
Taman belakang mansion Sall dan Sanchia terlihat begitu indah dan berbeda karena dekorasi pesta yang dipenuhi hiasan bunga, pita dan balon berwarna-warni. Tim Event Organizer yang bertugas mengatur acara pun, sudah hilir mudik menjalankan perannya seraya menyambut tamu undangan yang hadir di acara perayaan ulang tahun Shawn yang pertama.
Suasana sore yang cerah selaras dengan canda tawa keluarga dan tamu undangan yang hadir. Papa Leonard, Mama Annesya, Nieva, Kevin dan Keiva yang ditemani beberapa puluh anggota Klan Ble Asteri dan klan Toddestern yang bertugas mengawal keluarga dari Indonesia pun sudah tiba di London sejak kemarin sore. Mereka terlihat sangat bahagia bisa berkumpul bersama Sanchia, Sall, Shawn dan calon baby di perut Sanchia dalam moment yang begitu special.
Tidak lupa Bryllian, Zivara, serta si kembar Bradley dan Briley yang sudah berusia 2 tahun pun, ikut hadir untuk menjadi bagian dari moment bahagia di keluarga Knight itu. Bahkan Brandon, Sharon dan Zeroun, putra mereka yang lebih tua beberapa bulan dari Shawn, sengaja terbang dari Korea untuk ikut merayakan ulang tahun Shawn.
Sall dan Sanchia sebenarnya mengundang sahabat-sahabat mereka yang lain, seperti Larry, Daniel & Danila. Tapi saat ini Larry sedang berada di New Zealand untuk urusan bisnis, sedangkan Daniel dan Danila sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang hanya tinggal sebulan lagi.
Shawn yang hari ini menjadi pemeran utamanya, terlihat begitu tampan dengan tuxedo yang melekat indah di tubuh mungilnya, ditemani Daddy Sall dan Mommy Sanchia yang berdiri mengapitnya. Shawn juga mengulas senyum bahagianya karena begitu banyak ucapan selamat, doa bahkan kado yang diberikan khusus untuknya dari keluarga, sahabat orangtuanya, dan beberapa anggota klan Ble Asteri juga seluruh petinggi klan Toddestern.
"Shawn, Happy Birthday. This is for you (Shawn, selamat ulang tahun. Ini untukmu)." Sebuah kado berukuran besar, kini sudah berpindah tangan dari Bradley ke Shawn.
"Thank you.."
Beberapa saat kemudian, Briley ikut menyerahkan kado dengan ukuran hampir sama dengan kado dari Bradley. Briley tidak mengatakan sepatah katapun, tapi Shawn tetap menerima kado dari Briley dengan senang hati. Karena meskipun Briley tidak berkata apapun, tapi senyum manis tetap menghiasi wajahnya, sehingga membuat Shawn tidak ragu untuk menerima hadiah dari Briley.
Zeroun yang diantar kedua orangtuanya pun, dengan malu-malu menyerahkan sebuah kado berukuran besar pada Shawn.
"Shawn, Saengil Chukkae.."
"Thank you.." Meskipun mengerti dengan apa yang diucapkan Zeroun, Shawn memilih membalas dengan menggunakan bahasa Inggris, karena masih belum terlalu terbiasa menggunakan bahasa Korea seperti yang sering diajarkan Mommy-nya.
Acara perayaan ulang tahun berjalan dengan sangat meriah, Tim EO yang mengatur jalannya acara, menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Semua keluarga dan tamu yang hadir, begitu menikmati jalannya acara dan tentunya hidangan yang disediakan.
Setelah acara ulang tahun Shawn berakhir, keluarga dan sahabat-sahabat Sanchia & Sall masih melanjutkan keseruan dan kegembiraan mereka dengan mengobrol di ruang keluarga mansion Sall dan Sanchia. Namun Papa Leonard dan Mama Annesya memilih kembali ke kamar karena sudah merasa lelah.
Bryllian & Zivara, Kevin & Nieva, Brandon & Sharon, serta Sall & Sanchia mengobrol seru, bahkan berkali-kali tertawa lepas karena candaan Kevin. Sesekali Papa-papa dan Mama-mama muda itu saling berbagi pengalaman mengurus anak yang cukup menguras tenaga dan pikiran, namun terasa sangat luar biasa menyenangkan.
Shawn terlihat membuka ratusan kado yang dia dapatkan, dibantu Bradley, Briley, dan Zeroun. Keiva yang baru berusia setengah tahun pun tidak mau kalah dengan ikut mengacak-acak kado yang ada dihadapannya. Sedangkan orangtua mereka mengawasi di sela-sela obrolan seru mereka, dengan senyuman yang tidak henti terulas dari wajah mereka masing-masing.
"Sepertinya mereka bisa bersahabat.. Zeroun tidak bisa langsung dekat dengan orang lain, bahkan dengan anak dari saudara-saudara sepupuku saja dia tidak bisa dekat. Tapi dengan anak kalian, Zeroun terlihat sangat nyaman." Brandon tidak lepas memperhatikan anaknya yang begitu seru bermain dengan Shawn, Briley dan Bradley.
"Mungkin dia sudah menemukan partner yang satu frekuensi sekarang." Komentar Bryllian ditanggapi dengan kekehan kecil sahabat-sahabatnya.
Terlihat Shawn berteriak kegirangan saat membuka kado dari Bradley, yang ternyata adalah sebuah drone yang dilengkapi camera super canggih yang mampu menangkap objek dari jarak yang sangat jauh. Senyum sumringahnya semakin bertambah lebar saat membuka kado dari Zeroun dan Briley, yang ternyata berisi 1 set mainan senjata laras panjang & laras pendek yang mirip sekali dengan aslinya, juga 1 smart balance wheel berharga fantastis.
*************************
Seminggu kemudian...
Sanchia berjalan mondar-mandir di aula mansion, menunggu kedatangan Sall yang masih belum pulang dari perusahaan, padahal jam dinding sudah menunjukkan jam 11 malam. Ponsel Sall pun tidak bisa dihubungi, setelah terakhir kali mengabari Sanchia, bahwa dia akan meninjau proyek pembangunan gedung apartment miliknya pada jam 2 siang tadi.
Seluruh keluarganya pun sudah masuk ke kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka sejak beberapa jam yang lalu, karena kelelahan menemani kegiatan Sanchia hari ini.
Rasa lelah Sanchia karena siang tadi mengunjungi beberapa panti asuhan untuk memberikan donasi pun, sudah terkalahkan dengan rasa khawatir akan keadaan suaminya yang entah ada dimana. Berkali-kali Sanchia menghubungi ponsel Sall, tapi masih saja tidak aktif. Ponsel Leon pun ikut tidak aktif, membuat pikiran buruk semakin memenuhi otak Sanchia.
Sanchia menghubungi Leroy yang sedang ada di markas besar Toddestern, tapi Leroy pun tidak tahu dimana keberadaan Sall sekarang. Namun Leroy mengatakan, kalau dia akan mencari keberadaan Sall sampai ketemu.
Ditengah-tengah kecemasannya, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar mansion. Tanpa pikir panjang Sanchia berlari kecil menuju pintu utama mansion. Dan alangkah terkejutnya Sanchia, saat netranya menangkap pemandangan yang tidak diduganya sama sekali. Sebuah pemandangan yang berhasil meluruhkan air matanya, punggung tangannya dia gunakan untuk menutup mulutnya, meskipun tidak berhasil menahan isakan yang terus keluar dari bibir cantiknya.
*************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight