiatan malam mereka sebentar lagi.


"Sini Sweetheart.."


Sanchia menyambut uluran tangan Sall, lalu membawa tubuhnya naik ke atas tempat tidur dengan perlahan. Sall mendekap tubuh Sanchia yang berbaring di atas tubuhnya, menghujani wajah Sanchia dengan ciuman-ciumannya yang lembut. Bibir ranum Sanchia tentu saja menjadi target utama Sall untuk mendaratkan bibirnya. Keduanya saling membalas, dan memperdalam pertautan mereka, sampai nafas mereka memburu.


Sesekali Sanchia memejamkan matanya menikmati sentuhan-sentuhan Sall yang selalu memabukkan. Sall pun seperti menemukan oase, setelah begitu lama menahan rasa haus. Kedua pasangan halal itu menikmati malam panjangnya dengan meluapkan segala perasaan cinta dan rindu yang sempat tertahan dalam waktu yang cukup lama.


*************************


Sementara itu, Leon yang berada di suatu kamar yang terletak di lantai yang sama dengan kamar yang ditempati Sanchia dan Sall, terlihat merebahkan dirinya dengan raut wajah penuh kelegaan. Laptop yang berada disebelahnya masih menunjukkan rekaman camera CCTV saat Sanchia meninggalkan mansion dengan kulit cokelat dan rambut keritingnya, sampai tiba di hotel milik Sall. Begitu juga dengan transformasi perubahan wajah khas Spanyol saat keluar dari mobil sport biru metalic-nya.


"Dasar pasangan gila, mereka selalu membuatku panik. Tapi aku akui, cara mereka yang ekstrim dalam mengungkapkan cinta, selalu membuatku ingin segera mendapat pasangan. Tuhan, tolong berikan aku jodoh yang membuat hidupku bahagia dan lebih berwarna. Aamiin.."


*************************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight