The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 15 Wangi Menenangkan



Sall membanting tab yang diserahkan Leon padanya dengan sekuat tenaga. Informasi tentang Alrico yang didapat Leon, cukup memantik amarah Sall di pagi ini. Sehingga ruang kerja Sall yang hanya berisi Sall dan juga Leon, berubah begitu panas dan tidak nyaman bagi Leon. Kejadian dini hari tadi, saat Alrico memanggil nama Sanchia memang sangat mengganggu Sall, sehingga Sall langsung meminta Leon untuk mencari informasi tentang siapa sebenarnya Alrico, yang diakui Sanchia sebagai sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu.


Leon sudah menjelaskan bahwa sidik jari Sanchia yang dipakai untuk membuka pintu Markas Besar Ble Asteri, sudah Leon hapus sesaat setelah Sanchia, Sall dan anak buah Sall masuk ke dalam Markas itu. Jelas insiden Alrico yang mengenali Sanchia, bukan karena Alrico mengetahui sidik jari yang digunakan untuk masuk adalah sidik jari Sanchia, melainkan karena sebab lain. Dan Alrico sangat cemburu, saat akhirnya dia bisa menarik kesimpulan berdasarkan asumsi yang didapatnya. Alrico mengenali aroma tubuh Sanchia, itulah kesimpulan yang didapat oleh Sall, karena wangi Sanchia yang menenangkan dan memabukan juga sudah begitu dikenali Sall, bahkan menjadi candu bagi Sall.


Saat ini, Sall sudah mengetahui kalau Alrico adalah sahabat terdekat Sanchia, sejak Sanchia tinggal di Spanyol di umurnya yang baru menginjak 5 tahun. Sanchia memang pindah bersama dengan Mamanya yaitu Mama Annesya, sejak menikah dengan Bernardo setelah Papa Sanchia yang bernama Leonard dinyatakan meninggal setelah ditemukan tidak bernyawa di sebuah sungai, saat melakukan peninjauan proyek pembangunan perusahaan di pelosok Kota Bandung.


Sejak menerima kerjasama dengan Pemimpin Klan di Spanyol bernama Bernardo untuk menyerang sebuah Klan di Indonesia, Sall memang sudah mengetahui cerita sebenarnya dari Leon tentang Bernardo yang melakukan pembunuhan terhadap Leonard agar dapat memiliki Annesya, Mamanya Sanchia. Bernardo begitu mencintai Annesya, dan berusaha meyakinkan Annesya yang saat itu mengetahui dirinya sedang mengandung anak keduanya, untuk menikah dengan Bernardo. Tentu saja dengan mengatakan, bahwa kedua anak Annesya akan sangat memerlukan sosok ayah untuk melindunginya. Akhirnya, setelah pertimbangan panjang, Annesya bersedia menikah dengan Bernardo dan pindah ke kampung halaman Bernardo di Spanyol bersama dengan Sanchia dan anak  yang dikandungnya, yaitu Nieva.


Namun ternyata Leonard masih hidup, dan berhasil membawa Annesya juga Sanchia, di umur Sanchia yang menginjak 15 tahun, saat mereka sedang berjalan-jalan di luar mansion mereka. Namun sayang, Nieva yang merupakan adik dari Sanchia, tidak berhasil Leonard bawa karena sedang berada di mansion. Dan hal ini menjadi penyesalan Leonard, karena tidak bisa membawa Nieva bersama mereka saat itu, dan baru bisa bertemu Nieva di usia Nieva yang sudah menginjak 23 tahun, saat Nieva datang ke Indonesia untuk menyelamatkan Alrico yang menerima misi berbahaya dari Bernardo.


(Kalau mau baca detail tentang kisah Sanchia dan Nieva, juga Papa Leonard dan Mama Annesya bisa mampir ke Cold Man Chased by Love - Star on A Dark Night 2, terutama Episode 28)


Kembali ke informasi yang didapat Sall tentang Alrico, Sall menemukan fakta bahwa Alrico adalah anak dari orang kepercayaan Bernardo yang bernama Allan. Namun Alrico  sudah dititipkan di panti asuhan sejak ibunya meninggal saat Alrico berusia 2 tahun oleh Allan.


Sekembalinya ke Spanyol, Bernardo membangun kekuatannya dengan merusak bisnis orang lain. Ayah Alrico adalah tangan kanan Bernardo yang bersedia melakukan apapun demi kepentingan Bernardo. Namun sayang, karena sebuah pertempuran antar klan yang tidak terelakkan, akhirnya Allan meninggal setelah ditembak 2 kali di bagian dadanya oleh lawannya. Hal ini menjadi sumber rasa bersalah Bernardo, sehingga akhirnya Bernardo membawa Alrico dari panti asuhan dan membesarkannya dengan keras agar Alrico dapat menjadi tangan kanannya untuk menggantikan tugas Allan.


Karena Alrico tumbuh bersama dengan Sanchia, dia menjadi sangat dekat dan mengenal betul semua hal tentang Sanchia. Alrico selalu mengabulkan apapun yang diminta Sanchia, karena entah sejak kapan, Alrico menyadari kalau dirinya memang mencintai Sanchia.


Kepergian Sanchia yang dibawa oleh Papanya, saat berusia 15 tahun, tentu membuat Alrico stres berat. Tapi karena rasa cintanya pada Sanchia, Alrico bertekad untuk selalu menjaga Nieva seperti adiknya sendiri. Sampai akhirnya Alrico dan Sanchia dipertemukan kembali di Indonesia, setelah Bernardo mengirim Alrico untuk membunuh seorang Ketua Klan Mafia Spanyol yang bernama Kendrick Jayden Harrison adik dari Bryllian Alden Harrison, yang sedang berada di Indonesia.


(Buat yang pengen tahu detail misi pembunuhan yang dilakukan Alrico terhadap Kendrick yang digagalkan Nieva, bisa baca Cold Man Chased by Love - Star on A Dark Night 2, terutama Eps 7. Kalau tentang pertemuan kembali Sanchia, Nieva juga Alrico, ada di Eps 23 ya)


Sall cemburu, ya dia sangat cemburu karena Alrico menghabiskan banyak waktu bersama dengan Sanchia. Terlebih Alrico ternyata bukan pribadi yang biasa, dia merupakan lulusan terbaik dari Universitas terkenal di Spanyol melalui jalur beasiswa. Alrico juga menguasai 5 bahasa yaitu Inggris, Spanyol, Indonesia, Korea dan Jerman, meskipun Sall lebih unggul karena menguasai 10 bahasa.


Sall juga tidak terlalu terkejut saat mengetahui kalau Alrico menguasai perakitan senjata api juga beberapa teknik beladiri, karena semalam Sall sudah merasakan kemampuan beladiri Alrico yang tidak bisa dianggap enteng. Namun yang paling membuat Sall frustasi adalah tatapan Alrico saat memanggil nama Sanchia. Sall melihat jelas, mata sendu Alrico memancarkan kerinduan, Sall yakin kalau Alrico memang sangat mencintai Sanchia.


Raut wajah Sall terlihat sangat gusar saat ini, membuat Leon tidak berani mengganggu bossnya itu.


"Leon, awasi terus laki-laki yang bernama Alrico itu. Aku tidak mau rencanaku untuk meminta Sanchia pada keluarganya gagal, karena ulah laki-laki itu."


"Baik Tuan."


"Keluarlah.."


Leon segera keluar, dengan membawa tab-nya yang sudah mati karena dibanting Sall. Tapi hal itu sudah biasa bagi Leon, dia hanya perlu membeli tab yang baru dengan memakai uang Sall tentunya.


Saat Leon keluar dari ruang kerjanya, Sanchia ternyata menyelinap masuk ke dalam ruang kerja Sall, dengan telunjuk di depan bibirnya, berharap Leon tidak membuka mulutnya. Leon tentu mengerti, kalau Sanchia tidak ingin Sall yang duduk membelakangi pintu, mengetahui kedatangan Sanchia ke ruangan itu. Setelah pintu ruang kerja Sall tertutup, Sanchia berjalan mendekati Sall yang ternnyata sedang menutup matanya seolah berusaha melupakan permasalahan yang dihadapi.


"Babe.."


"Bagaimana kamu tahu kalau aku datang?"


"Wangimu yang begitu menenangkan dan membuatku selalu ingin berada di dekatmu."


Tangan Sall terulur dan menarik pelan pinggang Sanchia, dan mendudukan Sanchia di pangkuannya. Sanchia menurut dan tidak berniat menolak keinginan Sall yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.


Sall mengeratkan pelukannya di pinggang Sanchia, lalu membenamkan kepalanya di ceruk leher Sanchia dan menghirup aroma yang disukainya begitu dalam.


"Alrico mengenali wangi tubuhmu Babe, aku yakin itu."


Sanchia mendorong pelan tubuh Sall dan berusaha menatap mata kekasihnya yang terlihat sendu.


"Aku bahkan sengaja tidak memakai parfum sebelum kita berangkat ke Markas besar, Honey."


"Tapi aku masih bisa mencium wangimu yang begitu memabukan itu. Mungkin wangi khas itu, berasal dari produk perawatan tubuh yang kamu gunakan saat mandi. Aku tahu pasti Babe, kamu meminta beberapa brand khusus pada para pelayan, karena kamu sudah menggunakannya sejak bertahun-tahun yang lalu."


"Ya ampun Babe, tapi tidak mungkin Alrico mengenaliku karena itu."


"Aku bisa mengenali kedatanganmu, hanya dari wangimu Babe. Alrico pun sama.."


Sanchia menarik nafasnya dengan kasar karena menyadari kecerobohannya. Dielusnya pipi Sall perlahan, dengan tatapan sendu dan rasa bersalah.


"Aku ceroboh, maafkan aku Honey.."


"It's okay Babe.. Tapi setelah ini, kamu harus mengganti semua produk perawatan tubuhmu dan parfummu. Aku tidak mau, masalah yang terlihat sepele ini, jadi penghalang bagi kita. Terlebih beberapa hari lagi, kita akan datang menemui keluargamu."


"Baiklah Honey.."


"Kali ini, biarkan aku memelukmu dan mencium aroma tubuhmu sampai aku puas. Bukan hanya kamu saja, aku pun akan merindukan wangi yang menenangkan ini."


Sanchia hanya mengangguk pelan, kembali menuruti keinginan kekasihnya yang berusaha menyembunyikan kemarahannya. Sall kembali membenamkan kepalanya di ceruk leher Sanchia dan mencium bahu dan leher Sanchia sesekali. Dihirupnya dalam-dalam aroma favoritnya itu, sambil memejamkan matanya.


'Babe.. Aku tidak rela, ada laki-laki lain yang mencintaimu. Dan aku yakin, tidak ada seorangpun di dunia ini yang mencintaimu lebih dari aku. Aku akan membuktikannya, dengan membahagiakanmu seumur hidupku.' Tekad Sall dalam hati.


*************************