The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 21 Aura Permusuhan



Pria yang menatap sendu sekaligus tidak percaya ke arah Sanchia itu, kini berjalan dengan langkah cepat menghampiri Sanchia yang berdiri dari duduknya. Pria itu menarik lengan Sanchia, menarik dan mendekap tubuh  Sanchia begitu erat, tanpa memberi kesempatan Sanchia untuk menahan atau menolak pelukannya.


Tapi sedetik kemudian, Sall sudah melepas paksa pelukan pria itu dari tubuh Sanchia yang masih mematung.


"Lepaskan calon istriku."


Sall merangkul tubuh Sanchia dan mendorong tubuh pria itu hingga terhuyung ke belakang. Gila rasanya, Sall melihat ada laki-laki lain memeluk tubuh kekasihnya di depan matanya. Emosinya memuncak, seolah tidak mudah dikendalikan. Jika tidak ingat kalau dirinya sedang begitu menjaga image-nya di depan keluarga Sanchia, ingin sekali rasanya Sall menghajar Alrico saat ini juga.


"Sall kamu apa-apaan sih? Kenapa harus mendorong Alrico seperti itu?"


"Aku hanya tidak suka dia memelukmu begitu erat."


Alrico, pria yang terlihat sangat diwaspadai Sall itu, kini memandang Sall dengan tatapan membunuhnya. Sall menyeringai, mengangkat sebelah sudut bibirnya, tanpa bisa menyembunyikan rasa marah dan cemburunya di hadapan Alrico.


"Sanchia, apa yang terjadi? Ada apa sebenarnya ini? Aku begitu terlambat mendapat kabar kepulanganmu. Aku rasanya ingin marah pada Kevin yang baru memberitahuku kemarin, bahwa kamu telah kembali. Aku mempercepat kepulanganku dari London, demi bertemu denganmu. Aku bahagia kamu masih hidup dan kembali dalam keadaan sehat."


Genangan air mata terlihat memenuhi mata Alrico, namun terlihat jelas, Alrico berusaha menahannya agar tidak jatuh.


"Alhamdulillah, aku baik-baik saja Al. Allah masih begitu sayang padaku, dan akhirnya aku bisa kembali kesini."


"Alhamdulillah..Aku benar-benar bahagia melihatmu Sanchia, aku dan Kevin tidak percaya kalau kamu sudah meninggal. Tapi kami kesulitan menemukanmu, meskipun sudah mencarimu kemana-mana."


"Sekarang aku sudah kembali Al.."


"Iya, dan aku benar-benar bersyukur Chia."


'Chia? Apa-apaan laki-laki ini, memanggil calon istriku dengan panggilan khusus, dan dengan nada bicara yang terdengar sok manis sekali.' Marah Sall dalam hati.


"Siapa sebenarnya laki-laki ini? Kenapa tadi dia menyebutmu calon istrinya?"


"Dia calon suamiku Sall."


"Apaaaa? Kamu tidak sedang bercanda kan Chia?"


'Kenapa aku begitu tidak suka mendengar laki-laki ini memanggilmu Chia, Babe! Dan apa-apaan sikapnya itu, terlihat tidak percaya sekali kalau aku benar-benar calon suamimu.' Keluh Sall dalam hati.


"Aku tidak mungkin bercanda, untuk hal seperti ini Al.. Kenalkan, calon suamiku, Sall Sherwyn Knight. Dan Honey, kenalkan dia sahabatku, namanya Alrico Niguel."


Sanchia mengenalkan sahabat dan calon suaminya dengan senyum menghiasi wajahnya yang cantik. Berbanding terbalik dengan ekspresi Sall dan Alrico yang menunjukan raut permusuhan yang begitu kental.


Sall mengulurkan tangannya terlebih dahulu, meskipun enggan. Alrico membalas uluran tangan Sall setelah lebih dari beberapa detik, membiarkan tangan Sall menggantung tanpa sambutan. Mereka pun hanya berjabat tangan, karena merasa tidak perlu lagi memperkenalkan diri, setelah nama mereka disebutkan begitu lengkap oleh Sanchia.


"Al..Duduklah!"


"Tidak.. Aku akan membersihkan tubuhku lebih dulu, perjalanan dari London begitu melelahkan."


'Aku kecewa.. Aku rela mempercepat jadwalku, karena begitu bahagia mendengar kabar, bahwa kamu telah kembali Chia. Tapi kenapa kamu membawa berita buruk untukku. Sesungguhnya kali ini aku tidak ingin mengalah. Aku akan mencari tahu, siapa sebenarnya laki-laki ini. Dan jika dia tidak cukup baik bagimu, aku tidak segan-segan untuk membatalkan rencana pernikahan kalian.' Tekad Alrico dalam hati.


"Al..Memangnya apa yang kamu lakukan di London?"


"Aku menghadiri penobatan Ketua Klan DS Scorpion yang baru. Satya sudah resmi menyerahkan posisinya pada Larry."


"Jadi Satya akan menetap di Indonesia?"


Sall menolehkan wajahnya dan menatap Sanchia begitu dalam, mencoba mencari tahu perasaan Sanchia yang seolah penasaran dengan kabar Satya.


"Iya, tapi Satya akan tinggal di Jakarta setelah menikah nanti. Pernikahan mereka diundur 1 bulan lagi, karena ternyata Sasa masih sibuk dengan promosi film barunya, Satya pun masih harus bolak-balik ke Inggris untuk mengurus perusahaannya."


"Oh begitu. Semoga persiapan pernikahan mereka lancar tanpa halangan apapun."


Senyum di wajah Sanchia melegakan hati Sall, karena Sall yakin kalau Sanchia terlihat tidak cemburu sama sekali, mendengar kabar Satya dan calon istrinya.


"Hmm, kalau pernikahanmu, kapan Chia?"


"3 hari lagi Al.."


"Apaaa? Bercandamu kali ini benar-benar tidak lucu Chia."


Tatapan berkilat tajam dan senyuman sinis menghiasi wajah Sall yang mulai dikuasai amarah. Tidak jauh berbeda dengan Sall, Alrico pun menghunuskan tatapan menantang dengan seringai meremehkan ke arah Sall. Sanchia yang mulai merasakan aura permusuhan yang begitu kuat diantara mereka, menggenggam tangan Sall agar kekasihnya itu bisa lebih tenang.


"Al.. Sudah malam, mandilah. Nanti kamu bisa sakit, kalau mandi terlalu malam."


"Baiklah Chia, aku aku juga ingin tidur lebih cepat."


Alrico segera pergi setelah melihat anggukan singkat dari Sanchia, tanpa melihat ke arah Sall.


Setelah Alrico sudah tidak terlihat, Sall mendudukan dirinya di sofa dengan melipat tangannya di dada. Sanchia ikut mendudukan dirinya di sebelah Sall, dan mengelus lengan Sall dengan sangat lembut.


"Honey.. Kamu kenapa?"


"Kenapa kamu begitu perhatian pada laki-laki lain?"


"Apa maksudmu?"


"Kenapa kamu menyuruhnya cepat mandi, agar tidak sakit? Memangnya kenapa kalau dia sakit, kamu akan sedih Babe?"


"Ya ampun Honey, aku menyuruhnya segera mandi, agar Alrico cepat pergi ke kamarnya dan meninggalkan kita berdua."


Sall memicingkan matanya, mencari kejujuran di wajah Sanchia yang memang terlihat meyakinkan.


"Benar hanya karena itu Babe?"


"Iya Honey, hanya karena itu."


"Kenapa dia bisa menginap disini? Apa dia punya kamar sendiri disini?"


"Honey, dia itu Wakil Ketua Klan, aku memang menyediakannya kamar untuk menginap jika dibutuhkan. Karena kita sering kali membahas pekerjaan dan urusan klan disini. Tapi dia punya apartemen sendiri kok, Honey."


"Babe, setelah menikah, kamu sudah setuju kan, untuk ikut denganku ke Inggris?"


"Iya Honey, tapi kamu sudah setuju untuk mengizinkanku menyelesaikan semua pekerjaanku disini selama 3 bulan kan?"


"Iya Babe, aku juga pasti akan lebih sering di Indonesia selama 3 bulan itu, hanya sesekali ke Inggris untuk mengurus perusahaanku."


"Iya Honey.."


Senyum Sanchia yang terulas indah di wajahnya, menenangkan hati Sall yang memanas, sejak kedatangan Alrico. Sall pun sudah kembali melengkungkan senyumnya seraya menatap penuh cinta. Namun ekspresinya tidak bertahan lama, karena sesaat kemudian wajahnya kembali keruh.


"Babe, aku tidak suka saat Alrico memanggilmu Chia. Bisakah kamu memintanya, untuk memanggilmu Sanchia saja? Jangan dipotong menjadi Chia."


Sanchia memutar bola matanya seraya menghela nafas kasar, lalu berdiri dari duduknya. Kakinya melangkah menuju kamarnya, tidak peduli dengan omelan Sall yang mulai membuat telinganya panas. Sall pun mengejar Sanchia, meskipun masih sedikit kesulitan untuk mensejajari langkah Sanchia.


"Babe, aku belum selesai bicara. Babe, kamu harus mengatakan padanya ya. Jangan lupa Babe!"


Tapi Sanchia tidak menggubris perkataan Sall dan langsung masuk ke dalam kamarnya, setelah membanting pintu kamarnya, hingga mengejutkan Sall yang ditinggalkannya di depan pintu.


************************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


(IG : @zasnovia #staronadarknight)